pendekatan karya sastra

Views:
 
Category: Education
     
 

Presentation Description

No description available.

Comments

Presentation Transcript

PENDEKATAN KARYA SASTRA : 

PENDEKATAN KARYA SASTRA Senin, 26 November 2007

PENDEKATAN KARYA SASTRA : 

PENDEKATAN KARYA SASTRA Setiap karya sastra mengandung unsur intrinsik. Misalnya dalam prosa ….., dalam puisi …. Setiap karya sastra juga mengandung unsur ekstrinsik yaitu unsur-unsur dari luar yang mempengaruhi isi karya sastra

Contoh Unsur Ekstrinsik : 

Contoh Unsur Ekstrinsik psikologi sosiologi agama sejarah filsafat ideologi politik dll

Kedudukan unsur intrinsik dan ekstrinsik : 

Kedudukan unsur intrinsik dan ekstrinsik Unsur intrinsik adalah struktur (kerangka) Unsur ekstrinsik adalah isi yang mewarnai karya sastra Keduanya merupakan satu kesatuan integral

Pendekatan Karya Sasta : 

Pendekatan Karya Sasta Pendekatan intrinsik dan ekstrinsik Dahulukan intrinsik tanpa mengabaikan unsur ekstrinsiknya Betapapun kecilnya pendekatan ekstrinsik tetap diperlukan dalam penelitian sastra

Slide 6: 

Hal ini terbukti bahwa penelitian sastra sangat membutuhkan ilmu-ilmu lain yang relevan, terutama untuk intepretasi karya sastra. Imu-ilmu bantu yang ada hubungannya dengan ilmu sastra misalnya filsafat, psikologi, sosiologi, biografi, sejarah, dan lain-lain

Segi Intrinsik Karya Sastra : 

Segi Intrinsik Karya Sastra usur yang secara organik membangun karya sastra dari dalam Unsur tersebut jalin-menjalin secara struktural sehingga terwujud sebuah karya sastra

Slide 8: 

setiap genre mempunyai struktur khas tersendiri, misalnya dalam puisi dan prosa, terdapat hal-hal yang berbeda dalam strukturnya. Contoh …. Misalnya dalam puisi, terdapat pemadatan dalam berbagai hal Yang jelas dalam karya sastra terdapat peristiwa tertentu yang digunakan pengarang untuk menggambarkan konsep atau idenya

Slide 9: 

Dengan kata lain, karya sastra berusaha mengkongkretkan ide-ide, gagasan, imajinasi pengarang. Berbeda dengan ilmu pengetahuan yang mengutamakan penalaran (penerimaan pembaca secara logis)

Slide 10: 

Jadi dalam karya sastra terdapat proses kongkretisasi ide ? terwujud ? struktur karya sastra ? organik yang dinyatakan dengan kata dan kalimat Jika suatu objek dikongkretkan dalam karya oleh orang yang berbeda, akan melahirkan bentuk yang berbeda

Slide 11: 

hal ini dipengaruhi oleh faktor imajinasi, pengalaman, pengetahuan, latar belakang sosial budaya, dan lain-lain (disebut segi ekstrinsik) Teori segi intrinsik dan ekstrinsik merupakan pusat timbulnya berbagai teori tentang sastra. Hingga abad ke-19 penekanan pada ekstrinsik.

Slide 12: 

misalnya karya sastra harus memuat pendidikan moral. dahulu teks banyak dikaji segi ekstrinsiknya. Misalnya latar belakang pengarang, zaman penulisan. Pada akhir abad ke-19, studi sastra kembali menekankan pada segi intrinsik.

Slide 13: 

Masa pujangga baru tahun 1930-an studi sastra banyak menekankan studi ekstrinsik. Misalnya STA menekankan pada manfaat karya sastra untuk pendidikan moral bangsa.

Pendekatan Mimetik : 

Pendekatan Mimetik memandang karya sastra sebagai tiruan atau pembayangan dunia kehidupan nyata. Konsep ini dikembangkan oleh Plato dan diungkapkan oleh Aristoteles.

Pendekatan Karya Sastra menurut Abrams : 

Pendekatan Karya Sastra menurut Abrams Mimetik Pragmatik Ekspresif Objektif

Slide 16: 

Plato berpendapat bahwa seni hanyalah tiruan alam yang nilainya jauh di bawah kenyataan dan ide. Aristoteles menyatakan bahwa tiruan itu yang justru membedakannya dari segala sesuatu yang nyata dan umum.

Pendekatan Pragmatik : 

Pendekatan Pragmatik Memandang karya sastra ditentukan oleh publik pembacanya sebagai penyambut karya sastra Karya sastra dianggap unggul jika berguna bagi publiknya. Misalnya menyenangkan, menghibur, mendidik, dan sebagainya.

Ekspresif : 

Ekspresif Memandang karya sastra sebagai pernyataan dunia batin pengarang. Jika dibayangkan bahwa segala gagasan, emosi, ide, dan lain-lain merupakan dunia dalam pengarang, karya sastra merupakan dunia luar yang sesuai dengan dunia dalam

Slide 19: 

Dengan pendekatan pragmatik, penelitian sastra ditujukan pada emosi atau jiwa pengarang Sehingga karya sastra merupakan sarana untuk memahami keadaan jiwa pengarang Menonjol pada abad ke-19 (zaman romantik Eropa)

Pendekatan Objektif : 

Pendekatan Objektif Memandang karya sastra sebagai dunia otonom yang dapat dilepaskan dengan pengarang dan lingkungan sosial budayanya. Karya sastra berdiri sendiri, dan dapat dianalisis berdasarkan strukturnya sendiri

Pendapat Teeuw : 

Pendapat Teeuw Empat pendekatan tersebut saling melengkapi dan memerlukan tidak ada yang terbaik tidak ada yang paling benar penerapan tergantung pada sifat karya sastra tertentu.