KOMUNIKASI TERAPEUTIK II

Views:
 
Category: Entertainment
     
 

Presentation Description

No description available.

Comments

Presentation Transcript

KOMUNIKASI TERAPEUTIK I : 

KOMUNIKASI TERAPEUTIK I OLEH M Fatkhul M

DIMENSI HUBUNGAN : 

DIMENSI HUBUNGAN Keterampilan tertentu dibutuhkan perawat untuk mencapai dan mempertahankan hubungan terapeutik. Keterampilan ini menggabungkan keterampilan verbal dan non verbal serta sikap dan perasaan dibalik sikap perawat. Keterampilan ini dibagi dalam dua dimensi secara luas yaitu dimensi responsive dan tindakan.

Kategori Komunikasi Verbal : 

Kategori Komunikasi Verbal Isyarat vocal : 1. Tekanan suara 2. Kwalitas suara 3. Tertawa 4. Irama dan kecepatan bicara Isyarat tindakan : Gerakan tubuh Ekspresi wajah dan gerakan tubuh

Kategori Komunikasi Non verbal : 

Kategori Komunikasi Non verbal Isyarat Objek Objek yang digunakan sengaja atau tidak sengaja, seperti: Pakaian Perhiasan Ruang: Isyarat kedekatan hubungan antara dua orang Sentuhan: Kontak fisik antara dua orang Isyarat tindakan: semua gerakan tubuh. Isyarat Vokal: semua kualitas bicara non verbal. Komunikasi non verbal yang paling personal dipengaruhi oleh: Tatanan dan latar belakang budaya Jenis hubungan Jenis kelamin Usia Harapan

Dimensi Responsive : 

Dimensi Responsive Iklas : akan tampak melalui : sikap perawat yang terbuka, jujur, tulus, aktif dalam berhubungan dengan klien. Menghargai : Akan tampak saat perawat menerima klien apa adanya, tidak menghakimi,tidak mengejek, tidak menghina, sepele. Sikap (+): menemani klien yg sdg menangis, minta maaf, siap selalu Empaty : kemampuan masuk dlm kehidupan klien agar dapat merasakan pikiran dan perasaannya shg mampu mengidentifikasi masalah klien dengan hangat, berminat, pemecahan masalah Konkrit : perawat menggunakan terminologi yang spesifik, bukan abstrak. Manfaatnya: mempertahankan respon perawat terhadap perasaan klien, penjelasan : akurat dan jelas, mendorong klien memikirkan masalah yang spesifik.

Dimensi Tindakan: : 

Dimensi Tindakan: Konfrontasi (Ketidak sesuaian) : Ekspresi perawat terhadap perbedaan pada prilaku klien yang bermanfaat untuk memperluas kesadaran diri klien. Tiga kategori konfrontasi: 1. Ketidaksesuaian antara konsep diri klien 2. Ketidaksesuaian antara ekspresi non verbal dan prilaku klien 3. Ketidaksesuaian antara pengalaman klien dan perawat. Konfrontasi harusnya dilakukan secara asertif bukan agresif atau marah. Kesegeraan : - Fokus pada saat ini dan digunakan untuk mempelajari fungsi klien dalam hubungan interpersonal lainnya. Perawat harus Sensitive & ingin segera membantu

Lanjutkan……. : 

Lanjutkan……. Terbuka : Pengalaman perawat untuk terapi Perawat memberi informasi tentang diri, ide, nilai, perasaan dan sikapnya sendiri untuk menfasilitasi kerjasama, proses belajar, katarsis atau dukungan klien “Emosional Catharsis” Klien didorong untuk membicarakan hal-hal yang sangat mengganggunya untuk mendapatkan efek terapeutik Perawat hrs dpt mengkaji kesiapan klien klien untuk mendiskusikan masalahnya. Bermain peran Membangkitkan situasi tertentu untuk meningkatkan penghayatan klien ke dalam hubungan antar manusia dan memperdalam lain.kemampuannya untuk melihat situasi dari sudut pandang

TEKNIK KOMUNIKASI TERAPEUTIK : 

TEKNIK KOMUNIKASI TERAPEUTIK Persyaratan dasar untuk komunikasi terapeutik: Komunikasi bertujuan untuk menghormati baik perawat maupun pasien. Komunikasi yang menciptakan saling pengertian harus dilakukan terlebih dahulu sebelum memberikan saran, informasi dan masukan.

Teknik komunikasi…… : 

Teknik komunikasi…… Mendengarkan (learning) Untuk mengetahui perasaan klien. Beri kesempatan klien bicara. Sikap yg dibutuhkan: pandang klien saat bicara, tdk menyilang kaki, hindari gerakan yg tdk perlu,angguk kepala, condong tubuh kearah klien. Menunjukan penerimaan Menerima belum tentu setuju Menerima bersedia mendengarkan orang lain tanpa ragu Sikap: mendengar tanpa memutuskan pembicaraan, hindari perbedaan, ekspresi keraguan. Pertanyaan terbuka Memberi kesempatan utk memilih Contoh: “Apakah yang sedang saudara pikirkan?” Beri dorongan dengan mengatakan “Saya mengerti…… atau o..o…o….

Teknik komunikasi…… : 

Teknik komunikasi…… 4. Mengulang (restating) dengan menggunakan kata-kata sendiri Mengulang pokok pikiran yang diungkapkan klien. Perawat memberi umpan balik. Contoh: Klien : “Saya tidak dpt tidur, sepanjang malam saya terjaga” Perawat: “Saudara mengalami kesulitan untuk tidur.” 5. Klarifikasi terjadi saat peraat berusaha menjelaskan dalam kata-kata. Tujuan: menyamakan pengertian. Contoh: “Apakah yang anda maksud dengan …..” “Dapatkah anda jelaskan kembali tentang……”

Teknik komunikasi …… : 

Teknik komunikasi …… . 6. Menfokuskan Membantu klien bicara pd topik yg dipilih dan penting. Tuj: pembicaraan jd spesifik dan dimengerti. Contoh; “Hal ini kelihatannya penting, mari kita bicarakan dahulu.” 7. Menyatakan hasil observasi Perawat harus memberikan umpanbalik pd klien dengan menyatakan hasil pengamatannya sehingga dpt diket pesannya diterima dengan baik atau tidak. Contoh: “Anda tampak tegang” atau “Anda tampak tidak tenang apabila anda…..”

Teknik komunikasi….. : 

Teknik komunikasi….. 8. Menawarkan informasi Memberikan tambahan informasi merupakan tindakan penyuluhan kesehatan untuk klien. Saat memberi informasi tdk boleh memberi nasehat. Tuj: menfasilitasi pengambilan keputusan 9. Diam (Silence) Dilakukan setelah bertanya Tuj : memberi kesempatan berfikir dan memotivasi klien bicara. Teknik Diam pd klien menarik diri berarti perawat menerima klien

Teknik Komunikasi……. : 

Teknik Komunikasi……. 10. Meringkas Pengulangan ide utama yg telah dikomunikasikan sec singkat. Tuj: membantu mengingat topik yg telah dibahas sebelum meneruskan pembicaraan berikut. Contoh : “Selama 15 menit ini saya dan anda telah membicarakan tentang……” 11. Memberikan penghargaan Penghargaan janganlah menjadi beban bagi klien dalam arti jangan klien berusah keras dan melakukan segala demi mendapatkan pujian atau persetujuan atas perbuatan. Contoh: “Ibu nampak cocok sekali dg baju kuning ini.”

Teknik komunikasi…… : 

Teknik komunikasi…… 12. Memberi kesempatan pada klien memulai pembicaraan Bagi klien yg ragu-ragu dan tdk pasti ttg perannya dlm interaksi. Perlu distimulus utk mengambil inisiatif dan merasakan bahwa ia diharapkan membuka pembicaraan. Contoh: “Adakah sesuatu yg ingin anda bicarakan?” atau”Apakah yg sedang anda pikirkan?” 13. Menganjurkan utk meneruskan pembicaraan Memberi kesempatan pd klien utk mengarahkan hampir seluruh pembicaraan dan tertarik dg apa yg akan dibicarakan selanjutnya. Contoh: “Teruskan….”, “Dan kemudian……”, “Coba ceritakan kepada saya ttg hal tersebut”.

Teknik komunikasi…… : 

Teknik komunikasi…… 14. Menempatkan kejadian sec berurutan Tuj : membantu perawat dan klien untuk melihatnya dlm suatu perspektif. Contoh: “Apakah yg terjadi sebelum dan sesudah kejadian tersebut?” atau “Kapan kejadian tersebut terjadi?” 15. Memberikan kesempatan kepada klien untuk menguraikan persepsinya Bila igin mengerti klien, perawat hrs melihat segala sesuatu dari perspektif klien. Klien hrs merasa bebas menguraikan persepsinya pd perawat. Perawat hrs waspada dg gej ansietas. Contoh: “ Ceritakan pada saya bagaimana perasaan anda saat akan dioperasi.”

Teknik komunikasi…… : 

Teknik komunikasi…… 16. Refleksi Memberi kesempatan pd klien utk mengemukakan dan menerima ide dan perasaannya sbg bagian dr diri sendiri. Perawat mengindikasikan bahwa pendapat nya, membuat keputusan dan memikirkan dirinya sendiri. Contoh: Klien: “Apakah menurut anda saya harus mengatakan kepada dokter?” Perawat: “Apakah menurut anda sendiri harus mengatakannya?”