Intestinal Protozoa 2012

Views:
 
Category: Entertainment
     
 

Presentation Description

No description available.

Comments

Presentation Transcript

Intestinal Protozoa:

Intestinal Protozoa Angle M.H. Sorisi Dept.of Parasitology UNSRAT Manado

Protozoa:

Protozoa Parasit pada manusia dibagi dalam 4 kelas : Rhizopoda ( rhiz (J) = akar ; podium=kaki) Entamoeba histolytica , Entamoeba dispar , Entamoeba coli, Entamoeba polecki & Dientamoeba fragilis . Mastigophora = Flagellata ( mastix ) cambuk ; phoros = mengandung )  Giardia lamblia Ciliophora = ciliata  Balantidium coli Sporozoa

Entamoeba histolytica:

Entamoeba histolytica Entamoeba histolytica ditemukan pertama kali oleh Losch (1975) di Rusia Hospes : manusia Penyakit : amebiasis Distribusi geografik : kosmopolit , terutama daerah tropik dan iklim sedang

Morfologi dan Daur Hidup:

Morfologi dan Daur Hidup 2 stadium : trofozoit dan kista Bentuk trofozoit : Ukuran 10-60 mikron Punya inti entameba di endoplasma Ektoplasma bening dan homogen , di bagian tepi sel Bergerak dgn pseudopodia ( pergerakan cepat ) Endoplasma mengandung sel darah merah , tidak mengandung bakteri dan sisa makanan Hidup di jaringan usus besar , hati , otak , paru , kulit , vagina

Tropozoit Entamoeba histolytica:

Tropozoit Entamoeba histolytica

PowerPoint Presentation:

Bentuk kista : Bentuk bulat atau lonjong Ukuran 10-20 mikron Punya dinding kista dan inti entameba Dalam tinja ditemukan kista inti 1-4 Pada endoplasma ditemukan benda kromatoid ( benda lisong ) dan vakuol glikogen

Kista Entamoeba histolytica:

Kista Entamoeba histolytica

Ameobiasis Life Cycle:

8 Ameobiasis Life Cycle Trophozoite: motile form multiplies and differentiates into the cyst in the large intestine Cyst : resistant form responsible for the transmission of the infection Cysts excreted in stools, then ingested by a new host via contaminated food or water.

Patologi dan gejala klinis:

Patologi dan gejala klinis Bentuk tropozoit memasuki mukosa usus besar , mengeluarkan enzim cystein proteinase ( histolisin ) yang menghancurkan jaringan . Bentuk tropozoit menembus muskularis mukosa , bersarang di submukosa  lesi berbentuk botol Dapat terjadi infeksi sekunder  peradangan meluas . Tinja bercampur darah dan lendir ( tinja disentri )

Bentuk klinis amebiasis:

Bentuk klinis amebiasis Amebiasis intestinal ( amebiasis usus , amebiasis kolon ) Amebiasis ekstraintestinal ( amebiasis paru , otak , amebiasis rektum , amebiasis perianal , amebiasis perineal , amebiasis vagina)

Amebiasis intestinal:

Amebiasis intestinal Amebiasis kolon akut / disentri amoebica : Gejala berlangsung kurang dari 1 bulan Gejala jelas : sindrom disentri , tenesmus anus, rasa tidak enak pada perut Bila tinja segar diperiksa dapat ditemukan bentuk trofozoit

PowerPoint Presentation:

2. Amebiasis kolon menahun Gejala berlangsung lebih dari 1 bulan Gejala tidak begitu jelas : gejala ringan , tidak enak di perut , diare diselingi obstipasi pada pemeriksaan tinja segar , bentuk trofozoit sulit ditemukan Di sekitar ulkus yang meradang terjadi penebalan dinding usus  Ameboma

Amebiasis ekstraintestinal:

Amebiasis ekstraintestinal Terjadi secara : Hematogen : bila ameba yang masuk ke sub mukosa , masuk ke kapiler darah dan menyebar ke hati  abses hati perkontinuitatum : bila abses hati pecah ke rongga perut sehingga terjadi peritonitis, amebiasis kulit . Amebiasis rektum rektum yang pecah menimbulkan amebiasis perianal , amebiasis perineal , amebiasis vagina

PowerPoint Presentation:

Extraintestinal Amebiasis

Diagnosis:

Diagnosis Amebiasis kolon akut : gejala klinis ( sindrom disentri disertai sakit perut , diare tidak lebih dari 10 kali sehari ). Laboratorium : adanya bentuk trofozoit dalam tinja Amebiasis kolon menahun : berdasarkan klinis , laboratorium : pemeriksaan tinja , serologis , sigmoidoskopi

PowerPoint Presentation:

3. Amebiasis hati : Gejala klinis : berat badan menurun , badan terasa lemah , demam , tidak ada nafsu makan , pemeriksaan fisik : adanya pembesaran hati dengan nyeri tekan . Radiologi : peninggian diafragma Pemeriksaan darah : leukositosis Diagnosis pasti : menemukan E. histolytica bentuk trofozoit dalam biopsi dinding abses atau aspirasi nanah abses

PowerPoint Presentation:

Keterangan : Gambar trofozoit Entamoeba histolytica pada sediaan feses

Tropozoit E. histolytica di usus:

Tropozoit E. histolytica di usus

Pengobatan:

Pengobatan Obat yang bekerja pada lumen usus 1. Paromomisin 2. Dilosanid furoat 3. Iodoquinol Obat yang bekerja pada jaringan Emetin hidroklorida Metronidazol Klorokuin

Epidemiologi dan Pencegahan :

Epidemiologi dan Pencegahan Amebiasis banyak ditemukan di daerah tropis, khususnya pada keadaan sanitasi lingkungan dan sosial-ekonomi jelek Amebiasis ditularkan oleh carrier (pengandung kista), biasanya penderita amebiasis kronis. Pencegahan : menjaga kebersihan perorangan dan kebersihan lingkungan

PowerPoint Presentation:

Entamoeba Coli

Morfologi tropozoit:

Morfologi tropozoit Mirip dgn E. histolytika Bentuk lonjong atau bulat Uk. 15-30 mikron 1 inti dan kariosom kasar dan letaknya eksentrik

Morfologi tropozoit:

Morfologi tropozoit Ektoplasma tak jelas Endoplasma : bakteri (+), RBC(-) Belah pasang Ditemukan pd tinja cair ata lembek

Morfologi kista:

Morfologi kista Bentuk lonjong atau bulat Uk. 15-22 mikron Dinding kista tebal 2 atau 8 inti Tdk mudah mati oleh kekeringan

Patologi & diagnosis:

Patologi & diagnosis Tidak patogen tetapi penting untuk dipelajari untuk membedakan dgn E.histolytika Pemeriksaan tinja

Epidemiologi:

Epidemiologi Protozoa non pathogen Hidup sebagai komensal di usus besar Hospes adalah manusia, monyet dan babi Kosmopolit Di Indonesia frekuensinya antara 8-18% Stadium tropozoit dan kista

PowerPoint Presentation:

Giardia Lamblia

Morfologi tropozoit:

M orfologi tropozoit Btk seperti buah jambu monyet Ukuran tebal 2 – 4 um Panjang 9 – 21 um Diameter 5 – 15 um Bentuk bag dorsal convex, Bag ventral datar Bag anterior cekung (ada diskus pengisap) Inti 2 buah Axostyle 2 buah Flagela 4 pasang Benda kromatoid 2 buah

Morfologi kista:

M orfologi kista Ukuran : 10 – 14 um Bentuk : Elips Inti : 2 – 4 buah Karakteristik : hidup di air 3 bln Akan rusak dengan kekeringan & Temp 50 º C. Tahan hidup dgn klorinasi. Tahan hidup berbulan bulan di luar tubuh hospes dalam keadaan lembab.

Daur Hidup:

Daur Hidup

Siklus hidup:

Siklus hidup Giardia lamblia hidup di usus kecil Kista bentuknya oval, ukuran 8-12 mikron, Kista matang yang keluar bersama tinja dapat termakan/terminum oleh orang lain enkistasi di duodenum membentuk trofozoit dan berkembang biak dengan cara belah pasang menutupi mukosa usus halus

Patologi & Gejala klinik:

P atologi & G ejala klinik Adanya Giardia lamblia dengan batil isap melekat pada mukosa duodenum & j e j enum tidak selalu menimbulkan gejala. Infeksi Giardia lamblia dapat menyebabkan diarhe disertai steatore karena gangguan absopsi lemak. Gejala klinis giardiasis bervariasi Gejala akut : rasa tidak enak di perut , mual , tidak nafsu makan , demam ringan , diare , sindrom malabsorbsi , dispepsia .

Diagnosis:

Diagnosis Gejala klinis tidak khas. Diagnosis ditegak k an dengan menemukan tropozoid dalam tinja encer, cairan duodeum dan bentuk kista dalam tinja padat. Giardia dapat dibedakan dengan tropozoit lain pada sediaan basah dengan larutan iodium atau dengan pulasan trikrom Bentuk tropozoit hanya dapat di temukan dalam tinja segar .

Epidemiologi:

Epidemiologi D i temukan kosmopolit Prevalensinya 2 – 25 % Giardia sis termasuk dalam penyakit Water Borne Disease Walaupun penyebaranya kosmopolit biasanya terjadi secara sporadis dan terjadi pada daerah yang penduduknya padat, pengembara, dan suka traveling. Epidemi dapat terjadi karena kontaminasi air minum dengan saluran kotoran

Pengobatan & Prognosis:

P engobatan & P rognosis Giardia sis dapat di obati dengan metronidazole dewasa 3 x 250 mg / hari selama 7 hari. Prognosis giardia sis baik bila pengobatanya tepat dan diikuti dengan perbaikan lingkungan dan sanitasi

PowerPoint Presentation:

Balantidium Coli

PowerPoint Presentation:

Hospes : Babi , tikus , kera , manusia Penyakit : Balantidosis Protozoz terbesar pada manusia

Morfologi tropozoit :

Morfologi tropozoit Hidup di usus besar terutama daerah sekum Btk lonjong 2 inti yg khas makronuklues yg besar & mikronuklues yg kecil Vakuola kontraktil & vakuola makanan

Morfologi tropozoit :

Morfologi tropozoit Pd seluruh permukaan badan terdpt bulu getar Terdpt sitostom pd anterior Terdpt sitopig pd posterior Belah pasang transversal

Morfologi kista:

Morfologi kista infektif Uk . 60 mikron btk lonjong & berdinding tebal 1 inti yg khas makronuklues yg besar & mikronuklues jarang terlihat 1-2 hr bertahan dalam tinja suhu kamar .

Daur hidup:

Daur hidup

Patologi Dan Gejala klinik:

Patologi Dan Gejala klinik B. coli menghasilkan enzim hialuronidase ; memudahkan parast menginvasi mukosa usus . Membentuk abses , pecah , ulkus menggaung . Infeksi ringan : tanpa gejala Kasus berat : ulkus menjadi gangren biasanya diserta disentri , sakit perut , tidak nafsu makan , muntah . Kadang menimbulkan inf ekstraintestinal : peritonitis uretritis .

Diagnosis:

Diagnosis Pemeriksaan feces  ditemukan tropozoit dan kista Sigmoidoskopi colonoscopy silia

Epidemiologi:

Epidemiologi Banyak ditemukan pada babi yang dipelihara (60-90%) Hospes pada babi , tikus , kera dan manusia Ditemukan pada daerah beriklim sub tropik dan tropik termasuk di Indonesia Merupakan parasit usus yang terbesar pada manusia

Pengobatan:

Pengobatan Tetrasiklin Metronidazole Pada hewan metronidazole atau albendazole

Pencegahan:

Pencegahan Sanitasi lingkungan Hygiene perorangan

Blastocystis hominis:

Blastocystis hominis Protozoa golongan sporozoa Menyebabkan penyakit Blastokistosis Hospesnya: manusia, monyet, kera, babi dll Mempunyai 4 bentuk yaitu: vakuolar, granular, ameboid dan kista

Siklus hidup Blastocystis hominis:

Siklus hidup Blastocystis hominis

Gejala klinik dan diagnosis:

Gejala klinik dan diagnosis Gejala GIT ditemukan pada pasien yg menderita imunosupresi Diare , flatulens , kembung , anoreksia , berat badan turun , muntah , nausea, konstipasi dll Gejala biasanya berhubungan dengan bentuk ameboid atau vakuolar Diagnosis dengan pemeriksaan tinja cara langsung

Pengobatan:

Pengobatan Metronidazole Iodaquinol furazolidon

Epidemiologi:

Epidemiologi Ditemukan didaerah tropik Dilaporkan pada tentara yg pulang dari medan perang , pada org bepergian Lebih sering ditemukan pada homoseksual dengan atau tanpa infeksi HIV Pencegahan : sanitasi lingkungan dan perorangan , mencegah pencemaran makanan dengan tinja dan masak air minum

PowerPoint Presentation:

TERIMA KASIH Semoga bermanfaat

authorStream Live Help