PARASITOLOGI

Views:
 
Category: Education
     
 

Presentation Description

PARASITOLOGI

Comments

Presentation Transcript

PARASITOLOGI : 

PARASITOLOGI SEJARAH PARASITOLOGI

NAMA KELOMPOK: 

NAMA KELOMPOK

Sejarah Parasitologi: 

Sejarah Parasitologi Parasitologi adalah suatu ilmu cabang Biologi yang mempelajari tentang semua organisme parasit. D engan adanya kemajuan ilmu, parasitologi kini terbatas mempelajari organisme parasit yang tergolong hewan parasit, meliputi: protozoa, helminthes, arthropoda dan insekta parasit, baik yang zoonosis ataupun anthroponosis. Cakupan parasitologi meliputi taksonomi, morfologi, siklus hidup masing-masing parasit, serta patologi dan epidemiologi penyakit yang ditimbulkannya.

Awal Parasitologi: 

Awal Parasitologi Semua binatang dan tumbuhan sejak dulu berkembang sebagai organisme bebas yang harus berlomba dengan organisme lainnya sehingga akan dapat mempertahankan keberadaannya . Banyak spesies, baik binatang maupun tumbuhan yang dapat bertahan hidup dengan menggantungkan dirinya terhadap organisme lain yang bertindak sebagai pelindung serta sumber makanan.

Parasit, Hospes, dan Lingkungan: 

Parasit, Hospes, d an Lingkungan parasitologi merupakan suatu disiplin ilmu yang mempelajari parasit, hospes, lingkungannya serta interaksi di antara komponen-komponen tersebut. Tergantung dari garapannya, parasitologi dibagi ke dalam beberapa bidang, meliputi bidang parasitologi medik yang menggarap parasitologi medik yang menggarap parasitologi di dunia kedokteran; parasitologi veteriner di dunia kedokteran hewan; parasitologi pertanian di dunia pertanian (tumbuhan). Dalam buku ini diuraikan parasitologi medik. Parasit dapat diperankan oleh binatang atau tumbuhan. Jika yang bertindak sebagai parasit tersebut binatang, disebut zooparasit, sedangkan jika tumbuhan disebut phytoparasit. Sekarang ini yang dimaksud dengan parasit, yaitu zooparasit.

PowerPoint Presentation: 

Menurut jumlah sel yang membentuknya, parasit dibagi atas ; parasit satu sel disebut protozoa, sedangkan jika terdiri dari banyak sel disebut metazoa. Metazoa terdiri atas; arthropoda dan helminths (cacing). Beberapa istilah yang penting baik yang berhubungan dengan parasit, tuan rumah maupun hubungan timbal balik antara keduanya, diuraikan di bawah ini.

PowerPoint Presentation: 

Parasit yang sama sekali tidak dapat hidup tanpa hospes disebut parasit obligat (permanen); sedangkan organisme yang hidup bebas akan tetapi suatu waktu dapat menjadi parasit disebut parasit fakultatif (opportunist), contohnya Micronema dan beberapa ameba yang hidup bebas akan tetapi pada suatu waktu dapat masuk dan membentuk koloni di dalam otak manusia, yaitu genus Acanthamoeba dan Naegleria . Untuk organisme demikian, Page (1974) menamakan amphizoic. Yang dimaksud dengan parasit temporer atau intermitten, yaitu parasit yang sebagian masa hidupnya, hidup bebas, sewaktu-waktu akan menjadi parasit, contohnya Strongyloides stercoralis. Spesies asing yang melalui intestinum dan ditemukan dalam tinja manusia dalam keadaan hidup/mati disebut parasit koprozonik atau parasit spuria (palsu); sedangkan pseudoparasit merupakan artefak yang mirip parasit, sering kali disangka sebagai parasit. Jika parasit kebetulan bersarang pada hospes yang biasanya tidak dihinggapinya disebut parasit insidentil.

PowerPoint Presentation: 

Menurut tempat hidup parasit pada hospes, ada 2 macam parasit, yaitu ektoparasit, hidupnya pada permukaan tubuh (kulit) hospes, kebanyakan dari arthropoda; sedangkan endoparasit hidupnya di dalam tubuh hospes. Proses masuknya endoparasit ke dalam tubuh hospes disebut infeksi, sedangkan menempelnya ektoparasit pada tubuh hospes disebut infestasi. Istilah ini pun sering dipergunakan dalam mikrobiologi. Dalam penggunaan yang terbatas pada parasitologi, istilah infestasi dan infeksi disebut juga parasitosis. Menurut jumlahnya, hospes definitif parasit terdiri atas : homoksenosa jika dibutuhkan hanya satu hospes definitif; stenoksenosa jika dibutuhkan sedikit macam hospes definitif; heteroksenosa jika dibutuhkan banyak hospes definitif.

PowerPoint Presentation: 

Jika seseorang yang sudah mengandung parasit, terjadi reinfeksi dengan parasit dari spesies yang sama, disebut superinfeksi; sedangkan jika infeksi tersebut terjadi oleh parasit yang sudah ada dalam tubuh orang tersebut disebut autoinfeksi. Terkadang autoinfeksi ini mengambil jalan luar, misalnya dari anal/perianal ke mulut melalui tangan, hal ini disebut autoinfeksi eksternal; jika masuknya secara langsung disebut autoinfeksi interna.

PowerPoint Presentation: 

Beberapa parasit, pada manusia tidak menimbulkan gangguan, komensal, misalnya beberapa ameba dan flagelata usus. Dilihat dari segi kerusakan yang ditimbulkan oleh parasit, parasit dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu yang dapat menimbulkan kerusakan lokal/sistemik disebut parasit patogen, sedangkan yang tidak menimbulkan kerusakan disebut parasit apatogen.

PowerPoint Presentation: 

Mengenai hospes (tuan rumah) yang menjadi tempat bagi parasit untuk menggantungkan hidup dan pembiakannya, ada beberapa istilah yang perlu diketahui. Hospes definitif (hospes terminal/akhir), yaitu manusia, hewan, atau tumbuhan yang menjadi tempat hidup parasit dewasa dan atau parasit mengadakan reproduksi seksual. Hospes perantara (intermediate host), yaitu manusia, hewan, atau tumbuhan yang menjadi tempat parasit menyempurnakan sebagian dari siklus hidupnya dan atau tempat parasit mengadakan pembiakan aseksualnya. Jika telur yang telah matang termakan manusia maka larva keluar setelah telur menetas, akan tetapi larva ini tidak akan pernah berkembang lebih lanjut, manusia bertindak sebagai hospes paratenik.

PowerPoint Presentation: 

Ada hospes yang menularkan parasit pada manusia disebut vektor, biasanya yang bertindak sebagai vektor tersebut arthropoda. Ada 2 jenis vektor, yaitu vektor mekanis (phoretik) dan vektor biologis. Yang dimaksud vektor pada parasitologi, yaitu vektor biologis yang sebagian siklus hidup parasitnya terjadi pada tubuh vektor tersebut; jika dalam tubuh vektor tersebut tidak terjadi sebagian siklusnya maka disebut vektor mekanis.

PowerPoint Presentation: 

Hubungan timbal balik antara 2 spesies yang berbeda dan bersifat permanen disebut simbiosis (mula-mula diusulkan oleh de Bary, 1879). Ada 3 jenis simbiosis, yaitu mutualisme, komensalisme, dan parasitisme. Mutualisme jika hubungan timbal balik ini menguntungkan kedua belah pihak; sedangkan pada komensalisme, jika salah satu untung akan tetapi yang lainnya tidak dirugikan, biasanya satu spesies lebih kecil (yang mendapat keuntungan) dari spesies lainnya. Pada parasitisme, satu spesies (parasit) mendapat keuntungan sedangkan yang lainnya dirugikan oleh hubungan timbal balik parasit-hospes.

PowerPoint Presentation: 

Anderson, 1978, menyatakan bahwa pendorong kematian hospes dan/atau pengurangan potensi reproduksi hospes adalah syarat yang penting untuk mengklasifikasikan suatu organisme bersifat parasitik atau bukan. Jika spesies parasit telah hidup bersama dengan hospesnya selama bertahun-tahun, masing-masing pasangan sudah saling menyesuaikan diri dalam banyak hal antara lain perubahan dalam metabolik yang memerlukan adanya jaringan atau cairan hospes sehingga secara metabolik, parasit sangat tergantung pada hospesnya. Hal ini ditegaskan oleh Smyth, 1996, bahwa ketergantunagn parasit bersifat metabolik. Biasanya parasit ukurannya lebih kecil akan tetapi memiliki potensi reproduksi lebih besar dari pada hospesnya.

PowerPoint Presentation: 

Istilah yang penting pada parasitologi medik ialah istilah zoonosis, yaitu penyakit yang secara alamiah merupakan parasit pada hewan akan tetapi dapat berpindah kepada manusia. Dalam arti yang luas semua hewan dapat termasuk dalam definisi di atas, akan tetapi kebanyakan zoonoses hanya melibatkan penyakit pada vertebrata. Anthroponosis berarti penyakit manusia yang dapat ditularkan pada hewan. Banyak zoonoses, terutama terdapat pada hewan, jarang pada manusia, misalnya balantidiasis, fasciolasis hepatica. Sedangkan leishmaniasis, trypanosomiasis (penyakit tidur Afrika), opisthorchiasis biasa ditemukan pada hewan dan manusia. Untuk mendapatkan pengertian fungsi serta perilaku parasit dan hospenya, perlu dipelajari fisiologi, imunologi, dan genetika.

Pemberian Nama Parasit: 

Pemberian Nama Parasit Nama ilmiah parasit didasarkan atas ketentuan dari The International Code of Zoological Nomenclature. Klasifikasi dari parasit, terdiri atas phylum, class, ordo, famili, genus, dan species. Kadang-kadang dilakukan pembagian ke dalam subordo, superfamili, subfamili, dan subspecies. Nama famili diakhiri huruf “-idae”, superfamli diakhiri huruf “-oidea”, dan subfamili “-inae”. Pemberian nama parasit berdasarkan nama Latin. Untuk species menggunakan dua kata (binomial nomenclature), dengan ketentuan kata pertama menunjukkan ordo, diawali dengan huruf besar; kata kedua menunjukkan species dengan huruf awal huruf kecil. Nama parasit tersebut ditulis dengan huruf miring atau dengan digarisbawahi. Contoh : Ascaris lumbricoides atau Ascaris lumbricoides ; Plasmodium vivax atau Plasmodium vivax ; Aedes aegypti atau Aedes aegypti .

Sumber Infeksi: 

Sumber Infeksi Pengandung parasit yang dapat menjadi sumber infeksi bagi manusia dapat berasal dari tanah atau air yang terkontaminasi; makanan yang mengandung stadium infektif, yaitu stadium parasit yang dapat menginfeksi manusia; arthropoda pengisap darah; binatang, baik peliharaan ataupun binatang buas; tumbuhan air; dari manusia lain (dari seseorang ke orang lain) atau dapat berasal dari diri sendiri. Tanah yang dikotori tinja manusia terutama sekali dapat bertindak sebagai sumber infeksi dari beberapa jenis cacing, yaitu Ascaris lumbricoides, Trichuris trichiura, cacing tambang ( Necator americanus dan Ancylostoma duodenale ), Strongyloides stercoralis . Air dapat berisi kista ameba, flagelata usus, telur Taenia solium , dan stadium cercaria trematoda darah .

PowerPoint Presentation: 

Ikan air tawar dapat mengandung larva Diphyllobothrium latum , beberapa trematoda usus dan hati; sedangkan ketam dan udang batu dapat mengandung trematoda paru-paru ( Paragonimus westermani ). Daging babi dapat mengandung larva Trichinella spiralis dan Taenia solium; tumbuhan air dari spesies Trapa spp. mengandung Fasciolopsis buski dan slada air (Nasturtium officinale) mengandung Fasciola hepatica. Arthropoda pengisap darah menyebarkan parasit-parasit malaria (Plasmodium sp.), Leishmania, Trypanosoma, filaria. Sedangkan anjing dapat merupakan sumber penularan dari larva Echinococcus granulosus (kista hydatid) juga untuk larva migrans viscerale yang disebabkan Toxocara canis. Herbivora dapat merupakan sumber infeksi dari Trichostrongylus spp.

Tempat atau Cara Masuk Parasit: 

Tempat atau Cara Masuk Parasit Parasit masuk ke dalam tubuh manusia dengan berbagai jalan/tempat masuk, di antaranya melalui mulut; menembus kulit; gigitan arthropoda (arthropoda berperan sebagai ektoparasit atau vektor bagi cacing ataupun protozoa)atau melalui inhalasi. Cara lain walaupun jarang dengan menembus plasenta/transplasental/kongenital; hubungan seksual, transmammary, jarum suntik, transfusi darah atau melalui transplantasi jaringan .

PowerPoint Presentation: 

Beberapa nematode penting lainnya , yaitu cacing tambang ( Ancylostoma duodenale , Necator americanus ), dan Strongyloides stercoralis , secara aktif larva yang berada di tanah akan menembus kulit . Hal serupa terjadi pula pada trematoda darah ( Schistosoma spp.), stadium cercaria yang berada pada air tawar . Banyak parasit harus mengalami perkembangan di dalam tubuh arthropoda pengisap darah , masuk perkutan ketika arthropoda tersebut menusuk kulit untuk makan . Parasit yang dimaksud antara lain parasit malaria, Trypanosoma , filarial serta mikroorganisme lain, yaitu virus, rickettsia , bakteri , dan spirochaeta . Cara transmisi lainnya , meliputi : (1) inhalasi telur Enterobius vermicularis (airborne) sampai di pharynx posterior; (2) infeksi transplasental (congenital) pada Toxoplasma gondii kadang-kadang parasit malaria, trematoda darah dan lainnya ( Loke , 1982); (3) infeksi transmammary ( susu ) oleh spesies Strongyloides stercoralis , Ancylostoma duodenale serta beberapa trematoda (Miller, 1981); (4) melalui hubungan seksual pada Trichomonas vaginalis ; (5) melalui transfuse darah serta transplantasi jaringan antara lain Plasmodium sp.

Siklus Hidup: 

Siklus Hidup Untuk mempelajari siklus hidup parasit , harus diketahui beberapa hal , di antaranya yang menjadi sumber infeksi ( pengandung parasit ) serta tempat / cara masuknya parasit ke dalam tubuh manusia (portal of entry/port d’entree ). Pembiakan parasit dilakukan secara seksual ataupun aseksual tergantung spesies parasit , bahkan ada pula parasit yang berkembang biak baik secara seksual maupun aseksual secara bergantian . Pembiakan seksual terjadi jika parasit tersebut mengadakan pembiakan melalui jenis kelamin jantan dan betina ; sedangkan pembiakan aseksual tidak melalui alat kelamin , misalnya dengan cara pembelahan , terutama parasit protozoa.

PowerPoint Presentation: 

Parasit bersifat hemaphrodit jika jenis kelamin jantan maupun betina terdapat pada satu individu. Hal ini ditemukan misalnya pada parasit cacing terutama dari kelas Trematoda (cacing daun) dan Cestoidea (cacing pita). Untuk menjalani siklus hidupnya, parasit tidak hanya selalu membutuhkan satu tuan rumah. Untuk ini dikenal adanya tuan rumah definitif (hospes terminal/akhir) dan tuan rumah perantara (intermediate host). Tempat hidup parasit dewasa adalah tuan rumah definitif sedangkan tempat hidup stadium lainnya (persiapan parasit untuk menjadi dewasa) disebut tuan rumah perantara. Siklus hidup parasit penting sekali diketahui karena pembicaraan parasit selalu berhubungan dengan siklus hidup, terutama sekali menyangkut pengobatan, pencegahan, serta pemberantasan penyakit parasit tersebut.

Morfologi: 

Morfologi Morfologi protozoa mirip dengan morfologi dari sel secara umum, dimana akan didapatkan dinding sel, protoplasma, inti serta bagian lainnya. Tentu saja fungsi kehidupan dari parasit ini hanya dilakukan oleh satu sel saja; disini tidak ada organ yang berfungsi tertentu seperti pada binatang yang lebih tinggi tingkatannya, misalnya sistem pencernaan makanan, aliran darah dan sebagainya. Dengan adanya stadium-stadium dari parasit yang disertai dengan perubahan bentuk parasit, akan berinteraksi dengan lingkungan dari parasit tersebut berada. Morfologi parasit tersebut akan sesuai dengan lingkungannya. Misalnya telur cacing nematoda yang ditularkan melalui tanah, akan memiliki dinding yang kuat untuk menhadapi fisik maupun kimiawi yang mungkin dihadapinya. Demikian juga stadium kista dari protozoa yang memiliki dinding kuat sehingga dapat bertahan dalam waktu yang cukup lama.

Epidemiologi dan Distribusi Geografik: 

Epidemiologi d an Distribusi Geografik Penyebaran parasit tergantung beberapa faktor, di antaranya adanya sumber infeksi (penderita ataupun hospes resevoir); keadaan lingkungan (iklim, curah hujan, suhu, kelembaban, sinar matahari, sanitasi, dan sebagainya); tersedianya vektor (bagi parasit yang membutuhkan vektor); keadaan penduduk (padat/jarang, kebiasaan, pendidikan, sosial ekonomi dan sebagainya). Distribusi geografik ini dapat bersifat kosmopolit (tersebar di dunia), regional atau lokal. Daerah tropik merupakan tempat hidup yang baik bagi tumbuh dan berkembangnya parasit. Hal ini didukung oleh berbagai faktor, antara lain penduduk padat, sosial ekonomi rendah, pendidikan kesehatan kurang baik khususnya sanitasi lingkungan, serta kebiasaan masyarakat yang kurang baik terutama dalam hal pembuangan sampah, tinja, kebiasaan penggunaan ait untuk minum dan cuci makanan sebagainya. Penyakit parasit akan lebih susah dicegah dan diberantas jika parasit tersebut memiliki hospes reservoir yang terdapat di sekeliling penduduk.

PowerPoint Presentation: 

Epidemiologi, yaitu ilmu yang mempelajari faktor-faktor, frekuensi, serta distribusi dari suatu penyakit. Dalam epidemiologi suatu penyakit parasit perlu diketahui beberapa istilah, di antaranya endemi, yaitu penyakit normal yang terdapat pada suatu daerah geografik tertentu. Di daerah ini terdapat insiden/kejadian serta transmisi/penularan penyakit secara alami yang rendah dan konstan dari tahun ke tahun. Endemi ini sering terjadi pada penyakit oleh parasit. Biasanya penyakit parasit bersifat endemik pada suatu daerah dalam waktu yang lama. Istilah lainnya, epidemi, penyakit yang menyangkut sejumlah besar organisme dan meluas sangat cepat. Insiden penyakit di daerah ini naik dengan cepat, terutama lebih besar dari tingkat yang biasa atau keadaan dimana suatu penyakit tiba-tiba muncul di suatu daerah yang asalnya tidak ada. Pada penyakit parasit jarang terjadi epidemik. Sporadik jika terjadi endemisiti rendah pada fokus penyebaran pada daerah-daerah kecil. Pandemi, suatu epidemi yang meluas melampaui batas yang lazim. Prevalensi, yaitu jumlah individu atau persentase populasi yang terinfeksi pada waktu tertentu. Insidensi, jumlah kasus infeksi baru yang terjadi selama periode waktu tertentu sehubungan dengan unit populasi tempat kasus tersebut terjadi.

PowerPoint Presentation: 

Penyakit y ang Disebabkan Oleh Parasit Kerusakan jaringan oleh parasit, tergantung beberapa hal, antara lain parasit yang menyerang (spesies, stadium, jumlah, zat toksik/enzim yang dikeluarkan), keadaan hospes (hospes yang sesuai/tidak, eadaan umum, daya tahan tubuh, penyakit lain yang menyertai), organ yang dikenai. Dikenal adanya ektoparasit, menyerang permukaan tubuh (kulit) hospes; endoparasit, menyerang alat-alat dalaman hospes sehingga kelainan yang terjadi dapat bersifat lokal ataupun sistemik. Parasit mempunyai kemampuan untuk beradaptasi terhadap jaringan hospes sehingga umumnya tidak menimbulkan kerusakan serta gejala klinis yang berat. Dengan demikian, siklus hidup parasit tidak akan terganggu dan parasit akan terus hidup dari generasi ke generasi. Kadang-kadang parasit menjadi patogen, karena hospes menderita malnutrisi atau terjadi penurunan daya imunitas tubuh. Walaupun demikian, adanya parasit ataupun produknya dalam jaringan atau aliran darah, bagi orang yang sensitif apalagi hipersensitif, dapat terjadi reaksi alergi bahkan suatu reaksi anafilaksis. Misalnya larva cacing yang siklusnya melalui aliran darah (Ascaris, cacing tambang, Strongyloides stercoralis, Trichinella spiralis, dan sebagainya); pecahnya kista hydatid (larva cestoda Echinococcus granulosus), benjolan oleh Dracunculus medinensis yang pecah, nefritis oleh Plasmodium malariae, Black Water Fever oleh Plasmodium falciparum, dan sebagainya. Kerusakan jaringan oleh parasit menurut Neva FA, (1994), dapat disebabkan oleh (1) Efek mekanik, misalnya penekanan jaringan oleh pembesaran kista, penyumbatan lumen usus, (2) invasi dan perusakan oleh parasit, (3) Reaksi inflamasi terhadap parasit atau produknya dan (4) kompetisi mendapatkan sari makanan tuan rumah.Kerusakan jaringan, dapat menimbulkan gejala lokal ataupun sistemik.Umumnya gejala klinik tidak spesifik sehingga perlu dilakukan pemeriksaan laboratorium untuk menemukan parasitnya,baru kemudian diagnosis dapat ditegakkan. Perkembangan parasit dalam tubuh manusia dikenal adanya masa tunas biologi atau masa tunas prepaten serta masa tunas klinis.Masa tunas biologi,yaitu waktu yang dibutuhkan parasit,sejak parasit masuk ke dalam tubuh sampai berkembang biak dan salah satu stadium parasit ditemukan pada pemeriksaan laboratorium (dari tinja atau darah), sedangkan masa tunas klinik, yaitu waktu yang dibutuhkan sejak parasit masuk sampai munculnya gejala awal penyakit.Biasanya masa tunas biologi lebih singkat waktunya dibandingkan dengan masa tunas klinik. Harus diingat pula bahwa parasit baru akan dapat dilihat dan ditemukan dalam bahan pemeriksaan, jika jumlah parasit telah melewati nilai ambang makroskopik. Perjalanan penyakit parasitik, biasanya bersifat kronik dengan diselingi periode laten tanpa gejala yang nyata,walaupun kadang-kadang terjadi eksaserbasi akut. Hal ini nyata sekali pada malaria kuartana oleh Plasmodium malariae yang kekambuhannya terjadi setelah 2-3 tahun dinyatakan sembuh (klinik dan laboratorium). Ini menunjukkan bahwa parasit memiliki kemampuan yang tinggi untuk beradaptasi dalam tubuh hospes.

PowerPoint Presentation: 

Kekebalan Pada dasarnya,proses kekebalan yang ditimbulkan parasit sama dengan yang terjadi oleh bakteri ataupun virus. Sistem imun pada kebanyakan vertebrata,umumnya dibagi dalam dua komponen, yaitu: imunitas humoral,dengan memproduksi zat anti (anti bodi) dan imunitas seluler ( Cell mediated imunity / CMI), termasuk respon yang dihantarkan oleh sel khusus (sel-sel T). Imunitas humoral diprakasai oleh suatu golongan limfosit yang disebut sel-sel B yang bisa diaktivasi oleh pengenalan suatu substansi asing, berusaha menjadi sel plasma yang mensekresi antibodi. Antibodi yang dihasilkan dalam respon terhadap suatu substansi asing kemudian dapat bereaksi terhadap substansi ini yang akan memprakasai bermacam-macam proses eliminasi. Substansi asing yang memacu mekanisme respon imun dengan menstimulasi produksi antibodi spesifik atau aktivitas imunitas seular spesifik disebut antigen. Sebenarnya hanya sebagian kecil dari molekul antigen, yaitu determinan antigenik yang dapat menyebabkan produksi antibodi spesifik terhadap determinan tertentu. Antibodi yang bereaksi dengan antigen akan melekat dengan determinan antigenik pada tempat bergabung yang spesifik. Antigen yang lebih besar dapat memiliki dua atau lebih determinan-determinan yang berbeda oleh karena itu dapat bertanggung jawab atas terjadinya sintesis sebanyak antibodi yang berbeda. Imunitas seluler CMI dihasilkan oleh aktivitas limfosit yang disebut sel-sel T, terbentuk di dalam kelenjar timus. Berbeda dengan sel-sel B di atas, sel-sel T jika kontak denagn antigen spesifik, mengadakan interaksi langsung dengan sel atau jaringan asing yang kemudian merusaknya, oleh karena itu disebut pula sel T yang bersifat sitotoksik atau sel pembunuh (Killer Cell). Fungsi “Killer Cell” ini dapat disempurnakan, baik melalui kontak langsung sel-sel efektor dengan membran permukaan sel sasaran atau dengan pelepasan mediator yang bersifat solubel non spesifik, non antibodi yang di sebut lymphokines yang dapat bertindak dalam berbagai cara, misalnya dengan meracuni sel atau jaringan asing (lymphotoxin),dengan cara menstimulasi aktivitas fagositik dalam makrofag ( macrophage activating factor), atau dengan cara menarik sel-sel radang ke tempat luka (kemotaksis). Kecuali itu,sel-sel B,kadang-kadang bekerja sama dengan sel makrofag, baik untuk mempercepat ( T helper cells ) maupun menekan ( T suppressor cells) pembetukan antibodi terhadap bermacam-barmacam antigen. Beberapa parasit misalnya Trypanosoma sp., ternyata mampu menghindar dari perusakan imun ( immune destruction) dengan menggangu pengaturan sel T ini. Dibandingkan dengan respon imun yang disebabkan oleh bakteri atau virus,manifestasi antigen-antibodi yang terlibat dalam parasit metazoa, lebih kompleks. Pengetahuan sistem imun ini, selain dipergunakan untuk mendiagnosis penyakit dengan memantau ada atau tidaknya antibodi spesifik dalam serum penderita.

PowerPoint Presentation: 

Diagnosis Gejala penyakit parasit umumnya tidak spesifik sehingga untuk diagnosis diperlukan pemeriksaan laboratorium, untuk mencari salah satu stadium parasit.Kadang-kadang pemeriksaan laboratorium untuk diagnosis di perlukan teknik-teknik pemeriksaan diantaranya pemeriksaan tinja secara langsung,konsentrasi ataupun biakan,pemeriksaan usapan anus, biopsi, autopsi, pemeriksaan darah, urine atau sputum,serta reaksi imunologis (imunodiagnosis). Bahan pemeriksaan di tentukan dengan melihat siklus hidup parasit tersebut. Pada parasit yang hidup di usus, di ambil bahan pemeriksaan tinja, sedangkan yang hidup dalam darah,bahan pemeriksaannya darah perifer,dan sebagainya.

PowerPoint Presentation: 

Pengobatan Pengobatan terhadap infeksi parasit dapat berupa pengobatan masal atau perorangan. Pada pengobatan penyakit parasit harus diperhatikan beberapa hal antara lain obat-obat berupa obat kemoterapi dengan efek letal terhadap parasit, efek sampingan minimal pada hospes kadang-kadang diperlukan tindakan bedah; memperbaiki keadaan umum dan daya tahan penderita; agar pengobatan berhasil dengan baik, sangat penting pengobatan penyakit parasit disertai dengan perbaikan sanitasi lingkungan.

PowerPoint Presentation: 

Pengobatan Pengobatan terhadap infeksi parasit dapat berupa pengobatan masal atau perorangan. Pada pengobatan penyakit parasit harus diperhatikan beberapa hal antara lain obat-obat berupa obat kemoterapi dengan efek letal terhadap parasit, efek sampingan minimal pada hospes kadang-kadang diperlukan tindakan bedah; memperbaiki keadaan umum dan daya tahan penderita; agar pengobatan berhasil dengan baik, sangat penting pengobatan penyakit parasit disertai dengan perbaikan sanitasi lingkungan.

PowerPoint Presentation: 

Parasit Serta Habitat Penyebarannya Ke Organ Lain Menurut habitatnya parasit cacing nematoda dibagi menjadi dua kelompok, yaitu Nematoda Usus (intestinal) dan Nematoda Darah dan Jaringan. Walaupun demikian, ada diantaranya yang dapat bermigrasi ke organ-organ lain yang bukan habitatnya. Pada Cacing Trematoda, menurut habitatnya dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu: Trematoda usus Trematoda hati Trematoda paru-paru Trematoda darah. Walaupun demikian ternyata beberapa spesies cacing trematoda ini dapat menyerang organ lain diatas. Cacing dari kelas Cestoidea habitatnya pada intestinal, sedangkan larva dari cacing ini dapat tersebar pada organ tubuh lain. Protozoa menurut habitatnya dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu (1).protozoa usus dan rongga tubuh. (2). Protozoa darah dan jaringan. Disamping itu ada amoeba yang hidup bebas yang ternyata akhir-akhir ini diketahui jika masuk ke dalam tubuh dapat menimbulkan penyakit yang serius, bahkan dapat menimbulkan kematian. Demikian disebut sebagai amoeba jaringan otak primer , amoeba ini diketahui mempunyai 2 genus, yaitu genus Naegleria dan Acanthameba . Amoeba-amoeba ini terutama akan menyerang otak dan mata. Artropoda (serangga) pada manusia menimbulkan gangguan akibat gigigtannya, sebagai ektoparasit ataupun larvanya dapat menyerang berbagai organ tubuh, misalnya myiasis oleh larva lalat. Disamping itu serangga ini dapat berperan sebagai vektor dari parasit, bakteri, jamur ataupun virus.

PowerPoint Presentation: 

PENUTUP 3.1. Kesimpulan Parasitologi adalah ilmu yang mempelajri tentang parasit . Dalam perkembangan ilmu pengetahuan yang semakin pesat , telah diketahui pentingnya ilmu yang mempelajari parasit sehingga diketahuilah apa yang dimaksud dengan parasit . Parasit adalah organisme satu sel yang disebut protozoa atau banyak sel yang disebut metazoa . dalam parasitologi mempelajari hospes , parasit , dan lingkungan . menurut tempat hidup parasit dibagi menjadi dua yaitu ektoparasit dan endoparasit . Parasit yang sama sekali tidak dapat hidup tanpa hospes disebut parasit obligat (permanen); sedangkan organisme yang hidup bebas akan tetapi suatu waktu dapat menjadi parasit disebut parasit fakultatif (opportunist) . Menurut jumlahnya, hospes definitif parasit terdiri atas : homoksenosa , stenoksenosa , dan heteroksenos a . Dilihat dari segi kerusakan yang ditimbulkan oleh parasit, parasit dibagi menjadi 2 kelompok yaitu parasit patogen, dan parasit apatogen. Parasit masuk ke dalam tubuh manusia dengan melalui mulut; menembus kulit; gigitan arthropoda atau melalui inhalasi. Cara lain ; hubungan seksual, transmammary, jarum suntik, transfusi darah atau melalui transplantasi jaringan. 3.2. Saran Pengetahuan tentang parasit sangatlah diperlukan demi teciptanya kesehatan yang optimal didalam masyarakat . Pengetahuan ini sangat menentukan tingkat kesehatan masyarakat , semakin tahu masyarakat tentang parasit , bisa hampir dipastikan mereka bisa lebih berhati-hati dalam menjaga kesehatan mereka terhadap parasit yang berkembang sehingga tingkat kesehatan merekapun akan meningkat , terutama dalam menanggulangi bahaya parasit . Semoga makalah ini bisa menumbuhkan jiwa perawat kita untuk mensosialisasikan lebih gencar akan bahaya parasit bagi kesehatan manusia dan lingkunganya .