Sifat-sifat Koligatif Larutan

Views:
 
Category: Education
     
 

Presentation Description

Download power point kimia Sifat-sifat Koligatif Larutan

Comments

Presentation Transcript

PowerPoint Presentation:

Bahan Belajar Kimia Disusun Oleh : Irwan Saputra Madrasah Aliyah Negeri 2 Samarinda Alamat : Jl. Harmonika No. 98 Telfon : (0541) 741970

PowerPoint Presentation:

SIFAT-SIFAT KOLIGATIF LARUTAN BAB 1 BERANDA

PowerPoint Presentation:

STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR Menjelaskan sifat - sifat koligatif larutan non- elektrolit dan elektrolit Menjelaskan penurunan tekanan uap , kenaikan titik didih penurunan titik beku larutan , dan tekanan osmosis termasuk sifat koligatif larutan Membandingkan antara sifat koligatif larutan non elektrolit dengan sifat koligatif larutan elektrolit yang konsentrasinya sama berdasarkan data percobaan SK - KD

PowerPoint Presentation:

Menjelaskan arti kemolalan dan fraksi mol serta penggunaannya . Menjelaskan pengaruh zat terlarut yang sukar menguap terhadap tekanan uap pelarut . Menjelaskan hubungan penurunan tekanan uap dengan fraksi mol zat terlarut . Menjelaskan pengertian osmosis dan tekanan osmotik serta terapannya . Menemukan hubungan jumlah partikel zat terlarut dengan sifat koligatif larutan elektrolit encer dan non elektrolit berdasarkan data . Menyimpulkan perbedaan sifat koligatif larutan elektrolit dengan sifat koligatif larutan non elektrolit . INDIKATOR

PowerPoint Presentation:

SIFAT KOLIGATIF adalah sifat-sifat larutan yang tidak bergantung pada jenis zat terlarut, tetapi hanya pada konsentrasi partikel terlarutnya Banyaknya partikel dalam larutan ditentukan oleh konsentrasi larutan dan sifat Larutan itu sendiri . Jumlah partikel dalam larutan non elektrolit tidak sama dengan jumlah partikel dalam larutan elektrolit , walaupun konsentrasi keduanya sama . ( Hal ini dikarenakan larutan elektrolit terurai menjadi ion- ionnya , sedangkan larutan non elektrolit tidak terurai menjadi ion-ion ). MATERI

PowerPoint Presentation:

KONSENTRASI LARUTAN PENURUNAN TEKANAN UAP JENUH KENAIKAN TITIK DIDIH PENURUNAN TITIK BEKU TEKANAN OSMOTIK SIFAT KOLIGATIF LARUTAN ELEKTROLIT MATERI

PowerPoint Presentation:

Ada 3 cara untuk menyatakan konsentrasi larutan, yaitu melalui Konsentrasi Molar, Konsntrasi Molal dan Fraksi Mol. Konsentrasi MOLAR Kemolaran menyatakan jumlah mol zat terlarut dalam satu liter larutan. Satuan kemolaran adalah mol L -1 rUmus Keterangan : M = Kemolaran n = Jumlah mol zat terlarut V = Volum larutan (dalam liter) CONTOH KONSENTRASI LARUTAN

PowerPoint Presentation:

Jika dalam 500 mL larutan terdapat 6 gram urea (Mr =60), maka molaritas larutan adalah : Jawab : INGAT CONTOH

PowerPoint Presentation:

Kemolalan atau molalitas menyatakan jumlah mol (n) zat terlarut dalam 1 kg (=1000 g) pelarut. Oleh karena itu, kemolalan dinyatakan dalam mol kg -1 rUmus Keterangan : m = Kemolalan larutan n = Jumlah mol zat terlarut p = masa pelarut (dalam kg) CONTOH Konsentrasi MOLAL

PowerPoint Presentation:

Berapakah kemolalan larutan glukosa yang mengandung 12% masa glukosa (Mr = 180)? Jawab : Glukosa 12% = 12/100 x 100 gram = 12 gram. Dan air (pelarut) = (100 – 12) = 88 gram. PENTING : “Untuk mendapatkan masa pelarut air yg tdk diketahui, kita harus selalu memasukkan 100 dikurang gr larutan”. CONTOH

PowerPoint Presentation:

Fraksi mol (X) zat terlarut atau zat pelarut menyatakan perbandingan mol (n) zat terlarut atau n pelarut dengan n total larutan ( terlarut + pelarut ) X terlarut = n terlarut n terlarut + n pelarut X pelarut = n pelarut n terlarut + n pelarut X terlarut X pelarut + 1 = CONTOH Kembali ke MENU Fraksi Mol

PowerPoint Presentation:

Hitunglah fraksi mol urea dalam larutan urea 20% (Mr = 60). Jawab : Urea 20% = 20/100 x 100 gram = 20 gram. Air (pelarut) = (100 – 20) = 80 gram. “Angka 18 didapat dari Mr nya AIR” CONTOH

PowerPoint Presentation:

PENURUNAN TEKANAN UAP JENUH Pada setiap suhu , zat cair selalu mempunyai tekanan tertentu . Tekanan ini adalah tekanan uap jenuhnya pada suhu tertentu . Penambahan suatu zat ke dalam zat cair menyebabkan penurunan tekanan uapnya . Hal ini disebabkan karena zat terlarut itu mengurangi bagian atau fraksi dari pelarut , sehingga kecepatan penguapan berkurang . CONTOH

PowerPoint Presentation:

Tampilan mikroskopis dari gerakan molekul uap air pada permukaan air murni . Gambar dibawah ini mengilustrasikan bagaimana tekanan uap air dipengaruhi oleh penambahan zat terlarut yang sukar menguap ( non volatile solute) air murni larutan NaCl 1,0 M menghasilkan ion Na + ( biru ) dan ion Cl - ( hijau ) yang terlarut dalam air

PowerPoint Presentation:

Menurut Francois Marie Raoult mengemukakan bahwa tekanan uap suatu komponen bergantung pada fraksi mol komponen itu dalam larutan, dengan hubungan sebagai berikut. P A = X A x P o A P A = tekanan uap komponen A X A = fraksi mol komponen P 0 A = tekanan uap A murni Untuk menentukan tekanan uap larutan dapat menggunakan rumus berikut : P larutan = X pelarut x P o pelarut Selisih antara tekanan uap pelarut dengan tekanan uap larutan disebut penurunan tekanan uap (∆P). Dapat digunakan rumus sebagai berikut : ∆P = X ter x P o CONTOH Kembali ke MENU

PowerPoint Presentation:

CONTOH Tekanan uap air pada 100 o C adalah 760 mmHg. Berapakah tekanan uap larutan glukosa 18% pada 100 o C? (A r H= 1 ; C=12 ; O=16) Jawab : Glukosa 18% = 18/100 x 100 gram = 18 gram. Air (pelarut) = (100 – 18) = 82 gram. INGAT P larutan = X pelarut x P o pelarut Jadi mari kita hitung dulu X pel (fraksi mol) nya !!! Jadi tekanan uap glukosa : P larutan = X pelarut x P o pelarut P larutan = 0,978 x 760 = 743,28 mmHg Peringatan : perlu diingat bahwa air adalah pelarut dan glukosa adalah larutan

PowerPoint Presentation:

KENAIKAN TITIK DIDIH (∆T b ) Titik didih adalah suhu pada saat tekanan uap cairan sama dengan tekanan di permukaan. Oleh karena itu, titik didih bergantung pada tekanan di permukaan. Perlu diingat beberapa ketentuan berikut : Suatu pelarut j i k a di + zat terlarut  titik didih akan naik Besarnya kenaikan titik didih ~ konsentrasi molal ( m )  T b = titik didih larutan – titik didih pelarut murni K b = tetapan kenaikan titik didih rUmus  T b = m x K b atau bisa juga pakai rumus yang m = gr/mr x 1000/p CONTOH Liat DIAGRAM P-T Kembali ke MENU

PowerPoint Presentation:

CONTOH Tentukan titik didih larutan yang mengandung 18 gram glukosa (M r = 180) dalam 500 gram air. (Dik :K b air = 0,52 o C) Jawab : INGAT kita menghitung T b bukan  T b .  T b = T b larutan – T b pelarut atau T b larutan =  T b + T b pelarut . Jadi kita hitung dulu  T b = m x K b Terus kita hitung T b larutan T b larutan = 0,104 + 100 = 100,104 o C T b larutan =  T b + T b pelarut T b pelarut (ketetapan ) Liat tabel Ketetapan T b dan T f

PowerPoint Presentation:

PENURUNAN TITIK BEKU (∆T f ) Titik beku adalah suhu pada saat tekanan uap cairan sama dengan tekanan uap padatnya. Perlu diingat beberapa ketentuan berikut : rUmus Suatu pelarut jk di + zat terlarut  titik bekunya akan turun Besarnya penurunan titik beku ~ konsentrasi molal ( m )  T f = titik beku pelarut murni – titik beku larutan K f = tetapan penurunan titik beku  T f = m x K f Atau CONTOH Liat DIAGRAM P-T Kembali ke MENU

PowerPoint Presentation:

Tentukan titik beku larutan yang mengandung 18 gram glukosa (M r = 180) dalam 500 gram air. (Dik :K f air = 1,86 o C) CONTOH Jawab :  T f = T f pelarut – T f larut an atau T f larutan = T f pelar ut -  T f Jadi kita hitung dulu  T f = m x K f Terus kita hitung T f larutan T f larutan = T f pelar ut -  T f T f larutan = 0 – 0,372 = – 0,372 o C T f pelarut (ketetapan ) Liat tabel Ketetapan T b dan T f

PowerPoint Presentation:

Pelarut T b ( o C ) K b ( o C.m- 1 ) T f ( o C ) K f ( o C.m- 1 ) Air 100 0,52 0 1,86 Benzena 80,10 2,53 5,53 5,12 Kamper 207,42 5,61 179,8 39,7 Fenol 181,75 3,56 40,90 7,40 Nitro Benzena 210,80 5,24 5,7 7,00 Tabel : Ketetapan kenaikan titik didih molal ( K b ) dan tetapan penurunan titik beku molal ( K f ) dari beberapa pelarut. KEMBALI ke (∆T b ) KEMBALI ke (∆T f )

PowerPoint Presentation:

Diagram fasa P – T yg menyatakan hubungan  P,  T b dan  T f Padat Cair Gas C’ C D’ D A’ A  T f  T b P(atm) 0 o C 100 o C T( o C) KEMBALI ke (∆T b ) KEMBALI ke (∆T f )

PowerPoint Presentation:

TEKANAN OSMOTIK Osmosis adalah proses berpindahnya pelarut dari larutan yg lebih encer ke larutan pekat melalui membran semipermeabel ( hanya dpt dilalui oleh pelarut . Tekanan osmotik adalah tekanan yg diperlukan utk menghentikan aliran dari pelarut murni ke dlm larutan Alat yg digunakan utk mengukur besarnya tekanan osmotik adalah osmometer

PowerPoint Presentation:

Menurut Van’t Hoff , tekanan osmotik larutan-larutan encer dapat dihitung dengan rumus yang serupa dengan persamaan gas ideal, yaitu : rUmus πV = nRT Atau π = MRT π = tekanan osmotik V = volum larutan (dalam liter) n = jumlah mol zat terlarut T = suhu absolut larutan (suhu kelvin) R = tetapan gas (0,082 L atm mol -1 K -1 ) CONTOH

PowerPoint Presentation:

CONTOH Hitunglah tekanan osmotik dari 500 mL larutan yang mengandung 9 gram glukosa (M r = 180) pada suhu 27 o C . Jawab : π = MRT Dik : R = 0,08 T = 27 o C = 300 o K

PowerPoint Presentation:

SIFAT KOLIGATIF LARUTAN ELEKTROLIT Dari teori ion Svante August Arrhenius dikemukakan bahwa larutan asam , basa ataupun garam termasuk larutan elektrolit . Larutan elektrolit yaitu larutan yg dapat terionisasi atau terurai menjadi ion – ion. Dan akibat peruraian itu maka dapat mengakibatkan bertambahnya jumlah partikel Untuk mengoreksi hukum agar sesuai utk larutan elektrolit , Jacobus Henricus Van’t Hoff menerangkan bahwa hukum Roult harus dikalikan dengan suatu faktor sebesar ( 1 + ( n – 1 )  ) atau diberi lambang i dan disebut faktor Van’t Hoff “A ttention ” n = jumlah ion  = derajad ionisasi

PowerPoint Presentation:

Hubungan harga i dengan persen ionisasi (derajat ionisasi) adalah sebagai berikut : i = 1 + (n – 1) α n = jumlah ion Misal : CaCl 2 ( n = 3 ) : KCl ( n = 2 ) : FeCl 3 ( n = 4 ) Rumus Sifat Koligatif Larutan Elektrolit :  T b = m x K b x i  T f = m x K f x i π = MRT x i Ket : sama seperti rumus-rumus sebelumnya tadi, hanya saja tinggal dikali i

PowerPoint Presentation:

LATIHAN 1. Kemolalan suatu larutan 20% masa C 2 H 5 OH (M r = 46) adalah .... A B E D C 6,4 mol 5,4 mol 4,4 mol 3,4 mol 0,4 mol PILIH SOAL : 1 2 3 Siipp.. JAWABAN BENAR SALAH.. JANGAN BERSEDIH AYO BELAJAR LAGI

PowerPoint Presentation:

2 . Tekanan uap air pada suhu tertentu adalah 115 mmHg. Jika suatu zat nonelektrolit dilarutkan dalam air (M r = 18) dengan perbandingan masa yang sama yaitu 1 gram, ternyata tekanan uap larutan 100 mmHg. Harga M r zat tersebut adalah .... A B E D C 75 90 120 150 180 PILIH SOAL : 1 2 3 LATIHAN Siipp.. JAWABAN BENAR SALAH.. JANGAN BERSEDIH AYO BELAJAR LAGI

PowerPoint Presentation:

3. Larutan 0,05 mol raksa(II) sulfat (HgSO 4 ) dalam 100 gram air (K f = 1,86) membeku pada suhu -1,55 o C. Derajat ionisasi raksa(II) sulfat (HgSO 4 ) adalah .... A B E D C 1/2 1/4 2/3 2/5 3/4 PILIH SOAL : 1 2 3 LATIHAN Siipp.. JAWABAN BENAR SALAH.. JANGAN BERSEDIH AYO BELAJAR LAGI

PowerPoint Presentation:

UJI KOMPETENSI Koreksi

PowerPoint Presentation:

REFERENSI www.psb-psma.org Purba , Michael. 2007. KIMIA Untuk SMA Kelas XI I . Jakarta : Erlangga http://mediabelajaronline.blogspot.com

PowerPoint Presentation:

PENYUSUN IrOne Saputra XII IPA 1 Siswa MAN 2 Samarinda E-mail : irwansnlc_could@yahoo.com

authorStream Live Help