DINAMIKA IKAN

Views:
 
Category: Entertainment
     
 

Presentation Description

No description available.

Comments

Presentation Transcript

DINAMIKA STOK IKAN:

DINAMIKA STOK IKAN Beberapa AHLI pada awal perkembangan perikanan dunia beranggapan bahwa stok ikan laut sangat besar dan memiliki daya pulih ( recovery ) yang cepat sehingga bisa dieksploitasi secara besar-besaran dalam jangka waktu relatif yang lama Oleh : Prof. Dr. Ir. M. Zainuri, M.Sc.

DINAMIKA STOK IKAN:

DINAMIKA STOK IKAN Namun kenyataannya, hanya dalam jangka waktu sekitar 20 tahun, stok ikan laut dunia sudah berkurang sekitar 80% dan saat ini kondisinya sudah mengkhawatirkan.

FAKTOR PENYEBAB:

FAKTOR PENYEBAB 3. PENGARUH AKUAKULTUR 2. IKLIM 1. OVERFISHING

OVERFISHING:

OVERFISHING Pada awal tahun 1950-an: a. Pertumbuhan sektor Perikanan dunia sangat cepat b. Dimana-mana penangkapan berskala industri yang umumnya menggunakan trawl (ada juga dengan purse seining dan long-lining ) berkembang dan berkompetisi dengan perikanan skala kecil atau tradisional (artisanal fisheries) yang berperalatan sederhana.

OVERFISHING:

OVERFISHING Persaingan yang tidak seimbang ini sangat jelas terlihat di perairan dangkal (kedalaman 10-100 m) di daerah tropis. Perikanan tradisional menjadikan ikan tangkapan mereka untuk konsumsi penduduk lokal, sedangkan perikanan skala besar menggunaan trawl dengan udang sebagai target utama untuk ekspor dan membuang hasil tangkapan yang tidak memiliki nilai ekonomis (by-catch ).

OVERFISHING:

OVERFISHING PERIODE 1950~1960-an P eningkatan usaha penangkapan telah meningkatkan jumlah hasil tangkapan yang sangat besar dan melebihi laju petumbuhan umat manusia  Para penyusun kebijakan dan politisi menjadi percaya bahwa penambahan jumlah kapal yang cepat dan tak terkendali telah melipat-gandakan jumlah tangkapan dalam waktu singkat serta menurunkan hasil tangkapan dalam jangka panjang

OVERFISHING:

OVERFISHING Kasus perikanan ANCHOVY di PERU (1971~1972)  Merupakan bukti awal hancurnya perikanan tsb karena pelaporan yang tidak sesuai( aktual 18 jt ton; pelaporan 12 jt ton) El-Nino dijadikan kambing hitam meskipun pada kenyataannya penurunan hasil tangkapan disebabkan oleh OVERFISHING

OVERFISHING:

OVERFISHING Penurunan Produksi Perikanan: Pada pertengahan tahun 1970-an, total tangkapan ikan di Atlantik utara Trend penurunan yang cepat lebih jelas terlihat pada akhir tahun 1980-an dan diawal tahun 1990-an sebagian besar stok ikan cod menjadi habis di New England dan Canada bagian timur. Kondisi stok ikan laut di kawasan Asia-Pasifik sebagai penyumbang terbesar produksi ikan dunia juga sudah mulai overfishing . Dalam 25 tahun terakhir, penurunan stok ikan rata-rata 6-33% Lebih lanjut, diperkirakan bahwa stok ikan laut dunia saat ini yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan produksi tinggal hanya 24%.

OVERFISHING:

OVERFISHING PENYEBABNYA: Perubahan perahu skala kecil berteknologi rendah menjadi kapal besar berteknologi tinggi, misalnya penggunaan alat bantu penangkapan seperti echosounder , GPS, dsb Subsidi pemerintah yang semata berorientasi peningkatan produksi Kebijakan open-access pada beberapa wilayah perairan dunia, Dan beberapa aspek ekonomi lainnya telah disadari meningkatkan kapasitas penangkapan ikan.

OVERFISHING:

OVERFISHING Salah satu SOLUSI : MENURUNKAN KAPASITAS PENANGKAPAN

I K L I M:

I K L I M IKLIM yang dimaksud adalah Perubahan lingkungan yang dimaksud terutama peningkatan suhu permukaan laut. Ekosistem laut, khususnya di Atlantik Utara, sangat mudah terpengaruh dampak fluktuasi kondisi alam dibanding dengan yang diperkirakan sebelumnya.

I K L I M:

I K L I M Projek penelitian Global Ocean Ecosystem Dynamics (GLOBEC) telah berhasil mengidentifikasi mekanisme alam yang mengatur dinamika populasi dan produktivitas laut. Mereka menduga bahwa penurunan stok ikan laut yang turun secara drastis sebagai akibat dari kesalahan mengimplementasikan ilmu ekologi dan ekonomi dalam dekade terakhir.

I K L I M:

I K L I M GLOBEC : Adanya respon biologi terhadap perubahan lingkungan dalam ekosistem laut dari laut Baltik hingga Antartika Adanya pengaruh variasi suhu air dan kekuatan angin terhadap rantai makanan ( food web ) di Atlantik utara. Kepunahan dan kegagalan dalam memulihkan populasi ikan herring di laut Baltik dan stok ikan cod di Newfoundland, Kanada (yang penangkapannya telah dihentikan) menunjukkan bahwa faktor lain selain penangkapan telah berperan besar dalam menjamin kelestarian sumberdaya ikan .

I K L I M:

I K L I M SOLUSI : Dalam mengembangkan kebijakan perikanan berkelanjutan, penentuan berapa banyak ikan yang hilang akibat penangkapan dan berapa yang diakibatkan oleh faktor lingkungan merupakan hal yang sangat penting.

PENGARUH AKUAKULTUR:

PENGARUH AKUAKULTUR LATAR BELAKANG: Penggunaan ikan hasil tangkapan dari alam sebagai bahan pakan ikan budidaya menjadi tekanan langsung terhadap stok ikan di alam. Budidaya ikan laut yang umumnya bersifat karnivora membutuhkan suplemen minyak ikan yang diekstraksi dari ikan laut sebagai sumber asam lemak esensial untuk pertumbuhan dan perkembangannya.

PENGARUH AKUAKULTUR:

PENGARUH AKUAKULTUR Akuakultur bisa menyebabkan hilangnya stok ikan di alam secara tidak langsung melalui perubahan : Kondisi lingkungan Pengumpulan benih alam Interaksi rantai makanan Introduksi jenis ikan asing dan penyakit yang menyerang populasi ikan alami Polusi nutrient

PENGARUH AKUAKULTUR:

PENGARUH AKUAKULTUR SOLUSI: Usaha akuakultur selayaknya dilakukan dengan membudidayakan ikan dengan tingkat tropik rendah (rendah pada rantai makanan) Mengurangi input tepung ikan dan minyak ikan dalam pakan Pengembangan sistem budidaya terintegrasi; dan praktek budidaya ramah lingkungan Memberikan akses untuk konsumen miskin dan produsen skala kecil Pengembangan pulau-pulau kecil dijadikan sebagai penyangga rusaknya stok ikan laut yang juga bisa dijadikan tumpuan mata pencaharian masyarakat

PENGARUH AKUAKULTUR:

PENGARUH AKUAKULTUR Akuakultur dapat juga me- restocking populasi ikan terumbu karang yang nilainya mahal yang telah berkurang karena overfishing Pelepasan burayak hasil budidaya juga dapat membantu pemecahan masalah sedikitnya ikan kecil yang berhasil bertahan di area penangkapan (Restocking) @) Cara seperti itu telah dilakukan untuk 90 jenis ikan di Jepang dalam 30 tahun terakhir ini, khususnya untuk kasus kerang-kerangan ( scallop ) dan bulu babi ( sea urchin )

SOLUSI ALTERNATIF:

SOLUSI ALTERNATIF MENGINGAT : Tidak ada yang bisa meyakinkan bahwa sumberdaya laut mampu memenuhi kebutuhan manusia yang populasinya terus bertambah Pola konvensional yang digunakan untuk menganalisa sumberdaya perikanan, dan untuk mengatur jumlah tangkapan, diyakini tidak mampu untuk menghambat laju kerusakan sumberda ikan MAKA: Diperlukan usaha untuk membangun kembali ekosistem laut Pemulihan ekologi secara praktis untuk laut yang dapat berdampingan dengan usaha pemanfaatan sumber daya laut untuk konsumsi umat manusia

SOLUSI ALTERNATIF:

SOLUSI ALTERNATIF MENGINGAT : Kapitalisasi penangkapan secara global telah berdampak pada: Penurunan stok secara gradual Ikan yang berumur panjang dari ekosistem laut, telah tergantikan oleh ikan dengan siklus pendek dan invertebrate Merubah rantai makanan menjadi lebih sederhana Penurunan kapasitas daya dukung seperti bentuk sebelumnya. MAKA: 1. Perlu pengurangan penangkapan secara besar-besaran, dengan dukungan peraturan penangkapan yang efektif 2. Dibutuhkan suatu kemauan politik yang kuat untuk hal ini agar jumlah wilayah penangkap yang kolaps tidak terjadi, dan ikan tangkapan terus mengalami pemulihan

SOLUSI ALTERNATIF:

SOLUSI ALTERNATIF MENGINGAT : Tingginya ketidakpastian pengelolaan penangkapan telah menjadi salah satu penyebab hilangnya beberapa stok ikan MAKA: Perlu upaya Marine Protected Areas (penutupan fishing grounds) guna mencegah overeksploitasi dengan cara membuat batas maksimum volume tangkapan ( upper limit on fishing mortality )

SOLUSI ALTERNATIF:

SOLUSI ALTERNATIF KEGUNAAN-MPAs Memproteksi spesies lokal Memulihkan biomassa Menjaga populasi ikan di luarnya dengan melepas ikan burayak (juvenile) atau ikan dewasa KELEMAHAN-MPAs Terkendalanya proses migrasi ikan

Terimakasih:

Terimakasih