PENGKAJIAN SISTEM PERNAFASAN

Views:
 
Category: Entertainment
     
 

Presentation Description

No description available.

Comments

Presentation Transcript

PENGKAJIAN SISTEM PERNAFASAN:

PENGKAJIAN SISTEM PERNAFASAN DI SUSUN KEMBALI OLEH : Ns.Afrida Sriyani Hrp, S.Kep

PENGKAJIAN:

PENGKAJIAN 1. Riwayat Kesehatan Riwayat kesehatan yang dikaji meliputi data saat ini dan yang telah lalu. Perawat juga mengkaji keadaan pasien dan keluarganya. Kajian tersebut berfokus pada : M anifestasi klinik keluhan utama Kejadian yang membuat kondisi sekarang ini Riwayat kesehatan masa lalu Riwayat kesehatan keluarga Riwayat psikososial

PowerPoint Presentation:

Riwayat kesehatan dimulai dari biografi pasien. Aspek yang sangat erat hubungannya dengan gangguan sistem pernafasan adalah : Usia Jenis kelamin Pekerjaan ( terutama gambaran kondisi tempat kerja ) Tempat tinggal Keadaan tempat tinggal mencakup kondisi tempat tinggal, serta apakah pasien tinggal sendiri atau dengan orang lain yang nantinya berguna bagi perencanaan pulang ( ‘discharge planning’ ).

a. Keluhan Utama:

a. Keluhan Utama Keluhan utama akan menentukan prioritas intervensi dan mengkaji pengetahuan pasien tentang kondisinya saat ini. Keluhan utama yang biasa muncul pada pasien yang mengalami gangguan siklus O 2 dan CO 2 antara lain : Batuk Peningkatan produksi sputum Dispnea Hemoptisis Wheezing Stridor dan Nyeri dada

b. Riwayat kesehatan masa lalu:

b. Riwayat kesehatan masa lalu Perawat menanyakan tentang riwayat penyakit pernafasan pasien. Secara umum perawat perlu menanyakan mengenai hal – hal berikut ini : Riwayat merokok Pengobatan saat ini dan masa lalu Alergi Tempat tinggal

c. Riwayat kesehatan keluarga:

c. Riwayat kesehatan keluarga Tujuan menanyakan riwayat keluarga dan sosial pasien penyakit paru – paru sekurang – kurangnya ada tiga hal, yaitu : Penyakit infeksi tertentu khususnya tuberkulosis ditularkan melalui satu orang ke orang lainnya. Kelainan alergi, seperti asma bronkhial, menunjukkan suatu predisposisi keturunan tertentu. Pasien bronkhitis kronis mungkin bermukim didaerah yang tingkat polusi udaranya tinggi. Namun polusi uadara tidak menimbulkan bronkhitis kronis, melainkan hanya memperburuk penyakit tersebut.

2. Kajian Sistem ( Head to Toe ):

2. Kajian Sistem ( Head to Toe ) a. Inspeksi Prosedur inspeksi yang dilakukan oleh perawat adalah sebagai berikut ; Pemeriksaan dada dimulai dari dada posterior dan pasien harus dalam keadaan duduk Dada diobservasi dengan membandingkan satu sisi dengan yang lainnya Tindakan dilakukan dari atas sampai bawah Inspeksi dada posterior terhadap warna kulit dan kondisinya ( skar, lesi, dan massa ) dan gangguan tulang belakang ( kifosis, skoliosis, dan lordosis )

PowerPoint Presentation:

5. Catat jumlah, irama, kedalaman pernapasan, dan kesimetrisan pergerakan dada 6. Observasi tipe pernapasan seperti : pernapasan hidung atau pernapasan diafragma serta penggunaan otot bantu pernapasan 7. Saat mengobservasi respirasi, catat durasi fase inspirasi ( I ) dan fase ekspirasi ( E ). Rasio pada afse ini normalnya adalah 1 : 2. Fase ekspirasi yang memanjang menunjukkan adanya obstruksi pada jalan napas dan sering ditemukan pada pasien dengan Chronic Airflow Limitation ( CAL ) / Chronic Obstructive Pulmonary Disease ( COPD )

PowerPoint Presentation:

8.Kaji konfigurasi dada dan bandingkan diameter anteroposterior ( AP ) dengan diameter lateral / transversal ( T ). Rasio normal berkisar antara 1 : 2 sampai 5 : 7, tergantung dari kondisi cairan tubuh pasien. 9. Kelainan pada bentuk dada : Barrel Chest Timbul akibat terjadinya overinflation paru – paru. Terdapat peningkatan diameter AP : T ( 1 : 1 ), sering terjadi pada pasien emfisema Funnel Chest Timbul jika terjadi depresi pada bagian bawah dari sternum. Hal ini akan menekan jantung dan pembuluh darah besar yang mengakibatkan mur – mur.

PowerPoint Presentation:

Pigeon Chest ( pectus carinatum ) Timbul sebagai akibat dari ketidaktepatan sternum yang mengakibatkan terjadi peningkatan diameter AP. Terjadi pada pasien kifoskoliosis berat. Kyphoscoliosis ( kifoskolisosis ) Terlihat dengan adanya elevasi skapula yang akan menganggu pergerakan paru – paru. Kelainan ini dapat timbul pada pasien dengan osteoporosis dan kelainan muskuloskletal lain yang mempengaruhi toraks.

PowerPoint Presentation:

10.Observasi kesimetrisan pergerakan dada. Gangguan pergerakan atau tidak adekuatnya ekspansi dada mengindikasikan penyakit pada paru – paru atau pleura 11.Observasi retraksi abnormal ruang interkostal selama inspirasi, yang dapat mengindikasikan obstruksi jalan nafas.

b. Palpasi:

b. Palpasi Palpasi dilakukan untuk mengkaji kesimetrisan pergerakan dada dan mengobservasi abnormalitas, mengidentifikasi keadaan kulit, dan mengetahui vokal / taktil premitus ( vibrasi ). Palpasi toraks berguna untuk mengetahui abnormalitas yang terkaji saat inspeksi seperti massa, lesi dan bengakk. Perlu dikaji juga kelembutan kulit terutama jika pasien mengeluh nyeri. Perhatikan adanya getaran dinding dada yang dihasilkan ketika berbicara ( vokal premitus )

c. Perkusi:

c. Perkusi Perawat melakukan perkusi untuk mengkaji resonansi pulmoner, organ yang ada disekitarnya, dan pengembangan diafragma. Jenis suara perkusi ada jenis yaitu : Suara perkusi normal  Resonan ( Sonor )  Dullness  Tympani 2. Suara perkusi abnormal  Hiperresonan  Flatness

d. Auskultasi:

d. Auskultasi Auskultasi merupakan pengkajian yang sangat bermakna mencakup mendengarkan suara napas normal dan suara tambahan ( abnormal ). Suara napas normal dihasilkan dari getaran udara ketika melalui jalan napas dari laring ke alveoli dan bersifat bersih. 1. Jenis suara napas normal adalah ; Bronkhial Bronkovesikular Vesikular

PowerPoint Presentation:

2. Jenis suara napas tambahan adalah ; Wheezing Ronchi Pleural friction rub Crackles ; - Fine cracles - Coarse cracles

3. Pengkajian Psikososial:

3. Pengkajian Psikososial Pengkajian psikososial meliputi kajian tentang aspek kebiasaan hidup pasien yang secara signifikan berpengaruh terhadap fungsi respirasi. Beberapa kondisi respiratori timbul akibat stres. Penyakit pernafasan kronis dapat menyebabkan perubahan dlam peran keluarga dan hubungan dengan orang lain, isolasi sosial, masalah keuangan, pekerjaan, atau ketidakmampuan. Dengan mendiskusikan mekanisme pengobatan, perawat dapat mengkaji reaksi pasien terhadap masalah stres psikososial dan mencari jalan keluarnya.

B. DIAGNOSIS KEPERAWATAN:

B. DIAGNOSIS KEPERAWATAN Diagnosis keperawatan yang berhubungan dengan gangguan saluran pernapasan ( oksigenasi ) yang mencakup ventilasi, difusi, dan transportasi sesuai dengan klasifikasi NANDA ( 2005 ) : Bersihan jalan nafas tidak efektif Kerusakan pertukaran gas POla napas tidak efektif Intoleransi aktivitas Penurunan curah jantung Risiko terhadap aspirasi

C. PERENCANAAN:

C. PERENCANAAN Rencana yang dapat dilakukan untuk mempertahankan respirasi normal yang diadopsi dari beberapa sumber adalah : 1.Intervensi Umum a. Posisi b. Kontrol lingkungan c. Aktivitas dan Istirahat d. Oral hygiene e. Hidrasi adekuat f. Pencegahan dan kontrol infeksi g. Dukungan psikososial

2. Agen Farmakologi:

2. Agen Farmakologi Antimicrobials ( Antibiotik ) Bronchodilators Adrenal Glucocorticoids ( Prednison ) Mucolitycs Antiallergenics Vasoconstrictor dan Decongestan

3. Terapi Respiratori :

3. Terapi Respiratori Perawat melakukan terapi respiratori dengan memfasilitasi latihan batuk efektif dan napas dalam. Batuk efektif dan napas dalam dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan ekspansi paru – paru, mobilisasi sekret, dan mencegah efek smaping dari penumpukan sekret. Batuk efektif diperlukan untuk membersihkan sekret dan meningkatkan mekanisme pembersihan jalan napas ( ‘normal cleansing mecahnism’ ). Batuk yang tidak efektif akan dapat menyebabkan efek yang merugikan pada pasien dengan penyakit paru – paru kronis berat, seperti kolaps saluran napas, ruptur dinding alveoli, dan pneumotoraks.

4. Fisisoterapi Dada ( Chest Physiotherapy ):

4. Fisisoterapi Dada ( Chest Physiotherapy ) Perkusi dada Vibrasi dada Postural drainase 5. Oksigen

authorStream Live Help