PASAR DAN HARGA PRESENTASI

Views:
 
Category: Entertainment
     
 

Presentation Description

No description available.

Comments

Presentation Transcript

PASAR DAN HARGA :

PASAR DAN HARGA MIKRO MAKRO EKONOMI ISLAM

Harga adalah sesuatu yang bernilai yang harus direlakan oleh pembeli untuk memperoleh barang atau jasa. Di dunia perbankan, ini mencakup biaya-biaya transaksi, suku bunga, dan saldo minimum atau kompensasi (Setyo Soedrajat, 2004: 57-58). Harga jual produk mempunyai fungsi ganda. Fungsi pertama harga, adalah sarana untuk memenangkan persaingan dipasar. Fungsi kedua, harga adalah sumber keuntungan perusahaan (Siswanto Sutojo, 1997: 132). :

Harga adalah sesuatu yang bernilai yang harus direlakan oleh pembeli untuk memperoleh barang atau jasa . Di dunia perbankan , ini mencakup biaya-biaya transaksi , suku bunga , dan saldo minimum atau kompensasi ( Setyo Soedrajat , 2004: 57-58). Harga jual produk mempunyai fungsi ganda . Fungsi pertama harga , adalah sarana untuk memenangkan persaingan dipasar . Fungsi kedua , harga adalah sumber keuntungan perusahaan ( Siswanto Sutojo , 1997: 132). PENGERTIAN HARGA

Harga:

Harga adalah bunga, biaya administrasi, biaya provisi dan komisi, biaya kirim, biaya tagih, biaya sewa, biaya iuran, dan biaya-biaya lainnya. Sedangkan harga bagi bank berdasarkan prinsip syariah adalah bagi hasil (Kashmir, 2003: 196). Harga

Pasar:

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, (1988 : 651) disebutkan bahwa pasar Pasar adalah tempat orang berjual beli . Pasar adalah suatu tempat di mana pembeli dan penjual bertemu untuk membeli atau menjual barang dan jasa atau faktor - faktor produksi . Di dalam bahasa sehari - hari pasar pada umumnya diartikan sebagai suatu lokasi dalam artian geografis . Tetapi dalam pengertian teori ilmu ekonomi mikro adalah lebih luas lagi . Dalam teori ekonomi mikro pasar meliputi juga pertemuan antara pembeli dan penjual di mana antara keduanya tidak saling melihat satu sama lain ( misalnya antara importer karet yang bertempat tinggal di Amerika dan importer karet di Indonesia) yang melakukan transaksi jual belu melalui telex (Ari Sudarman , 1980: 6). Pasar

Penentuan Harga:

Tujuan penentuan harga secara umum ( Kasmir , 2003: 198) 1. Bertahan hidup Artinya , dalam kondisi tertentu , terutama dalam kondisi persaingan yang tinggi . Dalam hal ini bank menentukan harga semurah mungkin dengan maksud produk atau jasa yang ditawarkan laku dipasaran , misalnya untuk simpanan lebih tinggi dibandingkan dengan bunga pesaing dan bungan pinjaman rendah , tetapi dalam kondisi menguntungkan . Penentuan Harga

Slide 6:

2. Memaksimalkan laba Tujuan harga ini dengan mengharapkan penjualan yang meningkat sehingga laba dapat ditingkatkan . Penentuan harga biasanya dapat dilakukan dengan harga murah atau tinggi . 3. Memperbesar market share Penentuan harga ini dengan harga yang murah , sehingga diharapkan jumlah nasabah meningkat dan diharapkan pula nasabah pesaing beralih ke produk yang ditawarkan . Contohnya seperti penentuan suku bungan simpanan yang lebih tinggi dari pesaing ditambah kelebihan lainnyan seperti hadiah .

Slide 7:

5. Mutu produk Tujuan dalam hal mutu produk adalah untuk memberikan kesan bahwa produk atau jasa yang ditawarkan memiliki kualitas yang tinggi dan biasanya harga ditentukan setinggi mungkin dan untuk bunga simpanan ditawarkan dengan suku bunga rendah.6. Karena pesaing Dalam hal ini , penetuan harga dengan melihat harga pesaing . Tujuannya adalah agar harga yang ditawarkan jangan melebihi harga pesaing , artinya bunga simpanan diatas pesaing dan bunga pinjaman dibawah pesaing .

Slide 8:

Penentuan harga dalam pembiayaan yang lazim digunakan oleh bank syariah saat ini adalah dengan menggunakan metode going rate pricing , yaitu menggunakan tingkat suku bunga pasar sebagai rujukan ( benchmark ). Adapun alasannya karena bank syariah berkompetesi dengan bank konvensional . Disamping itu bank syariah juga berkeinginan untuk mendapatkan costumer yang bersifat floating costumer .

Slide 9:

Meskipun demikian , penentuan harga jual pada bank syariah harus memperhatikan ketentuan-ketentuan yang dibenarkan menurut syariah . Oleh karena itu , metode penentuan harga jual berdasarkan pada target return pricing maupun mark up pricing dapat digunakan dengan melakukan modifikasi . (Muhammad, 137-138)

Slide 10:

Penerapan Target Return Pricing untuk pembiayaan syariah Bank syariah beroperasi dengan tidak menggunakan bunga . Mekanisme operasional dalam memperoleh pendapatan dapat dihasilkan berdasarkan klasifikasi akad , yaitu akad yang menghasilkan keuntungan secara pasti , disebut natural certainty contract , dan akad yang menghasilkan keuntungan yang tidak pasti , disebut natural certainty contract .

Slide 11:

Jika pembiayaan dilakukan dengan akad natural certainty contract , maka metode yang digunakan adalah required profit rate ( rpr ). rpr = n.v n = Tingkat keuntungan dalam transaksi tunai v = Jumlah transaksi dalam satu periode

Slide 12:

Jika pembiayaan dilakukan dengan akad natural uncertainty contract , maka metode yang digunakan adalah expected profit rate ( epr ) Epr diperoleh berdasarkan : a. Tingkat keuntungan rata-rata pada industry sejenis b. Pertumbuhan ekonomi c. Dihitung dari nilai rpr yang berlaku dibank yang bersangkutan

Slide 13:

Perhitungannya : Nisbah bank = epr /expected return bisnis yang dibiaya * 100% Actual return bank = nisbah bank + actual return bisnis

Slide 14:

2. Penerapan mark-up pricing untuk pembiayaan syariah Jika bank syariah hendak menerapkan metode mark-up pricing , metode ini hanya tepat digunakan untuk pembiayaan yang sumber dananya dari Restricted Investment Acount (RIA) atau mudhrabah muqayaddah . Sebab akad mudharabah muqayaddah adalah akad dimana pemilik dana menuntut adanya kepastian hasil dari modal yang diinvestasikan .

Slide 15:

Menurut Abu Yusuf (731-798) naik dan turunnya produksi yang dapat mempengaruhi harga . Dialah yang pertama kali berbicara atau mengajukan teori mengenai jumlah permintaan dan persediaan dan pengaruhnya terhadap harga . (Muhammad, 2004: 352).

Abu Yusuf:

Menurut Abu Yusuf bertambah dan berkurangnya harga tidak semata-mata berhubungan langsung dengan bertambah atau berkurangnya produksi barang , akan tetapi masih banyak faktor lainnya seperti ; perubahan permintaan persediaan uang dan peredaran uang negara serta penyebab lainnya . Berbeda dengan pandangan saat itu yang beranggapan bila tersedia sedikit barang maka harga akan mahal dan sebaliknya . Abu Yusuf

Slide 17:

Pemikir lain yang menjelaskan mengenai pasar adalah Ibn Khaldun . Dalam karyanya yang monumental yang berjudul al- Muqaddimah , ia membagi jenis barang menjadi barang kebutuhan pokok dan barang mewah . Menurut dia , bila suatu kota berkembang dan selanjutnya populasinya akan bertambah banyak , maka harga-harga barang kebutuhan pokok akan mendapat prioritas pengadaannya . Akibatnya penawaran meningkat dan ini berarti turunnya harga . Sedangkan untuk barang-barang mewah , permintaannya akan meningkat sejalan dengan berkembangnya kota dan berubahnya gaya hidup . Akibatnya harga barang mewah meningkat . (Muhammad, 2004: 361).

Ibnu Khaldun:

Menurut Ibnu Khaldun Permintaan dan penawaran adalah sebagai penentu harga keseimbangan . Keuntungan yang wajar akan mendorong tumbuhnya perdagangan , sedangkan keuntungan yang sangat rendah akan membuat lesu perdagangan karena para pedagang akan kehilangan motivasi . Begitu pula sebaliknya keuntungan yang sangat tinggi akan membuat lesunya perdagangan karena karena lemahnya permintaan konsumen . Ibnu Khaldun

Slide 19:

Menurut Ibnu Taimiyah Naik turunnya harga tidak selalu disebabkan oleh ketidak adilan , tetapi bisa jadi karena inefisiensi dalam produksi . Dan Ibnu Taimiyah juga monolak intervensi pemerintah tentang penetapan harga kecuali jika memang ada distorsi pasar .

Slide 20:

Diriwayatkan dari Anas Bahwa ia mengatakan , harga pernah mendadak naik pada masa Rasulullah s.a.w . para sahabat mengatakan , wahai Rasulullah , tentukanlah harga untuk kita . Beliau menjawab , Allah itu sesengguhnya adalah penentu harga , penahan , pencurah serta pemberi rezeki . Aku mengharapkan dapat menemui Tuhanku dimana salah seorang dari kalian tidak menuntutku karena kezaliman dalam hal darah dan harta . (At- Tirmidzi , Al- Buyu',bab 73 dan Sunan Abu Dawud Al- Buyu',bab 5).

Manfaat dan Batasan Teori Ekonomi Islami :

Manfaat dan Batasan Teori Ekonomi Islami Dengan adanya teori ekonomi Islami maka umat muslim yang melaksanakan kegiatan ekonomi dapat mengetahui bahwa : 1. Melibatkan Tuhan . 2. Berlandaskan taqwa . 3. Penuh suasana kekeluargaan . 4. Penuh kasih sayang . 5. Keuntungan perniagaan untuk masyarakat . 6. Tidak ada hutang berunsur riba . Manfaat dan Batasan Teori Ekonomi Islami

Slide 22:

Apabila ke enam unsur diatas dapat dipegang teguh makan kestabilan ekonomi dapat terjaga , karena didukung 5 unsur , yaitu : penggunaan mata uang yang bebas ditentukan oleh penggunanya , terutama pada emas , karena emas terbebas dari inflasi . Dalam sejarahnya mata uang emas bisa bertahan sampai 2.500 tahun . Ini membuktikan ketahanan mata uang emas dibandingkan dengan uang kertas dari berbagai permasalahan ekonomi .

Slide 23:

2. open markets ( pasar terbuka ). Dalam sistem Kapitalisme , ekonomi spekulatif menyerap begitu banyak uang tapi hanya menyerap sedikit tenaga kerja dan ironisnya ekonomi spekulatif ini sangat mempengaruhi ekonomi masyarakat secara keseluruhan . Kondisi ini harus digantikan dengan open markets ( pasar terbuka ). Pasar terbuka ini merupakan tempat berdagang bagi siapa saja tanpa pandang bulu . Jadi semua masyarakat diperbolehkan berdagang di pasar terbuka ini , tanpa dipungut biaya , sehingga akan menyerap perputaran uang dalam jumlah besar sekaligus menyerap banyak tenaga kerja . Pasar terbuka ini menjadi lawan pasar modern (mall dan hypermarket) yang sangat diskriminatif karena hanya bisa diakses yang punya modal besar .

Slide 24:

3. O pen distribution and logistic infrastructure . Dengan pilar ketiga ini , semua masyarakat bisa menjadi distributor semua produk tanpa ada monopoli . Dalam perkembangan perdagangan Islam, ini disebut caravan. Tidak adanya monopoli , akan membuat produk lebih mudah didapatkan masyarakat tanpa permainan harga .

Slide 25:

4. Open production infrastructure . Dengan pilar keempat ini maka rumah-rumah produksi harus diberi kesempatan berkembang . Di Korea Selatan misalnya , industri rumah tangga tidak berdiri sendiri tapi menjadi akar dari perusahaan besar seperti Samsung, Hyundai, LG. Dengan cara semacam ini , pusat - pusat keuntungan menjadi menyebar ke seluruh lapisan masyarakat . Sehingga kesejahteraan bukan dimonopoli oleh kelompok kecil pemilik modal.

Slide 26:

5. Syirkah dan qirad . Pilar kelima ini , akan memberikan kepada semua orang pada posisi yang sama dan saling menguntungkan . Antara pemegang saham mayoritas dan minoritas punya hak yang sama dalam pengambilan kebijakan . Jadi , tidak ada penindasan dari yang besar pada yang kecil , atau pemilik modal dan pekerja . Karena syirkah dan qirad menjadikan semua yang berhubungan dengan bisnis sebagai mitra .

Slide 27:

Ekonomi Islam adalah ekonomi yang berdasarkan ketuhanan . Sistem ini bertitik tolak dari Allah dan menggunakan sarana yang tidak lepas dari syariat Allah ( Qardlawi , 1997: 31). Ekonomi Islam adalah ilmu sosial yang mempelajari masalah - masalah ekonomi masyarakat dalam perspektif Islam ( Mannan , 1997: 19).

Slide 28:

Keseimbangan ekonomi menjadi tujuan di Implementasikan Sistem Ekonomi Islam, landasan upaya menyeimbangkan perekonomian tercermin dari mekanisme yang ditetapkan oleh Islam, sehingga tidak terjadi pembusukan-pembusukan pada sektor-sektor perekonomian tertentu dengan tidak adanya optimalisasi untuk menggerakan seluruh potensi dan elemen yang ada dalam skala makro .

Slide 29:

Secara sistematis perangkat penyeimbang perekonomian dalam Islam berupa : Diwajibkannya zakat terhadap harta yang tidak di investasikan , sehingga mendorong pemilik harta untuk menginves hartanya , disaat yang sama zakat tidak diwajibkan kecuali terhadap laba dari harta yang di investasikan , Islam tidak mengenal batasan minimal untuk laba , hal ini menyebabkan para pemlik harta berusaha menginvestasikan hartanya walaupun ada kemungkinan adanya kerugian hingga batasan wajib zakat yang akan dikeluarkan , maka kemungkinan kondisi resesi dalam Islam dapat dihindari .

Slide 30:

Sistem bagi hasil dalam berusaha (profit and loss sharing) mengggantikan pranata bunga membuka peluang yang sama antara pemodal dan pengusaha , keberpihakan sistem bunga kepada pemodal dapat dihilangkan dalam sistem bagi hasil . Sistem inipun dapat menyeimbangkan antara sektor moneter dan sektor riil .

Slide 31:

Adanya keterkaitan yang erat antara otoritas moneter dengan sektor belanja negara , sehingga pencetakan uang tidak mungkin dilakukan kecuali ada sebab-sebab ekonomi riil , hal ini dapat menekan timbulnya Inflasi . Keadilan dalam disribusi pendapatan dan harta . Fakir miskin dan pihak yang tidak mampu di tingkatkan pola konsumsinya dengan mekanisme zakat, daya beli kaum dhu'afa meningkat sehingga berdampak pada meningkatnya permintaan riil ditengah masyarakat dan tersedianya lapangan kerja .

Slide 32:

B. Science of Economics Versus Doctrine of Economics Menurut Sadr, ilmu ekonomi merupakan ilmu yang berhubungan dengan penjelasan terperinci perihal kehidupan ekonomi , peristiwa-peristiwanya , gejala-gejala ( fenomena-fenomena ) lahiriahnya , serta hubungan antara peristiwa-peristiwa dan fenomena-fenomena tersebut dengan sebab-sebab dan faktor-faktor umum yang mempengaruhinya .

Slide 33:

Sedangkan doktrin ekonomi adalah cara atau metode yang dipilih dan diakui oleh suatu masyarakat dalam memecahkan setiap problem praktis ekonomi yang dihadapinya . Dari hal ini , Sadr selanjutnya menyatakan bahwa perbedaan yang signifikan dari kedua terminilogi di atas adalah bahwa doktrin ekonomi berisikan setiap aturan dasar dalam kehidupan ekonomi yang berhubungan dengan ideologi seperti nilai-nilai keadilan . Sementara ilmu ekonomi berisikan setiap teori yang menjelaskan realitas kehidupan ekonomi yang terpisah dari kerangka ideologi . Nilai-nilai keadilan inilah yang bagi Sadr sebagai tonggak pemisah antara gagasan doktrin ekonomi dengan teori-teori ilmiah ilmu ekonomi .

Slide 34:

C. Mengapa Belajar Mikro Ekonomi Islami Salah satu kelemahan ilmu ekonomi konvensional adalah tidak adanya hubungan yang jelas antara tujuan-tujuan makroekonomi dan mikroekonomi . Ilmu Ekonomi Islam juga berusaha mengatasi kelemahan ini dengan membangun fondasi mikro bagi makroekonominya . Namun usaha ini belum sepenuhnya terpenuhi , ilmu mikroekonomi Islam masih meraba-raba di permukaan dan baru membicarakan sejumlah konsep kunci , diantaranya soal self-interest, kepentingan sosial , kepemilikan individu , preferensi individu , mekanisme pasar , persaingan , laba , utilitas dan rasionalitas . Konsep-konsep ini secara bahasa sama dengan yang dikemukan ekonomi konvensional sehingga cenderung memberi kesan tidak ada perbedaan , tetapi sebenarnya landasan filosofi pandangan dunia Islam telah memberikan makna dan signifikansi yang berbeda .

Slide 35:

Kontribusi Ekonom Muslim Klasik Kontribusi para pemikir ekonom muslim terdahulu tertuang di berbagai kitab-kitab hasil karyanya yang dapat menjadi acuan bagi ekonom muslim sekarang . diantaranya adalah : 1. Mukaddimah Ibnu Khaldun ( Ibnu Khaldun , 808H) 2. Al- Muwafaqaat (Al- Syathibi , 790 H) 3. Al- Mughni ( Ibnu Qudamah , 620 H) 4. Al- Hisbah ( Ibnu Taimiyah , 728 H), dan lain-lain

Penentuan Harga Dalam Mekanisme Pasar (Teori Permintaan dan Penawaran) :

Penentuan Harga Dalam Mekanisme Pasar ( Teori Permintaan dan Penawaran ) Permintaan adalah banyaknya jumlah barang yang diminta pada suatu pasar tertentu dengan tingkat harga tertentu pada tingkat pendapatan tertentu dan dalam periode tertentu (Muhammad, 2005). Penentuan Harga Dalam Mekanisme Pasar ( Teori Permintaan dan Penawaran )

Slide 37:

Besar kecilnya perubahan permintaan ditentukan oleh besar kecilnya perubahan harga . Jika ini terjadi , maka berlaku perbandingan terbalik antara harga terhadap permintaan dan berbanding lurus dengan penawaran . Perbandingan terbalik antara harga terhadap permintaan disebut sebagai hukum permintaan

Slide 38:

Hukum permintaan “ Bila harga suatu barang naik , maka permintaan barang terebut akan turun , sebaliknya bila harga barang tersebut turun maka permintaan akan naik ”. Hukum sunatullah permintaan tersbut berlaku , jika asumsi-asumsi yang dibutuhkan terpenuhi , yaitu : ceteris paribus (Muhammad, 2005).

Teori permintaan:

Teori permintaan Perbandingan lurus antara permintaan terhadap harganya , yaitu apabila permintaan naik , maka harga relatif akan naik , sebaliknya bila permintaan turun , maka harga relatif akan turun (Muhammad, 2005: 115). Teori permintaan

Slide 40:

Penawaran Banyaknya barang yang ditawarkan oleh penjual pada suatu pasar tertentu , pada periode tertentu dan pada tingkat harga tertentu . Sebagaimana juga halnya dengan permintaan , maka pada teori penawaran juga dikenal apa yang dinamakan jumlah barang yang ditawarkan dan penawaran . Penawaran adalah seluruh jumlah barang yang ditawarkan oleh penjual pada pasar tertentu , priode tertentu , dan pada berbagai macam tingkat harga tertentu ( Iskandar Putong , 2003: 38).

Slide 41:

Bila beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat penawaran , maka penawaran hanya ditentukan oleh harga . Hal ini berarti besar kecilnya perubahan penawaran ditentukan oleh besar kecilnya perubahan harga . Dalam kondisi ini , berlaku perbandingan lurus antara harga terhadap penawaran . Hal demikian inilah yang dikenal dengan Hukum Penawaran , yaitu perbandingan lurus antara harga terhadap jumlah barang yang ditawarkan , yaitu apabila harga naik , maka penawaran akan meningkat , sebaliknya apabila harga turun penawaran akan turun .

Slide 42:

Hukum penawaran tersebut menunjukkan adanya hubungan antara penawaran dengan harga . Teori penawaran mengatakan , jika jumlah barang yang ditawarkan sangat banyak , maka harga barang tersebut cenderung turun . Sebaliknya , bila jumlah penawaran barang tersebut relatif sedikit , maka harga barang akan cendurung naik .

Gambar 2.1 Kurva Permintaan :

Gambar 2.1 Kurva Permintaan

Slide 44:

Dapat disimpulkan bahwa , kurva permintaan berbagai jenis barang pada umumnya menurun dari atas ke kanan-bawah . Kurva yang bersifat demikian disebabkan oleh sifat perkaitan di antara harga dan jumlah yang diminta , yaitu mereka mempunyai sifat hubungan yang terbalik . Kalau yang satunya naik ( misalnya harga ) maka yang lainnya turun ( misalnya jumlah yang diminta ).

Gambar 2.5 Kurva Penawara :

Gambar 2.5 Kurva Penawara

Slide 46:

contoh , Titik C menggambarkan keadaan berikut : Pada harga Rp . 300 jumlah barang ( buku tulis ) yang ditawarkan adalah 600 buah . Pada umumnya kurva penawaran menaik dari kiri bawah ke kanan atas . Berarti arah pergerakannya berlawanan dengan arah pergerakan kurva permintaan . Bentuk kurva penawaran bersifat seperti itu karena terdapat perkaitan yang positif di antara harga dan jumlah barang yang ditawarkan yaitu makin tinggi harga , maka makin banyak jumlah yang ditawarkan ( Sadono Sukirno , 1999)

authorStream Live Help