001. KONSEP DASAR I

Views:
 
Category: Education
     
 

Presentation Description

No description available.

Comments

Presentation Transcript

KONSEP DASAR EKG:

KONSEP DASAR EKG Suyamto , S. Kep .,Ns. suyamto_tl@yahoo.co.id

ANATOMI JANTUNG:

ANATOMI JANTUNG

ANATOMI JANTUNG:

ANATOMI JANTUNG Pembuluh darah yang masuk ke jantung disebut Vena. Vena cava : Superior, Inferior Vena Pulmonalis Pembuluh darah yang keluar dari jantung disebut Arteri. Arteri Pulmonalis Aorta

SISTEM KONDUKSI:

SISTEM KONDUKSI

SISTEM KONDUKSI:

SISTEM KONDUKSI Dalam miokardium terdapat beberapa sel (sel pacemaker) yang mampu secara otomatis membuat depolarisasi dan repolarisasi. SA (Sinoatrial) Node Terletak pada pertemuan antara vena cava superior dengan atrium kanan. Secara teratur mengeluarkan impuls dengan frekuensi 60 – 100 x/menit Dari SA Node terdapat 3 internodal bundle (internodal tract ) : Anterior internodal, Middle internodal, Posterior internodal AV Node. Terletak di atas sinus koronarius pada dinding posterior atrium kanan. Sel pada nodal ini mampu mengeluarkan Impuls sekitar 40 – 60 X/menit.

SISTEM KONDUKSI:

SISTEM KONDUKSI Berkas HIS (HIS Bundle) Right bundle branch (RBB), Left bundle branch (LBB) Merupakan kelanjutan dari AV Node yang menembus jaringan pemisah miokardium atrium dan miokardium ventrikel. Serabut Purkinje. Akhir dari bundle HIS. Mampu mengeluarkan impuls yang paling sedikit dari sistem konduksi yaitu sekitar 20 – 40 x/menit.

SADAPAN ECG:

SADAPAN ECG 12 sadapan: 3 Sadapan Bipolar : I, II, III, 3 Sadapan Unipolar Ekstrimitas : aVL, aVR, aVF 6 Sadapan Unipolar P e r i cordial : V1, V2, V3, V4, V5, V6 Sadapan ekstremitas menggambarkan aktivitas listrik jantung bidang frontal Sadapan prekordial menggambarkan aktifitas listrik jantung bidang horisontal

SADAPAN ECG:

SADAPAN ECG

SADAPAN ECG:

SADAPAN ECG

SADAPAN ECG:

SADAPAN ECG Sadapan I : merekam beda potensial antara tangan kanan (RA) dengan tangan kiri (LA) dimana tangan kanan bermuatan negatif (-) dan tangan kiri bermuatan positif (+). Sadapan II : merakam beda potensial antara tangan kanan (RA) dengan kaki kiri (LF), dimana tangan kanan bermuatan negatif dan kaki kiri bermuatan positif (+). Sadapan III : merekam beda potensial antara tangan kiri (LA) dengan kaki kiri (LF), dimana tangan kiri bermuatan positif (+) dan kaki kiri bermuatan negatif (-). Sadapan AVR : merekam potensial di tangan kanan (RA) yang bermuatan (+), tangan kiri dan kaki kiri membentuk elektroda indiferen . Sadapan AVL : merekam potensial di tangan kiri (LA ) yang bermuatan (+), tangan kanan dan kaki kiri membentuk elektroda indiferen . Sadapan AVF : merekam potensial di kaki kiri (LF) yang bermuatan (+), tangan kanan dan tangan kiri membentuk elektroda indiferen .

SADAPAN ECG:

SADAPAN ECG

SADAPAN ECG:

SADAPAN ECG Sadapan unipolar prekordial Merekam besar potensil listrik jantung dengan bantuan elektroda eksplorasi yang ditempatkan di beberapa tempat dinding dada. Elektroda indiferen diperoleh dengan menggabungkan ketiga elektroda ekstremitas. Letak sadapan: V1 : Ruang interkostal ke-4 di sebelah kanan sternal. V2 : Ruang interkostal ke-4 di sebelah kiri sternal. V3 : Di tengah antara V2 dan V4. V4 : Ruang interkostal ke-5 di garis midklavikula. V5 : Ruang interkostal ke-5 di garis anterior aksila (di tengah antar V4 dan V6). V6 : Ruang interkostal ke-5 di garis midaksila atau sejajar dengan V4.

LOKASI INFARK:

LOKASI INFARK Anterior Ektensif ( Transmural ) : I, aVL , V1 – V6 Antero Septal : V1 – V2 Antero Apikal : V3, V4, V5, V6 Anterior : V3 – V4 Lateral : V5 – V6 Posterior : V7 – V9 Inferior : II, III, aVF

ECG PAPER:

ECG PAPER

ECG PAPER:

ECG PAPER Kertas EKG merupakan kertas grafik yang merupakan garis horizontal dan vertikal dengan jarak 1mm disebut kotak kecil . Garis yang lebih tebal terdapat pada setiap 5mm disebut kotak besar . Garis horisontal menunjukan waktu , dimana 1mm = 0,04 dtk , sedangkan 5 mm = 0,20 dtk . Garis vertikal menggambarkan voltage, dimana 1mm = 0,1 mv, sedangkan setiap 5 mm = 0,5 mv . Umumnya pada setiap kotak besar terdapat satu tanda garis tanda yang menunjukkan panjang kertas EKG 5 x 5 mm = 25 mm (satu detik)

ECG PAPER:

ECG PAPER

GELOMBANG ECG:

GELOMBANG ECG

GELOMBANG ECG:

GELOMBANG ECG Gelombang P Defleksi pertama yang disebabkan oleh impuls normal dari nodus SA yang disebarkan ke seluruh atrium. Menunjukkan dipolarisasi atau kontraksi atrium. Gelombang P normal : Lebar < 0,12 detik Tinggi/ amplitudo < 0,3 mVolt Selalu (+) di lead I, II Selalu (-) di lead AVR Mengetahui kelainan di Atrium

Gelombang P:

Gelombang P

GELOMBANG ECG:

GELOMBANG ECG Gelombang QRS Merupakan gambar proses depolarisasi ventrikel Gelombang QRS normal : 0,06 – 0,12 detik. Tinggi tergantung lead Gelombang R yaitu defleksi positif pertama. Defleksi kedua disebut gelombang R’ Kepentingan : Mengetahui adanya hipertrofi ventrikel Mengetahui adanya bundle branch block Mengetahui adanya infark

GELOMBANG ECG:

GELOMBANG ECG Gelombang Q Defleksi negatif pertama setelah gelombang P Dimulai dari akhir gel. P sampai awal gel. R Gelombang Q normal : Lebar < 0,04 detik Tinggi / dalamnya < 1/3 tinggi R Gelombang Q abnormal disebut Q patologis.

GELOMBANG ECG:

GELOMBANG ECG Gelombang R Defleksi positif pertama pada gelombang QRS. Gel R umumnya positif di lead I,II,V5 dan V6. Di lead aVR , V1,V2 biasanya hanya kecil atau tidak ada

GELOMBANG ECG:

GELOMBANG ECG Gelombang S Defleksi negatif sesudah gelombang R. Gelombang S yaitu defleksi negatif pertama setelah R. Suatu gelombang S kedua disebut S’ Di lead aVR dan V1 gelombang S terlihat dalam dari V2 ke V6 akan terlihat makin lama makin menghilang .

GELOMBANG ECG:

GELOMBANG ECG Terminologi Morfologi QRS qRs Rs R rS QR Q/QS RsR ’ rSr ’

GELOMBANG ECG:

GELOMBANG ECG Gelombang T Gambaran yang ditimbulkan oleh repolarisasi ventrikel Nilai normal :  1 MV di lead dada  0,5 MV di lead ekstrimitas Minimal ada 0,1 MV Kepentingan : Mengetahui adanya iskemia/infark Kelainan elektrolit

Slide 27:

Bentuk Gelombang T

Slide 29:

Interval P-R Diukur dari permulaan P s/d permulaan QRS Ini merupakan waktu yang dibutuhkan untuk depolarisasi atrium dan jalannya impuls melalui berkas HIS sampai permulaan depolarisasi ventrikel. Normal : 0,12 - 0,20 detik Kepentingan : Mengetahui kelainan sistem konduksi Perpanjangan interval P R : gangguan hantaran impuls ( bloks jantung ).

Slide 30:

Segmen ST Diukur dari akhir QRS s/d awal gel T Normalnya isoelektris. Pada lead prekordial dapat bervariasi – 0,5 sampai + 2 mm. Segmen ST yang naik disebut ST elevasi dan yang turun disebut ST depresi . Tahap awal repolarisasi ventrikel terjadi di periode ini . Penurunan abnormal : iskemia miokardium , penggunaan digitalis. P eningkatan : infark.

Slide 31:

Contoh gambar kelainan di segmen ST

Slide 32:

Segmen QT D ari awal kompleks QRS – akhir gelombang T Normal : 0,36 - 0, 44 detik. Interval QT memanjang : pemberian obat antidisritmia seperti kuinidin, prokainamid, sotalol (betapace) dan amiodaron (cordarone).

JENIS NOISE PADA ECG:

JENIS NOISE PADA ECG

authorStream Live Help