Nutrisi Perioperative resus

Views:
 
Category: Entertainment
     
 

Presentation Description

No description available.

Comments

Presentation Transcript

Nutrisi Perioperative:

Nutrisi Perioperative Indah Ragil S Dr. Pembimbing: Dr. Yuliaji Narendra Putra, Sp. B

Slide 2:

Nutrisi  substansi organik yang dibutuhkan organisme untuk fungsi normal dari sistem tubuh , pertumbuhan , pemeliharaan kesehatan Pembedahan , puasa yang lama, sakit berat , atau trauma menyebabkan berkurangnya cadangan tubuh , terutama kebutuhan penyediaan protein yang meningkat karena terjadi hipermetabolisme

Penilaian status gizi. :

Penilaian status gizi . Dalam melakukan penilaian klinis hendaknya memperhatikan : Asupan zat gizi Proses penyakit dan efek kataboliknya Status malnutrisi dan berkurangnya berat badan Status fungsional sistem syaraf pusat

Slide 4:

Penilaian status gizi dibuat berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisis dan antropometri , serta pemeriksaan biokimia . Ax dan Px  asupan makanan , berat badan (BB) sebelum sakit , penurunan BB, kurang atau hilangnya nafsu makan , mual dan muntah . Ada tidaknya ‘wasting’ otot dan hilangnya jaringan lemak subkutan . Antropometri  TB, BB, LLA dan Tebal Lipatan Kulit (TLK) yaitu cara yang mudah untuk menerangkan simpanan lemak , biasanya menggunakan ukuran lipatan kulit biseps dan triseps . Penilaian Indeks Masa Tubuh (IMT)

Penggolongan status gizi:

Penggolongan status gizi gizi baik bila BB/TB 90 – 110%, gizi kurang bila BB/TB 70 – <90%, dan gizi buruk bila BB/TB < 70%. Untuk kelebihan BB digolongkan menjadi gizi lebih bila BB/TB >110 – 120%, dan digolongkan obesitas bila BB/TB > 120%

Malnutrisi:

Malnutrisi Malnutrisi pada periode perioperatif  P enurunan BB, lambatnya penyembuhan luka , penurunan motilitas usus , edema, dehidrasi , ulkus dekubitus . Berkurangnya volume sirkulasi darah , konsentrasi protein serum, hemoglobin, dan elektrolit . Malnutrisi dapat setelah pembedahan misalnya kurangnya asupan makanan pada pasien keganasan , obstruksi saluran cerna , peningkatan kebutuhan nutrient, atau peningkatan losses pada fistel enterokutan , short bowel syndrome.

Penentuan kebutuhan nutrisi:

Penentuan kebutuhan nutrisi Kebutuhan kalori  Basal Energy Expenditure (BEE) Rumus Harris Benedict Perempuan : 65,5 + (9,6 x BB) + (1,7 x TB) (4,7 x umur ) Laki-laki : 66,0 + (1,7 x B B) + (5 x TB)(6,8 x umur ) Koreksi katabolisme y tinggi ( pasca trauma, pasca bedah , infeksi , sepsis  + ≥50% ≥150%

Slide 8:

Protein  1.2 – 1.5 g protein/ kgBB /hr penderita dg katabolisme y berat (trauma ganda , dan luka bakar Kalori  tidak lebih 6 gr / kgBB /hr Vitamin dan mineral  Vitamin C penting untuk penyembuhan luka dan perlu diberikan baik pre maupun pasca operasi . Vitamin K diberikan atas indikasi bedah misalnya pada keadaan usus halus tidak mampu mensintesis , atau gangguan konversi protrombin Na dan Cl berkurang bila terjadi mual , muntah , diare , anoreksia , diuresis atau gagal ginjal . Defisiensi besi  berhubungan dengan malnutrisi atau perdarahan .

Tata laksana cairan :

Tata laksana cairan Tiga hal pokok , yaitu terhadap defisit , kebutuhan rumat selama pembedahan , dan pengganti akibat kehilangan cairan selama pembedahan .

Defisit cairan:

Defisit cairan Dapat diperkirakan dari berat-ringannya dehidrasi Fase awal  sadar akan mengeluh haus , nadi biasanya meningkat sedikit , blm ada gangguan cairan & komposisinya scr serius.Kehilangan kira-kira 2% BB (1500 ml air) Fase moderat  rasa haus . Mukosa kering otot lemah , nadi cepat & lemah . Tjd pd kehilangan cairan 6% BB Fase lanjut / dehidrasi berat , ditandai adanya tanda shock cardiosirkulasi , terjadi pd kehilangan cairan 7-15 % BB. Kegagalan penggantian cairan dan elektrolit  kematian jk kehilangan cairan 15 % BB atau lebih .

Terapi cairan:

Terapi cairan a. Preoperatif Dewasa : 2 ml/ kgBB /jam BB > 20 kg : 60 ml + 1 ml/ kgBB Pada anak-anak : 4 ml/kg pd 10 kg BB I + 2 ml/kg untuk 10 kgBB II + ditambah 1 ml/kg utk BB sisanya .

Slide 12:

b. Selama pembedahan Terapi cairan selama operasi meliputi kebutuhan dasar cairan dan penggantian sisa defisit pra operasi ditambah cairan yang hilang selama operasi Pemberian cairan berdasarkan beratnya trauma pembedahan : Trauma ringan  2 ml/kg BB/jam u/ kebutuhan dasar ditambah 4 ml/kg BB/jam sbg pengganti akibat trauma pembedahan Trauma sedang 6 ml/kg BB/jam Trauma pembedahan berat 8 ml/kg BB/jam. 2,3 Cairan pengganti pd anak Trauma ringan 2 ml/kg BB/jam Trauma sedang 4 ml/ kgBB /jam Trauma berat 6 ml/ kgBB /jam

Slide 13:

Pemilihan jenis cairan intravena tergantung pada prosedur pembedahan dan perkiraan jumlah perdarahan . Perkiraan perdarahan : Mengukur jumlah darah di dalam botol suction ditambah perkiraan jumlah darah di kain kasa dan kain operasi Satu lembar duk dapat menampung 100 – 150 ml darah Kain kasa ditimbang sebelum dan setelah dipakai , dimana selisih 1 gram = 1 ml darah . Pemeriksaan hematokrit dan hemoglobin secara serial

authorStream Live Help