Bhn DiSkusi swasembada pangan ... Jatim

Views:
 
     
 

Presentation Description

Food scurity

Comments

Presentation Transcript

PowerPoint Presentation:

PERCEPATAN SWASEMBADA DAN SWASEMBADA BERKELANJUTAN LIMA KOMODITAS PANGAN STRATEGIS 2 014 Pengantar Diskusi Pokja DKP Provinsi Jawa Timur 2013

PROGRAM STRATEGIS KEMENTERIAN PERTANIAN 2010-2014 :

PROGRAM STRATEGIS KEMENTERIAN PERTANIAN 2010-2014 Empat (4) Sukses : Swasembada berkelanjutan Diversifikasi pangan Nilai tambah , daya saing dan ekspor Peningkatan kesejahteraan petani Tujuh (7) GEMA Revitalisasi Pertanian Lahan Perbenihan dan perbibitan Infrastruktur dan sarana Peningkatan kualitas SDM Pembiayaan Petani Kelembagaan petani Teknologi dan industri hilir

PowerPoint Presentation:

INDEKS SWASEMBADA LIMA PANGAN STRATEGIS No Komoditas (ribu ton) 2011*) 2012**) 1 Beras Produksi 36.969 38.767 Kebutuhan 33.045 33.035 Indeks swasembada 111,87 117,35 2 Jagung Produksi 17.643 18.961 Kebutuhan 15.272 16.097 Indeks swasembada 115,52 117,79 3 Kedelai Produksi 851 783 Kebutuhan 2.122 2.246 Indeks swasembada 40,10 34,84 4 Daging sapi Produksi 292.45 399.32 Kebutuhan 449.31 484.07 Indeks swasembada 65,09 82,49 5 Tebu/gula Produksi 2.230 2.660 Kebutuhan 2.790 2.850 Indeks swasembada 79,93 93,33 Capaian Indeks Swasembada Komoditas Pangan Utama 2011 -2012 Ket : *) ATAP 2011 **) ARAM II 2012 (BPS) untuk padi , jagung dan kedelai , dan prognosa untuk daging sapi dan gula Indeks Swasembada : produksi / kebutuhan Sumber : Suryana (2012)

PowerPoint Presentation:

Padi: produksi 66,68 juta ton pada tahun 2010, menjadi 81,70 juta ton di tahun 2014 (surplus 10 juta ton beras). Jagung : produksi 19,80 jt t (2 010 ) , 17,6 jt t (2011), menjadi 29 juta ton di tahun 2014. A. SWA BERKELANJUTAN B. SWASEMBADA Kedelai : produksi 1,3 Juta ton pada tahun 2010, menjadi 2,7 juta ton di tahun 2014. Sumber: Dirjend TP, 2012

PowerPoint Presentation:

Sumber: Dinas Pertanian Prov Jatim, 2012

PowerPoint Presentation:

SWASEMBADA DAGING SAPI KERBAU 2014 5 Kegiatan Pokok 20 Propinsi Prioritas Kelompok I Daerah prioritas IB yaitu Jabar , Jateng , D.I.Y, Jatim dan Bali. Kelompok II Daerah Prioritas Pengembangan Campuran IB dan Kawin Alam yaitu NAD, Sumut , Sumbar , Sumsel , Lampung, Kalbar , Kalsel , NTB, Sulsel , Gorontalo , Jambi dan Riau. Kelompok III Daerah Prioritas Kawin Alam yaitu Propinsi NTT, Sulteng dan Sultra . 13 Propinsi Pengembangan Baru Kepri , Babel, Bengkulu, Banten , DKI Jakarta, Kalteng , Kaltim , Sulbar , Sulut , Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat. 33 Propinsi Target Pencapaian Swasembada Daging Sapi Kerbau Tahun 2014 13 Kegiatan Operasional Pengembangan usaha pembiakan dan penggemukan sapi lokal Pengembangan pupuk organik dan biogas Pengembangan integrasi ternak sapi dan tanaman Pemberdayaan dan peningkatan kualitas RPH Optimalisasi IB dan InKA Penyediaan dan pengembangan pakan dan air Penanggulangan gangguan reproduksi dan peningkatan pelayanan kesehatan hewan Pengendalian / Penyelamatan sapi / kerbau betina produktif Penguatan wilayah sumber bibit dan kelembagaan usaha pembibitan Pengembangan pembibitan sapi potong melalui VBC Penyediaan bibit melalui subsidi bunga (Program KUPS) Pengaturan stock sapi bakalan dan daging Pengaturan distribusi dan pemasaran sapi dan daging 90% 10% Total permintaan 2014: 561,6 rb ton Penyediaan daging sapi produksi lokal (ribu ton) 2010 : 195.8 2011 : 292,4 2012 : 3 99,3 2013 : 449,3 2014 : 507,1 Impor (ribu ton): a) Sapi bakalan setara da ging 2010 : 101,2 2011 : 76,8 2012 : 55,0 2013 : 41,6 2014 : 31,5 b) Daging 2010 : 120,0 2011 : 80,0 2012 : 29,7 2013 : 30,5 2014 : 23,1 Sumber:Blueprint PSDSK 1. Penyediaan bakalan/daging sapi lokal 2. Peningkatan provitas dan reproduktivitas ternak sapi lokal 3. Pencegahan pemotongan sapi betina produktif 4. Penyediaan bibit sapi 5. Pengaturan stock daging sapi dalam negeri

PowerPoint Presentation:

No Uraian 2010 2011 2012 2013 2014 I Konsumsi 1 Per kapita per tahun (kg) 1.76 1.87 2.09 2.22 2.36 2 Total konsumsi (1000 ton) 417.04 449.31 509.89 549.67 593.04 II Penyediaan daging (1000 ton) 417.04 449.31 509.89 549.67 593.04 1 Produk lokal 195.82 292.45 414.87 474.41 534.76 2 101.23 221.23 156.85 95.02 75.26 58.28 Propinsi impor daging (%) 53.05 34.91 18.63 13.69 9.83 a. Ex sapi bakalan (daging) 101.23 76.85 57.01 45.16 34.97 Setara ekor 520,000 394,800 28,.948 226,501 175,407 b Daging 120.00 80.00 38.01 30..11 23.31 III Share Penyediaan (%) 1 Produk lokal 46.95 65.09 81.37 86.31 90.17 2 Impor 53.05 34.91 18.63 13.69 9.83 IV Populasi (ekor) 16,319,233 17,090,051 17,946,114 18,806,907 19,715,293 1 Sapi potong 14,434,927 15,175,179 15,995,946 16,816,218 17,678,242 2 Sapi Perah 582,207 603,852 630,326 661,353 697,537 3 Kerbau 1,302,100 1,311,021 1,319,842 1,329,336 1,339,517 Keterangan Meat yield : 170,14 kg/ekor, bobot potong 345,82 kg/ekor, persentase karkas 50,845 (Ditjen Peternakan dan Keswan 2012) Meat y ield sapi bakalan eks impor : 199,37 kg/ekor ( S umber Harapan IPB, 2005 dan Huluman, dkk IPB, 2001) ROAD MAP PSDSK 2014 Sumber: Dinas Peternakan Prov Jatim, 2012

PowerPoint Presentation:

32 PG di Jatim REVITALISASI PG

PowerPoint Presentation:

DIVERSIVIKASI PANGAN

PowerPoint Presentation:

Kualitas hidup yang baik dapat menurunkan beban biaya perawatan kesehatan yang saat ini paling tinggi di antara komponen beban biaya hidup lainnya. Untuk Sehat Harus Menerapkan Konsumsi Pangan Beranekaragam Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) – Harus memenuhi TRIGUNA MAKANAN TRIGUNA MAKANAN Sumber Tenaga (KH, Lemak) Serealia ………………………. 50% Umbi2an ………………………. 6% Minyak&Lemak ……………. 10% Biji buah & berminyak …. 3% Gula ………………………………. 5% Sumber Pembangun (Protein) 1.Pangan hewani …………..12% 2.Kacang2an …………………. 6% Sumber Pengatur (Vita-Mineral) Lain-lain 1.Sayur & Buah ……………...6% 1.Bumbu & Minuman ……….3% 33,3 33,3 33,3

PowerPoint Presentation:

2010 2011 2012 2013 2014 2015 SKOR PPH ROAD SKOR PPH DAN KONSUMSI BERAS Konsumsi beras

PowerPoint Presentation:

KELAS KARAKTERISTIK KEGIATAN YANG DIUPAYAKAN Menengah ke atas Pendapatan tinggi Konsumsi bisa memilih Jangkauan luas memungkinkan konsumsi yang bervariasi Memberi pengertian mengenai konsumsi B2SA serta penurunan konsumsi beras Menengah Pendapatan naik turun Konsumsi naik turun Jangkauan terbatas sehingga konsumsi bersifat situasional Memberi pengertian mengenai pangan 2BSA dan kualitas konsumsi Penurunan konsumsi beras KRPL Menengah ke bawah Pendapatan rendah Konsumsi beras tinggi Konsumsi protein rendah Memberi pengertian mengenai pangan 2BSA dan PPH KRPL Miskin Pendapatan rendah-sangat rendah Konsumsi beras rendah , Konsumsi Jagung dan umbi-umbian standar Konsumsi protein rendah Bantuan langsung KRPL Memberi pengertian tentang pangan sehat SASARAN P2KP Sumber: BKP Prov Jatim, 2012

PowerPoint Presentation:

Kemandirian pangan, utamanya untuk pemenuhan kebutuhan pangan pokok. Peningkatan penganekaragaman produksi dan konsumsi pangan dengan optimalisasi sumberdaya lokal. Peningkatan produksi dan produktivitas pangan dengan pemanfaatan teknologi “climate-smart”. Pemenuhan aneka ragam permintaan pangan/makanan dengan menggali dan mengembangkan kearifan lokal (disandingkan dengan kuliner/makanan global) Pengendalian volatilitas pasokan dan harga pangan, terutama pangan pokok Pemberian bantuan pangan bagi masyarakat rawan pangan dan gizi, keadaan darurat, dan kelompok khusus (ibu hamil, balita) Peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mengkonsumsi pangan yang B2SA Pelibatan secara intensif swasta dan masyarakat dalam pencapaian ketahanan pangan dan perbaikan gizi masyarakat Perspektif Kebijakan P E N U T U P

PowerPoint Presentation:

TERIMA KASIH

authorStream Live Help