Inovasi dalam film indie

Views:
 
Category: Entertainment
     
 

Presentation Description

Film indie, ganesha film festival 2010

Comments

Presentation Transcript

Inovasi Dalam Film Indie : 

Inovasi Dalam Film Indie Togar M. Simatupang Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung Senin, 10 Agustus 2009 Disajikan pada acara Sosialisasi & Diskusi Inovasi Teknologi Perfilman Genesha Film Festival 2010

Kilasan : 

Kilasan Apa itu kreativitas? Gerakan besar: Ekonomi Digital Industri Kreatif Indonesia Inovasi Inovasi Dalam Film Inovasi Dalam Film Indie Penutup 2

Kreativitas dan Inovasi : 

Kreativitas dan Inovasi 3

Slide 4: 

4 Kreativitas!!! Barang Hebat Pengalaman Hebat Layanan Hebat

Slide 5: 

5 Bagaimana mendorong manusia menjadi kreatif?

Slide 6: 

6 Kreativitas dan Inovasi

Ekonomi Digital : 

Ekonomi Digital 7

Slide 8: 

Ekonomi Digital Kreatif Digital = Kreativitas + Teknologi Digital Ekonomi Digital = Kreatif Digital + E-Commerce 8

Slide 9: 

Konten Kreatif Digital 9

Slide 10: 

MENUJU KONVERGENSI 10

Industri Kreatif : 

Industri Kreatif 11

Slide 12: 

12 Industri Kreatif Industri yang unsur utamanya adalah kreativitas, keahlian dan talenta yang berpotensi meningkatkan kesejahteraan melalui penawaran kreasi intelektual. Industri kreatif terdiri dari penyediaan produk kreatif langsung kepada pelanggan dan pendukung penciptaan nilai kreatif pada sektor lain yang secara tidak langsung berhubungan dengan pelanggan. Produk kreatif mempunyai ciri-ciri: siklus hidup yang singkat, risiko tinggi, margin yang tinggi, keanekaragaman tinggi, persaingan tinggi, dan mudah ditiru.

Slide 13: 

13 Komponen Industri Kreatif Industri Kreatif: Modal Intelektual TEKNOLOGI SENI BISNIS BUDAYA

Slide 14: 

Ekonomi Kreatif “Ekonomi kreatif memiliki potensi menciptakan pendapatan dan lapangan kerja dengan mendorong keterlibatan sosial, keanekaragaman budaya, dan pembangunan manusia” Laporan Ekonomi Kreatif, PBB (2008) 14

Slide 15: 

DESKRIPSI UMUM INDUSTRI KREATIF Industri Kreatif adalah industri yang bersumber pada kreativitas, keahlian & bakat individu yang memiliki potensial untuk menciptaan kesejahteraan dan kesempatan kerja melalui penggunaan intellectual property and content (UK Creative Industries Taskforce, 1998) 15 15 Sumber: Departemen Perdagangan RI

Slide 16: 

16 Sumber: Departemen Perdagangan RI

Slide 17: 

KONTRIBUSI EKONOMI INDUSTRI KREATIF 17 Annual Growth 5,7% Indonesia 6,3% GDP from Creative Industry 104,73 trillion rupiah Periode studi tahun 1997-2000 di beberapa negara: Kontribusi GDP IK berkisar antara 2,8% (Singapura) sampai dengan 7,9% (Inggris) Pertumbuhan PDB industri kreatif berkisar antara 5,7% (Australia) dan 16% (Inggris) Tingkat partisipasi tenaga kerja berkisar antara 3,4% (Singapura) sampai dengan 5,9% (US). Studi Pemetaan Industri Kreatif Departemen Perdagangan 2007 Penyerapan tenaga kerja mencapai 5,4 juta pekerja dengan tingkat partsipasi 5,8% Nilai ekspor mencapai 81,4 triliun rupiah dan berkontribusi sebesar 9,13% terhadap total nilai ekspor nasional (pertumbuhan nominal ekspor) 17 Sumber: Departemen Perdagangan RI

Slide 18: 

TAHAPAN PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF DEPDAG Penyempurnaan kualitas & diseminasi informasi mengenai industri kreatif, misalnya dengan melakukan kajian secara komprehensif, pembangunan database, serta sistem informasi yang memadai Jika sistem informasi telah dikembangkan dengan baik, maka perlu dibuat target pengembangan yang lebih baik untuk meningkatkan pelayanan yang diberikan oleh departemen perdagangan ke IK khususnya Jika tingkat permintaan sudah relatif stabil, maka fokus kegiatan berikutnya adalah penciptaan inovasi produk dengan menciptakan desain-desain baru, baik yang memiliki identitas lokal maupun bersifat kontemporer Upaya perlu dilakukan secara terencana untuk menciptakan & menstabilkan tingkat permintaan, meningkatkan produktivitas & efisiensi usaha hingga mencapai tingkat tertinggi Agar produk kreatif yang diciptakan dan dibuat di Indonesia tetap melekat di benak konsumen, maka perlu dilakukan upaya branding secara intensif sehingga akan terbentuk keunggulan kompetitif jika dibandingkan dengan produk lainnya yang sejenis 18 Sumber: Departemen Perdagangan RI

Slide 19: 

PRIORITAS PENGEMBANGAN IK Tetapi dalam kegiatan-kegiatan promosi yang dilakukan oleh Departemen Perdagangan Republik Indonesia, baik di dalam maupun di luar negeri tidak akan menutup kemungkinan bahwa Departemen Perdagangan RI akan memfasilitasi seluruh pelaku industri kreatif untuk ikut serta dalam kegiatan promosi tersebut. PERTIMBANGAN PEMILIHAN SUBSEKTOR Alun-alun Indonesia Agnes Caroline 19 Sumber: Departemen Perdagangan RI

Slide 20: 

TAHUN INDONESIA KREATIF 2009 Kegiatan yang dipayungi oleh Tahun “Indonesia Kreatif” meliputi kegiatan yang dilakukan oleh Pemerintah (Departemen Terkait/ Pemerintah Daerah), Intelektual dan inisiatif-inisiatif kegiatan yang dilakukan oleh komunitas-komunitas di bidang kreatif di beberapa daerah Bentuk kegiatan Tahun INDONESIA KREATIF: PAMERAN : 14 Sub Sektor Ekonomi Kreatif FESTIVAL : Film, Fesyen, Musik SEMINAR/ KONVENSI : 14 Sub Sektor Ekonomi Kreatif PENGHARGAAN : 14 Sub Sektor Ekonomi Kreatif CARNAVAL : Fesyen ART PERFORMANCE : Seni Pertunjukan, Musik 20 Sumber: Departemen Perdagangan RI

Slide 21: 

Peta Jalan Pengembangan Subsektor Film 21 Sumber: Departemen Perdagangan RI

Slide 22: 

Target: Peningkatan Industry Attractiveness Menembus Hollywood NEXT Pasar Domestik 22 Sumber: Departemen Perdagangan RI

Industri Kreatif Film : 

Industri Kreatif Film 23

Sejarah Perfilman : 

Sejarah Perfilman Early Cinematic Origins: Pre 1920 1920: The Pre-Talkies and Silent 1930: The Talkies and ‘The Golden Age of Hollywood’ 1940:The War and Post-War Years 1950:The Cold War and Post-Classical Era 1960:The End of the Hollywood Studio System, and the Era of Independent, Underground Cinema 1970:The Last Golden Age of American Cinema (the American "New Wave"), and the Advent of the Block-buster Film 1980:Teen-Oriented Angst Films, and the Dawn of the Sequel, with More Blockbusters 1990:The Era of Mainstream Films and Alternative or Independent Cinema; and the Rise of Computer-Generated Films; also the Decade of Remakes, Re-releases, and More Sequels 2000:The New Millennium 24

Ekonomi Makro Film : 

Ekonomi Makro Film Pembuatan-film pada umumnya masih bersifat entrepreneurial. Rasio sukses untuk studio atau distributor jauh lebih baik dari pada partisipan individu. Star Wars mendapatkan laba lebih dari $150 juta terhadap investasi awal sebesar $11 juta. Sumber: Harold L. Vogel (2007), Entertainment Industry Economics – a Guide for Financial Analysis, 7th ed., Cambridge University Press. 25

Sumber-sumber pendanaan : 

Sumber-sumber pendanaan Tipe pendanaan Pendanaan pembuatan film pada umumnya jatuh pada salah satu dari tiga kategori berikut:   Sumber industri – studio development and in-house production deals, financings by independent distributors, talent agencies, laboratories, completion funds, television networks, pay cable, and home video distributors. Peminjam – banks, insurance companies and distributors. Investor Langsung – public and private funding pools arranged in a variety of organizational patterns. 26

Jenis-Jenis Film : 

Jenis-Jenis Film FILM DOKUMENTER (Berpijak pada realita) National Geography, Animal Planet, dsb. FILM CERITA PENDEK Durasi < 60 menit: eksperimen mahasiswa FILM CERITA PANJANG Durasi 90-180 menit FILM JENIS LAIN TV Programme, Reality Show, Video Klip, News, Iklan TV, Company Profile, dll. 27

Tahapan Pembuatan Film : 

Tahapan Pembuatan Film PENGEMBANGAN PRA PRODUKSI PRODUKSI PASCA PRODUKSI Plus EKSIBISI atau PROMOSI DISTRIBUSI 28

Format Film : 

Format Film FILM: 8 mm, 16 mm, 35 mm (lebar pita seluloid, semakin lebar semakin baik) VIDEO: VHS, U Matic, Betacam SP, Betacam digital, MiniDV, DVCAM, HDV,dsb. 29

Film Indie : 

Film Indie Keaslian Otentik Idealisme Hobby Eksplorasi Eksperimen Berani Kritis 30 Produksi dan Distribusi tidak melalui mainstream atau agen komersial. Tidak selalu identik dengan murahan, amatiran, atau kualitas apa adanya!

Masalah Industri Kreatif Film : 

Masalah Industri Kreatif Film 31

Masalah Industri Kreatif Film : 

Masalah Industri Kreatif Film Kurangnya prasarana, peraturan, dan ruang kreatif Kurangnya alternatif pendanaan dan distribusi. Kurangnya inovasi. Kurangnya keanekaragaman. 32

Peralatan Mahal : 

Peralatan Mahal 33 BUKAN HANYA TEKNOLOGI SINEMATOGRAFI, JUGA: CERITA PENYUNTINGAN DISTRIBUSI LENSA? MOVING DOLLY? KAMERA?

Inovasi Dalam Film Indie : 

Inovasi Dalam Film Indie 34

INOVASI DALAM FILM : 

INOVASI DALAM FILM Produksi dan Distribusi: Digital dan Internet Eksplorasi: Realitas Sosial dan Nilai-nilai Budaya Lokal Ekspresi: seni dan proses pelakonan Imajinasi: Cerita, Lokasi, Musik ilustrasi, Suara, Kualitas Gambar Komunikasi: Pencitraan 35

Komponen Teknologi(Atlas Project, 1989) : 

Komponen Teknologi(Atlas Project, 1989) Technoware  peralatan manual, mesin otomatis, fasilitas terintegrasi Humanware  kemampuan: operasional, memproduksi, memperbaiki, adaptasi, inovasi Infoware  menilai, menjelaskan, menggunakan fakta, melakukan klasifikasi Orgaware  individual, kelompok, organisasi, industri, nasional 36

Komponen Teknologi(Zeleny, 1986) : 

Komponen Teknologi(Zeleny, 1986) Hardware: struktur fisik dan tata letak peralatan atau mesin yang digunakan untuk menyelesaikan tugas Software: pengetahuan bagaimana menggunakan perangkat keras untuk menyelesaikan tugas Brainware: Alasan-alasan menggunakan teknologi dengan cara tertentu 37

Interaksi Teknologi dan Pasar : 

Interaksi Teknologi dan Pasar 38

Inovasi Teknologi : 

Inovasi Teknologi 39

Slide 40: 

Contoh Inovasi Teknologi Dalam Film and Video 1888 - Thomas Edison develops motion picture camera 1903 - 1927 silent film era (Silent film conveyed plot with expressions, actions, and subtitles, before sound technology 1927 - Revolutionary talking pictures : Warner Brothers, made the commitment to develop sound technology and with the help of AT&T’s Western Electric company, created short talking film clips, called The Vitaphone Talkies were films with synchronized soundtracks, which emphasized dialog, singing, and music 40

Ketersediaan teknologi digital untuk mengasah talenta : 

Ketersediaan teknologi digital untuk mengasah talenta 41

Peningkatan Keberagaman : 

Peningkatan Keberagaman Fiksi-ilmiah Militer Fantasi 42 Lainnya? Sejarah, Horor, Aksi, dll.

Cara Berinovasi Teknologi : 

Cara Berinovasi Teknologi 43

Pengecekan Arah Inovasi : 

Pengecekan Arah Inovasi Apakah ada kesenjangan (masalah yang hendak dipecahkan)? Misalnya: alat bantu, anggaran, lokasi, dll. Economic test! Apakah alternatif solusi (teknologi) dan apa solusi yang terbaik? Apakah ada nilai tambah? Nilai = ([service*quality]/[time*cost]) Technological proven! Siapa saja yang memerlukan solusi ini? Customer/user test! 44

Caranya? : 

Caranya? Bergabung dengan komunitas baik fisik (mis. Rumah Sinema, Kinoki, Sevenenders, Movie Box, Taman Budaya Yogyakarta) maupun maya (misalnya: www.filmutea.com, www.filmalternatif.org, www.filmpendek.com, www.chip.co.id/workshop, dll.) Belajar dan berlatih Mencari celah Melakukan percobaan Ikut dalam festival Perhatikan teknologi & bisnis 45

Slide 46: 

46

Kamera Alternatif:High Definition Camera : 

Kamera Alternatif:High Definition Camera 47

Alternatif Dolly & Lightning : 

Alternatif Dolly & Lightning 48

Alternatif Editing : 

Alternatif Editing 49

Alternatif Distribusi : 

Alternatif Distribusi Mainstrem/distributor komersial Komunitas Sekolah/kampus Internet: Video on demand, pay for download, etc. Keping atau DVD Hotel Dll. 50

Contoh : 

Contoh 51

Kara Anak Sebatang Pohon : 

Kara Anak Sebatang Pohon Festival Film Cannes Sutradara muda Indonesia: Edwin Durasi 9 menit Ladya Cheryl sebagai tokoh utama Lokasi syuting di Gunung Semeru Perlawanan atas kapitalisme dan protes terhadap eksploitasi media Tema nihilisme dalam kapitalisme 52

Identitas : 

Identitas Film indie pertama di bioskop Sutradara Aria Kusumadewa Durasi: 86 menit Tokoh Adam (Tio Pasukadewa) Konflik batin dalam realitas sosial yang diskriminatif Tema: kehidupan kota yang getir 53

Kesimpulan : 

Kesimpulan 54

Penutup : 

Penutup Masalah kita: Kurangnya prasarana, peraturan, dan ruang kreatif Kurangnya alternatif pendanaan dan distribusi. Kurangnya inovasi. Kurangnya keanekaragaman. Inovasi bukan hanya dalam kreasi, produksi, dan distribusi tetapi juga imajinasi, eksplorasi, dan komunikasi. 55

Terima Kasih : 

Terima Kasih 56