Pengembangan Ekonomi Kreatif Untuk Menangani Pengangguran di Jawa Barat :Pengembangan Ekonomi Kreatif Untuk Menangani Pengangguran di Jawa Barat Togar M. Simatupang
Leo Aldianto
Sekolah Bisnis dan Manajemen
Institut Teknologi Bandung
19 Maret 2009
Daftar Isi :Daftar Isi Pengangguran
Strategi Penanganan Pengangguran
Ekonomi Kreatif
Peta Dunia
Peta Nasional
Peta Jabar
Konsep
Rekomendasi
Penutup
Pengangguran :Pengangguran Pengangguran:
tidak mempunyai kesempatan untuk menyumbang bagi kehidupan dan kesejahteraan masyarakat.
Kehilangan pekerjaan
Pengangguran bukan soal statistik melainkan menyangkut manusia:
Kelangsungan hidup
Ketegangan dan konflik dalam kehidupan
Depresi dan pesimisme
Pemborosan talenta dan keterampilan
Pengangguran Terbuka Februari 2008: Jabar ïƒ 2,26 juta orang :Pengangguran Terbuka Februari 2008: Jabar ïƒ 2,26 juta orang
Pengangguran Kawula Muda :Pengangguran Kawula Muda
Sekilas Ekonomi Kreatif :Sekilas Ekonomi Kreatif
Ekonomi Kreatif :Ekonomi Kreatif
Slide 8:8 SEKILAS EKONOMI KREATIF Distribusi dan Pasar
Media
Panggung Pertunjukan
Pagelaran
Festival
Penjual Antara
Ritel
Perpustakaan dan
Museum Produksi
Hiburan
Film & Video Production
Music production
Performing Arts
Computer Games
Radio and TV
Perpustakaan
Spoken Word
Books • Newspapers
Periodicals
Seni Visual
Artisans and Crafts
Foundries
Seni Kulinari
Food Processing
Restaurants • Caterers
Desain
Graphic Design
Advertising • Printing
Warisan
Construction Trades
Millwork
Ornamental mfg. Kreasi
Pengarang
Pelukis
Koki
Pematung
Fotografer
Koreografer
Artisan
Desainer Interior
Arsitek Taman
Desainer Grafis
Arsitek
Komposer
Pengarang Lagu
Musikus Kota
Nasional
Internasional Sistem Pendukung
Jasa • Pendidikan • Pemerintah • Jejaring KREATIFEKONOMI DEFINISI
Peta Dunia :Peta Dunia Industri Kreatif Dunia 1999 =
$2240 milyar!
Slide 10:10 Perbandingan Industri Kreatif di Beberapa Negara
Peta Nasional :Peta Nasional
Slide 12:12 Sektor Industri Kreatif menurut Mari Elka Pangestu (Bisnis Indonesia, 24/10/2007) Periklanan
Arsitektur
Pasar Seni dan Antik
Kerajinan
Desain
Desain Fesyen
Film, Video, dan Fotografi
Permainan Interaktif
Musik
Seni Pertunjukan
Penerbitan dan Percetakan
Jasa Komputer dan Piranti Lunak
Televisi dan Radio
Riset dan Pengembangan
Slide 13:13 Temuan Studi Kontribusi Ekonomi Kreatif Indonesia (Mari Elka Pangestu) Industri kreatif Indonesia menyumbangkan sekitar 5,67% dari PDB Indonesia pada tahun 2006
Nilai tambah bruto sekitar 104,787 miliar rupiah
Jumlah tenaga kerja 4.902.387 orang
Tingkat partisipasi pekerja sebesar 5,14%
Produktivitas tenaga kerja sebesar 21.775 ribu rupiah per pekerja
Nilai ekspor sekitar 81.428 miliar rupiah
Pertumbuhan ekspor sebesar 4,67%
Persentase ekspor terhadap ekspor nasional sebesar 9,13%.
Jumlah perusahaan sekitar 2.188.815
Pertumbuhan jumlah perusahaan sebesar 12,38%
Pesentase jumlah perusahaan terhadap total perusahaan adalah 5,17%
Nilai Tambah Ekonomi Industri Kreatif Indonesia Tahun 2006 :14 Nilai Tambah Ekonomi Industri Kreatif Indonesia Tahun 2006 FESYEN : Rp 46 triliun (44,18%)
KERAJINAN : Rp 29 triliun (27,72%)
PERIKLANAN : Rp 7 triliun (6,82%)
TELEVISI DAN RADIO
ARSITEKTUR
MUSIK
PERCETAKAN DAN PENERBITAN
DESAIN
PASAR SENI DAN BARANG ANTIK
JASA KOMPUTER DAN PIRANTI LUNAK
FILM & VIDEO
RISET DAN PENGEMBANGAN
HIBURAN INTERAKTIF
SENI PERTUNJUKAN
Perbandingan Kontribusi PDB Dengan Sektor Lain Tahun 2006 :15 Perbandingan Kontribusi PDB Dengan Sektor Lain Tahun 2006
Peta Jabar :Peta Jabar
Kontribusi Ekonomi Industri Kreatif Jabar (dalam juta Rupiah) :17 Kontribusi Ekonomi Industri Kreatif Jabar (dalam juta Rupiah)
Jumlah Tenaga Kerja pada Industri Kreatif di Jawa Barat dari tahun 2001-2005 :18 Jumlah Tenaga Kerja pada Industri Kreatif di Jawa Barat dari tahun 2001-2005
Prioritas Pengembangan Industri Kreatif Jabar :19 Prioritas Pengembangan Industri Kreatif Jabar Desain ïƒ Produk, Fesyen, Arsitektur, Periklanan
Kerajinan ïƒ Penyerapan tenaga kerja
Media Cetak ïƒ Pendidikan
Musik ïƒ Kawula Muda dan musik tradisional
Seni Pertunjukan ïƒ Warisan Budaya Parahyangan
Riset dan Pengembangan ïƒ Bandung Kota Pendidikan Sains, Teknologi, dan Seni
Slide 20:20 Penentu Daya Saing Industri Kreatif Kejelasan & Jaminan
Regulasi & Hukum Riset & Informasi Kreasi Produksi Distribusi Pemasaran Penciptaan Nilai Penyampaian Nilai Komunikasi Nilai Rantai Nilai Industri Kreatif Komunitas Kreatif IKLIM INDUSTRI KREATIF Industri Pendukung dan Terkait RANTAI PENAWARAN RANTAI PERMINTAAN
Slide 21:21 Iklim
bertumbuh:
Kebijakan
Industri
Kreatif Tujuan:
Produktivitas
dan
Daya Saing
Industri
Kreatif Sisi
permintaan:
Komersialisasi,
Promosi,
Distribusi,
Edukasi Kompetensi:
Pengembangan
SDM dan
Komunitas
Kreatif Sisi
penawaran:
Kreasi,
Produksi, dan
Merek Instrumen Pengembangan Ekonomi Kreatif di Jawa Barat Berbagi
Kepentingan:
Riset,
Informasi, dan
Forum
Slide 22:22 Komponen Cetak Biru(salah satu alternatif) Prasarana Aktivitas Tempat Aset Sistem pendukung kreatif: fasilitas, dana, pasar Pengalaman kreatif: peristiwa, festival, ekspo Pemandangan kreatif: gedung, sanggar Klaster kreatif: industri, organisasi, pekerja artistik DAN Modal Finansial: sumberdaya publik dan pribadi Modal Kreatif: Orang (memikat, melatih, dan menahan), Artis (kerjaan baru) Kepemimpinan: kepeloporan, sinergi, penghargaan Visibilitas: pemasaran dan membangun citra EKOLOGI KREATIF KEBIJAKAN Sumber: Columbus’ Creative Economy
Slide 23:23 Format Pengembangan Industri Kreatif PELAKU
UTAMA KEBUTUHAN UPAYA FAKTOR
PENENTU FAKTOR
PENDUKUNG MASYARAKAT PERUSAHAAN PEMERINTAH AKSES KE
INDUSTRI KREATIF
DAN PENINGKATAN
KESEJAHTERAAN KELESTARIAN
BUDAYA DAN
PENINGKATAN
DAYA SAING KEBERLANJUTAN
USAHA DAN
PASOKAN KARYA
KREATIF IMPLEMENTASI
CETAK BIRU
PEMBANGUNAN
INDUSTRI KREATIF KEARIFAN LOKAL,
PEKERJA KREATIF,
KOMUNITAS
KREATIF,
PEWIRAUSAHA
KREATIF,
WARISAN BUDAYA,
PARA DERMAWAN KEPASTIAN
PASAR RISET DAN
PENGEMBANGAN,
PROGRAM
PEMBANGUNAN
MASYARAKAT KEBIJAKAN
PUBLIK:
1. Komunitas Kreatif
2. Intelektual
3. Ekonomi
4. Pendidikan Kreatif
5. Tata Kota Kreatif
6. Jejaring Kota Kreatif
Rencana Strategis Pengembangan Industri Kreatif Jawa Barat :24 Rencana Strategis Pengembangan Industri Kreatif Jawa Barat
Ekonomi Kreatif dan Pengangguran :Ekonomi Kreatif dan Pengangguran Pendekatan Penanganan Pengangguran:
Individu dalam masyarakat ïƒ Pekerja kreatif yang dapat bekerja bagi orang lain atau bagi diri sendiri
Sektor pendidikan ïƒ Pekerja kreatif dan pewirausaha kreatif
Sektor swasta (bisnis) ïƒ Pekerja kreatif dan pewirausaha kreatif
Sektor komunitas ïƒ Pekerja kreatif dan pewirausaha
Penggerak ïƒ (1) Permintaan domestik: Cinta Produk Buatan Jabar dan (2) Permintaan eskpor ke kota lain atau negara lain (perlu riset)
Hirarki Pendekatan :26 Hirarki Pendekatan Tingkat NASIONAL:
Identitas Nasional
Promosi
Komitmen Nasional Tingkat PROVINSI:
Identitas Provinsi Tingkat KOTA:
Identitas Kota & Prasarana
Kebijakan Modal Kreatif
Komunitas Kreatif
Pekerja Kreatif
Pewirausaha Kreatif
Pendidikan Kreatif Operasional Strategis Taktikal
Konsep Pengembangan Ekonomi Kreatif (1) :KOTA PROVINSI JABAR Konsep Pengembangan Ekonomi Kreatif (1) NASIONAL INTERNASIONAL ANTAR KOTA INTRA KOTA PRODUK KREATIF KAPASITAS SUMBERDAYA
Konsep Pengembangan Ekonomi Kreatif (2) :INDIVIDU KOMUNITAS Konsep Pengembangan Ekonomi Kreatif (2) PEWIRAUSAHA BISNIS PEKERJA KREATIF PASAR Berinovasi Bertumbuh Berlatih Berkembang Terampil Berkembang
Slide 29:29 Spiral Ekonomi Kreatif Kewirausahaan
Kreatif Usaha/Produk
Kreatif Baru Industri
Kreatif Ekonomi
Kreatif Kesejahteraan
Kualitas Hidup
Penyerapan Tenaga Kerja
Pembangunan Manusia
Pengembangan Kota 1. Periklanan
2. Arsitektur
3. Pasar Seni dan Antik
4. Kerajinan
5. Desain
6. Desain Fesyen
7. Film
8. Musik
9. Seni Pertunjukan
10. Penerbitan
11. Riset dan Pengembangan
12. Jasa Komputer dan Piranti Lunak
13. TV dan Radio
14. Permainan Interaktif Komunitas
Kreatif Kepemimpinan
Kreatif
Tujuan Pembangunan Masyarakat :Tujuan Pembangunan Masyarakat Meningkatkan kapasitas kreatif untuk berpartisipasi dalam ekonomi kreatif
Mendukung pertumbuhan industri kreatif di kota-kota Jabar
Mendorong partisipasi komunitas dalam ekonomi kreatif
Mendukung perusahaan bisnis dalam pengembangan komunitas kreatif
Tantangan Jabar :Tantangan Jabar Bagaimana mengembangkan ruang kreatif dan mempererat jalinan kerjasama komunitas di Jabar dalam meningkatkan daya saing daerah?
Strategi melalui BUDAYA KREATIF Plus (K+)
= Jabar yang kreatif dan produktif
Model Perubahan: Jabar Kreatif PlusJabar yang kreatif dan produktif :Model Perubahan: Jabar Kreatif PlusJabar yang kreatif dan produktif Manusia Kreatif Tempat Kreatif Produk Kreatif Kualitas Hidup Lembaga, Nilai-nilai,
Peristiwa, Kota Kreatif Seni, Ide-ide Kesejahteraan Terampil , Berdaya saing
Mengapa peningkatan kapasitas kreatif? :Mengapa peningkatan kapasitas kreatif? Pembangunan = k · s
k = kapasitas
ekonomi, sosial, teknologi, dan politik– tingkat berfungsinya struktur sosial, ekonomi, politik, organisasi, dan kepemimpinan
r = sumberdaya
sumberdaya alam, lokasi, tenaga kerja, investasi modal, iklim kewirausahaan, transportasi, komunikasi, komposisi industri, teknologi, ukuran dan keterkaitan dengan pasar domestik dan ekspor
Saran Komitmen Jabar (1) :Saran Komitmen Jabar (1) Budaya Jabar: menghargai kreativitas dan seni bukan hanya meningkatkan kualitas hidup Provinsi Jabar, tetapi juga menguatkan jalinan kerjasama komunitas dalam menghasilkan gagasan-gagasan dan inovasi.
Pemimpin: memahami pentingnya kreativitas dalam komunitas dan ekonomi, membuat seni dan budaya sebagai prioritas pengembangan.
Sistem Pendidikan: menyiapkan anak-anak dan kawula muda mengembangkan kreativitas dan produktivitas.
Saran Komitmen Jabar (2) :Saran Komitmen Jabar (2) Komunitas: memperluas peluang dan ruang untuk interaksi kreatif dan ekspresi.
Bisnis: mendorong dan mengembangkan kreativitas para karyawannya dan masyarakat sekitar.
Penduduk: mengakui bahwa kreativitas dapat membangun komunitas dan menyediakan jaminan pekerjaan dalam ekonomi kreatif.
STRATEGI PENGEMBANGAN :STRATEGI PENGEMBANGAN KEPEMIMPINAN: kepemimpinan sipil, bisnis, dan komunitas dalam pengembangan seni, budaya, dan kreativitas
PARTISIPASI: keterlibatan kelompok-kelompok komunitas dan pendidikan formal dan informal
INVESTASI: dukungan keuangan untuk seni, kreativitas, dan desain komunitas
KOTA: ruang kreatif dan produk kreatif yang unik di masing-masing kota di Jabar
Program 1: Kepemimpinan Kreatif :Program 1: Kepemimpinan Kreatif Katalitas yang mendorong para pemimpin dalam mempromosikan seni, budaya, kreativitas, dan teknologi di Jabar
Program 2. Partisipasi Kreatif :Program 2. Partisipasi Kreatif Pemberdayaan komunitas kreatif
Jejaring kerjasama antar unsur-unsur komunitas kreatif
Pemberdayaan Kawula Muda Kreatif
Sektor Pendidikan terlibat dalam pelatihan kreatif: talenta ïƒ keahlian ïƒ produk kreatif ïƒ pekerjaan baru
Sektor Bisnis terlibat dalam pelatihan kreatif bagi karyawan dan masyarakat
Program 3: Investasi Kreatif :Program 3: Investasi Kreatif Pembiayaan – Inkubator, modal ventura, donatur, sponsor, malaikat bisnis, syariah, dana bergulir, skema swasta-pemerintah, dll.
Insentif – Pajak, keringanan, perijinan, dll.
Program 4: Kota Kreatif :Program 4: Kota Kreatif Ruang Kreatif – lingkungan yang mendorong berkembangnya dan kehadiran orang kreatif, munculnya gagasan-gagasan baru dan keinginan berdomisili di kota-kota utama Jabar
Bandung Kreatif – kota Bandung sebagai simpul kota kreatif di Jabar, sebagai percontohan bagi kota-kota lainnya di Jabar
Prioritas dan Pentahapan :41 Prioritas dan Pentahapan 2 0 0 8 2 0 1 0 2 0 1 5 Perbaikan Iklim Ekonomi Kreatif Pemantapan Citra Industri
Kreatif Indonesia Peningkatan Bisnis Kreatif dan
Lapangan Kerja Peningkatan Sumberdaya dan
Investasi
Indikator Keberhasilan :42 Indikator Keberhasilan Kualitas
Kehidupan Pemasaran Industri
Penghela Insentif dan
Sumberdaya Kapasitas
Kepemimpinan Komunitas
Produktif Akses
Permodalan Sumberdaya
Manusia Prasarana
Fisik * Perdagangan
* Turisme * Teknologi
* Talenta Kesejahteraan
Sosial Lingkungan Pajak
dan Peraturan Daya Saing
Kreatif Kinerja Ekonomi Klaster Industri Fondasi Program
Apa yang diharapkan akan terjadi? :43 Apa yang diharapkan akan terjadi? Iklim usaha yang
kondusif
Peningkatan
Kerjasama
Pasar yang
bergairah Peningkatan
lapangan kerja
Kedatangan
pekerja kreatif
(brain gain) Munculnya usaha
baru dari
industri dan
universitas Citra Kreatif
nasional dan
internasional
meningkat Peningkatan
investasi publik,
swasta, dan
internasional
langsung Perluasan pasar
dan produk Peningkatan
kemitraan baru Pendapatan
dan kemakmuran
meningkat
Terima Kasih :Terima Kasih