logging in or signing up cacat janin akibat obat dan zat makanan beracun TarunaIkrar Download Post to : URL : Related Presentations : Share Add to Flag Embed Email Send to Blogs and Networks Add to Channel Uploaded from authorPOINT lite Insert YouTube videos in PowerPont slides with aS Desktop Copy embed code: Embed: Flash iPad Copy Does not support media & animations WordPress Embed Customize Embed URL: Copy Thumbnail: Copy The presentation is successfully added In Your Favorites. Views: 833 Category: Education License: All Rights Reserved Like it (0) Dislike it (0) Added: September 01, 2010 This Presentation is Public Favorites: 0 Presentation Description No description available. Comments Posting comment... Premium member Presentation Transcript CACAT JANIN AKIBAT KERACUNAN OBAT DAN ZAT MAKANAN : CACAT JANIN AKIBAT KERACUNAN OBAT DAN ZAT MAKANAN Dr. Taruna Ikrar University of California, School of Medicine, Irvine, USA Timing of Organ Development(Embryological age) : Timing of Organ Development(Embryological age) Heart- 3-6 wks Upper limbs- 4-6 wks Lower limbs- 4-7 wks Neural tube- 2-4 wks Tube is closed by day 28. Periode yang rawan: Sumbing (Cleft Palate) : Periode yang rawan: Sumbing (Cleft Palate) Merupakan kelainan yang bersifat Irreversible. Ini juga berpengaruh pada perkembangan janin (pituitary growth as the palate and anterior pituitary) pada fase perkembangan jaringan janin. Anencephaly (Tidak terbentuknya Otak Janin) : Anencephaly (Tidak terbentuknya Otak Janin) Kegagalan pembentukan Otak, akan menyebabkan kematian Janin Slide 9: Schizencephaly Gambar kegagalan pembentukan Otak akan menyebabkan kegagalan perkembangan bagian otak lainnya (i.e., growth of the forebrain).. Slide 10: Janin dengan Alcohol Syndrome Gambaran: Growth retardation, neurodevelopmental abnormalities (fine motor skills, LD, behavior disorders, and mental retardation in 50%). Facial dysmorphia during embryonic period (week 4-8), CNS problems during the fetal period (migration problems, smaller dendrites, few neurons in brain regions) Kelainan Genetic lainnya: Chromosomal AbnormalitiesTrisomy 21: Down’s Syndrome : Kelainan Genetic lainnya: Chromosomal AbnormalitiesTrisomy 21: Down’s Syndrome Non-disjunction of the 21st Chromosome Trisomy 18 – Edward’s Syndrome : Trisomy 18 – Edward’s Syndrome Trisomy 13: Patau’s Syndrome : Trisomy 13: Patau’s Syndrome Gambaran: 0.1/1000 kelahiran Spina bifida & cleft palate CNS: Gangguan Sistem saraf pusat Retardasi Mental Life Span: 82% die in the first month, 5-10% die in first year. Autism : Autism Merupakan kelainan neurodegerative dengan ciri khas ganguan interaksi sosial dan komunikasi. Usia: umur 2 and 4 tahun (bahkan lebih muda) Gejala Autism : Gejala Autism Brain Areas Affected in Autism: Fusiform Face Area (FFA), Amygdala, Left Frontal Lobe, Left Temporal Lobe, and Cerebellum : Brain Areas Affected in Autism: Fusiform Face Area (FFA), Amygdala, Left Frontal Lobe, Left Temporal Lobe, and Cerebellum Prinsip Utama Teratogenesis : Prinsip Utama Teratogenesis Fase Perkembangan sel dan diferensiasinya (Susceptibility- periods of rapid cell division and differentiation) Usia Janin didalam kandungan (Embryological age) Teratogenic agents : Teratogenic agents 1) Drugs and chemicals2) Infectious agents3) Radiation4) Other Akibat Terpaparnya janin selama masa kehamilan terhadap teratogenik: : Akibat Terpaparnya janin selama masa kehamilan terhadap teratogenik: Kelainan struktural dan anatomi janin: Bibir sumbing (cleft), Ketidak lengkapan anggota tubuh (dysmelia), Lahir tanpa kepala (anencephaly), Kelainan jantung (ventricular septal defect). Mekanisme Kecacatan Janin : Mekanisme Kecacatan Janin Antagonisme asam folat (zat perkembangan /pertumbuhan) Gangguan stimulasi sel saraf (Sistem persarafan/regulasi tubuh janin), Gangguan endokrin Stres oksidatif. Gangguan pembuluh darah janin. Gangguan reseptor-spesifik yang dimediasi oleh enzim teratogenesis. Zat Makanan dan Obat-Obatan Penyebab Kecacatan Janin : Zat Makanan dan Obat-Obatan Penyebab Kecacatan Janin Obat-obatan dan zat kimia makanan/lingkungan telah diketahui dapat berakibat kecacatan janin, misalnya: Minuman beralkohol (etanol), jenis psikotropik dan narkotik (nitrazepam atau mogadon), hormon androgenik yang kadang digunakan sebagai obat pertumbuhan, Obat hipertensi (kaptopril, enalapril), obat penenang dan juga antiepilepsis seperti; diphenylhydantoin (Fenitoin, Dilantin, Epanutin), zat beracun berupa (bromida etidium, merkuri, antibiotik (tetrasiklin), demikian pula thalidomide. Radiasi: sinar X (foto Ro’gen), terapi radiasi , serta zat radioaktif lainnya. Infeksi selama masa kehamilan: bisa berupa infeksi virus (Sitomegalovirus, virus herpes, virus rubella, virus ensefalitis, HIV), atau infeksi bakteri (sifilis, Gonorrhea), dan parasit (toksoplasmosis). Ketidakseimbangan metabolism pada ibu hamil, berupa: diabetes, defisiensi atau kekurangan asam folat, kekurangan atau defisiensi zat yodium, demikian pula penyakit rematik dan kelainan jantung. Tembakau, Alkohol, dan Kafein yang berlebihan diketahui dapat berakibat buruk pada system pembuluh darah janin. Beberapa jenis obat jerawat, misalnya Isotretinoin dengan merek dagang Roaccutane telah diketahu sebagai suatu zat teratogen yang kuat dan dapat menyebabkan kecacatan serius pada janin. Pentingnya Pencegahan Kecacatan Dalam Fase Kehamilan : Pentingnya Pencegahan Kecacatan Dalam Fase Kehamilan Telah diketahui, bahwa hampir semua kecacatan pada janin, disebabkan oleh terpaparnya janin tersebut oleh zat atau faktor teratogenik dalam fase krisis sebelum kelahiran bayi. (50% wanita hamil pernah terpapar oleh obat selama kehamilannya). Anjurkan: Selama kehamilan, ibu hamil diharuskan untuk senantiasa menjaga diri untuk tidak mengkonsumsi berbagai jenis obat-obatan dan zat makanan yang bisa berdampak negatif terhadap perkembangan janin. Jika, ibu harus mengkonsumsi obat karena alasan tertentu (harus dalam pengawasan dokter) Ini semua dilakukan demi menjaga kesehatan dan perkembangan sang buah hati, sehingga kelak sang ibu akan kagum dan bahagia dengan buah hati yang dilahirkannya sebagai bayi sehat dan sempurna. TERIMAKASIH : TERIMAKASIH You do not have the permission to view this presentation. In order to view it, please contact the author of the presentation.
cacat janin akibat obat dan zat makanan beracun TarunaIkrar Download Post to : URL : Related Presentations : Share Add to Flag Embed Email Send to Blogs and Networks Add to Channel Uploaded from authorPOINT lite Insert YouTube videos in PowerPont slides with aS Desktop Copy embed code: Embed: Flash iPad Copy Does not support media & animations WordPress Embed Customize Embed URL: Copy Thumbnail: Copy The presentation is successfully added In Your Favorites. Views: 833 Category: Education License: All Rights Reserved Like it (0) Dislike it (0) Added: September 01, 2010 This Presentation is Public Favorites: 0 Presentation Description No description available. Comments Posting comment... Premium member Presentation Transcript CACAT JANIN AKIBAT KERACUNAN OBAT DAN ZAT MAKANAN : CACAT JANIN AKIBAT KERACUNAN OBAT DAN ZAT MAKANAN Dr. Taruna Ikrar University of California, School of Medicine, Irvine, USA Timing of Organ Development(Embryological age) : Timing of Organ Development(Embryological age) Heart- 3-6 wks Upper limbs- 4-6 wks Lower limbs- 4-7 wks Neural tube- 2-4 wks Tube is closed by day 28. Periode yang rawan: Sumbing (Cleft Palate) : Periode yang rawan: Sumbing (Cleft Palate) Merupakan kelainan yang bersifat Irreversible. Ini juga berpengaruh pada perkembangan janin (pituitary growth as the palate and anterior pituitary) pada fase perkembangan jaringan janin. Anencephaly (Tidak terbentuknya Otak Janin) : Anencephaly (Tidak terbentuknya Otak Janin) Kegagalan pembentukan Otak, akan menyebabkan kematian Janin Slide 9: Schizencephaly Gambar kegagalan pembentukan Otak akan menyebabkan kegagalan perkembangan bagian otak lainnya (i.e., growth of the forebrain).. Slide 10: Janin dengan Alcohol Syndrome Gambaran: Growth retardation, neurodevelopmental abnormalities (fine motor skills, LD, behavior disorders, and mental retardation in 50%). Facial dysmorphia during embryonic period (week 4-8), CNS problems during the fetal period (migration problems, smaller dendrites, few neurons in brain regions) Kelainan Genetic lainnya: Chromosomal AbnormalitiesTrisomy 21: Down’s Syndrome : Kelainan Genetic lainnya: Chromosomal AbnormalitiesTrisomy 21: Down’s Syndrome Non-disjunction of the 21st Chromosome Trisomy 18 – Edward’s Syndrome : Trisomy 18 – Edward’s Syndrome Trisomy 13: Patau’s Syndrome : Trisomy 13: Patau’s Syndrome Gambaran: 0.1/1000 kelahiran Spina bifida & cleft palate CNS: Gangguan Sistem saraf pusat Retardasi Mental Life Span: 82% die in the first month, 5-10% die in first year. Autism : Autism Merupakan kelainan neurodegerative dengan ciri khas ganguan interaksi sosial dan komunikasi. Usia: umur 2 and 4 tahun (bahkan lebih muda) Gejala Autism : Gejala Autism Brain Areas Affected in Autism: Fusiform Face Area (FFA), Amygdala, Left Frontal Lobe, Left Temporal Lobe, and Cerebellum : Brain Areas Affected in Autism: Fusiform Face Area (FFA), Amygdala, Left Frontal Lobe, Left Temporal Lobe, and Cerebellum Prinsip Utama Teratogenesis : Prinsip Utama Teratogenesis Fase Perkembangan sel dan diferensiasinya (Susceptibility- periods of rapid cell division and differentiation) Usia Janin didalam kandungan (Embryological age) Teratogenic agents : Teratogenic agents 1) Drugs and chemicals2) Infectious agents3) Radiation4) Other Akibat Terpaparnya janin selama masa kehamilan terhadap teratogenik: : Akibat Terpaparnya janin selama masa kehamilan terhadap teratogenik: Kelainan struktural dan anatomi janin: Bibir sumbing (cleft), Ketidak lengkapan anggota tubuh (dysmelia), Lahir tanpa kepala (anencephaly), Kelainan jantung (ventricular septal defect). Mekanisme Kecacatan Janin : Mekanisme Kecacatan Janin Antagonisme asam folat (zat perkembangan /pertumbuhan) Gangguan stimulasi sel saraf (Sistem persarafan/regulasi tubuh janin), Gangguan endokrin Stres oksidatif. Gangguan pembuluh darah janin. Gangguan reseptor-spesifik yang dimediasi oleh enzim teratogenesis. Zat Makanan dan Obat-Obatan Penyebab Kecacatan Janin : Zat Makanan dan Obat-Obatan Penyebab Kecacatan Janin Obat-obatan dan zat kimia makanan/lingkungan telah diketahui dapat berakibat kecacatan janin, misalnya: Minuman beralkohol (etanol), jenis psikotropik dan narkotik (nitrazepam atau mogadon), hormon androgenik yang kadang digunakan sebagai obat pertumbuhan, Obat hipertensi (kaptopril, enalapril), obat penenang dan juga antiepilepsis seperti; diphenylhydantoin (Fenitoin, Dilantin, Epanutin), zat beracun berupa (bromida etidium, merkuri, antibiotik (tetrasiklin), demikian pula thalidomide. Radiasi: sinar X (foto Ro’gen), terapi radiasi , serta zat radioaktif lainnya. Infeksi selama masa kehamilan: bisa berupa infeksi virus (Sitomegalovirus, virus herpes, virus rubella, virus ensefalitis, HIV), atau infeksi bakteri (sifilis, Gonorrhea), dan parasit (toksoplasmosis). Ketidakseimbangan metabolism pada ibu hamil, berupa: diabetes, defisiensi atau kekurangan asam folat, kekurangan atau defisiensi zat yodium, demikian pula penyakit rematik dan kelainan jantung. Tembakau, Alkohol, dan Kafein yang berlebihan diketahui dapat berakibat buruk pada system pembuluh darah janin. Beberapa jenis obat jerawat, misalnya Isotretinoin dengan merek dagang Roaccutane telah diketahu sebagai suatu zat teratogen yang kuat dan dapat menyebabkan kecacatan serius pada janin. Pentingnya Pencegahan Kecacatan Dalam Fase Kehamilan : Pentingnya Pencegahan Kecacatan Dalam Fase Kehamilan Telah diketahui, bahwa hampir semua kecacatan pada janin, disebabkan oleh terpaparnya janin tersebut oleh zat atau faktor teratogenik dalam fase krisis sebelum kelahiran bayi. (50% wanita hamil pernah terpapar oleh obat selama kehamilannya). Anjurkan: Selama kehamilan, ibu hamil diharuskan untuk senantiasa menjaga diri untuk tidak mengkonsumsi berbagai jenis obat-obatan dan zat makanan yang bisa berdampak negatif terhadap perkembangan janin. Jika, ibu harus mengkonsumsi obat karena alasan tertentu (harus dalam pengawasan dokter) Ini semua dilakukan demi menjaga kesehatan dan perkembangan sang buah hati, sehingga kelak sang ibu akan kagum dan bahagia dengan buah hati yang dilahirkannya sebagai bayi sehat dan sempurna. TERIMAKASIH : TERIMAKASIH