Litosfer , Pedosfer, Atmosfer

Views:
 
Category: Education
     
 

Presentation Description

No description available.

Comments

Presentation Transcript

REMEDIAL UTS GEOGRAFI :

REMEDIAL UTS GEOGRAFI Oleh : Yuni sudarsih_XF TA 2010/2011

1. LITOSFER:

1. LITOSFER Jenis-jenis batuan di kerak bumi adalah : Batuan Beku Magma yang mendingin dan menjadi keras . Batuan ini terbentuk sepanjang tepi lempeng dan pada daerah panas yang menghasilkan magma.

Slide 3:

BATUAN BEKU Granite Obsidian Pumice Basalt

Slide 4:

Tenaga yang mengendapkan : Sedimen Aquatis – oleh air Sedimen Aeolis – oleh angin Sedimen Glasial – oleh es Tempat pengendapan : Sedimen Teritis - darat Sedimen Marine - laut Sedimen Limnis - danau Sedimen fluvial - sungai Sedimen glasial - gletser Batuan Sedimen : Batuan yang terbentuk karena proses pengendapan . Batuan sedimen dibedakan berdasarkan :

Slide 5:

Sandstone BATUAN SEDIMEN

Slide 6:

3. Batuan Malihan : Batuan yang terjadi akibat faktor suhu tinggi dan tekanan yang kuat dalam waktu yang lama. Batuan metamorf dibedakan menjadi : a. Metamorf kontak b. Metamorf dinamo c. Metamorf pneumatolitis kontak

Slide 7:

Gneiss Antrasit BATUAN METAMORF

2. Pedosfer:

2. Pedosfer Faktor - faktor pembentuk tanah : Iklim Organisme Bahan induk Topografi atau relief Waktu

B. Sifat- Sifat Tanah:

B. Sifat - Sifat Tanah Sifat Fisika Tanah Sifat Kimia Tanah Tekstur tanah Struktur tanah Konsistensi tanah Warna tanah Suhu tanah Lengas tanah Permeabilitas tanah Porositas tanah Drainase tanah Bahan organik Unsur hara pH tanah Sifat Biologi Tanah Partikel-partikel tanah Organisme

C. Profil Tanah:

C. Profil Tanah Horison O Horison A Horison B Horison C Horison R Lapisan paling atas terdiri dari jenuh air dan pasir Tanah subur kaya akan humus dan bahan organik (Topsoil) Terdiri dari lempung (Subsoil) Merupakan pecahan bahan-bahan dari batuan induk Batuan padas / batuan induk

D. Jenis - Jenis Tanah:

D. Jenis - Jenis Tanah Tanah Aluvial Tanah Andosol Tanah Regosol Tanah Kapur Tanah Argosol atau Tanah Gambut Tanah Grumusol Tanah Latosol Tanah Latosol

E. Kerusakan Tanah:

E. Kerusakan Tanah Erosi Penyebab Erosi : Tanah yang gundul Tidak ada penahan erosi Di daerah berlereng curam tidak dibuat terasering Penggembalaan liar pada padang rumput Penebangan hutan secara liar

E. Kerusakan Tanah:

Erosi percik Erosi lembar Erosi alur Erosi parit Erosi angin Erosi laut Erosi sungai Erosi gletser E. Kerusakan Tanah Erosi b. Jenis - Jenis Erosi :

LAHAN KRITIS:

LAHAN KRITIS FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN LAHAN KRITIS Kekeringan Genangan air yang terus-menerus Erosi tanah dan Masswasting ( gerakan massa tanah menuruni lereng ) Pengelolaan lahan yang tidak memperhatikan aspek kelestarian alam Masuknya material yang tidak dapat diuraikan tanah ( plastik ) Pembekuan air ( di daerah kutub ) Pencemaran zat pestisida

UPAYA PENANGGULANGAN LAHAN KRITIS:

UPAYA PENANGGULANGAN LAHAN KRITIS Lahan tanah dimanfaatkan seoptimal mungkin Membuat terasering pada lereng miring Usaha perluasan penghijauan tanah & reboisasi Usaha ke arah PROKASIH ( Program Kali Bersih ) Pengelolaan DAS ( Daerah Aliran Sungai ) Pola pergiliran tanaman Pemupukan sesuai dengan aturan

Pengawetan Tanah:

Pengawetan Tanah Penghijauan Reboisasi Countur Strip Copping Buffering Strip Cropping Crop Rotation 1. Metode Vegetatif :

Pengawetan Tanah:

Pengawetan Tanah Metode Mekanik atau Teknik : Countur Village Pembuatan Tanggul Terasering Pembuatan Saluran Air ( Drainase )

Pengawetan Tanah:

Pengawetan Tanah Metode Kimia : Menggunakan bahan kimia untuk memperbaiki struktur tanah yaitu meningkatkan struktur tanah . Beberapa jenis bahan kimia yang sering digunakan antara lain Bitumen dan Krilium

3. Atmosfer:

3. Atmosfer A. Lapisan – lapisan atmosfer Lapisan I - Troposfer Lapisan terbawah dari atmosfer bumi Terletak pada ketinggian 0 - 18 km di atas permukaan bumi . Memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan mahkluk hidup di muka bumi Terjadi peristiwa-peristiwa seperti cuaca dan iklim 80% dari seluruh massa gas yang terkandung dalam atmosfer terdapat pada lapisan ini Memiliki ciri khas : suhu (temperatur) udara menurun sesuai dengan perubahan ketinggian, yaitu setiap naik 100 meter dari permukaan bumi, Suhu (temperatur) udara menurun sebesar ± 0,5°C

3. Atmosfer:

3. Atmosfer Terletak pada ketinggian antara 18 - 49 km dari permukaan bumi. Ditandai dengan adanya proses inversi suhu, artinya suhu udara bertambah tinggi seiring dengan kenaikan ketinggian. Tidak ada lagi uap air,awan ataupun debu atmosfer Pesawat-pesawat yang menggunakan mesin jet terbang pada lapisan ini . Lapisan II - Stratosfer

3. Atmosfer:

3. Atmosfer Terletak pada ketinggian antara 49 - 82 km dari permukaan bumi. Merupakan lapisan pelindung bumi dari jatuhan meteor atau benda-benda angkasa luar lainnya . Ditandai dengan penurunan suhu (temperatur) udara, rata-rata 0,4°C per seratus meter Temperatur terendah di mesosfer kurang dari -81°C, Lapisan III – Mesosfer

3. Atmosfer:

3. Atmosfer Lapisan IV Termosfer / Ionosfer Terletak pada ketinggian antara 82 - 800 km dari permukaan bumi. Tempat terjadinya ionisasi partikel-partikel yang dapat memberikan efek pada perambatan/refleksi gelombang radio, baik gelombang panjang maupun pendek Lapisan yang paling tinggi dalam termosfer adalah termopause Temperatur termopause konstan terhadap ketinggian , tetapi berubah dengan waktu karena pengaruh osilasi

3. Atmosfer:

3. Atmosfer Lapisan IV - Eksosfer / Desifasister Terletak pada ketinggian antara 800 - 1000 km dari permukaan bumi Merupakan lapisan paling panas dan molekul udara dapat meninggalkan atmosfer sampai ketinggian 3.150 km dari permukaan bumi Merupakan tempat terjadinya gerakan atom-atom secara tidak beraturan Disebut pula dengan ruang antar planet dan geostasioner . Lapisan ini sangat berbahaya , karena merupakan tempat terjadi kehancuran meteor dari angkasa luar

Unsur – Unsur Cuaca dan Iklim:

Unsur – Unsur Cuaca dan Iklim Suhu Udara Tekanan Udara Kelembapan Udara Curah Hujan Angin Awan

Slide 25:

Suhu udara Faktor-faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya suhu udara suatu daerah adalah: a. Lama penyinaran matahari. b. Sudut datang sinar matahari. c. Relief permukaan bumi. d. Banyak sedikitnya awan. e. Perbedaan letak lintang. Rumus suhu rata-rata : Tx = To – 0,6 x h 100

Slide 26:

Arah angin dipengaruhi oleh tiga faktor: Gradient barometrik Rotasi bumi Kekuatan yang menahan (rintangan) 2. Angin

Slide 27:

Angin Passat adalah angin bertiup tetap sepanjang tahun dari daerah subtropik menuju ke daerah ekuator (khatulistiwa). 2) Angin Anti Passat Udara di atas daerah ekuator yang mengalir ke daerah kutub dan turun di daerah maksimum subtropik merupakan angin Anti Passat. Sistem Angin

Slide 28:

3. Angin Muson (Monsun) ialah angin yang berganti arah secara berlawanan setiap setengah tahun.

Slide 29:

4. Angin siklon adalah angin yang gerakannya berputar ke dalam,mengelilingi daerah tekanan minimum. 5. Angin anti siklon adalah angin yang gerakannya berputar ke luar , dengan tekanan maksimum di pusatnya .

Slide 30:

30 Angin Lokal Di samping angin musim , di Indonesia juga terdapat angin lokal ( setempat ) yaitu sebagai berikut : Angin…? Darat

Slide 31:

31 Angin ? Laut

Slide 32:

32 Angin …? Gunung Angin …? Lembah

Slide 33:

Ada dua macam kelembaban udara : 1) Kelembaban udara absolut , ialah banyaknya uap air yang terdapat di udara pada suatu tempat . Dinyatakan dengan banyaknya gram uap air dalam 1 m³ udara . 3. Kelembapan Udara : 2) Kelembaban udara relatif , ialah perbandingan jumlah uap air dalam udara ( kelembaban absolut ) dengan jumlah uap air maksimum yang dapat dikandung oleh udara tersebut dalam suhu yang sama dan dinyatakan dalam persen (%).

Slide 34:

Klasifikasi hujan a. Berdasarkan ukuran butirannya ,hujan dibedakan menjadi: hujan gerimis/drizzle, hujan salju/snow, hujan batu es, hujan deras/rain, 4. Curah Hujan

Slide 35:

35 b.Berdasarkan proses terjadinya , hujan dibedakan atas: 1) Hujan Frontal 2) Hujan Zenithal/ Ekuatorial/ Konveksi/ Naik Tropis

Slide 36:

36 3) Hujan Orografis

Slide 37:

5. Awan Bentuk-bentuk Awan Bentuk awan bermacam macam tergantung dari keadaan cuaca dan ketinggiannya . Tapi bentuk utamanya ada tiga jenis yaitu , yang berlapis -lapis dalam bahasa latin disebut stratus , yang bentuknya berserat-serat disebut cirrus , dan yang bergumpal-gumpal disebut cumulus ( ejaan Indonesia: stratus, sirus , dan kumulus ).