KEBUDAYAAN,MOBILTAS SOSIAL

Views:
 
Category: Education
     
 

Presentation Description

No description available.

Comments

Presentation Transcript

KEBUDAYAAN:

UHAMKA PGSD 5G KEBUDAYAAN

PowerPoint Presentation:

KEBUDAYAAN kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia , sehingga dalam kehidupan sehari-hari , kebudayaan itu bersifat abstrak . Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya , berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata , misalnya pola-pola perilaku , bahasa , peralatan hidup , organisasi sosial , religi , seni , dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat .

PowerPoint Presentation:

● Adat istiadat ● Suku ● Agama ● Gender ● Lingkungan ● Bahasa ● Kebiasaan ● Politik ● Tradisi ● Ilmu pengetahuan Contoh-contoh Perbedaan Kebudayaan

Mobilitas Sosial:

SECARA VERTIKAL Mobilitas Sosial

Definisi Mobilitas Sosial:

Definisi Mobilitas Sosial Menurut Paul B. Horton , mobilitas sosial adalah suatu gerak perpindahan dari satu kelas sosial ke kelas sosial lain atau gerak pindah dari strata yang satu ke strata yang lain. Menurut Kimball Young dan Raymond W, Mack , mobilitas sosial adalah suatu gerak dalam struktur sosial yaitu pola-pola tertentu yang mengatur organisasi suatu kelompok sosial. Struktur sosial mencakup sifat hubungan antara individu dalam kelompok dan hubungan antara individu dengan kelompoknya.

Jenis Mobilitas Sosial :

Jenis Mobilitas Sosial 1. Mobilitas sosial verikal, perpindahan individu atau obyek sosial dari kedudukan sosial ke kedudukan sosial lainnya yang tidak sederajad Menurut arahnya, ada dua macam mobilitas vertikal, yaitu: Mobilitas vertikal ke atas ( Social climbing ) Mobilitas vertikal ke bawah ( Social sinking )

Mobilitas vertikal ke atas (Social climbing) :

Mobilitas vertikal ke atas ( Social climbing ) perpindahan anggota masyarakat dari kelas sosial rendah ke kelas sosial yang lebih tinggi. Misalnya, seorang staf yang dipromosikan naik pangkat menjadi kepala bagian di sebuah perusahaan swasta.

Ada dua bentuk mobilitas vertikal ke atas (Social climbing):

Ada dua bentuk mobilitas vertikal ke atas ( Social climbing ) Masuk ke dalam kedudukan yang lebih tinggi .  Masuknya individu yang berkedudukan rendah ke dalam kedudukan yang lebih tinggi, di mana kedudukan tersebut telah ada sebelumnya. Contoh: Seorang guru di salah satu SMA, karena memenuhi persyaratan, ia diangkat menjadi kepala sekolah. Membentuk kelompok baru .  Pembentukan suatu kelompok baru memungkinkan individu untuk meningkatkan status sosialnya  Contoh: Pembentukan organisasi/partai baru memungkinkan seseorang untuk menjadi ketua dari organisasi/partai baru tersebut, sehingga status sosialnya naik.

Mobilitas vertikal ke bawah (Social sinking) :

Mobilitas vertikal ke bawah ( Social sinking )  perpindahan anggota masyarakat dari kelas sosial tertentu ke kelas sosial lain yang lebih rendah posisinya .  Misal , seorang petani cengkeh yang jatuh miskin karena komoditas yang ditanamnya tidak laku-laku dijual di pasaran .

Dua bentuk Mobilitas vertikal ke bawah :

Dua bentuk Mobilitas vertikal ke bawah Turunnya kedudukan .  Kedudukan individu turun ke kedudukan yang derajatnya lebih rendah.  Contoh: seorang prajurit dipecat karena melakukan tindakan pelanggaran berat ketika melaksanakan tugasnya. Turunnya derajat kelompok .  Contoh: Juventus terdegradasi ke seri B. akibatnya, status sosial tim pun turun.

Prinsip-prinsip mobilitas sosial vertikal:

Prinsip-prinsip mobilitas sosial vertikal Tidak ada masyarakat yang sistem pelapisannya tertutup, sehingga tidak ada mobilitas sosial vertikal Meskipun sistem pelapisan sosial terbuka, tidak mungkin mobilitas sosial vertikal dilakukan secara bebas Mobilitas sosial vertikal yang umum berlaku bagi semua masy. Tidak ada Mobilitas sosial yang disebabkan faktor ekonomi, politik serta pekerjaan berbeda Mobilitas sosial karena faktor ekonomi,politik serta pekerjaan tidak ada yang kontinyu.

Cara untuk dapat melakukan mobilitas sosial :

Cara untuk dapat melakukan mobilitas sosial 1 . Perubahan standar hidup  Kenaikan penghasilan tidak menaikan status secara otomatis, melainkan akan merefleksikan suatu standar hidup yang lebih tinggi.  mempengaruhi peningkatan status. Contoh: Seorang pegawai rendahan, karena keberhasilan dan prestasinya diberikan kenaikan pangkat menjadi Manajer, sehingga tingkat pendapatannya naik, penampilan dan standar gaya hidup berubah.

2. Perkawinan:

2. Perkawinan Untuk meningkatkan status sosial yang lebih tinggi dapat dilakukan melalui perkawinan . Contoh: Seseorang wanita yang berasal dari keluarga sangat sederhana menikah dengan laki-laki dari keluarga kaya dan terpandang di masyarakatnya.  Perkawinan ini dapat menaikan status si wanita tersebut.

3. Perubahan tempat tinggal:

3. Perubahan tempat tinggal Untuk meningkatkan status sosial, seseorang dapat berpindah tempat tinggal Atau dengan cara merenovasi tempat tinggalnya yang lama menjadi lebih megah, indah, dan mewah. Secara otomatis, seseorang yang memiliki tempat tinggal mewah akan dipandang sebagai orang kaya oleh masyarakat, Hal ini menunjukkan terjadinya gerak sosial ke atas .

4. Perubahan tingkah laku:

4. Perubahan tingkah laku Untuk mendapatkan status sosial yang tinggi, dengan mempraktekkan bentuk-bentuk tingkah laku kelas yang lebih tinggi yang diaspirasikan sebagai kelasnya. Bukan hanya tingkah laku, tetapi juga pakaian, ucapan, kegiatan sehari-hari, dan sebagainya. Merasa dituntut untuk mengkaitkan diri dengan kelas yang diinginkannya. Contoh: agar penampilannya meyakinkan dan dianggap sebagai orang dari golongan lapisan kelas atas, ia mengenakan pakaian yang bagus-bagus, fitnes, jika bertemu dengan kelompoknya, dia berbicara dengan menyelipkan istilah-istilah asing.

5. Perubahan nama:

5. Perubahan nama Dalam suatu masyarakat, nama diidentifikasikan pada posisi sosial tertentu. Gerak ke atas dapat dilaksanakan dengan mengubah nama yang menunjukkan posisi sosial yang lebih tinggi. Contoh: Di kalangan masyarakat feodal Jawa , seseorang yang memiliki status sebagai orang kebanyakan mendapat sebutan "kang" di depan nama aslinya. Setelah diangkat sebagai pengawas pamong praja sebutan berubah sesuai dengan kedudukan yang baru seperti "Raden”, ”Kanjeng Raden Tumenggung (KRT)”

WASSALAMUALAIKUM WR.WB:

WASSALAMUALAIKUM WR.WB

authorStream Live Help