Mutasi

Views:
 
Category: Education
     
 

Presentation Description

Mutasi Created by: Marlia Yusdarti Untuk jenjang SMA kelas XII

Comments

By: yuningsih (30 month(s) ago)

izin download ya ka...tapi gimana caranya?

By: randistream (33 month(s) ago)

Kak bagi dong kirimin yah kawanseventeen_psms@rocketmail.com

By: EnvaPya (34 month(s) ago)

kak.. bgi ppt nya yah.. ditunggu di email.enva@yahoo.com mksih..

By: EnvaPya (34 month(s) ago)

minta tlg banget.. kak... aku dikasih tugas ini hari sabtu dan seninnya di kumpul.. nggak mungkin sempet buat sendiri... please.. read and respond my comment... :))

By: EnvaPya (34 month(s) ago)

please.. izini download yah... :) mksih..

See all

Presentation Transcript

Slide 1: 

MUTASI Created by: Marlia Yusdarti Biologi 2C

MUTASI : 

MUTASI Jenjang : SMA Kelas : XII Standar Kompetensi: Mengetahui ragam mutasi dan segala penyebabnya serta manfaat adanya mutasi pada makhluk hidup. Kompetensi Dasar: Siswa mampu mengenali dan mendeskripsikan macam-macam mutasi yang terjadi pada makhluk hidup. Indikator: Macam-macam mutasi. Macam-macam mutagen penyebab mutasi. Dampak dan manfaat mutasi.

MUTASI : 

MUTASI 1 2 3 Pengertian Mutasi Macam-macam mutasi Perubahan Struktur Kromosom Penyebab Mutasi Gen 4

Pengertian Mutasi : 

Pengertian Mutasi Mutasi merupakan peristiwa perubahan genetik (gen atau kromosom) dari suatu individu yang bersifat menurun.

Peristiwa mutasi yang terjadi di alam sangat sulit untuk dilihat karena faktor, berikut: : 

Peristiwa mutasi yang terjadi di alam sangat sulit untuk dilihat karena faktor, berikut: Mutasi yang terjadi pada gen tidak menimbulkan akibat fatal karena gen yang dimiliki suatu organisme sangat banyak. Biasanya gen yang mengalami mutasi bersifat letal sehingga gejala yang timbul sangat sulit diteliti karena mutan seringkali mati sebelum dewasa. Gen yang mengalami mutasi biasanya bersifat resesif. Jadi selama gen resesif tertutupi gen dominan atau dalam keadaan heterozigot, maka peristiwa mutasi tidak akan tampak.

Slide 6: 

Berdasarkan bagian yang mengalami mutasi, mutasi dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu mutasi kromosom dan mutasi gen. Mutasi Kromosom (Mutasi Besar) Mutasi Gen (Mutasi Kecil)

Mutasi Kromosom (Mutasi Besar) : 

terjadi karena adanya perubahan pada struktur dan susunan kromosom. menyebabkan hilang atau bertambahnya salah satu sigmen kromosom dan perubahan jumlah kromosom memiliki dampak nyata terhadap ekspresi fenotipe karena mutasi kromosom dapat mempengaruhi beberapa gen. Mutasi Kromosom (Mutasi Besar)

Mutasi Kromosom (Mutasi Besar) : 

terjadi perubahan pada jumlah kromosom . disebut juga aberasi Mutasi Kromosom (Mutasi Besar)

Perubahan tersebut dibedakan menjadi: : 

Perubahan tersebut dibedakan menjadi: Perubahan yang terjadi pada kromosom dalam satu perangkat (salah satu kromosom dalam satu set kromosom) yang disebut aneuploidi Perubahan yang terjadi pada seperangkat genom sehingga jumlahnya berlipat, yang disebut euploidi.

Aneuploidi : 

Aneuploidi Aneuploidi merupakan peristiwa perubahan kromosom dalam satu genom kromosom (an = tidak; eu = benar; ploid = unit). Mutasi kromosom ini hanya terjadi pada satu kromosom genom. Artinya, individu yang mengalami aneuploid, jumlah kromosomnya akan bertambah atau berkurang dari normal yang menyebabkan tingkat kematian (mortalitas) tinngi dan tingkat kesuburan (fertilitas) rendah.

Peristiwa aneuploidi dapat terjadi akibat: : 

Peristiwa aneuploidi dapat terjadi akibat: anafase lag, yaitu keadaan tidak melekatnya kromatid pada glendong ketika memasuki anafase meiosis I, dan peristiwa gagal berpisah (nondisjunction) pada kromosom homolog pada tahap anafase.

Macam-macam aneuploidi: : 

Macam-macam aneuploidi: monosomik (2n-1), yaitu mutasi karena kekurangan satu kromosom. trisomik (2n+1), yaitu mutasi karena kelebihan satu kromosom. tetrasomik (2n+2), yaitu mutasi karena kelebihan dua kromosom nullisomik (2n-2), yaitu mutasi karena kekurangan dua kromosom.

Aneuploidi pada manusia dapat terjadi pada peristiwa berikut. : 

Aneuploidi pada manusia dapat terjadi pada peristiwa berikut. Digini, yaitu proses pembuahan dua sel telur oleh satu sperma. Peristiwa digini dap terjdi akibat adanya kegaglan sel badan kutub (polosit) saat memisahkan diri dari sel telur (ovum). Diandri, yaitu proses pembuahan satu sel telur oleh dua sel sperma. Peristiwa diandri dapat disebabkan olh adanya keterlambatan pembuahn sel telur oleh sperma.

Peristiwa aneuploidi pada manusia dapat menyebabkan berbagai kelainan, antara lain: : 

Peristiwa aneuploidi pada manusia dapat menyebabkan berbagai kelainan, antara lain: Sindrom Turner Sindrom Patau Sindrom Klinefelter Sindrom Down Sindrom Edwards Sindrom Jacobs Wanita Super

Sindrom Turner : 

Sindrom Turner Sindrom Turner pertama kali ditemukan oleh H.H. Turner pada tahun 1938. Umumnya ditemukan pada kaum wanita. Ovarium pada penderita Sindrom Turner tidak mengalami pertumbuhan (ovaricular disgenesis) akibat adanya pengurangan set kromosom gonosom X. Penderita Sindrom Turner memiliki kariotipe 22AA+XO (44 autosom, 1 kromosom X) sehingga secara keseluruhan berjumlah 45 kromosom.

Sindrom Turner : 

Sindrom Turner Ciri-ciri penderita sindrom Turner antara lain: alat kelamin bagian dalam terlambat perkembangannya (infertil) dan tidak sempurna, steril (mandul), kedua puting susu jaraknya melebar, payudara tidak berkembang, dada lebar, leher pendek, Mengalami keterbelakangan mental. Sindrom turner Sumber: www.google.com

Sindrom Klinefelter : 

Sindrom Klinefelter Sindrom Klinefelter terjadi akibat adanya peristiwa trisom pada gonosom. Testis pada penderita Sindrom Klinefelter tidak pernah tumbuh (testicular disgensi/aspermia). Penderita kelainan ini memiliki kariotipe 22AA+XXY (44 autosom,3 gonosom XXY) sehingga secara keseluruhan berjumlah 47 kromosom. Kelainan ini pertama kai ditemuk oleh H.F. Klinefelter (1942).

Sindrom Klinefelter : 

ciri-ciri: testis mengecil dan steril (mandul), payudara membesar, dada sempit, pinggul lebar, rambut badan tidak tumbuh, mengalami keterbelakangan mental. Sindrom Klinefelter Sindrom klinefelter Sumber: www.google.com

Sindrom Patau : 

Sindrom Patau Penderita Sindrom Patau memiliki 45 autosom karena mengalami penambahan satu kromosom yang disebut trisomi. Trisomi kemungkinan terjadi pada kromosom nomor 13, 14 atau 15. Jadi, secara keseluruhan penderita Sindrom Patau memiliki 47 kromosom (45 autosom, 2 gonosom XX atau XY).

Sindrom Patau : 

Ciri-ciri penderita Sindrom Patau antara lan: berkepala kecil, mata kecil, tuli dan telinga mengarah ke bawah, sumbing celah langit-langit, polydactili, memiliki kelainan jantung, usus, ginjal dan otak. Biasanya penderita meninggal pada usia kurang dari satu tahun. Sindrom patau www.google.com Sindrom Patau

Sindrom Edwards : 

Sindrom Edwards Sindrom Edwards merupakan kelainan yang terjadi pada autosom, yaitu terjadi penambahan satu autosom yang disebut trisomi. Trisomi terjadi karena peristiwa nondisjunction pada kromosom nomor 18 pada saat ovulasi. Jadi, secara keseluruhan penderita  Sindrom Edwards memiliki 47 kromosom (45 autosom, 2 gonosnom XX atau XY).

Sindrom Edwards : 

ciri-cirinya: tengkorak kepala lonjong, dada pendek dan lebar, telinga dibawah tampak tidak wajar, mulut kecil, mental terbelakang, umumnya usianya hanya mencapai 6 bulan saja. Sindrom Edwards Sindrom Edwards www.google.com

Sindrom Down : 

Sindrom Down Sindrom Down terjadi akibat adanya kelainan pada autosom nomor 21. Kelainan ini terjadi karena nondisjunction pada autosom nomor 21 pasda saat pembentukan ovum. Jadi, secara keseluruhan penderita  Sindrom Down memiliki 47 kromosom (45 autosom, 2 gonosom XX atau XY). Sindrom Down pertama kali ditemukan oleh J. Langdon Down padag tahun1866. Penderita Sindrom Down memiliki

Sindrom Down : 

Sindrom Down ciri-ciri antara lain: kepala lebar dan pendek, bibir tebal, mata sempit miring ke samping, lidah besar dan menjulur, jari pendek dan gemuk, terutama kelingking, telapak tangan tebal, gigi kecil-kecil dan jarang, steril (mandul), serta IQ rendah dan sebagian ada yang idiot (IQ 24), imbisil (IQ 45-49), dan debil (IQ 50-69). Sindrom down Sumber: www.google.com

Sindrom Jacobs : 

Sindrom Jacobs Sindrom Jacobs merupakan kelainan pada kromosom seks. Penderita Sindrom Jacobs memiliki 44 autosom dan 3 kromosom kelamin (XYY). Kelainan ini ditemukan oleh P.A. Jacobs pada tahun 1965. Ciri-ciri penderita kelainan ini antara lain bertubuh normal, bersifat antisosial, berperilaku kasar dan agresif, wajah menakutkan, memperlihatkan watak kriminal serta IQ dibawah normal (80-95).

Sindrom Jacobs : 

Ciri-ciri penderita kelainan ini antara lain: bertubuh normal, bersifat antisosial, berperilaku kasar dan agresif, wajah menakutkan, memperlihatkan watak kriminal serta IQ dibawah normal (80-95). Sindrom Jacobs Sindrom Jacobs www.google.com

Wanita Super : 

Wanita Super Penderita kelainan pada kromosom seks, yaitu terdapat penambahan satu kromosom X sehingga penderita Jacobs memiliki 44 autosom dan 3 kromosom kelamin XXX. Penderita kelainan ini bersifat steril (mandul) karena alat genitalia bagian dalam mengalami kelainan.

Euploidi : 

Euploidi Euploidi adalah kelainan yang melibatkan seluruh pasang (set) kromosom. Organisme yang mengalami Euploidi biasanya memiliki jumlah kromosom yang merupakan kelipatan dari set kromosom haploidnya. Mutasi yang termasuk Euploidi antara lain monoploid (n), triploid (3n) dan tetraploid (4n). Individu yang memiliki jumlah set kromosom lebih dari 3n biasanya disebut poliploid.

Euploidi : 

Monoploid Organisme monoploid memiliki satu genom atau satu set kromosom (n) dalam sel somatisnya (sel tubuh). Contohnya adalah lebah madu jantan hasil partenogenesis. Poliploid Poliploid adalah keadaan jumlah kromosom yang melebihi jumlah normal. Poliploid terjadi karena adanya gangguan pada proses mitosis. Euploidi

Euploidi : 

Berdasarkan proses terjadinya, Poliploid dapat dibedakan menjadi dua macam Autopoliploid, yaitu genom (n) yang mengalami perubahan sendiri yang dapat disebabkan oleh adanya gangguan atau kegagalan pada sat pembelahan meiosis. Allopoliploid, terjadi karena adanya perkawinan antara dua spesies yang jumlahnya maupun struktur kromosomnya berbeda. Peristiwa Allopoliploid dapat diinduksi dengan cara menghalangi pembentukan serat glendong saat proses mitosis (profase). Euploidi

Euploidi : 

Berdasarkan jumlah kromosomnya, poliploid dibedakan menjadi triploid (3n) dan tetraploid (4n). Triploid Organisme triploid memiliki 3 set kromosom (3n) dalam sel somatisnya (sel tubuh) dan bersifat mandul (steril). Sifat ini dimanfatkan untuk membuat buah-buahan tanpa biji, seperti jeruk tanpa biji atau semangka tanpa biji. Tetraploid Organisme tetraploid memiliki 4 set kromosom (4n) dalam sel somatisnya (sel tubuh) dan bersifat fertil. Euploidi

Slide 32: 

Katenasi Inversi Translokasi Duplikasi Kerusakan kromosom akibat perubahan struktur kromosom Delesi Perubahan struktur kromosom Perubahan struktur kromosom dapat terjadi karena sebagian dari benang kromosom terlepas, berpilin, memutar atau melekat kembali dengan posisi terbalik. Kerusakan kromosom akibat perubahan struktur kromosom dapat dibedakan menjadi beberapa macam.

Inversi : 

Inversi Inversi merupakan peristiwa berpindahnya urutan lokus akibat kromosom yang berpilin. Berdasarkan letak sentromernya, inversi dibedakan menjadi dua macam. Inversi para sentrik, letak sentromernya di sebelah luar dari bagian yang mengalami inversi (segmen yang terbalik tidak mencakup sentromer) Inversi perisentrik, letak sentromernya di sebelah dalam dari bagian yang mengalami inversi (segmen yang terbalik mencakup sentromer)

Delesi : 

Delesi Delesi merupakan peristiwa hilangnya sebagian segmen kromosom karena patah. Patahan segmen kromosom tersebut akan menempel pada lengan kromosom homolognya atau terdapat bebas tidak menempel pada lengan kromosom lainnya.

Duplikasi : 

Duplikasi Duplikasi kromosom adalah peristiwa penambahan sebagian gen pada kromosom homolog yang terjadi karena lengan kromosom terdapat tambahan lokus dari patahan lengan kromosom homolognya.

Translokasi : 

Translokasi Translokasi merupakan peristiwa pertukaran potongan segmen kromosom ke kromosom lain yang bukan homolognya. Translokasi yang paling umum adalah translokasi resiprok. Pada translokasi ini terjadi pertukaran antara dua kromosom yang bukan homolog.

Katenasi : 

Katenasi Pada peristiwa ini kromosom mengalami patah pada dua tempat secara perisentrik. Bagian dari patahan tersebut terlepas, melekuk dan membulat sehingga menyebabkan masing-masing ujung kromosom yang patah akan saling berlekatan dan membentuk lingkaran.

Slide 38: 

Perubahan struktur kromosom

Mutasi Gen (Mutasi Kecil) : 

Mutasi Gen (Mutasi Kecil) Mutasi kecil yaitu perubahan yang terjadi pada susunan molekul DNA atau gen. Mutasi kecil sering kali disebut mutasi gen atau muatsi titik. Mutasi gen sangat sulit untuk diamati karena beberapa hal, antara lain: Mutasi gen jarang terjadi pada proses replikasi DNA biasa, dan Belum diketahui gen mana yanng mengalami mutasi dalam satu sel pada satu generasi.

Penyebab mutasi gen : 

Penyebab mutasi gen Perubahan macam basa nitrogen Perubahan pada masa nitrogen DNA disebut dengan pergeseran tautomerik. Perubahan ini dapat terjadi karena transisi dan transversi. Transisi terjadi jika basa purin diganti dengan basa purin lainnya (adenin diganti dengan guanin dan sebaliknya).Tranversi terjadi jika basa purin (adenin dan guanin) diganti dengan basa pirimidin (timin dan sitosin) atau sebaliknya.

Penyebab mutasi gen : 

Perubahan letak urutan basa nitrogen merupakan salah satu penyePerubahan ini dapat mempengaruhi urutan kodon yang menyebabkan perubahan pada urutan asam amino dan pembentukan polipeptida. Contohnya adalah pada pembentukan asam amino pembentukan hemoglobin. Penyebab mutasi gen

Penyebab mutasi gen : 

Penyebab mutasi gen Perubahan jumlah basa nitrogen Mutasi gen yang disebabkan perubahan jumlah basa nitrogen disebut juga dengan mutasi pergeseran rangka (frame shift mutation). Mutasi pergeseran rangka ini disebabkan oleh: Pengurangan (delesi) basa nitrogen, dan Penambahan (adisi) basa nirogen