HUKUM MENDEL I DAN II

Views:
 
Category: Education
     
 

Presentation Description

No description available.

Comments

By: galihtriatmojo (32 month(s) ago)

can i download this ppt??thx before....

By: Geonal (35 month(s) ago)

Saya butuh PP ini... boleh dikirim ke saya??

By: ayu_yudie (42 month(s) ago)

messages saya yaa ... saya butuh ini ppt , please.tks

By: ayu_yudie (42 month(s) ago)

help us please , very2 need it , tks

By: ningdiaz (43 month(s) ago)

gimana caranya biar bisa download....????? boleg bagi y...////thanks

See all

Presentation Transcript

HUKUM MENDEL I DAN II : 

HUKUM MENDEL I DAN II Kamis, 15 April 2009

Humum Mendel : 

Humum Mendel Genetika adalah ilmu yang mempelajari pewarisan sifat dari induk kepada keturunannya. Pertama kali ditemukan oleh Gregor John Mendel Melalui percobaan persilangan pada kacang kapri

Alasan Mendel : 

Alasan Mendel Pasangan sifat beda menjolok Autogami sifat yang Konstan Mudah melakukan penyerbukan silang Waktu yang diperlukan singkat Keturunannya banyak

Pasangan sifat beda : 

Pasangan sifat beda

Slide 5: 

Genotipe @ sifat atau karakter yang ditentukan oleh gen dan bersifat tidak tampak Fenotipe @ sifat atau karakter yang ditentukan oleh gen dan lingkungan dan bersifat tampak

Hukum Mendel I : 

Hukum Mendel I @ hukum segregasi, pasangan kromosom berpisah secara bebas Tidak berpasangan kembali Dapat dijelaskan dan hanya berlaku pada persilangan monohibrid

Contoh : 

Contoh Salah satu contoh persilangan Mendel, antara biji bulat dengan biji keriput sampai generasi kedua yang menghasilkan perbandingan bulat : keriput = 3 : 1

Hukum Mendel II : 

Hukum Mendel II @ hukum asortasi, kromosom berpasangan secara bebas Dapat dijelaskan dan hanya berlaku pada persilangan dihibrida Hanya berlaku untuk gen yang letaknya berjauhan, jika berdekatan maka tidak berlaku

Contoh : 

Contoh P : BBKK (bulat, kuning) >< bbkk (keriput, hijau) F1 : BbKk (bulat, kuning) F1 X F2 : BbKk (bulat, kuning) >< BbKk (bulat, kuning) Gamet : BK. Bk, bK, bk BK, Bk, bK, bk Gamet-gamet ini dapat berpasangan secara bebas (Hukum Mendel II) sehingga F2 dapat digambarkan sebagai berikut : Keterangan : Bulat kuning : 1, 2, 3, 4, 5, 7, 9, 10, 13 Keriput kuning : 11, 12, 15 Bulat hijau : 6, 8, 14 Keriput hijau : 16

Macam-macam gamet dan fenotipe dari persilangan : 

Macam-macam gamet dan fenotipe dari persilangan a. Persilangan Resiprok

i. Karena hasilnya kuning : putih = 1:1 berarti induknya bergenotipe kk. ii. Karena hasilnya bulat : keriput = 1:1 berarti induknya Bb : 

i. Karena hasilnya kuning : putih = 1:1 berarti induknya bergenotipe kk. ii. Karena hasilnya bulat : keriput = 1:1 berarti induknya Bb i. Back cross ii. Test cross

Penyimpangan semu Hukum Mendel : 

Penyimpangan semu Hukum Mendel Epistasi dan Hipotasis Epistasis @ gen yang menutupi atau menghalangi gen lainnya Hipotasis @ gen yang ditutupi atau dihalangi gen lainnya Perbandingan fenotipenya adalah 12 hitam: 3 kuning: 1 putih

Slide 14: 

2. Kriptomeri Penyimpangan yang disebabkan karena faktor gen yang tersembunyi Perbandingan fenotipepersilangannya adalah 9 ungu : 3 merah : 4 putih

Contoh : 

Contoh Induk (P) : Aabb >< aaBB Gamet : Ab dan aB F1 : AaBb (ungu) F1 X F2 : AaBb >< AaBb (ungu) (ungu) Gamet : AB, Ab, aB, ab F2

Slide 16: 

3. Polimeri Induk (P) : M1M1M2M2 >< m1m1m2m2 (merah) (putih) Gamet : M1M2 m1m2 F1 : M1m1M2m2 (merah) F1 X F2 : M1m1M2m2 >< M1m1M2m2 (merah) (putih) Gamet : M1M2, M1m2, m1M2, m1m2