power point

Views:
 
Category: Entertainment
     
 

Presentation Description

No description available.

Comments

Presentation Transcript

Aspek-Aspek Sosial Budaya yang Terkait dengan Praktik Kehamilan:

Aspek-Aspek Sosial Budaya yang Terkait dengan Praktik Kehamilan Dosen Pembimbing : Hj . Indarmien Netty , S.Pd , M. Kes KELOMPOK IV

Aspek-aspek sosial budaya yang terkait dengan praktik kehamilan:

Aspek-aspek sosial budaya yang terkait dengan praktik kehamilan Perawatan kehamilan merupakan salah satu faktor yang amat perlu diperhatikan untuk mencegah terjadinya komplikasi dan kematian ketika persalinan, disamping itu juga untuk menjaga pertumbuhan dan kesehatan janin. Memahami perilaku perawatan kehamilan (ante natal care) adalah penting untuk mengetahui dampak kesehatan bayi dan si ibu sendiri. Permasalahan lain yang cukup besar pengaruhnya pada kehamilan adalah masalah gizi. Hal ini disebabkan karena adanya kepercayaan-kepercayaan dan pantangan-pantangan terhadap beberapa makanan. Sementara, kegiatan mereka sehari-hari tidak berkurang ditambah lagi dengan pantangan-pantangan terhadap beberapa makanan yang sebenamya sangat dibutuhkan oleh wanita hamil tentunya akan berdampak negatif terhadap kesehatan ibu dan janin. Tidak heran kalau anemia dan kurang gizi pada wanita hamil cukup tinggi terutama di daerah pedesaan.

PowerPoint Presentation:

Beberapa kepercayaan yang ada misalnya di Jawa Tengah, ada kepercayaan bahwa ibu hamil pantang makan telur karena akan mempersulit persalinan dan pantang makan daging karena akan menyebabkan perdarahan yang banyak. Sementara di salah satu daerah di Jawa Barat, ibu yang kehamilannya memasuki 8-9 bulan sengaja harus mengurangi makannya agar bayi yang dikandungnya kecil dan mudah dilahirkan. Di masyarakat Betawi berlaku pantangan makan ikan asin, ikan laut, udang dan kepiting karena dapat menyebabkan ASI menjadi asin. Hal ini membuat ibunya kurang gizi, berat badan bayi yang dilahirkan juga rendah. Tentunya hal ini sangat mempengaruhi daya tahan dan kesehatan si bayi.

Upacara upacara pada kehamilan adat Jambi:

Upacara upacara pada kehamilan adat Jambi 1. Upacara satu bulanan Upacara ini sudah semakin jarang ditemukan, apalagi bagi yang tinggal di kota besar. Dalam upacara satu bulanan ini diperingati dengan membuat semacam bubur sum - sum. Bubur ini terbuat dari bahan beras dan di tepung. Selanjutnya dimasak dengan air . Sebagai pelengkap diberi kuah dua warna, yakni dari santan kelapa yang diberi sedikit garam dan satu lagi kuah warna merah yang terbuat dari  gula jawa atau gula aren. Hidangan ini sebagai pertanda awal kehamilan. Biasanya dibagikan kepada tetangga kiri kanan dengan permohonan doa agar diberi kemudahan dan kelancaran dalam memulai kehamilan.

PowerPoint Presentation:

2. Upacara Dua Bulanan Pada saat peringatan usia hamil dua bulan, ibu hamil akan dibuatkan beberapa jenis sajian yang lebih komplit. Yakni nasi tumpeng, urap - urap lengkap dari sayur mayur segar. Ada beberapa aturan mengenai jenis sayuran yang dipilih dan jumlah macamnya setiap daerah mempunyai ketentuan yang beda , yang pasti jumlahnya ganjil. Untuk pelengkap sajian juga disediakan semacam jenang katul atau bubur dari  katul beras, diatas jenang katul ini ditaburi dengan parutan kelapa dan parutan gula aren. Kemudian dibuatkan juga campuran dari bahan beras, santan dan gula merah yang dibungkus daun lalu dikukus. Lalu bubur  berikutnya adalah bubur merah putih yang terbuat dari bahan beras. Bubur warna merah terbuat dari beras yang ditanak dengan gula merah, sedangkan bubur warna putih terbuat dari beras yang ditanak dengan santan. Cara menghidangkan adalah bubur merah lebih dulu dituang di pring lalu diatasnya dituang sedikit bubur putih.

PowerPoint Presentation:

3. Upacara tiga bulanan atau Madeking Sudah agak sulit bisa menemukan upacara ini di kota besar, saya beruntung ada sepupu teman perawat yang melakukannya. Rupanya upacara Madeking yang beberapa kali saya hadiri adalah pada kehamilan ke tiga kalinya. Dalam upacara Madeking ini dihidangkan  aneka jenis makanan yang berupa ketupat lalu nasi gurih, kali ini nasi berwarna kuning dengan mencampur air kunyit saat menanak nasi dan di beri garam sedikit dan santan sebelum dikukus. Untuk lauk pauk sudah lebih lengkap dan bervariasi, ada sambal goreng ati rempela, daging sapi dan sebagai kudapan dibuatkan  kue apem.

PowerPoint Presentation:

4. Kehamilan lima bulanan Pada masa kehamilan ini dilakukan upacara selamatan dengan kudapan khasnya yakni ketan aneka warna dengan ditaburi enten - enten yang terbuat dari bahan kelapa parut di beri gula. Sebagai hidangan yang dibagikan untuk tetangga adalah urap - urap terbuat dari sayur mayur hijau. Hidangan urap urap ini lengkap dengan nasi dan diletakkan dalam takir atau daun pisang yang dibentuk seperti mangkuk dengan jepit lidi. Hantaran hidangan ada yang  diberikan dengan alas tampah/ tambir kecil dari anyaman bambu atau bisa pula dengan cobek tanah liat. Pelengkapnya adalah rujak 7 jenis buah.Upacara lima bulanan sulit ditemukan saat ini.  Saya juga belum pernah menghadiri.

PowerPoint Presentation:

5. Upacara enam bulanan Dalam upacara ini dibuatkan kudapan khas yakni apem kocor terbuat dari tepung beras dan diberu kuah air gula aren. Untuk tradisi enam bulan ini juga jarang dilakukan. Namun demikian perlu kita tetap tahu. 6. Upacara 7 bulanan, atau biasa dikenal dengan tingkeban dan Mitoni Upacara inilah yang masih sering kita jumpai di masyarakat kita. Hidangan khas yang paling dinantikan para tamu adalah rujak dan dawet atau cendol beras. Menurut tradisi bila rasa dawet dan rujaknya sedap berarti anaknya perempuan dan bila saat upacara membelah kelapa muda air kelapa muncrat tinggi berarti anak dalam kandungan perempuan. Menarik sekali bukan. Hidangan pelengkap lain adalah polo pendem yakni umbi umbian dan bisa juga kacang tanah yang direbus, urap urap , nasi megono dan tumpeng 7 buah kecil kecil, bubur beras merah putih, yang putih di makan suami, yang merah dimakan istri, urap – urap sayuran hijau 7 jenis, pisang raja, ampyang dan bola ketan kukus diwarna merah,kuning,hijau ,putih dan coklat. Telur 7 butir. Kudapan berupa jajan pasar melengkapi hidangan.

PowerPoint Presentation:

7. Upacara delapan bulanan Pada upacara ini, dihidangkan simbol bulus angrem ( kura- kura sedang mengerami telur ). Uniknya hidangan terbuat dari klepon yakni adonan tepung ketan diwarnai pandan hijau dan diberi gula parut didalamnya. Setelah matang klepon disusun dalam piring lalu diartasnya di telungkupkan kue serabi. 8. Upacara 9 Bulanan Dalam upacara ini diadakan doa untuk mohon keselamatan dan kelancaran persalinan, dimana hidangan yang dibuat dinamakan bubur procot. Bahan terbuat dari tepung beras, gula merah dan sanatan, ditanak,Setelah matang dituang dalam takir daun pisang lalu diberi pisang kupas yang utuh ditengahnya.

Upacara upacara pada kehamilan adat Jawa:

1. Pada bulan pertama Acara ini disebut ngabor-abori keluarga Jawa akan membuat selamatan sederhana yang maksudnya selamatan sederhana yang maksudnya untuk memohon keselamatan dan kesejahteraan bagi calon ibu dan calon bayi yang akan lahir. Pada acara ini dibuatlah : 1. Jenang abor-abor atau bubur sumsum dari tepung beras dan dimasak dengan santan dan diberi rasa asin, 2. Dimakan bersama santan kental dan Juruh (air gula merah). 2. Pada bulan kedua dan ketiga dibuatlah: S ega janganan, yaitu nasi tumpeng (bentuk gunung) yang dilingkari beberapa macam sayuran yang jumlah macamnya harus dalam bilangan ganjil. Macam jenang (bubur) beras, yaitu jenang putih, jenang abang (buburmerah yang dibuat dari gula kelapa), jenang abang putih (jenang merah dibubuhi jenang putih) dan jenang baro-baru ( bubur katul dibubuhigula jawa). Pipis kenthel, yaitu tepung beras dengan santan dan garam yang D ibungkus daun pisang dan dikukus, jajanan pasar dan kembang boreh, yaitu bungan khusus untuk selamatan.   Upacara upacara pada kehamilan adat Jawa

PowerPoint Presentation:

3. Pada bulan keempat dibuat: 1)      Nasi punar (sega punar) yaitu nasi udul kuning yangdiberi rasa asam. 2)      Seekor kerbau ( Kebo siji), yang dilambangkan melalui danging 3)      Segala macam jeroan 4)      Sebutir mata dan sambal goring. 4. Pada bulan kelima dibuatlah : 1)      Sega Janganan yang sama dengan bulan kedua dan ketiga 2)  Uler-uleran yang terbuat dari tepung beras berbentuk ulat yang diberi pewarna warna merah, kuning, hitam dsb 3)      Berbagai macam kentan dengan berbagai macam warna 4)      Enten-enten, yaitu makanan dari kentan yang manis rasanya. Pada bulan kelima ini para keluarga akan dikirimi makan dari calon ibu dan ayah yang terdiri ata sega wajar dan punar, daging goring kebo siji (segala macam, jeroan, danging dan mata satu biji), beberapa jenis makanan selamatan dan rujak crobo. Seluruh makanan ini dimasukan ke dalam takir ponthang dengan lima macam jarum dari emas hingga tembaga. Takir ponthang adalah wadah dari daun pisang yang dirangkap dengan janur kuning (daun kelapa muda yang berwarna kuning). Maksud dari hantaran sajian ini untuk memohon doa restu dari para sanak keluarga untuk keselamatan calon ibu dan anak yang berada dalam kandungan.

PowerPoint Presentation:

5. Pada bulan keenam Hanya dibuat satu macam sajian yang disebut apem kocor, yaitu tepung beras yang diberi sedikit ragi dan dibuat bersama santan dan juruh. 6. Pada bulan Ketujuh Diadakan upacara tingkeban atau mitoni. Upacara tingkepan disebut juga mitoni berasal dari kata pitu yang artinya tujuh, sehingga upacara mitoni dilakukan pada saat usia kehamilan tujuh bulan, dan pada kehamilan pertama.

PowerPoint Presentation:

7. Bulan kedelapan dibuat selamatan sederhana yang terdiri atas: Bolus angrem, yaitu kue klepon tertutup serabi putih, dengan letak tengkurap sebagai lambing kura-kura (binatang yang paling panjang usianya) yang ditengan mengerami telurnya. Kue klepon terbuat dari tepung kentan berbentuk bulat-bulat kecil yang diberi warna hijau dari daun kata berisi gula kelapa.   8. Selamatan terakhir diadakan pada bulan kesembilan Dengan membuat jenang procot, yaitu bubur beras yang dimasak denga santan manis, setengah matang dan diberi pisang utuh yang telah dibuang kulitnya. Setelah dimasak bubur ini ditempatkan dalam takhir (wadah dari daun pisang). Maksud selamatan jenang procotadlah agar sibayi lahir dengan mudah (mrocot). Selain itu, selamatan pada bulan terakhir kehamilan ini juga dimaksudkan untuk menghormati saudarasaudara si bayi yang blum lahir, yaitu air kawah (ketuban) dan ari-ari (tembuni atau plasenta), yang menurut kepercayaan jawa adalah teman si bayi.

Upacara upacara pada kehamilan adat Betawi:

Upacara kehamilan dilakukan sebagai upaya memberitahukan kepada masyarakat, tetangga-tetangga dan kerabat keluarga, bahwa seorang wanita sudah betul-betul hamil dan akan melahirkan keturunan. Selain itu, juga mengandung harapan agar ibu yang mengandung dan bayi yang dikandungnya mendapat keselamatan. Kepercayaan yang berkenanan dengan siklus hidup idividu seperti upacara "nujuh bulanan" ini masih kuat melekat pada orang Betawi di Kampung Bojong. Upacara Kekeba atau Upacara Nujuh Bulanin Salah satu upacara tradisional yang berkaitan dengan masa kehamilan pada masyarakat Betawi ialah upacara "kekeba"atau "nujuh bulanin"."Nujuh bulanin" asal dari kata 'tujuh bulan', maka dan itu upacara ini selalu dilakukan pada bulan ketujuh kehamilan. Diambil pada bulan ketujuh karena pada usia kehamilan tersebut janin dianggap telah sempurna, sudah berbentuk dan sudah diberi roh oleh Tuhan Yang Maha Esa. Untuk menyatakan rasa bersyukur kepada Tuhan, maka dilaksanakan upacara ini. Upacara upacara pada kehamilan adat Betawi

PowerPoint Presentation:

TERIMA KASIH

authorStream Live Help