sistem dalam kehidupan manusia

Views:
 
Category: Education
     
 

Presentation Description

Powerpoint ini dibuat atas dasar tugas mata kuliah Biologi ICT. Semoga dapat bermanfaat.

Comments

Presentation Transcript

Biology ICT : 

Biology ICT Ika YulianaProdi Pendidikan Biologijemappelle_ika et yahoo.com Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 1 Sistem Dalam Kehidupan Manusia Monday, May 02, 2011

Sistem Dalam Kehidupan Manusia : 

Sistem Dalam Kehidupan Manusia Monday, May 02, 2011 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 2

Slide 3: 

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 3 Standar Kompetensi 1. Memahami berbagai sistem dalam kehidupan manusia. Monday, May 02, 2011 Back

Slide 4: 

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 4 Monday, May 02, 2011 Kompetensi Dasar Mendeskripsikan sistem ekskresi pada manusia dan hubungannya dengan kesehatan. Mendeskripsikan sistem reproduksi pada manusia, hewan, dan tumbuhan serta penyakit-penyakit yang berhubungan dengan sistem reproduksi pada manusia. Mendeskripsikan sistem koordinasi dan alat indera pada manusia dan hubungannya dengan kesehatan. 1.1 1.2 1.3

Slide 5: 

Monday, May 02, 2011 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 5 Menyebutkan macam organ penyusun sistem reproduksi pada manusia. Mendeskripsikan fungsi sistem reproduksi. Mendata contoh kelainan dan penyakit pada sistem reproduksi yang biasa dijumpai dalam kehidupan sehari-hari dan upaya mengatasinya. Menyadari pentingnya menjaga kesehatan organ sistem reproduksi. Mendeskripsikan sistem reproduksi pada hewan. Mendeskripsikan sistem reproduksi pada tumbuhan. Indikator 1.1

Slide 6: 

Monday, May 02, 2011 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 6 Menyebutkan macam organ penyusun sistem reproduksi pada manusia. Mendeskripsikan fungsi sistem reproduksi. Mendata contoh kelainan dan penyakit pada sistem reproduksi yang biasa dijumpai dalam kehidupan sehari-hari dan upaya mengatasinya. Menyadari pentingnya menjaga kesehatan organ sistem reproduksi. Mendeskripsikan sistem reproduksi pada hewan. Mendeskripsikan sistem reproduksi pada tumbuhan. 1.2

Slide 7: 

Monday, May 02, 2011 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 7 Membandingkan bentuk organ penyusun sistem saraf pada manusia. Mendeskripsikan fungsi otak, fungsi sumsum tulang belakang, dan sel saraf dalam sistem koordinasi. Menunjukkan bagian-bagian alat indra dan fungsinya. Mendata contoh kelainan dan penyakit pada alat indera yang biasa dijumpai dalam kehidupan sehari-hari dan upaya mengatasinya Mendeskripsikan struktur, mekanisme, dan fungsi sistem koordinasi serta alat indera pada hewan. Back

1. Membandingkan organ-organ penyusun sistem ekskresi pada manusia.2. Mendeskripsikan fungsi manusia.3. Mendata contoh kelainan dan penyakit pada sistem ekskresi yang biasa dijumpai dalam kehidupan sehari-hari dan upaya mengatasinya. : 

1. Membandingkan organ-organ penyusun sistem ekskresi pada manusia.2. Mendeskripsikan fungsi manusia.3. Mendata contoh kelainan dan penyakit pada sistem ekskresi yang biasa dijumpai dalam kehidupan sehari-hari dan upaya mengatasinya. Tujuan Pembelajaran Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 8 Monday, May 02, 2011 Back

Materi : 

Materi Monday, May 02, 2011 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 9 Video

Sistem Ekskresi pada manusia : 

Sistem Ekskresi pada manusia Ekskresi yang artinya pengeluaran limbah hasil metabolism pada organism hidup. Zat sisa metabolisme yang harus dikeluarkan antara lain karbon dioksida, urea, amino kelebihan vitamin dan zat warna empedu. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 10 Alat pengeluaran pada manusia berupa ginjal, kulit, paru-paru dan hati. Monday, May 02, 2011

1.Ginjal : 

1.Ginjal Ginjal merupakan alat eksresi utama pada manusia. Terdiri dari satu pasang , berbentuk seperti kacang merah dan berwarna merah keunguan. Ginjal berfungsi mengeluarkan air, amino, dan zat warna empedu dalam bentuk urine. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 11 Monday, May 02, 2011

Slide 12: 

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 12 Struktur Ginjal. Monday, May 02, 2011

Slide 13: 

Nefritis Diabetes Melitus Diabetes Insipidus Albuminuria Batu ginjal Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 13 Gangguan Ginjal Monday, May 02, 2011

2. Kulit : 

2. Kulit Kulit berperan mengeluarkan air dan garam-garaman,dan kulit merupakan lapisan tipis yang menutupi dan melindungi seluruh tubuh.Kulit berfungsi menutupi seluruh permukaan tubuh, dan kulit berfungsi juga sebagai alat pengeluaran. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 14 Monday, May 02, 2011

Slide 15: 

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 15 Struktur Kulit. Monday, May 02, 2011

Slide 16: 

Sebagai pelindung tubuh dari keruskan Sebagai tempat indra peraba, Tempat pembuatan vitamin D Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 16 Fungsi Kulit : Monday, May 02, 2011

3. Paru-paru : 

3. Paru-paru Paru-paru berperan mengeluarkan karbon dioksida dan air (dalam bentuk uap air). Paru-paru manusia terdiri atas dua bagian yaitu sebelah kiri (mempunyai dua lobus) dan sebelah kanan (mempunyai tiga lobus). Paru-paru merupakan alat pengeluaran karbon dioksida dan uap air yang dihasilkan pada proses pespirasi (pernafasan). Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 17 Monday, May 02, 2011

Slide 18: 

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 18 Struktur Paru-paru. Monday, May 02, 2011

4. Hati : 

4. Hati Hati berfungsi menghasilkan zat warna empedu yang merupakan hasil perombakan sel darah. Hati merupakan kelenjar terbesar dalam tubuh manusia yang terletak dalam rongga perut sebelah kanan, tepatnya dibawah diafragma, hati juga menjadi tempat perombakan sel darah merah yang rusak menjadi empedu. Empedu terdiri dari garam empedu dan zat warna empedu. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 19 Monday, May 02, 2011

Slide 20: 

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 20 Struktur Hati. Monday, May 02, 2011

Slide 21: 

Hati dapat terkena infeksi, misalnya penyakit hepatitis yang disebabkan oleh virus. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 21 Gangguan Hati Monday, May 02, 2011 back

Sistem Reproduksi pada Manusia : 

Sistem Reproduksi pada Manusia Reproduksi seksual diawali dengan fertilisasi, yaitu bertemunya sel kelamin jantan dan sel kelamin betina kemudian diikuti pembuahan sehingga terbentuknya zigot. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 22 Monday, May 02, 2011

A. Sistem Reproduksi Pria : 

A. Sistem Reproduksi Pria Sistem reproduksi meliputi organ reproduksi, spermatogenesis dan hormon reproduksi dibedakan menjadi organ reproduksi eksternal (luar) dan organ reproduksi internal (dalam). Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 23 Monday, May 02, 2011

1. Organ reproduksi Pria : 

1. Organ reproduksi Pria reproduksi eksternal pria terdiri atas skortum (kantong buah zakar) dan penis (zakar). Adapun organ reproduksi internal terdiri atas testis (buah zakar), epididymis (kantong mani) dan kelenjar prostat. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 24 Monday, May 02, 2011

Sistem Organ Reproduksi Pria. : 

Sistem Organ Reproduksi Pria. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 25 Organ reproduksi dalam Monday, May 02, 2011

Slide 26: 

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 26 Organ reproduksi luar Potongan melintang penis pada organ reproduksi luar pria. Monday, May 02, 2011

2. Spermatogenesis : 

2. Spermatogenesis Spermatogenesis adalah produksi sel-sel sperma pada pria dewasa. Spermatogonium mengalami mitosis berulang-ulang menghasilkan spermatosit primer. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 27 Monday, May 02, 2011

Slide 28: 

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 28 Spermatogenesis Monday, May 02, 2011

Bagan/skema spermatogenesis : 

Bagan/skema spermatogenesis Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 29 Monday, May 02, 2011

3. Hormon-Hormon pada Pria : 

3. Hormon-Hormon pada Pria Periode pubertas memiliki keterkaitan yang erat dengan aktivitas hormone seperti berikut ini: Testosteron, Hormon Pertumbuhan (Growth hormone), LH, FSH, Estrogen. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 30 Monday, May 02, 2011

B. Sistem Reproduksi Wanita : 

B. Sistem Reproduksi Wanita Sistem reproduksi wanita meliputi organ reproduksi, oogenesis, hormon reproduksi dan proses-proses yang terjadi di dalam organ reproduksi wanita. Organ reproduksi pada wanita juga dibedakan menjadi organ reproduksi eksternal (luar) dan organ reproduksi internal (dalam). Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 31 Monday, May 02, 2011

Slide 32: 

Organ reproduksi dalam Organ reproduksi wanita tampak dari (a) depan dan (b) samping. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 32 Monday, May 02, 2011

1. Organ Reproduksi Wanita : 

1. Organ Reproduksi Wanita Organ kelamin luar adalah vulva, sedangkan organ kelamin dalam terdiri dari mons pubis, labia minora, labia mayora dan klitoris. Adapun organ kelamin dalam terdiri atas ovarium Rahim dan vagina. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 33 Monday, May 02, 2011

Slide 34: 

Oviduk Uterus Vagina Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 34 Organ reproduksi dalam : Organ reproduksi luar : Vulva Mons pubis Labium mayor Labium minor Klitoris Monday, May 02, 2011

2. Oogenesis : 

2. Oogenesis Adalah perkembangan sel telur dewasa yang belum dibuahi. Alat perkembangbiakan seorang wanita setelah usia lebih dari 50 tahun akan berangsur-angsur mengalami kemunduran fungsi. Ovarium sudah tidak menghasilkan sel telur lagi dan berhentinya haid. Peristiwa ini disebut menupause. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 35 Monday, May 02, 2011

Slide 36: 

Oogenesis Tahapan oogenesis. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 36 Monday, May 02, 2011

Slide 37: 

Oogenesis pada ovarium. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 37 Monday, May 02, 2011

3. Hormon-hormon pada Wanita : 

3. Hormon-hormon pada Wanita Ovarium menghasilkan hormone sebagai berikut. Estrogen, Progesteron Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 38 Monday, May 02, 2011

4. Pembuahan dan Perkembangan Embrio : 

4. Pembuahan dan Perkembangan Embrio Ovulasi merupakan peristiwa pelepasan sebuah oosit sekunder, yang kemudian memasuki oviduk. Setelah terjadi ovulasi, sel telur yang terlepas dari ovarium akan ditangkap oleh corong saluran telur dan dimasukan ke tuba falopi. Jika ada spermatozoa terjadilah pembuahan yang akan berhasil membuahi sel telur. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 39 Monday, May 02, 2011

Slide 40: 

Fertilisasi Proses terjadinya fertilisasi di dalam oviduk pada organ reproduksi wanita. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 40 Monday, May 02, 2011

Slide 41: 

Kehamilan (gestasi) Tahapan pembelahan zigot hasil fertilisasi dalam perjalanan ke uterus untuk proses implantasi. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 41 Monday, May 02, 2011

Slide 42: 

Kehamilan (gestasi) (2) Proses pembentukan membran kehamilan pada embrio. Amnion Korion Sakus vitelinus Kantung telur Pembuluh darah Awal korion Massa sel dalam Endometrium Uterus Blastosol Trofoblas Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 42 Monday, May 02, 2011

Slide 43: 

Kehamilan (gestasi) (3) Bagian plasenta, cairan amnion, dan tali pusar. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 43 Monday, May 02, 2011

5. Tahapan Perkembangan Embrio Manusia : 

5. Tahapan Perkembangan Embrio Manusia Setelah pembuahan, pertumbuhan dan perkembangan zigot menjadi embrio hingga janin diuraikan berikut ini. Pada umur lima minggu, calon tungkai (alat gerak), mata, jantung dan semua organ lain telah mulai berkembang pada embrio yang hanya sekitar 1 cm panjangnya. Pada umur 14 minggu panjangnya sekitar 6 cm. pertumbuhan dan perkembangan anak, sekarang disebut janin, terus berlangsung selama trimester kedua (4-6 bulan). Pada umur 20 minggu (lima bulan) telah tumbuh menjadi janin, mengalami pembelahan sel dan panjangnya lebih kurang 30 cm. Pada akhir bulan keenam kepala bayi berada dibawah dengan panjang lebih kurang 30 cm. Embrio 9 bulan, beratnya mencapai kurang lebih 3-4 kg dan panjangnya lebih kurang 50 cm. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 44 Monday, May 02, 2011

Slide 45: 

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 45 Embrio manusia pada usai kehamilan: (a) 4 minggu, (b) 5-6 minggu, (c) 8 minggu, dan (d) 16 minggu. Monday, May 02, 2011

C. Penyakit dan Kelainan pada Sistem Reproduksi : 

C. Penyakit dan Kelainan pada Sistem Reproduksi Penyakit pada system reproduksi umumnya tergolong penyakit menular. Dimana penularannya melalui hubungan seksual. Penyakit pada system reproduksi antara lain: AIDS, Gonore, Herpes Genitalia, Sifilis. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 46 Monday, May 02, 2011

Slide 47: 

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 47 Gangguan pada Sistem reproduksi wanita Gangguan menstruasi Kanker genitalia Kanker vagina Kanker serviks Kanker ovarium Endometriosis Infeksi vagina Monday, May 02, 2011

Slide 48: 

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 48 Gangguan pada sistem reproduksi pria Hipogonadisme Kriptokorkidisme Uretritis Prostatitis Epididimitis Orkitis Monday, May 02, 2011 back

Sistem koordinasi dan alat indera pada manusia : 

Sistem koordinasi dan alat indera pada manusia Didalam tubuh terdapat sistem koordinasi yang meliputi sistem saraf, sistem indera dan sistem hormon. Sistem saraf berfungsi menanggapi rangsang. Rangsangan dari luar tersebut diterima oleh alat indera. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 49 Monday, May 02, 2011

A. Sistem Saraf pada Manusia. : 

A. Sistem Saraf pada Manusia. Sistem syaraf mengatur dan mengendalikan seluruh aktivitas tubuh sehingga susunan saraf mempunyai kemampuan menerima rangsangan, mengirinkan pesan-pesan rangsangan (impuls) tersebut ke pust susunan saraf, kemudian memberikan tanggapan atau respon terhadap rangsangan tersebut ke otot. Monday, May 02, 2011 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 50

Slide 51: 

Monday, May 02, 2011 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 51 Organisme perlu mengenali perubahan lingkungan  stimulus Utk bereaksi thd perubahan lingk, diperlukan 3 komponen utama Reseptor Sistem syaraf Efektor

Slide 52: 

Monday, May 02, 2011 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 52 Reaksi terhadap rangsangan melalui resptor, sistem saraf, dan efektor.

1. Sel Saraf ( Neuron) : 

1. Sel Saraf ( Neuron) Neuron adalah unit fungsional sistem saraf yang dikhususkan untuk menghantarkan dan mengirim sinyal dalam tubuh dari satu lokasi ke lokasi yang lain. Bagian-bagian neuron dapat dibedakan menjadi badan sel, dendrit dan neurit (akson). Monday, May 02, 2011 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 53

Slide 54: 

Monday, May 02, 2011 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 54 Bagian-bagian neuron: Badan sel Dendrit Akson Fungsi neuron: Menghantarkan impuls Fungsi khusus seperti berpikir, mengontrol kontraksi otot, dsb

Slide 55: 

Monday, May 02, 2011 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 55 Macam-macam neuron Neuron berdasarkan jumlah uluran (a) Neuron unipolar, (b) neuron bipolar, dan (c) neuron multipolar.

Slide 56: 

Monday, May 02, 2011 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 56 Macam-macam neuron Neuron berdasarkan fungsi

2. Mekanisme Kerja Saraf : 

2. Mekanisme Kerja Saraf Gerak merupakan aktivitas tubuh yang dapat digunakan untuk menjelaskan penghantaran impuls oleh saraf. Monday, May 02, 2011 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 57

Slide 58: 

Monday, May 02, 2011 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 58 Contoh proses terjadinya gerak refleks pada lutut. Gerak biasa Reseptor  neuron sensorik  pusat syaraf  neuron motorik  efektor Gerak refleks Reseptor  neuron sensorik  neuron konektor  neuron motorik  efektor

3. Susunan Saraf : 

3. Susunan Saraf Susunan saraf manusia terdiri atas otak, sumsum tulang belakang dan urat saraf. Otak dan sumsum tulang belakang membentuk susunan saraf sedangkan urat-urat yang menuju keseluruh bagian tubuh disebut saraf tepi. Monday, May 02, 2011 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 59

Slide 60: 

Sistem syaraf Sistem syaraf pusat Sistem syaraf tepi Otak Sumsum tulang belakang Sistem syaraf sadar Sistem tidak sadar Syaraf simpatik Syaraf simpatetik

Sistem Saraf Pusat : 

Sistem Saraf Pusat Mengendalikan seluruh aktivitas tubuh. T.d otak dan sumsum tulang belakang (STB) Karena sangat penting, keduanya perlu dilindungi STB dilindungi ruas-ruas tilang belakang Otak dilindungi tengkorak Keduanya dilindungi selaput meningia yang t.d 3 lapis, dari dalam ke luar : a. Piameter (pia=lunak) b. Arachnoid (arach=laba-laba) c. Durameter (dura=kaku)

Slide 62: 

Sistem saraf pusat Sayatan membujur sistem saraf pusat yaitu otak dan sumsum tulang belakang.

Slide 63: 

Rongga arachnoid – piameter cairan cerebrospinal, sebagai bantalan, membawa nutrient, hormon, sel darah putih ke otak, bersifat alkali, bening dan dihasilkan di atap otak tengah Otak dan STB punya substansi pokok : Substansi kelabu (Substance Grissea); warna abu-abu karena merupakan kumpulan badan sel Substansi putih (Substance Alba); warna putih karena merupakan kumpulan serabut syaraf Tapi letaknya berbeda : Otak SK di korteks, SP d tengah STB  SK di tengah, SP di korteks

Slide 64: 

Monday, May 02, 2011 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 64 12 pasang urat saraf otak

Slide 65: 

Substansi kelabu dan substansi putih pada (a) sumsum tulang belakang dan (b) otak. Sumsum Tulang Belakang

Slide 66: 

Sedangkan bag.putih yg di tepi dan mengelilingi bag.abu-abu berisi : - serabut syaraf spinal yg datang dari bag.abu-abu - serabut syaraf sepanjang STB yg menghubungkan syaraf spinal-otak Fungsi : pusat gerak refleks, penghantar impuls dari kulit/otot otak dan membawa impuls motor dari otak  otot tubuh

Slide 67: 

Syaraf sadar Berdasarkan arah impuls yang dibawanya Sistem syaraf aferen Sistem syaraf eferen Berdasarkan asalnya Sistem syaraf kepala Sistem saraf tulang belakang Sistem syaraf tepi yang terdiri dari sistem syaraf kepala dan sistem syaraf tulang belakang.

4. Kelainan pada Sistem Saraf : 

4. Kelainan pada Sistem Saraf Berikut ini contoh kelainan pada sistem saraf: Meningitis Sakit Kepala Amnesia (lupa ingatan) Monday, May 02, 2011 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 68

B. Indera pada Manusia : 

B. Indera pada Manusia Indera pada manusia merupakan alat yang digunakan untu mengenali perubahan eksternal. Manusia memiliki 5 alat indera yang disebut panca indera yaitu mata, telinga, hidung, lidah, dan kulit. Monday, May 02, 2011 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 69

1. Mata : 

1. Mata Indera penglihatan didukung oleh alat indera yang berupa mata. Organ ini mempunyai fotoreseptor yang digunakan untuk mengenali perubahan cahaya dan warna. Mata terdapat di dalam bola mata dan dijaga oleh alat pelindung seperti alis, bulu mata, kelopak, dan kelenjar. Monday, May 02, 2011 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 70

Slide 71: 

Monday, May 02, 2011 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 71 Bagian-bagian mata sklera : melindungi bola mata, melekatnya otot mata Kornea: meneruskan cahaya yg masuk ke mata & memfraksikannya koroid : memberi zat makanan & oksigen iris : memberi warna, sebagai diafragma pupil : mengatur jumlah banyaknya cahaya & melindungi retina lensa mata: menerima & memfokuskan cahaya yg dipantulkan dr benda yg kita lihat badan bening: meneruskan cahaya dr lensa ke retina menyokong lensa, menjaga bentuk bola mata retina: menerima bayangan benda

Slide 72: 

Monday, May 02, 2011 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 72 Indera penglihatan (a) Alat tambahan mata dan (b) bagian-bagian kelopak mata. Aparatus lakrimalis.

Slide 73: 

Kelainan atau gangguan mata disebabkan karena usia lanjut, kekurangan vitamin dan kebiasaan membaca yang salah. Berikut ini beberapa kelainan dan gangguan pada mata. Miopi (rabun jauh) Hipermetropi Presbiopi Astigmatisma Glaukoma Konjungtivitis Katarak Monday, May 02, 2011 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 73 Kelainan atau Gangguan Mata

Slide 74: 

Monday, May 02, 2011 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 74 Kelainan pada mata: (a) mata miopi, (b) mata miopi dikoreksi dengan lensa cekung, (c) mata hipermetropi, (d) mata hipermetropi dikoreksi dengan lensa cembung.

2. Telinga : 

2. Telinga Telinga mengubah getaran suara di udara menjadi sinyal saraf ke otak. Telinga manusia hanya mencatat getaran yang berkisar dari 20-20.000 Hz yang disebut bunyi Audiosonik. Monday, May 02, 2011 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 75

Slide 76: 

Monday, May 02, 2011 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 76 Indera pendengaran dan keseimbangan Pembagian daerah telinga. Struktur telinga bagian dalam.

Slide 77: 

Monday, May 02, 2011 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 77 (a) Struktur koklea dan (b) struktur bagian dalam koklea.

Slide 78: 

Getaran suara masuk ke telinga luar. Telinga luar membantu memusatkan suara masuk ke saluran telinga dan menggetarkan gendang telinga. Gendang telinga meneruskan getaran suara ke tulang-tulang pendengaran. Selanjutnya, getaran suara masuk ke telinga bagian dalam melalui selaput tingkat oval dan menggetarkan cairan limfe pada skala vestibuli. Monday, May 02, 2011 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 78 Proses Mendengar

Slide 79: 

Gangguan pada telinga menyebabkan terganggunya pendengaran, disebabkan oleh penyumbatan saluran telinga, penebalan (pecahnya), selaput gendang telinga, pengapuran tulang-tulang pendengaran dan kerusakan pada saraf pendengaran. Macam-macam gangguan pada telinga: Monday, May 02, 2011 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 79 Gangguan pada Telinga Osteosklerosis Otitis Presbikusis

3. Hidung : 

3. Hidung Hidung sebagai organ pernapasan dan indera pembau terdiri atas bagian luar dan bagian dalam. Indera pembau (kemoreseptor) terdapat di permukaan dalam hidung, yaitu pada lapisan lendir bagian atas. Monday, May 02, 2011 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 80

Slide 81: 

Monday, May 02, 2011 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 81 Indera pembau Struktur indera pembau. daerah sensitif di atas rongga hidung struktur t.d sel penyokong dan sel pembau

Slide 82: 

Monday, May 02, 2011 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 82 Beberapa jenis gangguan dan penyakit yang biasa menyerang hidung antara lain Polip Hidung Mimisan atau Epistaksis Sinusitis Rinitis

4. Lidah : 

4. Lidah Lidah merupakan organ tempat reseptor rasa makanan, minuman dan semua rasa zat yang masuk ke dalam mulut. Struktur reseptif untuk mengecap disebut kuncup pengecap. Monday, May 02, 2011 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 83

Slide 84: 

Monday, May 02, 2011 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 84 Indera pengecap Struktur indera pengecap: (a) papila pada lidah, (b) tunas pengecap, dan (c) struktur tunas pengecap. permukaannya kasar karena ada papila tiap papila terdapat banyak tunas pengecap

5. Kulit : 

5. Kulit Kulit merupakan lapisan luar dari tubuh manusia dan makhluk hidup lainnya. Selain sebagai organ ekskresi, kulit juga berfungsi sebagai pelindung tubuh dari sinar matahari, panas, bahan kimia dan kuman; pengaturan temperatur dan dan cairan tubuh dan alat peraba. Monday, May 02, 2011 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 85

Slide 86: 

Monday, May 02, 2011 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 86 Indera peraba Reseptor sensorik pada manusia.

Slide 87: 

Berdasarkan penyebabnya, gangguan kulit dibagi menjadi dua macam yaitu akibat infeksi dan bukan karena infeksi. Gangguan infeksi umumnya disebabkan oleh pertumbuhan bakteri dan jamur. Contoh : panu, kadas atau kurap dan kutu air. Gangguan noninfeksi umumnya isebabkan oleh alergi, kanker dan at-zat kimia. Contoh : eksim (peradangan kulit akibat alergi), kanker kulit dan psoriasis (penebalan epidermis pada bagian-bagian tubuh seperti siku, lutut dan leher) Monday, May 02, 2011 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 87 Gangguan pada Kulit.

C. Hormon : 

C. Hormon Kelenjar digolongkan menjadi dua yaitu kelenjar eksokrin dan kelenjar endokrin. Kelenjar eksokrin adalah kelenjar yang mengeluarkan sekreta kepermukaan kulit atau organ lain melalui suatu saluran. Adapun kelenjar endokrin (kelenjar buntu) mengeluarkan sekreta berupa hormon kedalam pembuluh darah tanpa melalui saluran tersendiri. Monday, May 02, 2011 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 88

Slide 89: 

Monday, May 02, 2011 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 89 Kelenjar endokrin pada manusia.

Slide 90: 

Monday, May 02, 2011 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 90 Kel. pituitari (master of glands) Lobus anterior ACTH (Adrenocorticotrophic hormone) TSH (Thyroid stimulating hormone) FSH (Follicle stimulating hormone) SH (Somatrophin hormone) Pars intermedia MSH (Melanocyte hormone) Lobus posterior ADH (Antidiuretic hormone) Oksitosin

Slide 91: 

Monday, May 02, 2011 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 91 Kelenjar Tiroid Tiroksin Triyodotironin Meningkatkan metabolisme sel Kelenjar Paratiroid Parathormon Mengatur konsentrasi ion kalsium dan fosfor dalam cairan ekstraseluler Kelenjar Suprenalis Adrenalin dan noradrenalin Kelenjar Plasenta H gonadotropin karion Estrogen Progesteron Progesteron Somatotropin

Slide 92: 

Kelenjar hipofisis Hormon yang dihasilkan hipofisis dan organ targetnya: (a) lobus anterior dan (b) lobus posterior. (a) (b) Kelenjar tiroid dan paratiroid Kelenjar tiroid dan paratiroid. Kelenjar suprarenalis  menghasilkan adrenalin dan noradrenalin

Slide 93: 

Kontrol homeostatik pada metabolisme glukosa oleh hormon insulin dan glukagon. Kelenjar pankreas  menghasilkan insulin dan glukagon

Slide 94: 

Ovarium Hormon pada ovarium. Testis Hormon pada testis. back

Slide 95: 

Watch This Videos Monday, May 02, 2011 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 95

Slide 96: 

Monday, May 02, 2011 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 96 Watch This Videos

authorStream Live Help