tugas neti ict

Views:
 
Category: Entertainment
     
 

Presentation Description

No description available.

Comments

Presentation Transcript

Tugas Uas Bio ICT: 

Tugas Uas Bio ICT DI SUSUN OLEH : NETI HARYATI 0801145047 PROGRAM STUDY FKIP BIOLOGI UNIVERSITAS UHAMKA

TAUTAN GEN/LINKAGE: 

TAUTAN GEN/ LINKAGE Beberapa gen pada kromosom tidak memisah bebas  gen bertaut Secara fisik gen tersebut bertaut pada kromosom, namun kombinasi baru dapat terjadi dengan adanya pindah silang ( crossing over ) Bila tautan sempurna : gen-gen tersebut selalu diwariskan bersama-sama, berasal dari tetua yang sama Biasanya tautan gen tidak sempurna : sebagian dapat bergabung secara bebas

PENYIMPANGAN DARI HUKUM MENDEL II: 

PENYIMPANGAN DARI HUKUM MENDEL II P = bunga ungu, p = bunga merah L = tepungsari panjang, l = tepungsari bulat F1 : PpLl (ungu, panjang) F2 : pengamatan harapan (p-h) ² /h ungu, panjang 296 240 13.07 ungu, bulat 19 80 46.51 merah, panjang 27 80 35.11 merah, bulat 85 27 124.59 X ² = 219.28

PowerPoint Presentation: 

X ² hit > X ² tb Data tidak sesuai dengan nisbah 9 : 3 : 3 : 1 315 ungu : 112 merah  segregasi 323 panjang : 104 pendek  segregasi Uji silang : menentukan nisbah gamet yang dihasilkan indv. Heterosigot PpLl x ppll Hasil Harapan Ungu, panjang 7 1 Ungu, bulat 1 1 Merah, panjang 1 1 Merah, bulat 7 1

SUSUNAN GEN-GEN BERTAUT: 

SUSUNAN GEN-GEN BERTAUT Tautan coupling (sis) : dua alele dominan atau dua alele resesif pada satu kromosom Tautan repulsion (trans): satu alele dominan dan satu alele resesif pada satu kromosom Tautan sempurna  tidak terjadi pindah silang  hanya ada tipe tetua, tipe rekombinan tidak dibentuk Tautan tidak sempurna  terjadi pindah silang  tipe tetua lebih banyak dari tipe rekombinan yang dibentuk. Frek. tipe rekombinan = % pindah silang Tidak ada tautan  hukum Mendel II  frek. tipe tetua = frek. tipe rekombinan.

PINDAH SILANG (CROSSING OVER): 

PINDAH SILANG (CROSSING OVER)

PowerPoint Presentation: 

Terjadi saat kromosom homolog telah berpasangan (sinapsis) dan masing-masing kromosom sudah membelah menjadi 2 kromatid Pindah silang : pertukaran bagian “ non sister chromatid ” dari kromosom homolog. Hanya 2 dari 4 kromatid yang terlibat dalam pindah silang, maka besarnya pindah silang: 0 ≤ p.s. ≤ 0,5 Bila terjadi pindah silang akan diperoleh tipe seperti tetua dan tipe rekombinan Frekuensi tipe rekombinan = % pindah silang

MENGHITUNG FREKUENSI PINDAH SILANG: 

MENGHITUNG FREKUENSI PINDAH SILANG Uji silang : individu heterosigot disilangkan dengan homosigot resesif

Menentukan urutan gen: 

Menentukan urutan gen Tipe tetua = paling banyak Tipe ps ganda = paling sedikit Dua gen pada tipe tetua = dua gen pada tipe psg, yang tidak sama terletak di tengah

PEMETAAN GEN PADA KROMOSOM: 

PEMETAAN GEN PADA KROMOSOM Nilai pindah silang dapat digunakan untuk menentukan jarak antara dua gen yang berdekatan 1 unit peta = 1% pindah silang Menentukan jarak gen-gen pada kromosom yang sama menggunakan trihibrida ( three point cross ) Tentukan urutan gen yang benar Tentukan frek. pindah silang antara dua gen yang berurutan

PEMETAAN GEN PADA JAGUNG: 

PEMETAAN GEN PADA JAGUNG gl = daun mengkilat, v = bibit pucat, va = steril Gl, V, Va = normal GlglVvVava x glglvvvava Keturunan: Fenotipe jml gamet Normal 235 Gl V Va tipe tetua Mengkilat 7 gl V Va hsl p.s. ganda Mengkilat, steril 62 gl V va Mengkilat, pucat 48 gl v Va Mengkilat, steril, pucat 270 gl v va tipe tetua Steril 40 Gl V va Steril, pucat 4 Gl v va hsl p.s. ganda Pucat 60 Gl v Va

Interferensi dan koinsidens: 

Interferensi dan koinsidens Interferensi : pindah silang yang terjadi di suatu tempat mengurangi kemungkinan terjadinya pindah silang pada daerah di dekatnya Koefisien koinsidens : ukuran kekuatan interferensi Frek p.s. ganda yang teramati = (11/726) x 100% = 1,5 % Frek p.s. ganda yang diharapkan (bila tidak ada pengaruh) = 0,183 x 0,136 = 2,5% Koef koinsidens = 1,5% / 2,5% = 0,6 Interferensi = 1 – 0,6 = 0,4 atau 40 %

PAUTAN DAN PEMETAAN KROMOSOM: 

PAUTAN DAN PEMETAAN KROMOSOM

GEN TERPAUT: 

GEN TERPAUT Gen terangkai (berpaut/berangkai pada autosom) gen-gen yang bukan sealel yang terdapat pada kromosom yang sama A b A B B a a b Bagaimana kemungkinan gen-gen tersebut terangkai ??

PowerPoint Presentation: 

Gen-gen dominan terangkai pada satu kromosom, sedangkan alel-alel resesifnya terangkai pada kromosom homolognya (AB)(ab), AB/ab, AB:ab gen-gen terangkai dalam keadaan coupling phase /susunan sis

PowerPoint Presentation: 

Gen dominan terangkai dengan gen resesif yang bukan alelnya pada satu kromosom sedangkan alel resesif dari gen pertama dan alel dominan dari gen kedua terangkai pada kromosom homolognya (Ab)(aB), Ab/Ab, Ab:Ab Gen-gen terangkai dalam keadaan repulsion phase /susunan trans

RANGKAI SEMPURNA: 

RANGKAI SEMPURNA Apabila gen-gen yang terangkai letaknya berdekatan, maka selama meiosis, gen-gen itu tidak mengalami perubahan letak, gen-gen itu bersama-sama menuju ke gamet gen terangkai sempurna

PowerPoint Presentation: 

Contoh : Cu = gen sayap normal cu = gen sayap keriput ( tdk bisa terbang ) Sr = gen dada polos (normal) sr = gen dada bergaris Lalat dihibrid , dgn fenotip sayap dan dada normal, mempunyai 2 kemungkinan genotip :

PowerPoint Presentation: 

Gen-gen terangkai sempurna dalam susunan sis P: betina cu sr x jantan Cu Sr cu sr Cu Sr Sayap keriput sayap normal dada bergaris dada polos F1: Cu Sr cu sr sayap normal, dada normal

PowerPoint Presentation: 

F2 Ket: sayap normal, dada normal (3) sayap keriput, dada bergaris (1) Cu Sr cu sr Cu Sr Cu Sr Cu Sr Sayap normal dada normal Cu Sr cu sr Sayap normal Dada normal Cu sr Cu Sr cu sr Sayap normal Dada normal cu sr cu sr Sayap keriput Dada bergaris

PowerPoint Presentation: 

Gen-gen terangkai sempurna dalam susunan trans P: betina cu Sr x jantan Cu sr cu Sr Cu sr Sayap keriput sayap normal dada normal dada bergaris F1: Cu sr cu Sr sayap normal, dada normal

PowerPoint Presentation: 

F2 Ket: sayap normal, dada normal (2) sayap normal, dada bergaris (1) sayap keriput, dada normal (1) Cu sr cu Sr Cu sr Cu sr Cu sr Sayap normal dada bergaris cu Sr Cu sr Sayap normal Dada normal cu Sr Cu sr cu Sr Sayap normal Dada normal cu Sr cu Sr Sayap keriput Dada normal

RANGKAI TAK SEMPURNA: 

RANGKAI TAK SEMPURNA Gen-gen yang terangkai pada satu kromosom biasanya letaknya tdk berdekatan satu dgn lainnya, sehingga gen mengalami perubahan letak karena penukaran segmen dari kromatid-kromatid pada sepasang kromosom homolog CROSSING OVER

PowerPoint Presentation: 

Ex: + (pengganti M) = gen warna ungu bunga m = gen warna merah bunga + (pengganti B) = gen serbuk sari panjang b = gen serbuk sari bulat Tanaman kapri dihibrid dg fenotip bunga ungu dan serbuk sari panjang punya 2 kemungkinan genotip : + + gen terangkai sis m b + b gen terangkai trans m +

PowerPoint Presentation: 

Gen terangkai tdk sempurna dlm susunan sis P: + + x m b + + m b ungu, panjang merah, bulat F1: + + m b ungu, panjang

PowerPoint Presentation: 

Jika F1 diuji silang, didapat 192 tanaman : 23 ungu, serbuk sari bulat 30 merah, serbuk sari panjang 182 merah, serbuk sari bulat Hasil tdk 1:1:1:1 seperti uji silang dihibrid krn adanya pindah silang gen-gen tanaman dihibrid tsb. Gamet-gamet yg tdk mengalami pindah silang (++ dan mb) dibentuk paling banyak

PowerPoint Presentation: 

Uji silang P: + + x m b m b m b ungu, panjang merah, bulat

PowerPoint Presentation: 

F2 Hasil uji silang = n : 1 : 1 : n Persentase rekombinasi = 23 + 30 x 100% = 12,41% 427 Persentase parental = 100% - 12,41% = 87,59% GENOTIP FENOTIP JUMLAH FREK. TIPE + + m b Ungu , panjang 192 0,4496 Parental + b m b Ungu , bulat 23 0,0538 Rekombinasi m + m b Merah , panjang 30 0,0702 Rekombinasi m b m b Merah , bulat 182 0,4262 parental JUMLAH 427 1,000