Tugas Teori dan model konsep keperawatan By Orem PP

Views:
 
Category: Education
     
 

Presentation Description

No description available.

Comments

Presentation Transcript

TEORI DAN MODEL KONSEP KEPERAWATAN MENURUT DOROTHEA ELIZABETH OREM Monday, July 25, 2011. By Allen Lintang:

By. Allen 2011 TEORI DAN MODEL KONSEP KEPERAWATAN MENURUT DOROTHEA ELIZABETH OREM Monday, July 25, 2011 . By Allen Lintang Dr. Dorothea E Orem RN BSN, Ed. MSN, Ed. lahir di Baltimore, Maryland pada tahun 1914. Memulai karir keperawatannya sebagai siswa di Providence Hospital School of Nursing, Washington DC. Lulus Sarjana Muda tahun 1930, Menyelesaikan BSN, Ed pada tahun 1939 dan MSN, Ed. Pada tahun 1945 di Catholic University of America, Washington, DC. . Tahun 1958 – 1959, sebagai konsultan di departemen kesehatan di bagian pendidikan kesejahteraan dan berpatisipasi pada proyek pelatihan perawatan . . Tahun 1959, konsep perawatan Orem dipublikasikan untuk pertama kali. . Tahun 1965, Orem bergabung dengan Universitas Katolik di Amerika membentuk model teori keperawatan komunitas . . Tahun 1968, membentuk kelompok konferensi perkembangan keperawatan , yang menghasilkankerjasama tentang perawatan dan disiplin keperawatan . . Tahun 1971, Orem mengembangkan konsep keperawatan tentang perawatan diri sendiri dan dipublikasikan dalam keperawatan .

Slide 2:

By. Allen 2011 Honorary Doctorates: Doctor of Science dari Georgetown University pada tahun 1976, dan dari Incarnate Word College in San Antonio, Texas pada tahun 1980 dan gelar penghargaan dari alumni Universitas Katolik tentang teori keperawatan , Di tahun ini , Orem mempublikasikan buku kedua yang berisi tentang edisi pertama diperluas pada tingkat keluarga , kelompok dan masyarakat . Tahun 1988, Doctor of Humane Letters dari Illinois Wesleyan University, Bloomington, Illinois. Tahun 1985, Dr Orem mempublikasikan buku kedua yang berisi tentang tiga teori , yaitu : teori self-care, teori self-care defisit , dan teori sistem keperawatan . Tahun 1998, Doctor Honoris Causae , University of Missouri-Columbia. Dr. Dorothea E. Orem terus mengembangkan teori ini dan akhirnya dapat menyelesaikan sampai edisi ke enam buku berjudul “Nursing Concept of Practice”, yang kemudian dipublikasikan Mosby pada Januari 2001. Beliau meninggal pada 22 Juni 2007 di kediamannya di Savannah, Amerika Serikat

Slide 3:

By Allen 2011 Pengertian Self Care Adalah : “ suatu pelaksanaan kegiatan yang diprakarsai dan dilakukan oleh individu sendiri untuk memenuhi kebutuhan guna mempertahankan kehidupan , kesehatan dan kesejahteraannya sesuai dengan keadaan , baik sehat maupun sakit “ ( Orem’s, 1980 ).

Slide 4:

By. Allen 2011 MODEL PERAWATAN DIRI MANDIRI DOROTHEA E.O. . Setiap individu membutuhkan perawatan diri untuk mempertahankan kesehatan dan kesejahteraan sampai maksimal . . Setiap individu memiliki kemampuan dan tanggung jawab merawat diri dan orang menjadi tanggungannya . . Model ini di bagi atas 3 konseptual teori : . Teori Perawatan diri mandiri (Self-Care Theory). . Teori berkurangnya kemampuan merawat diri mandiri (Self-Care Deficit Theori ). . Sistem Keperawatan (Nursing System).

Slide 5:

By. Allen 2011 Teori Perawatan diri Mandiri (Self-Care Theory) . Perawatan diri mandiri Kemampuan melakukan kegiatan dalam memenuhi kebutuhan individu dengan mempertahankan kesehatan dan kesempurnaan baik Bio, psiko , sosial , dan spiritual. . Perawatan diri mandiri Tingkah laku yang dipelajari , dipengaruhi metaparadigma tentang : -. Individu -. Kesehatan -. Lingkungan -. Keperawatan . Komponen perawatan diri mandiri ada 3, yaitu : . Kebutuhan perawatan diri secara umum (Universal self-care needs). . Kebutuhan perawatan diri yang dikembangkan (Developmental Self-care needs). . Kebutuhan perawatan diri terhadap penyimpangan kesehatan (Health deviaton seif -care)

Slide 6:

By. Allen 2011 . Kebutuhan perawat diri secara umum . . Merpkn kegiatan-kegiatan penting untuk tetap sehat . . Ada 8 elemen yang diidentifikasi , terdiri dari : -. Udara . -. Air. -. Makanan . -. Eliminasi . -. Bekerja dan istirahat . -. Saat sendiri dan berinteraksi sosial . -. Perlindungan terhadap bahaya . -. Dukungan untuk hidup normal

Slide 7:

By. Allen 2011 . Kebutuhan perawatan diri yang dikembangkan . Termasuk intervensi dan pendidikan yang dirancang untuk membawa individu pada keadaan optimal baik kesehatan maupun kesejahteraannya . . Sebagai contoh latihan untuk anak tentang pola eliminasi yang benar dan cara makan yg sehat

Slide 8:

By, Allen 2011 . Kebutuhan perawatan diri terhadap penyimpangan kesehatan . . Dibutuhkan sebagai akibat terjadinya penyimpangan kesehatan seperti cacat , penyakit , atau cedera sehingga mengalami ketidakmampuan memenuhi tuntutan perawatan diri .

Slide 9:

By. Allen 2011 Teori berkurangnya kemampuan perawatan diri mandiri (Self-Care Deficit Theory) . Setiap individu dewasa memiliki kemampuan utk pemenuhan kebutuhan perawatan diri Mandiri , tapi ada saat di mana individu mengalami tidak mampu untuk melakukan akibat keterbatasan . . Individu menerima manfaat dari intervensi ketika mengalami kidakmampuan melakukan perawatan diri atau situasi di mana kemampuan mereka tidak cukup untuk mempertahankan kesehatan dan kesejahteraan nya . Tindakan perawatn terfokus pada mengidentifikasikan dan melaksanakan tindakan yang sesuai dengan kebutuhan pasien .

Slide 10:

By. Allen 2011 . SISTEM KEPERAWATAN (Nursing System) . Kemampuan dari seorang perawat untuk membantu klien memenuhi tuntutan kebutuhan perawatan diri dan tuntutan yang mungkin akan muncul . . Fokusnya adalah manusia . . Di bagian ini ada 3 bentuk dukungan modal : @. Kompensasi menyeluruh .(Total compensatory) @. Kompensasi sebagian .(Partial Compensatory) @. Kompensasi berupa pendidikan dan dukungan . (Educative/support Compensatory) . Kemampuan klien merawat diri menentukan di bagian mana dari modal dukungan utk klien termasuk .

Slide 11:

By. Allen 2011 . . Kompensasi menyeluruh (Total Compensatory) Di tahap ini seluruh kebutuhan perawatan diri pasien di kompensasi oleh perawat sebagai manifestasi dari ketidakmampuan langsung terlibat dalam proses perawatan diri secara mandiri . . Aplikasi teori Pasien tiba di rumah sakit utk mjlni kemoterapi dan tidak bisa bangun dari tempat tidur , keluarga menginginkan pasien di rawat di rumah dan meninggalkan pasien sendiri dengan perawat . Pasien membutuhkan O2 2 ltr / menit , terpasang selang makanan (NGT) yang menyuplai makanan terus-menerus 90 cc/jam, terpasang foley kateter dan pot tidur untuk buang air besar . Perwt mpersiapkn pasien utk menjalani kemoterapi dan mlkkn kemoterapi , memperbaiki selang NGT karena adanya kebocoran dan merapikannya , mengecek aliran O2 tetap pada 2 ltr / menit , mengosongkan kantong urine dan meletakkan pot tidur agar pasien dapat buang air besar .

Slide 12:

By. Allen. 2011 . Pada sistem ini semua kebutuhan perawatan diri pasien (self-care demands) dilaksanakan sepenuhnya oleh perawat (Nursing system) sebagai kompensasi dari ketidakmampuan pasien merawat diri secara mandiri (Inability self-care agency).

Slide 13:

By. Allen. 2011 . . Kompensasi sebagian (Partial Compensatory) Di tahap ini perawat melaksanakan tindakan perawatan bersama klien , dalam batasan perawatan diri yang bisa dilakukan oleh klien tidak lagi di bantu, perawat memenuhi tuntutan perawatan diri klien di mana itu menjadi keterbatasan klien , mengawasi , mendidik , dan mendukung proses perawatan diri klien . . Aplikasi teori Pasien diabetes mellitus dengan ulkus diabetikum di bagian telapak kaki yang membaik keadaannya di ruang rawat darurat R.S. Prof. dr. V.L. Ratumbuysang , dalam persiapan untuk pulang . Sebelum pulang , perawatan melakukan tindakan ganti balut , pasien mengambil posisi duduk di pinggir tempat tidur ; pasien diajarkan penggunaan obat suntik insulin, baik dosis pemberian maupun cara menyuntik ; memonitoring kadar gula darah di rumah menggunakan alat test gula portable dalam batas normal; diet makanan yang tetap untuk penyakitnya ; perawatan dan penilaian keadaan luka di rumah .

Slide 14:

By. Allen. 2011 . Pada sistem ini , baik perawat dan pasien terlibat aktif dalam pemenuhan kebutuhan perawatan diri pasien . Perawat mengkompensasi keterbatasan perawatan diri pasien sesuai kebutuhan pasien . Pasien sendiri berpartisipasi dalam melaksanakan perawatan diri sendiri yang mana mampu dilakukan secara mandiri , menerima perawatan dan bantuan dari perawat . . Mantri Allen.

Slide 15:

B y. Allen. 2011 . . Kompensasi berupa Pendidikan / dukungan (Educative/ suppotive Compensatory) Perawat d i sini lebih bertujuan untuk memberikan pendidikan , informasi dan dukungan kepada klien mengenai apa yang dibutuhkannya dalam pemenuhan perawatan diri sehingga klien mampu melaksanakan perawatan mandiri . . Aplikasi teori Pasien dengan diagnosa medis diabetes mellitus, datang ke poliklinik di antar oleh istrinya untuk memeriksakan diri , dari hasil pemeriksaan laboratorium didapatkan adanya peningkatan kadar gula darah . Perawat menilai adanya kelalaian dalam pelaksanaan perawatan diri mandiri di rumah ; perawat mengingatkan kembali kepada pasien dan istrinya cara memonitor kadar gula darah di rumah dan mempertahankannya dalam batas normal, cara pemakaian obat suntik insulin beserta dosisnya juga terapi oral, pemilihan menu dan diet yang tepat kepada istri , cara mencegah resiko terjadinya komplikasi diabetikum .

Slide 16:

By. Allen. 2011 . Pada sistem ini hampir seluruh kegiatan pemenuhan kebutuhan perawatan diri dilakukan oleh pasien / keluarga , dalam proses tahap ini perawat hanya dalam batas memberikan pendidikan dan dukungan serta monitoring kegiatan pasien / keluarga dan melaksanakan perawatan diri . . Florence Nightingale.By.Allen Dr. Dorothea E. Orem, RN BSN Ed. MSN Ed. By. Allen

Slide 17:

By. Allen. 2011 . Demikianlah persentasi teori dan model keperawatan “ SELF-CARE THEORY ” MENURUT Dr. Dorothea E. Orem RN BSN Ed. MSN Ed. Di susun : OKTAVIANO A. LINTANG NIM : 09071097 FAKULTAS KEPERAWATAN PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN UNIVERSITAS PEMBANGUNAN INDONESIA TAHUN AJARAN 2010 - 2011

authorStream Live Help