Sistem Eksresi Pada Hewan Kelas XI SMA

Views:
 
Category: Education
     
 

Presentation Description

Ini adalah tugas Biologi ICT mahasiswi Univ. Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka FKIP/Biologi (2C) Susilawati

Comments

By: fidiahestika (2 week(s) ago)

izin download..umtk belajar

By: Alizzha (28 month(s) ago)

...

By: Nhonidarra (31 month(s) ago)

iya downloadnya gimana??

By: delarisna (31 month(s) ago)

downloadny gmna?

By: eles (36 month(s) ago)

download yaa

See all

Presentation Transcript

BIOLOGI ICT Disusun Oleh: SUSILAWATI : 

BIOLOGI ICT Disusun Oleh: SUSILAWATI www.themegallery.com

SISTEM EKSKRESI : 

SISTEM EKSKRESI Standar Kompetensi (SK) : Siswa dapat Memahami struktur dan fungsi organ ekskresi serta memahami kelainan-kelainan yang kerap kali terjadi pada sistem ekskresi. Kompetensi Dasar (KD) : Mempelajari struktur anatomi organ dan sistem ekskresi manusia. Mempelajari sistem ekskresi pada hewan Mengetahui kelainan-kelainan pada sistem ekskresi. Indikator : siswa mampu menyebutkan bagian-bagian pada organ ekskresi manusia dan hewan. Siswa mampu menerangkan kembali proses ekskresi. Siswa mampu mengetahui kelainan-kelainan pada sistem ekskresi manusia serta cara pencegahannya

Sistem Ekskresi pada Hewan : 

Alat ekskresi pada hewan tingkat rendah lebih sederhana dari pada hewan tingkat tinggi. Contoh alat ekskresi pada hewan tingkat rendah adalah sel api atau protonefridium pada cacing pipih (planaria), vakuola berdenyut (vakuola kontraktil) pada hewan protozoa seperti Amoeba. Sedangkan alat ekskresi pada hewan tingkat tinggi berupa paru-paru, hati, ginjal dan kulit. Sistem Ekskresi pada Hewan

Sistem Ekskresi pada Hewan Avertabrata : 

1.Pada serangga 2. Pada pisces (ikan) 3. Pada amfibi 4.Pada reptil Sistem Ekskresi pada Hewan Avertabrata 5. Pada aves

Sistem Ekskresi pada Serangga : 

Sistem Ekskresi pada Serangga Serangga menpunyai alat ekskresi berbentuk buluh-buluh halus berwarna kekuning-kuningan yang disebut dengan tubulus malphigi (buluh malphigi). Buluh Malphigi terletak diantara usus tengah dan usus belakang. Cairan yang keluar membentuk kristal asam urat kering yang kemudian masuk ke usus belakang yang akhirnya keluar bersama feses.

Sistem Ekskresi pada Pisces (Ikan) : 

Sistem Ekskresi pada Pisces (Ikan) Alat ekskresi pada ikan berupa sepasang ginjal opistonefros yanng terikat di sisi dorsal (punggung) rongga tubuh. Bentuknya sempit memanjang, berwarna coklat, dan ujung anteriornya berhubungan dengan sistem reproduksi. Mekanisme reproduksi pada ikan yang hidup di air tawar dan air laut berbeda. Ikan yang hidup di air tawar mengekskresikan amonia, aktif menyerap ion anorganik melalui ingsang dan mengeluarkan urin dalam volume yang besar. Ikan yang hidup di air laut mengekskresikan sampah nitrogen. Urin yang dikeluarkan mempunyai volume yang kecil. Ginjal ikan air laut tidak memiliki glomerulus. Akibatnya, tidak terjadi filtrasi di ginjal dan pembentukan urin sepenuhnya terjadi karena sekresi garam-garam .

Sistem Ekskresi pada Amfibi : 

Amfibi mempunyai alat ekskresi paru-paru, ginjal, hati, kloaka, dan kulit. Pada amfibi jantan, saluran ginjal dan saluran kelaminnya bersatu, dihubungkan dengan ureter di vesika urinaria (kantung kemih). Amfibi mengekskresikan nitrogen hasil metabolisme protein dalam bentuk amonium. Selain itu, amfibi juga memiliki kulit yang lembab, yang berfungsi membantu proses difusi (pertukaran) gas. Sistem Ekskresi pada Amfibi

Sistem Ekskresi pada Reptil : 

Sistem Ekskresi pada Reptil Alat ekskresi pada reptil adalah sepasang ginjal metanefros retdapat pada saat stadium embrio.Hasil ekskresinya adalah asam urat. Asamurat yang dikeluarakan berbentuk pasta (bubur) berwarna putih. Pada beberapa anggota reptil seperti buaya dan penyu, selain asam yrat juga diekskresikan asam ammonia. Buaya tidak memilki vesika urinaria sehingga asam urat dikelurkan bersama feses.

Sistem Ekskresi pada Aves : 

Alat ekskresi burung berupa sepasang ginjal metanefros, burung tidak memilki vessika urinaria. Tubukus ginjal burung lebih banyak dari pada mamalia sehingga kecepatan metabolisme burung sangat tingi. Setiap1mm3 jaringan korteks ginjal burung mengandung 100-150 tubulus ginjal. Tubulus ginjal ini membentuk lengkung Henle berukuran kecil. Sampah nitrogen diekskresikan sebagai asam urat yang dikeluarkan melalui kloaka sebagai kristal putih yang bercampur feses. Pada burung-burung laut seperti camar, urinnya mengandung asamurat dan garam. Halini disebkakarena burung laut meminum air laut dan memakan ikan laut yang banyak mengandung garam. Burung laut memiliki kelenjar untuk mengeluarkan garam yang terletak di atas mata. Sistem Ekskresi pada Aves

Thank You! : 

www.themegallery.com Thank You!