PENCEGAHAN INFEKSI-26

Views:
 
Category: Entertainment
     
 

Presentation Description

No description available.

Comments

Presentation Transcript

PowerPoint Presentation: 

PENCEGAHAN INFEKSI by Herlianty, S.SiT

PowerPoint Presentation: 

* Satu-satu PD itu perlu (Perlindungan Diri Kita) * Dua-dua CUCI TANGAN dulu (7 langkah jangan lupa) * Tiga-tiga DEKONTAMINASI (semua alat juga tempat) * Satu, Dua, Tiga, DTT, STERILISASI (itulah tindakan PI)

KEWASPADAAN BAKU (Pedoman Baru Yang Dikeluarkan CDC Tahun 1996): 

KEWASPADAAN BAKU (Pedoman Baru Yang Dikeluarkan CDC Tahun 1996)  Suatu teknik yang menjadi pedoman tunggal dalam melakukan pencegahan infeksi yang terjadi di fasilitas pelayanan kesehatan dengan segala macam bentuk penularan. Kewaspadaan baku ini diterapkan pada semua klien dan pasien yang mengunjungi fasilitas layanan kesehatan. Kewaspadaan berdasarkan penularan diterapkan hanya untuk pasien rawat inap.

Upaya Pencegahan Infeksi Dalam Kewaspadaan Baku: 

Upaya Pencegahan Infeksi Dalam Kewaspadaan Baku Setiap orang (pasien/tenaga kesehatan)  yang berpotensi menularkan infeksi Cuci tangan, merupakan tindakan yang paling penting dalam pencegahan kontaminasi silang Sarung tangan, pemakaian sarung tangan sebelum menyentuh kulit yang terbuka, selapu lendir (mukosa) darah atau duh tubuh lainnya atau instrumen kotor dan sampah yang terkontaminasi atau sebelum melakukan tindakan invasif.

PowerPoint Presentation: 

Gunakan pembatas fisik seperti kacamata, masker, dan celemek terhadap kemungkinan percikan duh tubuh (sekresi & eksresi) yang muncrat dan tumpah, misalnya saat membersihkan instrumen dan benda lainnya. Gunakan antiseptik untuk membersihkan kulit atau selaput lendir sebelum pembedahan, pembersihan luka dan lakukan pencucian tangan sebelum pembedahan dengan antiseptik berbasis alkohol

PowerPoint Presentation: 

Gunakan praktek keselamatan kerja, jangan memasang kembali penutup jarum atau membengkokan jarum dan menjahit senagan jarum tumpul. Pembersihan sampah terinfeksi ketempat aman untuk melindungi dan mencegah penularan atau infeksi ke masyarakat. Proses semua pralatan, sarung tangan dan benda lainnya yang telah dipakai dengan decontaminasi dan dibersihkan secara menyeluruh (disteril/DTT)

KOMPONEN UTAMA KEWASPADAAN BAKU: 

KOMPONEN UTAMA KEWASPADAAN BAKU 1. Cuci tangan, setelah menyentuh, segera setelah melepas sarung tangan, diantara sentuhan dengan pasien. 2. Sarung tangan, bila kontak dengan darah, duh, sekresi dan bahan yang terkontaminasi, luka, selaput lendir. 3. Masker, kaca mata dan masker muka, mengantisipasi bila terkena, melindungi selaput lendir mata, hidung dan mulut saat kontak dengan darah dan duh tubuh.

PowerPoint Presentation: 

4. Baju pelindung, melindungi kulit dari kontak dengan darah dan duh tubuh. * Cegah pakaian tercemar sebelum tindakan klinik yang dapat berkontak langsung dengan darah atau duh tubuh 5. Kain, tangani kain tercemar, cegah dari sentuhan kulit/selaput lendir * Jangan lakukan probilas kain yang tercemar di area perawatan pasien .

PowerPoint Presentation: 

6. Peralatan perawatan, tangani peralatan yang tercemar dengan baik untuk mencegah kontak langsung dengan kulit atau selaput lendir dan mencegah kontaminasi pada pakaian dan lingkungan. * Cuci peralatan bekas pakai sebelum digunakan kembali 7. Pembersihan lingkungan, perawatan rutin, pembersihan dan disinfeksi peralatan dan perlengkapan dalam ruang perawatan pasien.

PowerPoint Presentation: 

8. Instrumen tajam Hindari memasang kembali penutup jarum bekas. Hindari melepas jarum bekas dari semprit habis pakai Hindari membengkokan, mematahkan atau memanipulasi jarum bekas dengan tangan.

Beberapa definisi dalam pencegahan infeksi, antara lain adalah :: 

Beberapa definisi dalam pencegahan infeksi, antara lain adalah : ANTISEPSIS Suatu proses menurunkan jumlah mikro organisme pada kulit, selaput lendir atau duh tubuh lainnya dengan menggunakan bahan anti mikrobial (anti septik). ASEPSIS dan TEKNIK ASEPTIK Suatu upaya kombinasi untuk mencegah masuknya mikro organisme ke dalam area tubuh manapun yang sering menyebabkan infeksi. Tujuan asepsis adalah untuk menurunkan sampai ketingkat aman atau membasmi jumlah mikro organisme pada permukaan hidup (kulit dan jaringan) dan objek mati (alat-alat bedah dan barang-barang lain)

PowerPoint Presentation: 

DEKONTAMINASI Proses yang membuat objek mati lebih aman ditangani staf sebelum dibersihkan (dekontaminasi tidak membasmi tetapi hanya menurunkan/melemahkan dan sebagian mati) DISINFEKSI TINGKAT TINGGI (DTT) Suatu proses yang menghilangkan mikro organisme kecuali beberapa endospora bakteri pada benda mati dengan merebus, mengukus, atau penggunaan desinfektan kimia.

PowerPoint Presentation: 

Dekontaminasi alat tempat Jangan lupa takaran yang tepat Satu banding sembilan hai teman sayang,.. Sepuluh menit alat terendam Air bersih larutannya Clorin Regangkan alat, disikat bersih Bilas kembali air mengalir sayang,.. Keringkan alat, jangan terlewat Dekontaminasi semua alat juga tempat Dekotaminasi dilakukan dengan tepat,..

PowerPoint Presentation: 

PEMBERSIHAN Suatu proses yang secara fisik menghilangkan semua debu, kotoran, darah, duh tubuh lain yang tampak pada objek mati dan membuang sejumlah besar mikro organisme untuk mengurangi resiko bagi mereka yang menyentuh kulit atau menangani benda tersebut (proses ini trdiri dari pencucian dengan sabun atau deterjen dan air, pembilasan dengan air bersih dan pengeringan secara seksama). STERILISASI Proses yang menghilangkan semua mikro organisme (bakteri, virus, vungi dan parasit) termasuk endospora, bakteri pada benda mati dengan uap air panas tekanan tinggi (otoclaf), panas kering, oven. Setrilan kimia, atau radiasi.

kONSEP-kONSEP pENTING : 

kONSEP-kONSEP pENTING MIKRO ORGANISME Agen penyebab infeksi meliputi bakteria, virus, vungi dan parasit. Ada tiga kategori untuk tujuan pencegah - an infeksi bakteri, yaitu : Vegetatif (Stafilokokus) Mikrobakteria (TBC) Endospora (Tetanus, Gangren, Antrak) Dari semua agen infeksi yang paling sulit dibunuh adalah endospora.

PowerPoint Presentation: 

KOLONISASI Organisme yang patogen (penyebab penyakit/kesakitan) ada pada seseorang tetapi belum menimbulkan gejala atau temuan klinik (belum ada perubahan atau kerusakan seluler) INFEKSI Organisme yang berkoloni pada orang tersebut telah menimbulkan penyakit (respon seluler). Organisme dijangkitkan dari seseorang ke orang lain dinamakan kolonisasi bukan infeksi, namun orang yang berkolonisasi ini dapat menjadi sumber pemindahan patogen ke orang lain (kontaminasi silang) khususnya pada orang tersebut telah terkolonisasi mikro organisme menetap (cronic carier). Contohnya : HBV, HCV, HIV

PowerPoint Presentation: 

PENCEGAHAN INFEKSI Suatu cara atau langkah-langkah pencegahan terjadinya infeksi pada orang yang rentan (orang yang kurang mendapatkan perlindungan alamiah atau diperoleh) dengan cara adanya batas pelindung PEMBATAS PELINDUNG Proses-proses fisikal mekanikal atau kimiawi yang dapat membantu mencegah penyebaran mikro organisme infeksi dari orang ke orang, orang ke peralatan atau sebaliknya, permukaan lingkungan.

Proses Pencegahan Infeksi: 

Proses Pencegahan Infeksi Ada tiga kategori berdasarkan spaulding untuk menjadi dasar pemilihan praktek atau proses pencegahan infeksi yang akan digunakan. 1. kRITIKAL Jaringan steril atau sistem darah dan merupakan infeksi tingkat tertinggi, kegagalan dalam menejemen sterilisasi (disinfeksi tingkat tingkat tinggi peralatan terutama pada instrumen bedah dan sarung tangan kurung) menjadi faktor terbesar penyebab infeksi yang serius.

PowerPoint Presentation: 

2. sEMI kRITIKAL Selaput lendir dan area kecil kulit yang tidak utuh. Penanganan alat-alat invasif ) endoscope gastrointestinal dan specula vagina) Melakukan dekontaminasi, pembersihan dan DTT Pemakaian sarung tangan bagi petugas yang menyentuh selaput lendir/kulit yang tidak utuh. 3. nON kRITIKAL Penggunaan peralatan/bahan pada jaringan kulit utuh. Kebersihan tangan Tempat tidur

Catatan :: 

Catatan : Setrilisasi dapat membunuh semua mikro organisme termasuk endospora. Selain setrilisasi paling aman dan merupakan cara paling efektif untuk memproses akhir instrumen jika dilakukan dengan tepat. DTT dapat membunuh semua mikro organisme tetapi tidak termasuk endospora. DTT adalah satu-satunya alternatif yang dapat diterima untuk memproses akhir, jika metode sterilisasi tidak ada/tidak dapat dilakukan.

SIKLUS PENULARAN PENYAKIT : 

SIKLUS PENULARAN PENYAKIT Sumber : Panduan Pencegahan Infeksi untuk fasilitas pelayanan kesehatan dengan sumber daya terbatas, Jakarta, 2004 AGEN PENJAMU RENTAN WADUK TEMPAT MASUK TEMPAT KELUAR CARA PENULARAN

Keterangan Gambar: 

Keterangan Gambar 1. Harus ada agen (virus, bakteri dan lain-lain) 2. Harus ada tempat untuk agen bisa hidup (penjamu atau waduk) dan juga ada lingkungan yang cocok diluar penjamu untuk dapat hidup. * TBC dapat hidup dalam dahak berminggu-minggu tetapi akan terbunuh oleh sinar matahari hanya dalam beberapa jam. 3. Harus ada orang yang dapat terjangkit penyakit (penjamu yang rentan)

PowerPoint Presentation: 

4. Harus punya jalan untuk berpindah dari penjamu untuk menulari penjamu berikutnya yang rentan (tempat keluar/masuk) 5. Harus ada cara penularan yang tepat, seperti : melalui udara (cacara air atau campak) darah/cairan tubuh (HBV/HIV) kontak sentuhan, luka terbuka, pustul yang pecah fekal-oral (menelan makanan yang terkontaminasi dengan tinja manusia atau binatang makanan/minuman yang terkontaminasi bakteri atau virus (tiram muntah  HBVA) binatang seperti serangga, melalui gigitan, cakaran, ludah dan kotoran.

PERLINDUNGAN DIRI: 

Topi, Gogle, Masker pakailah dengan benar,.. Celemek, Sepatu janganlah ketinggalan Cuci tangan kita sebelum, saat, sesudah Pakailah sarung tangan,.. Lindungi diri kita,… Ayo-ayo,… PERLINDUNGAN DIRI

PowerPoint Presentation: 

Sebelum kita bekerja cuci tangan dahulu Sesudah kita bekerja cuci tangan kembali Gosok tapak tangan,.. Gosok punggung tangan,.. Sela-sela jari juga ujungnya,.. Gosok buku jari,.. Gosok kuku-kuku,.. Siram air bersih tangan sampai siku

Cuci Tangan Rutin: 

Proses membuang kotoran dan debu secara mekanis dari kulit kedua tangan dengan memakai sabun dan air, serta mengurangi mikro organisme sementara. Cuci tangan dilakukan ; sebelum memeriksa pasien (kontak langsung) sebelum memakai sarung tangan bedah steril/DTT setelah situasi tertentu dimana kedua tangan dapat terkontaminasi sesuatu setelah kontak dengan instrumen yang kotor dan alat lainnya setelah menyentuh selaput lendir, darah dan duh tubuh (sekresi dan eksresi) setelah kontak yang lama dengan pasien setelah melepaskan sarung tangan Cuci Tangan Rutin

PowerPoint Presentation: 

Langkah-langkah cuci tangan rutin : Basahi kedua tangan Gunakan sabun biasa Gosok dengan keras seluruh bidang permukaan tangan dan jari-jari bersama sekurang-kurangnya 10 – 15 detik dengan memperhatikan bidang di bawah kuku tangan dan diantara jari-jari Bilas kedua tangan seluruhnya dengan air. Keringkan tangan dengan lap kertas dan gunakan lap untuk mematikan kran.

Cuci Tangan Bedah: 

Cuci Tangan Bedah Tujuan dari cuci tangan bedah ini adalah untuk menghilangkan kotoran, debu dan mikro organisme sementara secara mekanikal dan mengurangi flora tetap sebelum pembedahan dan mencegah kontaminasi luka oleh organisme dari kedua tangan dan lengan dari pembedah dan asistennya. Langkah-langkah cuci tangan bedah : Lepaskan cincin, jam tangan dan gelang (jika memakainya) Basahi kedua belah tangan hingga kelengan bawah sampai sikut dengan sabun dan air bersih

PowerPoint Presentation: 

Gunakan sikat bersih steril/DTT atau spon disposible Bersihkan kuku dengan pembersih kuku Bilas tangan dan lengan di bawah air mengalir Gunakan bahan anti septik pada seluruh tangan dan lengan sampai siku dan gosok tangan dan lengan sampai siku dengan kuat selama ± 2 menit Angkat tangan lebih tinggi dari siku, bilas tangan dan lengan bawah seluruhnya dengan air bersih

PowerPoint Presentation: 

Tegakkan ke dua tangan ke atas dan jauhkan dari badan, jangan sentuh permukaan/benda apapun dan keringkan kedua tangan dengan lap bersih dan kering atau keringkan dengan angin-anginkan. Pakailah sarung tangan bedah steril/DTT pada kedua tangan.

PowerPoint Presentation: 

Dekontaminasi dan pembersihan alat merupakan 2 pencegahan yang sangat efektif meminimalkan resiko penularan virus kepada tenaga kesehatan. Tindakan ini merupakan langkah yang penting untuk memutuskan rantai penularan infeksi pada pasien. Dekontaminasi Alat Pembersihan Alat dan

PowerPoint Presentation: 

Dekontaminasi merupakan langkah pertama dalam menangani pemrosesan alat / sinstrumen, sarung tangan dan benda lainnya yang telah tercemar. Hal penting sebelum membersihkan adalah mendekontaminasi alat tersebut dengan merendamnya pada larutan Clorin 0,5% selama 10 menit. Tindakan ini dapat menonaktifkan HBV, HCV dan HIV serta dapat mengamankan petugas yang membersihkan alat tersebut. (Sumber : AORN, 1990 ; ASHCSP, 1986 dalam Panduan Pencegahan Infeksi, Jakarta, 2004)

PowerPoint Presentation: 

Pembersihan adalah sebuah cara yang efektif untuk mengurangi jumlah mikro organisme pada peralatan dan instrumen tercemar terutama endospora yang menyebabkan tetanus. Tidak ada prosedur sterilisasi atau Disinpeksi Tingkat Tinggi (DTT) yang efektif tanpa melakukan pencucian terlebih dahulu (Porter, 1987).

PowerPoint Presentation: 

Pencucian yang benar dengan menggunakan sabun dan air juga dapat menghilangkan bahan organik seperti darah dan duh tubuh. Hal ini penting mengingat bahan organik kering dapat menjebak mikro organisme termasuk endospora, sisanya bisa melindunginya melawan sterilisasi atau disinfektan. Bahan organik juga bisa menginaktifasi beberapa macam disinfektan tingkat tinggi, sehingga menjadi tidak efektif. (Sumber : AORN, 1992 ; Rutala DKK, 1998 dalam Panduan Pencegahan Infeksi, Jakarta, 2004).

Langkah-langkah pembersihan, terdiri dari :: 

Langkah-langkah pembersihan, terdiri dari : Gunakan sarung tangan saat membersihkan instrumen dan peralatan. Gunakan pelindung mata, masker atau pelindung muka. Gunakan celemek plastik. Bersihkan dengan lembut semua instrumen dalam air sabun. Bilas dengan air bersih untuk menghilangkan sisa sabun

PowerPoint Presentation: 

Instrumen berbahan kaca atau plastik (semprit) harus dilepas pada bagian persendian, kemudian bilas sebanyak 2x dengan air. Sarung tangan bedah, dibersihkan dengan air sabun kedua bagian luar dan dalam, dan dibilas dengan air bersih. Periksa sarung tangan apakah ada kebocoran. Karet atau tabung plastik (nasogastrik/slymzuiker) sebelum digunakan kembali harus dibersihkan secara menyeluruh dicuci dan dikeringkan.

S T E R I L I S A S I: 

S T E R I L I S A S I Sterilisasi harus dilakukan untuk alat-alat, sarung tangan bedah dan alat lain yang kontak langsung dengan aliran darah atau jaringan normal steril. Hal ini dapat dicapai dengan uap bertekanan tinggi (otoklaf), pemanasan kering (oven), sterilisasi kimiawi seperti glutaraldehit atau formaldehit, dan secara fisik (radiasi). Karena sterilasi itu sebuah proses, bukan sebuah peristiwa tunggal, maka seluruh komponen harus dilakukan secara benar agar sterilasi tercapai.

Langkah-langkah Sterilisasi dengan Uap: 

Langkah-langkah Sterilisasi dengan Uap Dekontaminasi, pembersihan dan mengeringkan seluruh instrumen yang akan disteril. Semua peralatan berensel harus dibuka. Instrumen tidak diikat ketat dengan karet atau cara lain yang dapat mencegah kontak uap dengan seluruh permukaan. Susun paket dalam ruangan untuk memudahkan sirkulasi yang bebas dan penetrasi uap keseluruh permukaan.

PowerPoint Presentation: 

Instrumen dibungkus dengan kain katun ganda atau kertas koran. Instumen yang tidak dibungkus harus segera digunakan setelah dikeluarkan dari sterilisator, kecuali bila tetap disimpan dalam wadah steril yang tertutup. Sterilisasi pada suhu 121° C selama 30 menit untuk alat terbungkus dan 20 menit untuk alat tidak terbungkus. Tunggu hingga 20 – 30 menit sampai sterilsator dingin, kemudian buka penutup agar uap dapat dikeluarkan. Biarkan pangket instrumen kering seluruhnya sebelum diangkat.

PowerPoint Presentation: 

Tempatkan baki atau paket steril pada permukaan yang dilapisi dengan kertas atau bahan kain. Instrumen yang dibungkus dengan kain atau kertas sianggap steril sepanjang paket tersebut tetap bersih dan kering. Instrumen yang tidak dibungkus harus digunakan segera atau disimpan dalam wadah yang kering dan steril

Langkah-langkah Sterilisasi dengan Oven: 

Langkah-langkah Sterilisasi dengan Oven Dekontaminasi, pembersihan dan mengeringkan seluruh instrumen yang akan disteril. Bungkus instrumen dengan kertas alumunium atau tempatkan disebuah kontainer logam dengan penutup rapat. Jarum suntik atau jarum jahit harus dimasukkan dalam tabung gelas dengan disumbat kapas Tempatkan instrumen lepas (tidak dibungkus) dalam wadah logan/di atas baki di oven dan panaskan hingga suhu yang diinginkan.

PowerPoint Presentation: 

Setelah tercapai temperatur yang dihendaki, mulailah penghitungan waktu. Dianjurkan suhu/rasio waktu seperti berikut ini : - Suhu 170° C  60 menit - Suhu 160° C  120 menit - Suhu 150° C  150 menit - Suhu 140° C  180 menit - Suhu 121° C  semalaman Setelah dingin angkat paket atau wadah logam dan disimpan.

PowerPoint Presentation: 

TUJUAN Melindungi petugas Melindungi pencegahan infeksi Mencegah penularan infeksi pada masyarakat sekitar Membuang bahan-bahan berbahaya (toksik dan radio aktif) dengan aman CARA PEMBUANGAN SAMPAH TERKONTAMINASI Menuangkan cairan atau sampah basah ke sistem pembuangan kotoran tertutup Insinerasi (pembakaran) untuk menghancurkan bahan-bahan sekaligus mikro organismenya Menguburkan sampah terkontaminasi untuk di tangani lebih lanjut PENGELOLAAN SAMPAH

Penanganan sampah terkontaminasi yang tepat adalah :: 

Penanganan sampah terkontaminasi yang tepat adalah : Pakailah wadah plastik atau disepuh logam dengan tutup yang rapat Gunakan wadah tahan tembus untuk pembuangan benda-benda tajam Tempatkan wadah sampah dekat dengan lokasi terjadinya sampah dan mudah dicapai oleh pemakai Peralatan yang dipakai untuk mengumpulkan dan mengangkut sampah tidak boleh dipakai untuk keperluan lain (sebaiknya peralatan diberi tandah “ sampah terkontaminasi ”)

PowerPoint Presentation: 

Cuci semua wadah sampah dengan larutan dekontaminasi dan bilas teratur dengan air Gunakan wadah terpisah untuk sampah yang akan dibakar dengan yang tidak akan dibakar sebelum dibuang Gunakan perlengkapan perlindungan diri ketika menangani sampah Cuci tangan atau gunakan penggosok tangan antisepti berbahan dasar alkohol tanpa air setelah melepaskan sarung tangan sehabis menangani sampah

Macam Sampah Terkontaminasi & Cara Penanganannya : 

Macam Sampah Terkontaminasi & Cara Penanganannya SAMPAH KERING Macam-macam sampah kering ; jarum, kapas, kasa, pembalut, vial, pisau, skalpel dan semprit. Sampah kering terbagi menjadi : sampah padat sampah benda tajam Penanganannya di bakar dalam insinerator, sisa pembakaran seperti abu atau benda-benda tajam yang tidak hangus dalam pembakaran ditanam dalam lubang tertutup.

PowerPoint Presentation: 

SAMPAH BASAH Macam-macam sampah basah ; darah, duh tubuh, jaringan plasenta, bagian janin, set tranfusi dan lain-lain. Sampah basah terbagi menjadi : sampah cair sampah padat Penanganannya dibuang dalam lubang dalam dan tertutup.

PowerPoint Presentation: 

TERIMAKASIH