Bahan Kuliah

Views:
 
Category: Education
     
 

Presentation Description

Menerangkan tentang budidaya tanaman pangan

Comments

Presentation Transcript

JAGUNG : 

JAGUNG PEMULIAAN TANAMAN DAN TEKNOLOGI BUDIDAYA

GENETIK TANAMAN JAGUNG : 

GENETIK TANAMAN JAGUNG JAGUNG DIGUNAKAN SECARA LUAS UNTUK STUDI GENETIK : MUDAH DITANAM DAN DIMANIPULASI MUDAH DILAKUKAN SERBUK SENDIRI MAUPUN SILANG MENGHASILKAN POLEN SANGAT BANYAK (25.000-50.000) DAN OVULE JUGA SANGAT BANYAK (400-1000 OVULE) GENTIK JAGUNG TELAH BANYAK DIIDENTIFIKASI DAN DIPETAKAN : Ht : GEN TAHAN PENYAKIT HAWAR DAUN Helminthosporium tursicum B14A : GEN TAHAN PENYAKIT KARAT (Puccinia sorghi) sh2, su wx, su su2, su du : GEN JAGUNG MANIS cms (Cytoplasma male steril) : untuk pembuatan jagung hibrida

VARIETAS JAGUNG : 

VARIETAS JAGUNG VARIETAS BERSARI BEBAS : VARIETAS SINTETIK : POPULASI BERSARI BEBAS YANG BERASAL DARI PERSILANGAN ANTARA TANAMAN HASIL PERSILANGAN SENDIRI (GALLUR) YANG SELANJUTNYA DIPERTAHANKAN DENGAN SELEKSI MASSA. VARIETAS KOMPOSIT : DISUSUN DARI BANYAK VARIETAS BERSARI BEBAS DAPAT PULA TERDIRI DARI VARIETAS SINTETIK MAUPUN HIBRIDA. BENIH JAGUNG VARIETAS BERSARI BEBAS BIASANYA DIPODUKSI DENGAN SISTEM SELEKSI MASSA, EAR TO ROW ATAU S2 SELECTION. BENIH BERSARI BEBAS DAPAT DIGUNAKAN DARI HASIL PANEN SEBELUMNYA DENGAN MELAKUKAN SELEKSI BERDASARKAN KRITERIA YANG DIINGINKAN

VARIETAS HIBRIDA : 

VARIETAS HIBRIDA VARIETAS JAGUNG HIBRIDA : TURUNAN PERTAMA (F1) DARI PERSILANGAN ANTARA GALUR MURNI DENGAN GALUR MURNI (INBRED LINE), ATAU ANTAR GALUR MURNI DENGAN VARIETAS BERSARI BEBAS, ATAU ANTAR VARIETAS BERSARI BEBAS DENGAN HIBRIDA. SHULL PADA TAHUN 1908 ADALAH ORANG PERTAMA YANG MEMBUAT JAGUNG HIBRIDA DENGAN MENYILANGKAN DUA GALUR MURNI. GALUR MURNI DIPEROLEH DARI PENYERBUKAN SENDIRI (SELFING) SECARA TERUS MENERUS HINGGA LEBIH DARI 8 GENERASI. SIFAT-SIFAT UNGGUL VARIETAS JAGUNG HIBRIDA MUNCUL KARENA ADANYA EFEK HETEROSIS YAITU MENINGKATNYA KETEGARAN TANAMAN DAN TINGGINYA DAYA HASIL AKIBAT TIMBULNYA KERAGAMAN MAKSIMUM PADA F1. PENINGKATAN KERAGAMAN TERSEBUT DIHASILKAN DARI SILANG LUAR (OUT CROSSING) ANTAR TETUA YANG BERBEDA.

VARIETAS JAGUNG HIBRIDA : 

VARIETAS JAGUNG HIBRIDA PENGEMBANGAN SUATU VARIETAS JAGUNG HIBRIDA LAMBAT DAN MAHAL. VARIETAS HIBRIDA UMUMNYA DIARAHKAN UNTUK MEMILIKI SIFAT-SIFAT DAYA HASIL TINGGI, TAHAN TERHADAP HAMA DAN PENYAKIT DAN TOLERA BERBAGAI STRESS LINGKUNGAN. LANGKAH-LANGKAH PEMBUATAN JAGUNG HIBRIDA : SELEKSI POPULASI SUMBER GALUR PEMBUATAN GALUR MURNI (INBREED ATAU PURE LINE) PENGUJIAN DAYA GABUNG UMUM DAN KHUSUS UJI MULTILOKASI PRODUKSI BENIH

TEKNIK PERAKITAN VARIETAS HIBRIDA : 

TEKNIK PERAKITAN VARIETAS HIBRIDA GALUR MURNI : DIPEROLEH DARI SILANG SENDIRI (SELFING) PADA GENERASI SEKITAR KE 8. INBREEDING (SELFING) AKAN MENURUNKAN VIGOR TANAMAN (INBREEDING DEPRESSION) YAITU MUNCULNYA SIFAT-SIFAT RESESIF : TINGGI DAN KESUBURAN TANAMAN BERKURANG, HASIL LEBIH RENDAH, TONGKOL LEBIH KECIL DAN LAIN-LAIN

TEKNIS LAPANGAN PEMBUATAN VARIETAS HIBRIDA : 

TEKNIS LAPANGAN PEMBUATAN VARIETAS HIBRIDA DALAM PRODUKSI JAGUNG HIBRIDA BIASANYA DISELANG-SELING 2 BARIS JANTAN 6 BARI TANAMAN IBU. SELAMA PERTUMBUHAN TANAMAN DILAKUKAN TERHADAP PENYIMPANGAN KARAKTER VARIETAS DAN YANG MENYIMPANG DIBUANG ATAU DIMATIKAN (roughing) TANAMAN INDUK DILAKUKAN PENGHILANGAN TASSEL (DETASELING) APABILA TIDAK MENGGUNAKAN CMS-GEN. BENIH JAGUNG HIBRIDA TIDAK DAPAT DIGUNAKAN UNTUK PERTANAMAN BERIKUTNYA (F2, F3 DST) KARENA ADANYA SEGREGASI SECARA PERLAHAN YANG MENGEMBALIKAN KE KARAKTER GALUR INDUKNYA (SEHINGGA EFEK HETEROSIS TIDAK LAGI MAKSIMUM)

JENIS-JENIS JAGUNG HIBRIDA : 

JENIS-JENIS JAGUNG HIBRIDA HIBRIDA SILANG TUNGGAL (PERSILANGAN ANTARA 2 GALUR MURNI) HIBRIDA SILANG TIGA (HIBRIDA SILANG TUNGGAL X INBRED) HIBRIDA SILANG GANDA (HIBRIDA SILANG TUNGGAL X HIBRIDA SILANG TUNGGAL) HIBRIDA SILANG PUNCAK TUNGGAL (INBRED X VAR. BERSARI BEBAS) HIBRIDA SILANG PUNCAK GANDA (HIBRIDA SILANG TUNGGAL X VAR. BERSARI BEBAS).

SYARAT TUMBUH : 

SYARAT TUMBUH SUHU MINIMUM : 8-10 oC SUHU MAKSIMUM : 40 oC CURAH HUJAN IDEAL : 100-125 mm/BULAN BIASANYA DITANAM PADA AWAL DAN AKHIR MUSIM HUJAN DRAINASE BAIK DAPAT DIUSAHAKAN DI DATARAN RENDAH MAUPUN DATARAN TINGGI TEKSTUR TANAH IDEAL : LEMPUNG, LEMPUNG BERPASIR, LEMPUNG BERDEBU pH TANAH IDEAL 6.8, KISARAN : 5.6 – 7.5

PERMASALAHAN BUDIDAYA JAGUNG DI INDONESIA : 

PERMASALAHAN BUDIDAYA JAGUNG DI INDONESIA KESUBURAN TANAH RENDAH DAYA HASIL VARIETAS RENDAH DAN TIDAK STABIL KEKERINGAN PENYAKIT BULAI PEMUPUKAN HAMA LALAT BIBIT HAMA GUDANG GULMA KETERSEDIAAN DAN HARGA BENIH

POLA TANAM : 

POLA TANAM SISTEM TEGALAN TANAM GANDA : MELIPUTI SEKITAR 55% PERTANAMAN JAGUNG DI INDONESIA DENGAN POLA TANAM : JAGUNG-JAGUNG ATAU JAGUNG-JAGUNG-JAGUNG. SISTEM TEGAL TANAM TUNGGAL : MELIPUTI SEKITAR 24% PERTANAMAN JAGUNG DI INDONESIA, MERUPAKAN TANAMAN TUMPANG SARI DENGAN UBIKAYU : JAGUNG + UBI KAYU (SEBULAN SETELAH JAGUNG) SISTEM SAWAH TADAH HUJAN : MELIPUTI SEKITAR 10 % AREAL PERTANAMAN JAGUNG DI INDONESIA, JAGUNG DITANAM PADA AWAL MUSIM HUJAN SEBAGAI TUMPANG SARI DENGAN PADI, DAN PADA AKHIR MUSIM HUJAN MONOKULTUR (PADI +JAGUNG-JAGUNG). SISTEM SAWAH IRIGASI : LUAS PERTANAMAN SEKITAR 11%, JAGUNG DITANAM SATU ATAU DUA KALI SETELAH PADI (PADI-JAGUNG-JAGUNG ATAU PADI – JAGUNG) SISTEM PASANG SURUT : SISTEM SURJAN, PADI PADA BAGIAN RENDAHAN DAN JAGUNG BAGIAN GULUDAN.

PERSIAPAN LAHAN : 

PERSIAPAN LAHAN TUJUAN PENGOLAHAN TANAH : MEMBERIKAN LINGKUNGAN TUMBUH YANG OPTIMUM BAGI PERKECAMBAHAN BENIH DAN PERKEMBANGAN AKAR TANAMAN MENGENDALIKAN GULMA MEMUNGKINKAN INFILTRASI AIR SEHINGGA AIR TERSDIA BAGI TANAMAN PENGOLAHAN TANAH SEMPURNA MENGHASILKAN HASIL YANG TERTINGGI DAPAT DILAKUKAN TANPA OLAH TANAH TETAPI PADA LAHAN YANG GEMBUR DAN BERMULSA TINGGI. PENGENDALIAN GULMA DILAKUKAN DENGAN HERBISIDA (THE LAZY WAY MAY THE GOOD WAY).

Slide 13: 

PERBANDINGAN OLAH TANAH DAN TANPA OLAH TANAH