For Workshop Futsal Provinsi

Views:
 
Category: Sports
     
 

Presentation Description

For Workshop Futsal Provinsi

Comments

Presentation Transcript

WORKSHOP AFP JABAR 2016 MENGELOLA PERTANDINGAN PENYAJI : M. ACHWANI :

WORKSHOP AF P JABAR 201 6 MENGELOLA PERTANDINGAN PENYAJI : M. ACHWANI 1

MENGELOLA PERTANDINGAN:

MENGELOLA PERTANDINGAN DI SAMPAIKAN PADA ACARA WORKSHOP AF P JAWA BARAT 201 6 , DALAM KAITANNYA PERSIAPAN MENGHADAPI KOMPETISI LIGA NUSANTARA FUTSAL , PADA MUSIM KOMPETISI TAHUN INI, PADA TANGGAL 20 AGUSTUS 201 6 DI HOTEL BUKARI JATINANGOR SUMEDANG , PENYAJI M. ACHWANI. 2

MENGELOLA PERTANDINGAN:

MENGELOLA PERTANDINGAN MENGELOLA PERTANDINGAN HARUS MEMPERHATIKAN SUMBER HUKUM SEBAGAIMANA TERCANTUM DALAM FIFA FUTSAL LAWS OF THE GAME DAN PERATURAN KHUSUS PERTANDINGAN FUTSAL YANG DI SUSUN OLEH PENGELOLA KOMPETISI MAUPUN PENGELOLA PERTANDINGAN, SERTA SEBAGAIMANA PANDUAN DALAM FIFA/AFC/AFF EVENT MANAGEMENT. SEKURANGNYA DENGAN MEMPERHATIKAN ATAS RUJUKAN-RUJUKAN TERSEBUT, PERTANDINGAN FUTSAL HARUS DI USAHAKAN DENGAN MEMBUAT PERENCANAAN YANG KOMPREHENSIF, DI TATA DENGAN BAIK, MULAI DARI PERSYARATAN STANDAR SARANA FASILITAS YANG DI GUNAKAN, MENGORGANISIR KEGIATAN MULAI DARI PERSIAPAN, SELAMA DAN SESUDAH PERTANDINGAN, KAMPANYE FAIR PLAY, SEREMONI SEBELUM DAN SESUDAH PERTANDINGAN, TECHNICAL STUDY GROUP ATAU GRUP STUDI TEKNIK DAN BERUJUNG PADA MEMBUAT SEBUAH TECHNICAL REPORT ATAU LAPORAN TEKNIK. 3

MENGELOLA PERTANDINGAN:

MENGELOLA PERTANDINGAN DI HARAPKAN DENGAN MENATA PERTANDINGAN SEBAIK MUNGKIN, PERTANDINGAN DAPAT BERJALAN DENGAN BAIK, TERTIB, AMAN DAN LANCAR. BILA PERTANDINGAN DI TATA DENGAN RAPIH DAN MEMILIKI KUALITAS TENTU KITA BERHARAP AKAN LEBIH BANYAK MENGHASILKAN PEMAIN YANG BERKUALITAS TINGGI DAN MEMBANTU MEMUDAHKAN PULA DALAM PROSES PEMBENTUKAN TIMNAS FUTSAL PUTRI MAUPUN PUTRA TANGGUH, YANG MAMPU BERPRESTASI DI ARENA KEJUARAAN INTERNASIONAL. UNTUK MEWUJUDKANNYA TENTU HARUS DI LAKUKAN BERSAMA OLEH SEMUA PIHAK YANG TERLIBAT DALAM PERTANDINGAN, SEMUA PIHAK HARUS MENTAATI PERATURAN YANG BERLAKU, TIDAK BOLEH ADA PIHAK YANG MENGINGKARINYA, KARENA BILA ADA SATU ORANG SAJA YANG MELAKUKAN PENGINGKARAN TERHADAP PERATURAN YANG BERLAKU, TENTU PERTANDINGAN YANG TERTATA RAPI TIDAK MUNGKIN AKAN TERWUJUD, KETAATAN TERHADAP SEMUA PERATURAN YANG BERLAKU MERUPAKAN KEWAJIBAN SEMUA INSAN FUTSAL INDONESIA.   4

WAKTUNYA BERBICARA FUTSAL:

WAKTUNYA BERBICARA FUTSAL 5

WAKTUNYA UNTUK FUTSAL:

WAKTUNYA UNTUK FUTSAL KINI WAKTUNYA SEMUA PIHAK YANG PEDULI BERBICARA FUTSAL DALAM ACARA WORKSHOP AF P JABAR 201 6 , BAIK DARI SEGI ORGANISASI, MANAJEMEN PERTANDINGAN, KOMPETISI FUTSAL PROFESIONAL, KOMPETISI FUTSAL AMATIR ATAU KELOMPOK USIA DAN KOMPETISI FUTSAL WANITA, SERTA DARI SEGI LAINNYA YANG SEKIRANYA DAPAT MENDORONG PERCEPATAN KEMAJUAN FUTSAL DAERAH DAN INDONESIA. 6

WAKTUNYA UNTUK FUTSAL:

WAKTUNYA UNTUK FUTSAL KEMAJUAN FUTSAL DI INDONESIA SANGAT MEMUNGKINKAN KARENA PERKEMBANGAN AKHIR-AKHIR INI SANGAT PESAT, PERMAINAN FUTSAL DI MAINKAN DI MANA-MANA, DI LAKUKAN OLEH MASYARAKAT BANYAK PENYUKA FUTSAL DARI SEMUA LAPISAN MASYARAKAT DAN DARI SEMUA JENJANG USIA MULAI DARI ANAK-ANAK, REMAJA SAMPAI DEWASA. 7

WAKTUNYA UNTUK FUTSAL:

WAKTUNYA UNTUK FUTSAL PSSI DAN F FI BERSAMA AF P, AFK DAN KLUB-KLUB FUTSAL, BAIK KLUB PROFESIONAL, KLUB AMATIR MAUPUN KLUB WANITA SELAMA INI SUDAH MERINTIS UNTUK BERUSAHA MEMBANGUN FUTSAL DI TANAH AIR, MALAHAN TIMNAS PUTRA KITA SUDAH KERAP MENOREHKAN PRESTASI INTERNASIONAL, YANG DI YAKINI DI MASA MENDATANG AKAN KEMBALI BISA MENOREHKAN PRESTASI INTERNASIONAL YANG LEBIH BAIK DARI MASA SEBELUMNYA, BAIK BAGI TIMNAS PUTRI MAUPUN TIMNAS PUTRA. F FI PERLU MENDAPAT DUKUNGAN, KARENA KINI SEDANG MENYIAPKAN DAN MENATA KEMBALI KEHIDUPAN FUTSAL DI TANAH AIR, DI MANA SALAH SATUNYA DENGAN MENINGKATKAN STANDAR MAUPUN PERSYARATAN PENYELENGGARAAN PERTANDINGAN KOMPETISI FUTSAL, TERMASUK PERSYARATAN KLUB PESERTANYA, BAIK UNTUK KLUB PUTRI MAUPUN KLUB PUTRA. 8

SUMBER HUKUM:

SUMBER HUKUM 9

SUMBER HUKUM:

SUMBER HUKUM FUTSAL LAWS OF THE GAME (PERATURAN PERMAINAN FUTSAL) TERBITAN IFAB FIFA TAHUN 2014-2015 MERUPAKAN RUJUKAN UTAMA YANG HARUS DI PERHATIKAN ATAU DI TAATI SEMUA PIHAK PADA SAAT MENYIAPKAN DAN MELAKSANAKAN PERTANDINGAN FUTSAL DAN JUGA SEBAGAI RUJUKAN BILA HENDAK MENYUSUN PERATURAN KHUSUS PERTANDINGAN SEBUAH TURNAMEN MAUPUN KOMPETISI TAHUN 201 6. 10

PERATURAN PERMAINAN:

PERATURAN PERMAINAN PERATURAN PERMAINAN FUTSAL TERDIRI DARI 17 PASAL ATAU 17 PERATURAN, YANG TERDIRI DARI PERATURAN-PERATURAN SBB : PERATURAN 1, LAPANGAN; PERATURAN 2, BOLA; PERATURAN 3, JUMLAH PEMAIN; PERATURAN 4, PERLENGKAPAN PEMAIN; PERATURAN 5, WASIT; PERATURAN 6, ASISTEN WASIT; PERATURAN 7, LAMANYA PERTANDINGAN; PERATURAN 8, MEMULAI DAN MEMULAI KEMBALI PERMAINAN; PERATURAN 9, BOLA DI DALAM DAN DI LUAR PERMAINAN; PERATURAN 10, METODE PENENTUAN SKOR; PERATURAN 11, OFSAID (TIDAK ADA OFSAID DALAM PERTANDINGAN FUTSAL); 11

PERATURAN PERMAINAN:

PERATURAN PERMAINAN PERATURAN 12, PELANGGARAN DAN KELAKUKAN TIDAK SOPAN; PERATURAN 13, TENDANGAN BEBAS; PERATURAN 14, TENDANGAN PENALTI; PERATURAN 15, TENDANGAN KE DALAM, PERATURAN 16, PEMBERSIHAN GAWANG; PERATURAN 17, TENDANGAN SUDUT; PROSEDUR UNTUK MENENTUKAN PEMENANG; DAERAH TEKNIK; ASISTEN WASIT CADANGAN; ISYARAT WASIT DAN ASISTEN WASIT. 12

PERATURAN PERMAINAN:

PERATURAN PERMAINAN PENJELASAN PERGANTIAN PEMAIN, PROSEDUR YANG BENAR ADALAH PEMAIN YANG DI GANTIKAN SUDAH KE LUAR DARI LAPANGAN PERMAINAN DAN MENERIMA ROMPI DARI PEMAIN PENGGANTINYA SEBELUM YANG BERSANGKUTAN MEMASUKI LAPANGAN PERMAINAN, ATAU BILA PEMAIN YANG DI GANTIKAN CEDERA IA BISA MENYERAHKAN ROMPINYA MELALUI WASIT, PELANGGARAN PROSEDUR INI BISA MENGAKIBATKAN YANG BERSANGKUTAN MENDAPAT HUKUMAN PERINGATAN.   13

PERATURAN PERMAINAN:

PERATURAN PERMAINAN PENJELASAN TENTANG PENGATURAN KEWENANGAN WASIT SATU, WASIT DUA, ASISTEN WASIT ATAU WASIT TIGA DAN PENCATAT WAKTU SECARA GARIS BESARNYA, SETIAP PERTANDINGAN DI PIMPIN OLEH DUA ORANG WASIT, YAITU WASIT SATU DAN WASIT DUA YANG MASING-MASING MEMILIKI KEWENANGAN PENUH DI SETIAP GARIS SAMPING DI MANA IA BERADA, KE DUANYA DAPAT BERTUKAR TEMPAT PADA SAAT-SAAT TERTENTU, TETAPI BILA ADA PERBEDAAN PENDAPAT MAKA KEPUTUSAN WASIT SATU YANG BERLAKU. BERKAITAN DENGAN ITU KEPUTUSAN WASIT HANYA BOLEH BERUBAH BILA MENYADARI ADA KEKELIRUAN, ATAU DENGAN KEWENANGANNYA ATAS MASUKAN ASISTEN WASIT, SEBELUM PERMAINAN DI MULAI KEMBALI ATAU SEBELUM MENGAKHIRI PERTANDINGAN. 14

PERATURAN PERMAINAN:

PERATURAN PERMAINAN BEBERAPA CONTOH PELANGGARAN PERATURAN PERMAINAN FUTSAL YANG DI LAKUKAN OLEH PEMAIN SEPERTI PELANGGARAN DAN KELAKUKAN TIDAK SOPAN YANG DAPAT DI HUKUM DENGAN PERINGATAN DAN PENGUSIRAN, YANG SERING TERJADI MISALNYA DENGAN SENGAJA MERINTANGI LANGKAH PEMAIN LAWAN TANPA ADA BOLA, MENGHALANGI ATAU MENCEGAH PENJAGA GAWANG MELEPASKAN BOLA SAAT PEMBERSIHAN GAWANG (GOAL CLEARANCE). MENGHALANGI LAWAN UNTUK MENCETAK GOL ATAU MENGHILANGKAN KESEMPATAN MENCETAK GOL DENGAN SENGAJA MEMEGANG BOLA. MELUDAHI PEMAIN LAWAN DAN LAINNYA, KEMUDIAN MELAKUKAN KATA-KATA PENGHINAAN ATAU GERAKAN TUBUH. 15

PERATURAN PERMAINAN:

PERATURAN PERMAINAN PROSEDUR UNTUK MENENTUKAN PEMENANG PERTANDINGAN : MISALNYA BILA PERTANDINGAN WAKTU NORMAL BERAKHIR DENGAN SERI, DI MANA PERATURAN PERTANDINGAN MENGHARUSKAN ADA PEMENANGNYA DALAM PERTANDINGAN TERSEBUT, MAKA DAPAT DI LAKUKAN PERPANJANGAN WAKTU, DENGAN MEMAINKAN DUA PARUH YANG SAMA, TIGA ATAU LIMA MENIT DI SETIAP PARUH ATAU SESUAI PERATURAN PERTANDINGAN YANG BERLAKU PADA PERTANDINGAN ITU. DAN BILA HASILNYA MASIH SAMA, MAKA UNTUK MENENTUKAN PEMENANGNYA DI LAKUKAN TENDANGAN DARI TITIK PENALTI, DI MANA MASING-MASING TIM MELAKUKAN TIGA KALI TENDANGAN, BILA HASILNYA MASIH SAMA MAKA PEMAIN LAINNYA DARI SETIAP TIM DENGAN JUMLAH SAMA, SECARA BERGANTIAN MELAKUKAN TENDANGAN, KEMUDIAN BILA HASILNYA MASIH JUGA SAMA DI LAKUKAN UNDIAN, ATAU BISA DI ATUR SESUAI PERATURAN PERTANDINGAN YANG DI BERLAKUKAN PADA PERTANDINGAN TERSEBUT .   16

PERATURAN PERMAINAN:

PERATURAN PERMAINAN PENJELASAN TENTANG DAERAH TEKNIK : PELATIH SERTA OFISIAL LAINNYA DAN PEMAIN CADANGAN HARUS BERADA DALAM BATAS-BATAS DAERAH TEKNIK, TIDAK BOLEH MENINGGALKAN DAERAH TERSEBUT TERKECUALI DALAM BATAS-BATAS TERTENTU, SEPERTI SEORANG FISIOTERAPI ATAU DOKTER MEMASUKI LAPANGAN PERMAINAN DENGAN IJIN WASIT, MEMERIKSA CEDERA PEMAIN ATAU MENOLONG YANG BERSANGKUTAN KELUAR DARI LAPANGAN PERMAINAN. 17

PERATURAN PERMAINAN:

PERATURAN PERMAINAN TENTANG ASISTEN WASIT CADANGAN : DAPAT DI TUNJUK BERDASARKAN PERATURAN KOMPETISI DAN BISA MENGGANTIKAN KEDUDUKAN PENCATAT WAKTU ATAU DAPAT PULA MENGGANTIKAN SALAH SATU WASIT YANG TIDAK DAPAT MELANJUTKAN TUGASNYA DALAM PERTANDINGAN, IA BISA MEMBANTU WASIT SETIAP SAAT, SEPERTI TUGAS ADMINISTRASI SEBELUM, SELAMA DAN SESUDAH PERTANDINGAAN. 18

PERATURAN PERMAINAN:

PERATURAN PERMAINAN TENTANG ISYARAT WASIT : SEBAGAI CONTOH MISALNYA AGAR MEMPERHATIKAN DENGAN BENAR, ANTARA ISYARAT WASIT MEMBERIKAN ISYARAT TENDANGAN BEBAS, ATAU TENDANGAN BEBAS TIDAK LANGSUNG DAN ISYARAT MENGHITUNG EMPAT DETIK, KARENA KEDUANYA MENGANGKAT SATU LENGANNYA KE ATAS, JANGAN SAMPAI SALAH PAHAM DALAM HAL INI. DAN MASIH BANYAK CONTOH LAINNYA, BERKAITAN DENGAN HAL DI MAKSUD, SILAKAN MEMPELAJARI PERATURAN PERMAINAN FUTSAL 2014-2015. 19

LAPANGAN PERMAINAN FUTSAL:

LAPANGAN PERMAINAN FUTSAL 20

LAPANGAN PERMAINAN FUTSAL:

LAPANGAN PERMAINAN FUTSAL UKURAN 38 X 20 METER ATAU 42 X 25 METER. LINGKARAN TENGAH MEMILIKI LINGKARAN 3 METER. DAERAH PENALTI MEMILIKI LINGKARAN 6 METER. TITIK PENALTI PERTAMA BERJARAK 6 METER DARI GARIS GAWANG. TITIK PENALTI KEDUA BERJARAK 10 METER DARI GARIS GAWANG. 21

LAPANGAN PERMAINAN FUTSAL:

LAPANGAN PERMAINAN FUTSAL YANG PERLU MENDAPAT PERHATIAN ADALAH TANDA TITIK (LEBIH KECIL DARI TITIK PENALTI) , ADALAH KEDUA TITIK KECIL DI KANAN DAN KIRI TITIK PENALTI KEDUA YANG BERJARAK 5 METER, SEBAGAI PENANDA JARAK MINIMAL PEMAIN DENGAN TITIK PENALTI KEDUA MANAKALA DI LAKUKAN TENDANGAN DARI TITIK PENALTI KEDUA, UNTUK DI JADIKAN PERHATIAN TITIK TERSEBUT HARUS DI BUAT LEBIH KECIL DI BANDINGKAN TITIK PENALTI. 22

LAPANGAN PERMAINAN FUTSAL:

LAPANGAN PERMAINAN FUTSAL GARIS DAERAH PERGANTIAN PEMAIN DI DEPAN MASING-MASING BANGKU CADANGAN SEPANJANG 5 METER DI BERI DUA BUAH TANDA MEMOTONG GARIS SAMPING, 40 CM DI LUAR DAN 40 CM DI DALAM LAPANGAN PERMAINAN, UJUNGNYA BILA DI TARIK DARI GARIS TENGAH JUGA BERJARAK 5 METER. 23

LAPANGAN PERMAINAN FUTSAL:

LAPANGAN PERMAINAN FUTSAL PERMUKAAN LAPANGAN BERWARNA BIRU. BANGKU CADANGAN UNTUK KEDUA TIM YANG SEDANG BERMAIN BISA MEMUAT SEKURANGNYA 14 ORANG (9 PEMAIN CADANGAN DAN 5 OFISIAL) SERTA MEJA DAN KURSI UNTUK OFISIAL PERTANDINGAN (MATCH OFFICIAL) , ATAU UNTUK WASIT TIGA (WALAU UNTUK SEWAKTU-WAKTU), KARENA YANG BERSANGKUTAN AKAN LEBIH BANYAK BERDIRI DAN UNTUK PENCATAT WAKTU KENDATI ADA KRU IT YANG MENGOPERASIKAN ALAT PENCATAT WAKTU (KARENA IA BUKAN OFISIAL PERTANDINGAN). DI BUAT PULA TANDA 5 METER DARI SETIAP SUDUT LAPANGAN TEGAK LURUS MENGARAH KE GAWANG , SEBAGAI PENANDA JARAK BILA ADA TENDANGAN SUDUT, PEMAIN LAWAN SEKURANGNYA BERJARAK 5 METER DARI PEMAIN YANG AKAN MELAKUKAN TENDANGAN SUDUT. 24

SUDUT LAPANGAN FUTSAL:

SUDUT LAPANGAN FUTSAL 25

SUDUT LAPANGAN FUTSAL:

SUDUT LAPANGAN FUTSAL BUSUR TENDANGAN SUDUT DI BUAT GARIS LINGKARAN BERDIAMETER 25 CM DI SETIAP SUDUT LAPANGAN PERMAINAN (PERHATIKAN BUSUR TENDANGAN SUDUT JANGAN DI BUAT BLOK).   26

GAWANG:

GAWANG 27

GAWANG:

GAWANG GAWANG BERUKURAN TINGGI 2 METER LEBAR 3 METER, DENGAN PENGAIT BERBENTUK U DENGAN PANJANG 80 CM UNTUK MEMASANG JARING DI BELAKANG ATAS TIANG GAWANG DAN LEMPENGAN PERSEGI PENAHAN DI BELAKANG TIANG GAWANG MENJOROK KE BELAKANG SEPANJANG 1 METER. 28

GAWANG:

GAWANG YANG PERLU DI PERHATIKAN ADALAH MISTAR DAN TIANG GAWANG TIDAK DI ISI BENDA PADAT ATAU MENJADI BERAT, IA HARUS TETAP PORTEBEL DAN BISA DI GESER TETAPI TIDAK MUDAH RUBUH SERTA AMAN BAGI PENJAGA GAWANG DAN PEMAIN LAINNYA, KEMUDIAN BERI TANDA KEDUDUKAN TETAP GAWANG YANG MUDAH DI LIHAT, SEHINGGA KALAU BERGESER GAWANG BISA DI KEMBALIKAN TEPAT DI TEMPAT SEMULA. 29

UKURAN DAERAH PENALTI:

UKURAN DAERAH PENALTI 30

UKURAN DAERAH PENALTI:

UKURAN DAERAH PENALTI DUA GARIS LINGKARAN 6 METER PANJANGNYA, DI TARIK DARI BAGIAN LUAR MASING-MASING TIANG GAWANG DENGAN SUDUT LURUS KE GARIS SAMPING MEMBENTUK SEBUAH SEPEREMPAT LINGKARAN DI HUBUNGKAN DENGAN GARIS SEPANJANG 3.16 METER SEJAJAR DENGAN GARIS GAWANG DI ANTARA TIANG GAWANG, BERBATAS GARIS PENALTI DAN GARIS GAWANG ADALAH DAERAH PENALTI. DI BUAT TANDA TITIK PENALTI BERJARAK 6 METER DARI TITIK TENGAH DI ANTARA TIANG GAWANG DAN TITIK PENALTI KEDUA BERJARAK 10 METER DARI TITIK TENGAH DI ANTARA KEDUA TIANG GAWANG.   31

BOLA DI LAPANGAN:

BOLA DI LAPANGAN 32

BOLA:

BOLA BERBENTUK BUNDAR, BOLA NO. 4 UNTUK BERMAIN FUTSAL, TERBUAT DARI KULIT DAN BAHAN LAINNYA YANG DI SETUJUI, BERAT TIDAK LEBIH 440 GR DAN TIDAK KURANG 400 GR, TEKANAN UDARA SAMA DENGAN 0,6-0,9 ATM, YANG PERLU DI PERHATIKAN BOLA TIDAK BOLEH MEMANTUL KURANG DARI 50 CM DAN TIDAK LEBIH 65 CM KETIKA PANTULAN PERTAMA SAAT DI JATUHKAN DARI KETINGGIAN 2 METER.   33

DAERAH TEKNIK:

DAERAH TEKNIK 34

DAERAH TEKNIK:

DAERAH TEKNIK YANG PERLU DI PERHATIKAN DAERAH TEKNIK MERUPAKAN TAMBAHAN 1 METER DARI KEDUA SISI SAMPING TEMPAT DUDUK BANGKU CADANGAN DAN MEMANJANG KE DEPAN SAMPAI 75 CM DARI GARIS SAMPING, DENGAN TANDA GARIS YANG DI BUAT TERPUTUS-PUTUS UNTUK MENENTUKAN BATAS DAERAH INI.   35

PENYINARAN LAPANGAN:

PENYINARAN LAPANGAN 36

PENYINARAN LAPANGAN PERMAINAN:

PENYINARAN LAPANGAN PERMAINAN PENYINARAN TERANG DARI PENCAHAYAAN LAMPU ATAS LAPANGAN PERMAINAN HARUS MERATA MENYINARI KE SELURUH SUDUT LAPANGAN PERMAINAN, SEKURANGNYA 120 LUX, IDEALNYA SEKURANGNYA 500 LUX KARENA BAGUS BILA ADA SIARAN LANGSUNG MAUPUN SIARAN TUNDA TV. 37

GENERAL COORDINATOR FUTSAL INSPEKSI LAPANGAN:

GENERAL COORDINATOR FUTSAL INSPEKSI LAPANGAN 38

GENERAL COORDINATOR:

GENERAL COORDINATOR GENERAL COORDINATOR (GC) ADALAH SESEORANG YANG DI TUGASKAN OLEH OTORITAS PENYELENGGARA KOMPETISI ATAU OTORITAS PENYELENGGARA PERTANDINGAN, UNTUK MENANGANI KESELURUHAN MASALAH ADMINISTRASI DI TEMPAT PERTANDINGAN, MULAI DARI PERSIAPAN, SELAMA SAMPAI SESUDAH PERTANDINGAN. IA BERTANGGUNG JAWAB PADA SETIAP PERTANDINGAN UNTUK MENGORGANISIR SEMPURNA SELAMA PELAKSANAAN TURNAMEN ATAU KOMPETISI SECARA KONSISTEN. 39

GENERAL COORDINATOR:

GENERAL COORDINATOR PADA AWAL TUGASNYA GENERAL COORDINATOR BERSAMA PENGAWAS PERTANDINGAN DAN WASIT MEMERIKSA SELURUH SARANA FASILITAS YANG AKAN DI PERGUNAKAN PERTANDINGAN, SEPERTI TEMPAT PERTANDINGAN SERTA PERLENGKAPAN YANG AKAN DI PERGUNAKAN, DAN SEMUA SARANA FASILITAS PENDUKUNGNYA, SEPERTI AKOMODASI, TRANSPORTASI, TEMPAT LATIHAN DI LUAR TEMPAT PERTANDINGAN. DAN MELAKUKAN RAPAT DENGAN PANITIA PELAKSANA PERTANDINGAN BESERTA SELURUH PIHAK YANG TERKAIT DENGAN PERTANDINGAN, UNTUK MEMERIKSA ATAS SEMUA ASPEK KESIAPAN PANITIA PELAKSANA PERTANDINGAN SECARA KESELURUHAN DI DALAM MENGHADAPI PERTANDINGAN, APAKAH SEMUANYA SUDAH MEMENUHI STANDAR, PERSYARATAN DAN KETENTUAN LAINNYA BAGI PANITIA PELAKSANA PERTANDINGAN. 40

GENERAL COORDINATOR:

GENERAL COORDINATOR GENERAL COORDINATOR DAPAT JUGA MEMIMPIN PERTEMUAN TEKNIK SEHARI SEBELUM PERTANDINGAN DENGAN AGENDA SAMA SEPERTI PP. PADA HARI PERTANDINGAN GENERAL COORDINATOR BERSAMA SELURUH OFISIAL PERTANDINGAN, PANITIA PELAKSANA PERTANDINGAN BESERTA SELURUH PIHAK YANG TERKAIT DENGAN PERTANDINGAN, BEKERJA MENURUT URUTAN WAKTU MENUJU TENDANGAN AWAL (KICK OFF). MEMIMPIN SEREMONI SEBELUM PERTANDINGAN. MEMBUAT LAPORAN SETELAH MELAKSANAKAN TUGAS KEPADA FIHAK OTORITAS PENYELENGGARA KOMPETISI ATAU OTORITAS PENYELENGGARA PERTANDINGAN.   41

PENGAWAS PERTANDINGAN PIMPIN PERTEMUAN TEKNIK:

PENGAWAS PERTANDINGAN PIMPIN PERTEMUAN TEKNIK 42

PENGAWAS PERTANDINGAN:

PENGAWAS PERTANDINGAN PENGAWAS PERTANDINGAN (PP) ADALAH OFISIAL PERTANDINGAN YANG DI TUGASKAN OLEH OTORITAS PENYELENGGARA KOMPETISI ATAU PENYELENGGARA PERTANDINGAN, BERTUGAS DAN BERTANGGUNG JAWAB ATAS TEKNIS DAN ADMINISTRASI PERTANDINGAN MULAI DARI PERSIAPAN, SELAMA SAMPAI SESUDAH PERTANDINGAN. BERSAMA GENERAL COORDINATOR, PENGAWAS PERTANDINGAN DENGAN WASIT MEMERIKSA SELURUH SARANA FASILITAS YANG AKAN DI PERGUNAKAN PERTANDINGAN. 43

PENGAWAS PERTANDINGAN:

PENGAWAS PERTANDINGAN BERSAMA GENERAL COORDINATOR, PENGAWAS PERTANDINGAN MENGIKUTI RAPAT DENGAN PANITIA PELAKSANA PERTANDINGAN BESERTA SELURUH PIHAK YANG TERKAIT DENGAN PERTANDINGAN UNTUK MEMERIKSA KESIAPAN PANITIA PELAKSANA PERTANDINGAN, KHUSUSNYA DALAM HAL TEKNIS DAN ADMINISTRATIF PERTANDINGAN APAKAH SUDAH MEMENUHI STANDAR, PERSYARATAN DAN KETENTUAN BAGI PANITIA PELAKSANA PERTANDINGAN. 44

PERTEMUAN TEKNIK:

PERTEMUAN TEKNIK PENGAWAS PERTANDINGAN MEMIMPIN SENDIRI PERTEMUAN TEKNIK SESUAI AGENDA YANG DI SUSUNNYA BILA TIDAK ADA GC, SEHARI SEBELUM PERTANDINGAN, DI HADIRI OLEH MANAJER DAN PELATIH TIM FUTSAL PESERTA, OFISIAL PERTANDINGAN, PANITIA PELAKSANA PERTANDINGAN TERMASUK KOORDINATOR MEDIA, MEDIS DAN KEAMANAN SERTA PIHAK TERKAIT PERTANDINGAN LAINNYA DENGAN BERPAKAIAN RAPI, JANGAN BERPAKAIN KAOS, CELANA PENDEK DAN SENDAL. BOLA FUTSAL YANG AKAN DI PERGUNAKAN PADA PERTANDINGAN HARUS DI PERLIHATKAN KEPADA SEMUA PESERTA YANG HADIR PADA PERTEMUAN TEKNIK. 45

PERTEMUAN TEKNIK:

PERTEMUAN TEKNIK MASING-MASING TIM FUTSAL PESERTA HARUS MEMBAWA 2 SET KOSTIM TERMASUK PENJAGA GAWANG, PENGGUNAAN WARNA KOSTIM SESUAI JADUAL PERTANDINGAN, TIM YANG DI SEBUT LEBIH DAHULU ADALAH TIM TUAN RUMAH/A DAN TIM YANG DI SEBUT BERIKUTNYA ADALAH TAMU/B, BILA WARNA KOSTIM SAMA MAKA TIM TAMU/B HARUS MENUKAR WARNA KOSTIMNYA. 46

URUTAN WAKTU MENUJU TENDANGAN AWAL:

URUTAN WAKTU MENUJU TENDANGAN AWAL PADA HARI PERTANDINGAN, PP DENGAN SEMUA OFISIAL PERTANDINGAN LAINNYA, PANITIA PELAKSANA PERTANDINGAN BESERTA SELURUH PIHAK YANG TERKAIT DENGAN PERTANDINGAN BEKERJA MENURUT URUTAN WAKTU MENUJU TENDANGAN AWAL (KICK OFF). PP MEMIMPIN SEREMONI SEBELUM PERTANDINGAN MANAKALA TIDAK ADA GENERAL COORDINATOR PADA PERTANDINGAN YANG DI AWASINYA, ATAU DI SERAHKAN KEPADA SEORANG LOCAL GENERAL COORDINATOR (LGC) YANG BERTUGAS MENDAMPINGI PENGAWAS PERTANDINGAN SELAMA BERTUGAS DI TEMPAT PERTANDINGAN TERSEBUT. MEMBUAT LAPORAN SETELAH SELESAI MELAKSANAKAN TUGAS KEPADA FIHAK OTORITAS PENYELENGGARA KOMPETISI ATAU OTORITAS PENYELENGGARA PERTANDINGAN. 47

FIFA FAIR PLAY:

FIFA FAIR PLAY 48

FIFA FAIR PLAY:

FIFA FAIR PLAY FIFA FAIR PLAY ADALAH NAFASNYA SPORTIVITAS PADA SETIAP PERTANDINGAN, DENGAN SLOGAN “MY GAME IS FAIR PLAY,” SEBAGAIMANA TERBACA PADA BENDERA FAIR PLAY. DAPAT DI KATAKAN BAHWA FAIR PLAY NILAINYA JAUH LEBIH BESAR DI BANDING PERATURAN ATAU LEBIH MULIA DI BANDING ATURAN MAIN. 49

FIFA FAIR PLAY:

FIFA FAIR PLAY FAIR PLAY MEMILIKI SEPULUH GOLDEN RULE, SECARA RINGKASNYA YAITU : PERTAMA JANGAN MEMBAHAYAKAN PEMAIN LAWAN, KEDUA HORMATI ATURAN MAIN, KETIGA HORMATI LAWAN, KEEMPAT TETAP MAMPU MEMPERLIHATKAN SIKAP MENJUNJUNG TINGGI DISIPLIN, WALAU DALAM SITUASI SULIT. KELIMA DUKUNG SIAPA SAJA BERUPAYA MENGENYAHKAN TINDAKAN CURANG DALAM PERTANDINGAN, KEENAM TUNJUKAN PERHATIAN BESAR TERHADAP PEMAIN CEDERA DENGAN SEGERA MENGHENTIKAN PERTANDINGAN DALAM SITUASI APAPUN, KETUJUH JANGAN PERNAH BERNIAT BALAS DENDAM TERHADAP PEMAIN LAIN, KEDELAPAN MAIN SESUAI PERINTAH TIUPAN WASIT, KESEMBILAN RENDAH HATI SAAT MERAYAKAN KEMENANGAN TIMNYA DAN BERJIWA BESAR SAAT TIMNYA MENGALAMI KEKALAHAN, KESEPULUH MEMBERIKAN PENGHARGAAN TERHADAP INDIVIDU ATAU LEMBAGA YANG TELAH MENJUNJUNG TINGGI SIKAP FAIR PLAY. 50

FIFA FAIR PLAY:

FIFA FAIR PLAY SETIAP PERTANDINGAN HENDAKNYA SELALU TERPASANG SPANDUK ATAU A-BOARD FAIR PLAY, RESPEK DAN DISIPLIN. DI SAMPING SELALU MEMPERDENGARKAN FIFA ANTHEM YANG MENGIRINGI PEMAIN DAN WASIT MEMASUKI LAPANGAN YANG DI DAHULUI BENDERA FAIR PLAY, AGAR NUANSA SPORTIF SELALU MENYERTAI SEMUA PIHAK YANG TERKAIT DENGAN PERTANDINGAN.     51

WASIT, BOLA DAN TEMPAT BOLA:

WASIT, BOLA DAN TEMPAT BOLA 52

WASIT, BOLA DAN TEMPAT BOLA:

WASIT, BOLA DAN TEMPAT BOLA WASIT YANG BERTUGAS MEMIMPIN PERTANDINGAN FUTSAL, TERDIRI DARI WASIT SATU DAN WASIT DUA, YANG MEMILIKI KEWENANGAN PENUH UNTUK MENEGAKAN PERATURAN PERMAINAN FUTSAL YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERTANDINGAN, DI BANTU OLEH DUA ASISTEN WASIT YAITU WASIT TIGA DAN PENCATAT WAKTU. DALAM TURNAMEN ATAU KOMPETISI FUTSAL DI MANA ASISTEN WASIT CADANGAN DAPAT DI TUNJUK, IA DAPAT BERPERAN DAN YANG DI TUGASKAN HARUS MEMENUHI PERSYARATAN PERATURAN PERMAINAN FUTSAL. IA MEMBANTU WASIT SEBELUM, SELAMA DAN SESUDAH PERTANDINGAN, IA DAPAT JUGA MENGGANTIKAN PENCATAT WAKTU BILA SALAH SATU WASIT ADA YANG CEDERA. BOLA YANG AKAN DI PERGUNAKAN DALAM PERTANDINGAN DI TARUH DI SEBUAH TEMPAT ARTISTIK BERLOGO PENYELENGGARAAN KEJUARAAN, DI TEMPATKAN DI PINGGIR LAPANGAN UNTUK DI AMBIL OLEH WASIT SEBELUM YANG BERSANGKUTAN MEMASUKI LAPANGAN PERMAINAN. 53

SEREMONI SEBELUM PERTANDINGAN:

SEREMONI SEBELUM PERTANDINGAN 54

SEREMONI SEBELUM PERTANDINGAN:

SEREMONI SEBELUM PERTANDINGAN KEDUA TIM FUTSAL YANG AKAN BERTANDING BERDIRI BERJAJAR DI TEMANI KIDS ESCORT MENGAPIT WASIT DI LAPANGAN PERMAINAN DI MUKA TRIBUN VIP, DI BELAKANGNYA TERBENTANG BENDERA FAIR PLAY DAN BENDERA FIFA YANG DI BAWA YANG DI BENTANGKAN PARA REMAJA (MISAL U17), DI DEPANNYA MASING-MASING TIM FUTSAL TERBENTANG BENDERA NEGARA MASING-MASING, BILA PADA PERTANDINGAN INTERNASIONAL ANTAR TIM NEGARA. TIM A DI SEBELAH KIRI (TUAN RUMAH) DAN TIM B SEBELAH KANAN (TIM TAMU), MENGHADAP GENERAL COORDINATOR YANG MEMIMPIN SEREMONI SEBELUM PERTANDINGAN (WARTAWAN FOTO SEMUA DI LUAR LAPANGAN PERMAINAN). 55

SCORING BOARD FUTSAL:

SCORING BOARD FUTSAL 56

SCORING BOARD (ALAT PENCATAT WAKTU):

SCORING BOARD (ALAT PENCATAT WAKTU) TERUTAMA UNTUK PERTANDINGAN INTERNASIONAL, ALAT PENCATAT WAKTU YANG DI GUNAKAN HARUS MEMENUHI KEBUTUHAN KESELURUHAN, KETEPATAN PENCATAT WAKTU, MENUNJUKAN WAKTU DUA MENIT, PENGUSIRAN EMPAT PEMAIN SECARA BERSAMAAN DAN MENGAWASI AKUMULASI PELANGGARAN OLEH SETIAP TIM DI SETIAP PARUH PERMAINAN. 57

LAPANGAN PERMAINAN FUTSAL, BANGKU CADANGAN, MEJA OFISIAL PERTANDINGAN:

LAPANGAN PERMAINAN FUTSAL, BANGKU CADANGAN, MEJA OFISIAL PERTANDINGAN 58

LAPANGAN PERMAINAN, BANGKU CADANGAN, MEJA OFISIAL PERTANDINGAN:

LAPANGAN PERMAINAN, BANGKU CADANGAN, MEJA OFISIAL PERTANDINGAN LAPANGAN PERMAINAN BERWARNA BIRU, BANGKU CADANGAN DAPAT DI TEMPATI SEKURANGNYA UNTUK 14 ORANG, YANG TERDIRI DARI 9 PEMAIN CADANGAN DAN 5 OFISIAL TIM, DAERAH TEKNIK YANG DI TANDAI BATAS, GARIS BERWARNA PUTIH YAN TERPUTUS-PUTUS DI BAGIAN DEPAN, GARIS TAK TERPUTUS DI BAGIAN BELAKANG. PEMAIN DAN OFISIAL YANG DUDUK DI SINI HARUS BERLAKU TERTIB, MENGGUNAKAN SERAGAM ATAU ROMPI YANG BERWARNA LAIN TIDAK SAMA DENGAN WARNA KOSTIM PEMAIN DAN WASIT DI LAPANGAN. 59

BANER DI TENGAH LAPANGAN:

BANER DI TENGAH LAPANGAN 60

BANER DI TENGAH LAPANGAN:

BANER DI TENGAH LAPANGAN DI LINGKARAN TENGAH LAPANGAN PERMAINAN DAPAT DI LETAKAN LOGO BESAR OTORITAS PENYELENGGARA KOMPETISI ( F FI) ATAU OTORITAS SEPAKBOLA NASIONAL (PSSI), ATAU JUGA FFI, AF P, AFK DAN KLUB. LOGO BESAR TURNAMEN MAUPUN KOMPETISI JUGA BISA DI TEMPATKAN DI LINGKARAN TENGAH TERSEBUT. 61

GAWANG PORTEBEL BERGESER:

GAWANG PORTEBEL BERGESER 62

GAWANG PORTEBEL BERGESER:

GAWANG PORTEBEL BERGESER SEBAIKNYA GAWANG PORTEBEL FUTSAL DI BELAKANG BAGIAN BAWAH DAPAT DI TARUH KARUNG PASIR AGAR TIDAK MUDAH BERGESER.   63

KONPRENSI PERS SEBELUM DAN SESUDAH PERTANDINGAN:

KONPRENSI PERS SEBELUM DAN SESUDAH PERTANDINGAN 64

KONPRENSI PERS:

KONPRENSI PERS KONPRENSI PERS SEBELUM DAN SESUDAH PERTANDINGAN DI LAKUKAN DENGAN DI PANDU SEORANG KOORDINATOR MEDIA (MEDIA OFFICER). KONPRENSI PERS SEBELUM PERTANDINGAN DAPAT DI LAKUKAN PAGI ATAU SIANG HARI SEHARI SEBELUM PERTANDINGAN, BISA DI HADIRI BERSAMAAN KEDUA ATAU SEMUA TIM YANG AKAN BERTANDING. KONPRENSI PERS SESUDAH PERTANDINGAN DAPAT DI LAKUKAN LIMA BELAS MENIT SESUDAHNYA ATAU DI ATUR LAIN, DI LAKUKAN SECARA BERGANTIAN DI ANTARA OFISIAL KEDUA TIM, MASING-MASING LIMA BELAS MENIT MENYAMPAIKAN KETERANGAN ATAU DI ATUR LAIN. RUANGAN KONPRENSI PERS BER AC, MEJA DAN KURSI UNTUK MEDIA OFFICER DAN UNTUK OFISIAL TIM YANG MEMBERIKAN KETERANGAN PERS DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM SUARA (SOUND SYSTEM) DAN DENGAN LATAR BELAKANG (BACK DROP) LOGO SPONSOR-SPONSOR. MENYEDIAKAN KURSI-KURSI UNTUK WARTAWAN YANG HADIR.   65

GEDUNG FUTSAL TEMPAT LATIHAN:

GEDUNG FUTSAL TEMPAT LATIHAN 66

GEDUNG FUTSAL TEMPAT LATIHAN:

GEDUNG FUTSAL TEMPAT LATIHAN SETIAP TIM PESERTA DI SAMPING DI BERIKAN KESEMPATAN MENCOBA ATAU UJI COBA LAPANGAN TEMPAT BERTANDING SESUAI JADUAL UJI COBA, JUGA DI BUATKAN JADUAL LATIHAN DI TEMPAT LAIN, SEPERTI DI SEBUAH GEDUNG FUTSAL YANG MEMENUHI SYARAT. 67

LAPANGAN TEMPAT LATIHAN:

LAPANGAN TEMPAT LATIHAN 68

LAPANGAN FUTSAL TEMPAT LATIHAN:

LAPANGAN FUTSAL TEMPAT LATIHAN LAPANGAN FUTSAL YANG DI SEDIAKAN GEDUNG FUTSAL TERSEBUT HARUS SAMA DENGAN KUALITAS LAPANGAN PERMAINAN DI TEMPAT PERTANDINGAN, ATAU PALING TIDAK MENDEKATI KUALITASNYA DENGAN LAPANGAN PERMAINAN DI TEMPAT PERTANDINGAN. 69

ANGGOTA TECHNICAL STUDY GROUP:

ANGGOTA TECHNICAL STUDY GROUP 70

ANGGOTA TECHNICAL STUDY GROUP:

ANGGOTA TECHNICAL STUDY GROUP ANGGOTA TECHNICAL STUDY GRUP ADALAH SESEORANG YANG TELAH MENGIKUTI PELATIHAN MENJADI SEORANG TSG, YANG TUGASNYA MENGAMATI PENAMPILAN PEMAIN KEDUA TIM PADA SAAT PERTANDINGAN DENGAN MENGGUNAKAN FORM KHUSUS, IA BEKERJA MEMBUAT DATA STATISTIK PEMAIN SEPERTI ANTARA LAIN, BANYAKNYA MENYENTUH BOLA, BERAPA KALI MENGUMPAN DAN MENGGIRING BOLA, BERAPA KALI BENAR DAN SALAH, BERAPA KALI MENEMBAK KE GAWANG, TEPAT ATAU MELENCENG, MEMBUAT ASSIST, BERAPA KALI MENCETAK GOL, DI CETAK DARI JARAK BERAPA METER, HASIL SOLO RUN, BERASAL DARI UMPAN TARIK, DARI ARAH KANAN ATAU ARAH KIRI GAWANG LAWAN SERTA BANYAK HAL TEKNIS PENTING LAINNYA SEPERTI BERIKUT . 71

ANGGOTA TECHNICAL STUDY GROUP:

ANGGOTA TECHNICAL STUDY GROUP GOL DI CETAK DARI HASIL UMPAN TEROBOSAN, MENGGUNAKAN TENDANGAN ATAU TENDANGAN VOLI ATAUPUN TENDANGAN ½ VOLI, ATAU JUGA MENGGUNAKAN KEPALA, MELALUI TENDANGAN PENALTI, TENDANGAN BEBAS, TENDANGAN SUDUT. GOL DI CETAK PADA MENIT KEBERAPA, MENIT AWAL, PERTENGAHAN ATAU AKHIR DARI SETIAP PARUH PERMAINAN, DI BUAT OLEH PEMAIN DEPAN ATAU PEMAIN BELAKANG, BERAPA KALI KEHILANGAN BOLA ATAU BERHASIL MEREBUT BOLA DARI LAWAN DAN SETERUSNYA MASIH BANYAK ASPEK LAINNYA. 72

ANGGOTA TECHNICAL STUDY GROUP:

ANGGOTA TECHNICAL STUDY GROUP BEGITU SECARA SEDERHANA DI GAMBARKAN, HASIL KERJA TSG BISA DI MANFAATKAN OLEH PELATIH, UNTUK MENILAI KEMAMPUAN PEMAIN DAN JUGA SEBAGAI BAHAN EVALUASI PELATIH UNTUK DI JADIKAN BAHAN PERBAIKAN BAGI SETIAP PEMAIN, DARI TAMPILAN BERMAIN DI SATU PERTANDINGAN ATAUPUN RANGKAIAN PERTANDINGAN, BAIK TURNAMEN MAUPUN KOMPETISI, MENGENAI LAPORAN TSG BISA DALAM BEBERAPA VERSI, SEPERTI DATA STATISTIK PEMAIN, ANALISA, TREND GAYA BERMAIN YANG MUNCUL DI TURNAMEN DAN KOMPETISI. PEKERJAAN SEMACAM ITU DAPAT PULA DI LAKUKAN OLEH SEBUAH TIM DATA STATISTIK PERTANDINGAN (TDSP).   73

TECHNICAL REPORT:

TECHNICAL REPORT 74

TECHNICAL REPORT:

TECHNICAL REPORT HASIL KERJA DARI TSG INI DI GABUNG DENGAN HASIL KERJA PENGAWAS PERTANDINGAN YANG MEMBUAT DATA HASIL-HASIL PERTANDINGAN, KLASEMEN, DATA STATISTIK NAMA-NAMA PENCETAK GOL, YANG KENA KARTU KUNING (KK) ATAU KARTU MERAH (KM), PENILAIAN FAIR PLAY. PENILAIAN PENAMPILAN WASIT DARI ASESOR WASIT, PENGAMATAN KEBUGARAN DAN MEDIS PEMAIN OLEH DOKTER, SELANJUTNYA DATA KLUB PESERTA, SEPERTI FOTO TIM, FOTO-FOTO SAAT TIMNYA BERTANDING, SUSUNAN PEMAIN SETIAP KALI BERTANDING, HASIL PERTANDINGAN KLUB TERSEBUT PADA SAAT MENGIKUTI TURNAMEN DAN KOMPETISI DI MAKSUD. SELANJUTNYA SEJARAH KLUB PESERTA TERUTAMA BERKAITAN PARTISIPASINYA PADA TURNAMEN DAN KOMPETISI YANG DI IKUTINYA. 75

TECHNICAL REPORT:

TECHNICAL REPORT BERIKUTNYA DAPAT MENAMBAHKAN TENTANG RIWAYAT ATAU SEJARAH KHUSUS TURNAMEN ATAU KOMPETISI YANG DI LAKSANAKAN, DARI SEJAK DI GULIRKAN SAMPAI SEKARANG, SIAPA SAJA YANG PERNAH MENJADI JUARA DAN PERINGKAT DI BAWAHNYA. DENGAN DEMIKIAN REKAM JEJAK BERHARGA DARI PERJALANAAN SEBUAH TURNAMEN ATAU KOMPETISI AKAN MEMETIK HASILNYA, SEPERTI MENGHASILKAN BERAPA PEMAIN YANG BISA BERGABUNG MENJADI PEMAIN TIMNAS BAIK PUTRI MAUPUN PUTRA MISALNYA. 76

TECHNICAL REPORT:

TECHNICAL REPORT BEGITU KEGUNAAN MEMBUAT TECHNICAL REPORT SECARA SEDERHANA DI SAMPAIKAN, UNTUK DI BIASAKAN MULAI DARI SEJAK SEKARANG SEHINGGA KITA BISA MERASA BAHWA SETIAP KALI MENYELENGGARAKAN TURNAMEN MAUPUN KOMPETISI TERSEBUT BISA MENGHASILKAN SECARA NYATA BAIK SECARA KUANTITAS MAUPUN KUALITAS. MEMBUAT REKAM JEJAK DALAM BENTUK SEPERTI TECHNICAL REPORT ATAU LAPORAN TEKNIK ITU SANGAT DI PERLUKAN BILA FUTSAL DI INDONESIA INGIN LEBIH MAJU LAGI DARI SEKARANG. 77

TIMNAS FUTSAL PUTRI:

TIMNAS FUTSAL PUTRI 78

TIMNAS FUTSAL PUTRI:

TIMNAS FUTSAL PUTRI TIMNAS PUTRI, YANG TANGGUH ADALAH MUARA DARI HASIL SUATU PENYELENGGARAAN KOMPETISI FUTSAL PUTRI YANG BERKUALITAS, DI LAKSANAKAAN TERATUR, TERARAH DAN BERKESINAMBUNGAN YANG DI DUKUNG PULA OLEH SEBUAH PENYELENGGARAAN TURNAMEN YANG SAMA TERATURNYA, DI LUAR PERTANDINGAN KOMPETISI. 79

TIMNAS FUTSAL PUTRA:

TIMNAS FUTSAL PUTRA 80

TIMNAS PUTRA:

TIMNAS PUTRA TIMNAS PUTRA, YANG TANGGUH ADALAH MUARA DARI HASIL SUATU PENYELENGGARAAN KOMPETISI FUTSAL PUTRA YANG BERKUALITAS, DI LAKSANAKAAN TERATUR, TERARAH DAN BERKESINAMBUNGAN YANG DI DUKUNG PULA OLEH SEBUAH PENYELENGGARAAN TURNAMEN YANG SAMA TERATURNYA, DI LUAR PERTANDINGAN KOMPETISI.   81

MANAJEMEN EVEN:

MANAJEMEN EVEN 82

MANAJEMEN EVEN:

MANAJEMEN EVEN MANAJEMEN EVEN (EVENT MANAGEMENT) ADALAH SUATU TATA CARA UNTUK MENANGANI SEBUAH MAUPUN RANGKAIAN PERTANDINGAN, BAIK SECARA GARIS BESARNYA MAUPUN MELIPUTI PERENCANAAN SECARA DETIL, DI MANA SETIAP ORANG YANG TERLIBAT DI BERI TAHU TENTANG HAL YANG HARUS DI TANGANI, TARGET YANG HARUS DI CAPAI. MENCAKUP PERSIAPAN, KETEPATAN WAKTU, PENYELENGGARAAN KEGIATAN, MEMBAGI TANGGUNG JAWAB MENURUT KECAKAPAN MASING-MASING DAN KERJA SAMA MERUPAKAN FAKTOR KUNCI UNTUK KESUKSESAN PENGORGANISASIAN KEGIATAN PERTANDINGAN. 83

MANAJEMEN EVEN:

MANAJEMEN EVEN MANAJEMEN EVEN SERTA RUJUKAN LAINNYA SEPERTI ORGANISASI PERTANDINGAN (MATCH ORGANISATION), PEDOMAN KEAMANAN DAN PENGORGANISASIAN PADA EVEN (DAFTAR PENGECEKAN UNTUK MANAJER EVEN), ADALAH BERBAGAI TATA CARA UNTUK MEMENEJ PERTANDINGAN SECARA PROFESIONAL, YANG DI LAKUKAN BERSAMA-SAMA OLEH GENERAL COORDINATOR (KOORDINATOR UMUM), MATCH COMMISSIONER (PENGAWAS PERTANDINGAN), REFEREE ASSESOR (PENILAI WASIT), SECURITY OFFICER (KOORDINATOR KEAMANAN), MEDIA OFFICER (KOORDINATOR MEDIA), MEDICAL OFFICER (KOORDINATOR MEDIS) DAN LAINNYA, SALAH SATU INSTRUMEN UTAMA YANG SELALU DI PERGUNAKAN DALAM PENYELENGGARAAN PERTANDINGAN ADALAH MEMBUAT URUTAN WAKTU MENUJU TENDANGAN AWAL (KICK OFF), SEBAGAI SALAH SATU CONTOH SEPERTI DALAM SEBUAH PERTANDINGAN NASIONAL DAN INTERNASIONAL SBB : 84

URUTAN WAKTU MENUJU TENDANGAN AWAL:

URUTAN WAKTU MENUJU TENDANGAN AWAL URUTAN WAKTU MENUJU TENDANGAN AWAL PADA GARIS BESARNYA 90 MENIT PENGAWAS PERTANDINGAN (PP), ASESOR WASIT, WASIT DAN TIM YANG AKAN BERTANDING (TIM A DAN B) TIBA DI GOR FUTSAL. (BILA ADA GC SUDAH DATANG LEBIH DULU) 75 MENIT DSP DI BERIKAN OLEH WASIT TIGA. 65 MENIT GC (PP) MENGUNJUNGI RUANG GANTI TIM BERSAMA WASIT TIGA. DSP DI AMBIL DARI SETIAP TIM, CEK WARNA KOSTIM, NOMOR PUNGGUNG DAN NAMA YANG BERSANGKUTAN OLEH PP DAN WASIT TIGA. 45-20 MENIT PEMANASAN TIM . 20 MENIT CEK BENDERA FAIR PLAY SUDAH SIAP DI PINGGIR LAPANGAN. 15 MENIT CEK TERAKHIR LAPANGAN PERMAINAN. 10 MENIT TIM BERSIAP DI PINGGIR LAPANGAN, CEK PERLENGKAPAN PEMAIN. 85

URUTAN WAKTU MENUJU TENDANGAN AWAL:

URUTAN WAKTU MENUJU TENDANGAN AWAL 8 MENIT BENDERA FAIR PLAY MEMASUKI LAPANGAN. 7 MENIT TIM MEMASUKI LAPANGAN, DI DAHULUI OFISIAL PERTANDINGAN DI IRINGI FIFA ANTHEM. 6 MENIT SEREMONI SEBELUM PERTANDINGAN PEMAIN BERJAJAR DI MUKA VIP TRIBUN, LAGU KEBANGSAAN DAN LAGU PADAMU NEGERI BERSALAMAN, PEMAIN TIM B MENUJU PEMAIN TIM A, LEBIH DAHULU MENYALAMI WASIT, DI LANJUTKAN PEMAIN TIM A BERSALAMAN DENGAN JAJARAN WASIT, FOTO TIM, TOSS KOIN. 0 TENDANGAN AWAL (KICK OFF) 86

SETENGAH MAIN DAN SESUDAH MAIN:

SETENGAH MAIN DAN SESUDAH MAIN SETENGAH MAIN ISTIRAHAT, 15 MENIT DARI BUNYI PELUIT KE BUNYI PELUIT. SETELAH PERTANDINGAN, KONPRENSI PERS BAGI KEDUA TIM YANG TELAH BERTANDING DI PANDU OLEH KOORDINATOR MEDIA (MEDIA OFFICER).   87

FUNGSI RUANGAN:

FUNGSI RUANGAN SELAIN ITU DI BAWAH INI DI SAMPAIKAN PULA TENTANG PERSYARATAN STANDAR FUNCTION ROOM DI SEBUAH GOR FUTSAL YANG SEPATUTNYA MEMILIKINYA SEBAGAIMANA BIASANYA BERLAKU DALAM PERTANDINGAN INTERNASIONAL MAUPUN PERTANDINGAN NASIONAL LEVEL TERATAS DI SETIAP NEGARA YANG KEHIDUPAN FUTSALNYA SUDAH LEBIH MAJU ATAU DI NEGARA KITAPUN BISA. FUNCTIONS ROOM (FUNGSI-FUNGSI RUANGAN) DI SEBUAH GOR FUTSAL, SEBAGAI SEBUAH CONTOH SEPERTI SEBAGAI BERIKUT : FUNGSI-FUNGSI RUANGAN DI BAWAH TRIBUN DI SEBUAH GOR FUTSAL, HARUS MEMILIKI SEKURANGNYA 4 RUANG GANTI TIM, 1 RUANG GANTI WASIT, 1 KAMAR KERJA PP DAN GC, 1 RUANG KESEHATAN, 1 RUANG KONTROL DOPING, RUANG KERJA MEDIA (MEDIA CENTRE), RUANG KONPRENSI PERS, RUANG SEKRETARIAT PERTANDINGAN DI GOR FUTSAL. 88

FUNGSI RUANGAN:

FUNGSI RUANGAN CONTOH PERSYARATAN RUANG GANTI TIM SEKURANGNYA : KURSI UNTUK 14 ORANG PEMAIN DAN 5 OFISIAL TIM, LOCKER 20 PINTU YANG MEMILIKI HANGER (GANTUNGAN PAKAIAN), 6 SHOWER AIR PANAS DAN AIR DINGIN, 2 WASTAFEL, 4 URINOIR, 4 KAMAR MANDI, MEJA PIJAT, WHITE BOARD, SPIDOL, FLIP CHART, AC. RUANG SEKRETARIAT PERTANDINGAN DI GEDUNG FUTSAL YANG MEMILIKI SLJJ-SLI, IT-WIFI DAN LAINNYA YANG DI PERLUKAN. SERTA MASIH BANYAK PERSYARATAN LAIN UNTUK SETIAP RUANGAN.         89

SELESAI:

SELESAI SELESAI. TERIMA KASIH. MATERI BERJUDUL MENGELOLA PERTANDINGAN. DI SAMPAIKAN PADA WORKSHOP AF P JABAR 201 6 . J ATINANGOR 20 AGUSTUS 201 6 . SUMBER : GOOGLE IMAGES, FIFA FUTSAL LAWS OF THE GAME 2014-2015, AFC EVENT MANAGEMENT. PENYAJI M. ACHWANI. 90

authorStream Live Help