PENGAMATAN KHUSUS PERTANDINGAN FUTSAL GUBERNUR NTB CUP 2015

Views:
 
Category: Sports
     
 

Presentation Description

CATATAN TEKNIS PERTANDINGAN 2 TIM PRA PON FUTSAL PADA TURNAMEN FUTSAL GUBERNUR NTB CUP TAHUN 2015 DI GOR 17 DESEMBER KOTA MATARAM NTB.

Comments

Presentation Transcript

CATATAN TEKNIS PERTANDINGAN 2 TIM FUTSAL PRA PON DI GUBERNUR NTB CUP 2015:

CATATAN TEKNIS PERTANDINGAN 2 TIM FUTSAL PRA PON DI GUBERNUR NTB CUP 2015 TIM FUTSAL PRA PON NTB TIM FUTSAL PRA PON KALTIM 1

11 HAL PENGAMATAN ATAS PENAMPILAN KE2 TIM PRA PON:

11 HAL PENGAMATAN ATAS PENAMPILAN KE2 TIM PRA PON PENGUASAAN BOLA (BALL POSSESSION). FLEKSIBILITAS POSISI DAN FORMASI. KESIAPAN DI MENIT2 AWAL. PERGERAKAN TANPA BOLA. DUEL PEREBUTAN BOLA. MENGEMBANGKAN PERMAINAN CEPAT. KONTROL BOLA, UMPAN BOLA DAN UMPAN TAJAM KEBERANIAN MENGGIRING BOLA. KOMBINASI ZONA MARKING DAN MAN MARKING. KOORDINASI PERTAHANAN. TENDANGAN JARAK JAUH. 2

PENGUASAAN BOLA (BALL POSSESSION):

PENGUASAAN BOLA (BALL POSSESSION) PENGUASAAN BOLA KE2 TIMCUKUP BAGUS, MEREKA MENGUASAI BOLA SELAMA MUNGKIN UNTUK MEMBANGUN SERANGAN KE DAERAH LAWAN, MEMAINKAN BOLA DARI KAKI KE KAKI DAN MENGUMPAN BOLA DI ANTARA CELAH PEMAIN LAWAN, SERANGAN BISA DI LAKUKAN MELEBAR DAN BISA PULA MENUSUK LANGSUNG KE JANTUNG PERTAHANAN LAWAN, MENCARI PELUANG UNTUK MELEPASKAN TEMBAKAN KE GAWANG LAWAN, DENGAN SENTUHAN BOLA RATA-RATA PER MENIT BERKISAR 18 S/D 31 SENTUHAN DI SETIAP KALI MEMAINKAN BOLA SETELAH PEMBERSIHAN GAWANG TIM SENDIRI. DI SAMPING MENAMPILKAN PERMAINAN MENGUASAI BOLA SELAMA MUNGKIN KETIKA MEMBANGUN SERANGAN, PEMAIN KE2 TIM JUGA BISA MENAMPILKAN PERMAINAN CEPAT MENGALIRKAN BOLA DI MANA DALAM SENTUHAN KE DELAPAN, PEMAIN TIMNYA SUDAH BISA MENEMBAK BOLA DALAM SEBUAH PERTANDINGAN DAN MASUK KE GAWANG LAWAN. 3

FLEKSIBILITAS POSISI DAN FORMASI:

FLEKSIBILITAS POSISI DAN FORMASI DALAM PERTANDINGAN KE2 TIM TAMPAK BISA MENAMPILKAN FLEKSIBILITAS POSISI DAN FORMASI DENGAN BAIK, SEPERTI POSISI PEMAIN DI BELAKANG YAITU KIRI BELAKANG DAN KANAN BELAKANG (2), SERTA KIRI DEPAN DAN KANAN DEPAN (2) DALAM FORMASI 2-2. TAMPAK BISA BERUBAH PULA MENJADI POSISI BELAKANG TENGAH (1), SERTA KIRI DEPAN, TENGAH DEPAN DAN KANAN DEPAN (3). 4

FLEKSIBILITAS POSISI DAN FORMASI (2) :

FLEKSIBILITAS POSISI DAN FORMASI (2) TAMPAK POSISI DAN FORMASI DASAR KE 2 TIM, BISA BERUBAH MENJADI SEPERTI : (NPG SALAH SATU TIM, BUKAN SEBENARNYA) 4-5 ATAU 2-5 2-3 4-3 2 -3 4-3 4-5 2-5 4-5-3 2-5-4 2 3 4-2-3 2-5-3 5 4 5

FLEKSIBILITAS POSISI DAN FORMASI (3):

FLEKSIBILITAS POSISI DAN FORMASI (3) 8-9 6-7 6-7 8-9 6-9-7 8 6-8-7 9 6

FLEKSIBILITAS POSISI DAN FORMASI (4):

FLEKSIBILITAS POSISI DAN FORMASI (4) (TIM SATU LAGI) : (NPG BUKAN SEBENARNYA) 14-15 ATAU 12-15 12-13 14-13 12-13 14-13 14-15 12-15 14-15-13 12-15-14 12 13 14-12-13 12-15-13 15 14 7

FLEKSIBILITAS POSISI DAN FORMASI (5):

FLEKSIBILITAS POSISI DAN FORMASI (5) 18-19 16-17 16-17 18-19 16-19-17 18 16-19-18 17 8

TENTANG FLEKSIBILITAS POSISI DAN FORMASI:

TENTANG FLEKSIBILITAS POSISI DAN FORMASI TENTANG FLEKSIBILITAS POSISI DAN FORMASI TIM PERLU DI TINGKATKAN KESEIMBANGAN KEMAMPUAN BERTAHAN DAN MENYERANG BAGI SEMUA PEMAIN YANG DI TURUNKAN, ATAU PERLU DI ASAH TERUS KESEIMBANGAN KEMAMPUAN TERSEBUT, DENGAN DI DUKUNG FISIK YANG CUKUP UNTUK MENDUKUNG PERMAINAN ROTASI POSISI DAN FORMASI, APALAGI BILA DI MAINKAN DALAM TEMPO PERMAINAN YANG TINGGI, DALAM TEMPO TERSEBUT ADA BEBERAPA PEMAIN YANG TERLIHAT ENERGINYA BELUM CUKUP. SERTA HARUS DI TEMUKAN SEKURANGNYA 2 PASANGAN 4 PEMAIN LAPANGAN YANG SAMA BAGUSYA BILA DI TURUNKAN BERTANDING, ATAU JANGAN SAMPAI ADA KESENJANGAN DI ANTARA 2 PASANGAN TERSEBUT SEANDAINYA ADA PEMAIN YANG PERLU DI ISTIRAHATKAN SEMENTARA, ATAU JUGA JANGAN SAMPAI HANYA ADA SATU ATAU DUA PEMAIN ANDALAN YANG MENJADI MOTOR PENGGERAK TIM, KARENA KALAU KEDUANYA DI MATIKAN, ALUR BOLA DAN KEKUATAN TIM BISA TERGANGGU. 9

KESIAPAN DI MENIT2 AWAL:

KESIAPAN DI MENIT2 AWAL KETIDAK SIAPAN DI MENIT-MENIT AWAL, MENYEBABKAN KEMASUKAN GOL DAN OLEH PEMAIN SENDIRI (OWN GOAL), KETIKA TIBA-TIBA DENGAN CEPAT PEMAIN LAWAN MASUK KE JANTUNG PERTAHANAN DENGAN LELUASA DAN MELEPASKAN TEMBAKAN KE GAWANG SENDIRI. 10

PERGERAKAN TANPA BOLA:

PERGERAKAN TANPA BOLA PERGERAKAN TANPA BOLA SECARA SINKRON KURANG CUKUP DI LAKUKAN, TERUTAMA PERGERAKAN TANPA BOLA PEMAIN UNTUK KELUAR DAN MASUK KE DAERAH PENALTI LAWAN DENGAN CEPAT (KEBAWAH MAUPUN KESAMPING), DI SUSUL GERAKAN DENGAN BOLA, PEMAIN LAINNYA YANG MENGGIRING BOLA SUPAYA BISA MENEMBUS DAERAH PERTAHANAN LAWAN DAN MENEMBAK BOLA KE GAWANG LAWAN. 11

DUEL MEREBUT BOLA:

DUEL MEREBUT BOLA PARA PEMAIN CUKUP BAGUS DAN SERING BERHASIL DALAM DUEL MEREBUT BOLA DARI PENGUASAAN LAWAN, YANG DI LANJUTKAN DENGAN MENGUMPAN BOLA CEPAT KEPADA KAWANNYA TERUTAMA YANG BERADA DI DEPAN. 12

MENGEMBANGKAN PERMAINAN CEPAT:

MENGEMBANGKAN PERMAINAN CEPAT MENGEMBANGKAN PERMAINAN CEPAT SAAT MENYERANG TERUTAMA DENGAN MELAKUKAN SERANGAN BALIK HARUS DI JADIKAN KEKUATAN UTAMA UNTUK MENEMBUS PERTAHANAN LAWAN DALAM WAKTU PENDEK, KETIKA PEMAIN LAWAN BELUM SIAP ATAU BELUM BERADA DI SANA, UNTUK BISA MENJEBOL GAWANG LAWAN, DALAM HAL INI PERANAN PENJAGA GAWANG JUGA PENTING UNTUK MELEMPAR BOLA JAUH KEPADA KAWAN YANG BERADA DI DEPAN DI DEKAT GAWANG LAWAN DALAM KESEMPATAN PERTAMA. 13

KONTROL BOLA, UMPAN BOLA DAN UMPAN TAJAM:

KONTROL BOLA, UMPAN BOLA DAN UMPAN TAJAM KONTROL BOLA PARA PEMAIN CUKUP BAGUS, UMPAN BOLA DARI KAKI KE KAKI JUGA UMUMNYA MENGALIR BAGUS , TETAPI DALAM BEBERAPA KESEMPATAN, TERJADI KEHILANGAN BOLA, KARENA SALAH MENGUMPAN, BOLA DI POTONG LAWAN, BOLA DI REBUT LAWAN DAN BOLA MENJADI OUT. DAN UMPAN TAJAM CEPAT KE JANTUNG PERTAHANAN LAWAN ATAU UMPAN TAJAM TEPAT KEPADA PEMAIN YANG BEBAS DI DEKAT GAWANG LAWAN MASIH KURANG DI LAKUKAN DENGAN BAIK. 14

KEBERANIAN MENGGIRING BOLA:

KEBERANIAN MENGGIRING BOLA KEBERANIAN MENGGIRING BOLA UNTUK BISA MEMASUKI DAERAH PENALTI LAWAN KETIKA SUDAH TIDAK MEMUNGKINKAN BENTUK KERJASAMA LAIN, TERLIHAT SUDAH BEBERAPA KALI DI LAKUKAN OLEH PARA PEMAIN, NAMUN BELUM DI LAKUKAN MAKSIMAL, KARENA DALAM BEBERAPA KESEMPATAN BOLA DARI DEPAN DAERAH PENALTI LAWAN TAMPAK LEBIH SUKA DI KIRIM KE SAYAP ATAU KEMBALI KEBELAKANG, WALAU SEBENARNYA PEMAIN YANG MENGUASAI BOLA PADA WAKTU TERSEBUT MEMUNGKINKAN UNTUK MENGGIRING BOLA MENEMBUS PERTAHANAN LAWAN. 15

KOMBINASI ZONA MARKING DAN MAN MARKING:

KOMBINASI ZONA MARKING DAN MAN MARKING SAAT DI SERANG LAWAN DALAM BEBERAPA KESEMPATAN PENERAPAN ZONA MARKING DI LUAR DAERAH PENALTI SENDIRI CUKUP MEMADAI, NAMUN SEYOGYANYA BERUBAH MENJADI MAN MARKING DI DAERAH PENALTI SENDIRI, KARENA YANG TERJADI HAMPIR SEMUA GOL YANG MASUK KE GAWANG SENDIRI LEBIH DI AKIBATKAN TIDAK DI LAKUKANNYA MAN MARKING DI DEPAN GAWANG TIMNYA SENDIRI, DI SAMPING TIDAK ADA PEMAIN YANG MENCOBA MENUTUP ATAU MENGHALANGI, ATAU JUGA INTERSEP TERHADAP PEMAIN LAWAN YANG MENGUASAI BOLA DAN HENDAK MELEPASKAN TEMBAKAN KE GAWANGNYA. 16

KOORDINASI PERTAHANAN:

KOORDINASI PERTAHANAN BERBEDA DENGAN SAAT MENYERANG, ORGANISASI TIM CUKUP BAGUS, TETAPI SAAT DI SERANG LAWAN KOORDINASI ANTAR PEMAIN DI SAAT LAWANNYA TERSEBUT HENDAK MASUK DAERAH PENALTI SENDIRI MENJADI KURANG ADA KOORDINASI DI ANTARA PEMAIN YANG SEDANG BERJAGA DI DEPAN GAWANG MEMBANTU PENJAGA GAWANG, TERLIHAT CELAH TERBUKA YANG SEHARUSNYA MENUTUP, SEHINGGA PEMAIN LAWAN MEMANFAATKAN CELAH TERSEBUT SAAT MEREKA MELEPASKAN TEMBAKAN DI MANA 5 DI ANTARANYA MENGHASILKAN GOL BAGI MEREKA. 17

TENDANGAN JARAK JAUH:

TENDANGAN JARAK JAUH KALAU DI COBA LEBIH BANYAK DI LAKUKAN BUKAN TAK MUNGKIN BISA JUGA LEBIH BANYAK MENGHASILKAN GOL BAGI TIMNYA , KARENA BEBERAPA PEMAIN DI ANTARANYA BEBERAPA KALI MELEPASKAN TEMBAKAN KE GAWANG LAWAN DARI JARAK 15 METER ATAU LEBIH DAN MENGHASILKAN GOL BAGI TIMNYA. SELESAI. 18-9-2015. SUMBER : CATATAN TEKNIS PERTANDINGAN KE2 TIM PRA PON DI GUBERNUR NTB CUP 2015 (ANALISA LENGKAP DAN SOLUSI ADA PADA PENULIS). ANALISIS : M. ACHWANI/MANAJEMEN SPORT UTAMA (MSU). 18

authorStream Live Help