LIGA DESA INDONESIA 2014

Views:
 
Category: Sports
     
 

Presentation Description

TENTANG PERSIAPAN PENYELENGGARAAN LIGA DESA INDONESIA (LIDI) 2014

Comments

Presentation Transcript

LIGA DESA INDONESIA 2014 (LIDI 2014):

LIGA DESA INDONESIA 2014 (LIDI 2014) PERSEMBAHAN BADAN SEPAKBOLA RAKYAT INDONESIA (BASRI) MENDUKUNG PROGRAM PENCAHARIAN BAKAT PSSI 1

SEPAKBOLA DESA:

SEPAKBOLA DESA SELAMA INI SEPAKBOLA DI DESA BEGI DESA BEGITU SEMARAK, PERTANDINGAN BANYAK DILAKUKAN DIMANA-MANA, SETIAP AKHIR PEKAN LAPANGAN DESA SERING DIGUNAKAN PERTANDINGAN. 2

SEPAKBOLA DESA:

SEPAKBOLA DESA 3

SEPAKBOLA DESA:

SEPAKBOLA DESA SECARA KUANTITAS SEPAKBOLA DESA DI SELURUH INDONESIA BESARANNYA SUNGGUH LUAR BIASA, TERSEBAR MULAI DARI SABANG HINGGA MERAUKE, JUMLAHNYA TIDAK KURANG DARI 80.000 DESA YANG BERADA DI BAWAH NAUNGAN NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA. BAYANGKAN KALAU 5 % NYA SAJA ATAU 4.000 DESA MELAKUKAN KEGIATAN PERTANDINGAN DI AKHIR PEKAN, SEBAGAI HIBURAN SATU-SATUNYA BAGI WARGA DESA, ITU BERARTI BISA JADI ADA 4.000 PERTANDINGAN DI DESA-DESA DALAM WAKTU BERSAMAAN DI SEANTERO NEGARA INI. 4

SEPAKBOLA DESA:

SEPAKBOLA DESA PERTANDINGAN YANG DILAKUKAN SELAMA INI DI DESA-DESA BELUM TERPANTAU DENGAN BAIK DAN BELUM ADA TANGAN-TANGAN SERIUS YANG MELAKUKAN PEMBINAAN TERHADAP POTENSI YANG DIMILIKI KLUB DESA TEMPAT BERNAUNG PEMAIN-PEMAIN YANG MEMILIKI BAKAT ALAM. OLEH KARENA ITU MELALUI LIGA DESA INDONESIA, POTENSI YANG MASIH TERSEMBUNYI ITU AKAN DIGALI DAN DIANGKAT KEATAS PERMUKAAN UNTUK MENDAPATKAN PENANGANAN YANG LEBIH BAIK LAGI AGAR BISA DITEMUKAN PEMAIN-PEMAIN BERBAKAT UNTUK MENDUKUNG PROGRAM PENCAHARIAN BAKAT PSSI . 5

SEPAKBOLA DESA :

SEPAKBOLA DESA MELIHAT POTENSI SEPERTI ITU BASRI TERGERAK UNTUK MENGHIMPUN KLUB DESA DISETIAP KECAMATAN UNTUK DIIKUTSERTAKAN DALAM SEBUAH PERTANDINGAN LIGA DESA YANG DIGELAR DI KECAMATAN MASING-MASING DI SELURUH INDONESIA, DALAM SEBUAH WADAH “LIGA DESA INDONESIA.” MENURUT DATA, KECAMATAN DI INDONESIA JUMLAHNYA TIDAK KURANG DARI 6000 KECAMATAN, BILA DIJALANKAN 30 % SAJA ITU AKAN MEMBUAT 1800 PERTANDINGAN YANG TERORGANISIR DI SETIAP KECAMATAN DALAM WAKTU YANG SAMA. 6

LIGA DESA INDONESIA 2014:

LIGA DESA INDONESIA 2014 LIGA DESA INDONESIA (LIDI) 2014 AKAN DISELENGGARAKAN MULAI BULAN JANUARI S/D BULAN MEI 2014. DIIKUTI KLUB-KLUB DESA ANGGOTA BADAN SEPAKBOLA RAKYAT INDONESIA (BASRI), DIMANA SETIAP DESA DIWAKILI OLEH 1 (SATU) KLUB DESA. DILAKSANAKAN SECARA BERJENJANG ATAU BERTINGKAT, MULAI TINGKAT KECAMATAN, TINGKAT KABUPATEN/KOTA, TINGKAT PROVINSI DAN TINGKAT NASIONAL. 7

LIGA DESA INDONESIA 2014:

LIGA DESA INDONESIA 2014 PEMAIN YANG MENGIKUTI LIGA DESA BELUM TERCATAT DI PERKUMPULAN ATAU KLUB SEPAKBOLA YANG TERDAFTAR DI PSSI. PEMAIN TIDAK BOLEH MELEBIHI USIA 30 TAHUN DAN SETIAP BERTANDING DIPERKUAT PEMAIN DI BAWAH USIA 23 TAHUN SEKURANG-KURANGNYA 3 (TIGA) ORANG. 8

TINGKAT KECAMATAN:

TINGKAT KECAMATAN PESERTA ADALAH KLUB DESA ANGGOTA BASRI YANG MENDAFTARKAN DIRI UNTUK IKUT LIDI 2014, SEDIKITNYA DILAKUKAN DI 16 KECAMATAN DISETIAP KABUPATEN/KOTA (KECUALI YANG JUMLAH KECAMATANNYA KURANG DARI ITU). DIIKUTI SEKURANG-KURANGNYA 12 KLUB DESA BERADA DALAM SATU GRUP DI SETIAP KECAMATAN, BILA KURANG DARI ITU KLUB DESA YANG BERSANGKUTAN BERGABUNG DENGAN KECAMATAN LAIN YANG PESERTANYA KURANG. SISTIM PERTANDINGAN KOMPETISI PENUH DALAM 2 PUTARAN DI 2 TEMPAT DI SETIAP KECAMATAN. KLUB DESA YANG MENEMPATI PERINGKAT TERATAS PADA KLASEMEN AKHIR TINGKAT KECAMATAN BERHAK MAJU KE TINGKAT KABUPATEN/KOTA, KECUALI BILA LEBIH DARI SATU GRUP DALAM SATU KECAMATAN, DILAKUKAN PERTANDINGAN PENENTUAN ANTARA JUARA GRUP. 9

TINGKAT KABUPATEN/KOTA:

TINGKAT KABUPATEN/KOTA DIIKUTI OLEH KLUB DESA JUARA KECAMATAN, SEDIKITNYA DARI 16 JUARA KECAMATAN (KECUALI KABUPATEN/KOTA YANG JUMLAH KECAMATANNYA KURANG DARI ITU). DIBAGI DALAM 4 GRUP DI 4 TEMPAT PADA BABAK PENYISIHAN, MASING-MASING TERDIRI DARI 4 KLUB DESA, DENGAN SISTEM PERTANDINGAN KOMPETISI SETENGAH, PERINGKAT 1 DAN 2 SETIAP GRUP MAJU KE BABAK SELANJUTNYA DENGAN PERTANDINGAN SISTEM GUGUR S/D BABAK FINAL. JUARA DAN PERINGKAT 2 TINGKAT KABUPATEN/KOTA BERHAK MAJU KE TINGKAT PROVINSI. 10

TINGKAT PROVINSI :

TINGKAT PROVINSI DIIKUTI RATA-RATA OLEH 32 KLUB DESA JUARA DAN PERINGKAT 2 TINGKAT KABUPATEN/KOTA, SEDIKITNYA DARI 16 KABUPATEN/KOTA (KECUALI PROVINSI YANG JUMLAH KABUPATEN/KOTANYA KURANG DARI ITU). DIBAGI DALAM 8 GRUP DI 8 TEMPAT PADA BABAK PENYISIHAN, MASING-MASING TERDIRI DARI 4 KLUB DESA, DENGAN SISTEM PERTANDINGAN KOMPETISI SETENGAH, PERINGKAT 1 DAN 2 SETIAP GRUP MAJU KE BABAK BERIKUTNYA DENGAN PERTANDINGAN SISTEM GUGUR S/D BABAK FINAL. JUARA DAN PERINGKAT 2 TINGKAT PROVINSI BERHAK MAJU KE TINGKAT NASIONAL. 11

TINGKAT NASIONAL:

TINGKAT NASIONAL DIIKUTI OLEH 68 KLUB DESA JUARA DAN PERINGKAT 2 TINGKAT PROVINSI, DARI 34 PROVINSI YANG ADA DI INDONESIA. DIBAGI DALAM 11 GRUP DI 11 TEMPAT PADA BABAK PENYISIHAN, MASING-MASING TERDIRI 6 KLUB DESA ATAU LEBIH, DENGAN SISTEM PERTANDINGAN KOMPETISI SETENGAH. PERINGKAT 1 DAN 2 SETIAP GRUP, DITAMBAH 10 PERINGKAT 3 TERBAIK DIANTARA 11 GRUP MAJU KE BABAK 32 BESAR, DIBAGI 8 GRUP DI 8 TEMPAT, MASING-MASING TERDIRI DARI 4 KLUB DESA, DENGAN SISTEM PERTANDINGAN KOMPETISI SETENGAH, PERINGKAT 1 DAN 2 PADA BABAK INI BERHAK MAJU KE BABAK 16 BESAR S/D BABAK FINAL-TANGGA JUARA, DENGAN PERTANDINGAN SISTEM GUGUR. 12

STATISTIK JUMLAH PESERTA:

STATISTIK JUMLAH PESERTA 12 KLUB DESA X 1800 KECAMATAN = 21.600 KLUB DESA PESERTA. (ASUMSI BESARAN 30 %) 13

STATISTIK JUMLAH PERTANDINGAN :

STATISTIK JUMLAH PERTANDINGAN TINGKAT KECAMATAN 132 PERTANDINGAN X 1800 KEC. = 237.600 PERTANDINGAN TINGKAT KAB/KOTA 32 PERTANDINGAN X 120 KAB/KOTA = 3.840 PERTANDINGAN TINGKAT PROVINSI 64 PERTANDINGAN X 34 PROV. = 2.176 PERTANDINGAN TINGKAT NASIONAL 201 PERTANDINGAN = 201 PERTANDINGAN JUMLAH KESELURUHAN = 243.817 PERTANDINGAN (ASUMSI BESARAN 30 %) 14

STATISTIK JUMLAH PEMAIN:

STATISTIK JUMLAH PEMAIN 30 ORANG PEMAIN X 12 KLUB DESA X 1800 KECAMATAN = 648.000 ORANG. (ASUMSI BESARAN 30 %) 15

STATISTIK JUMLAH OFISIAL PERTANDINGAN DAN OFISIAL TIM:

STATISTIK JUMLAH OFISIAL PERTANDINGAN DAN OFISIAL TIM 16 WASIT 260 X 120 KAB/KOTA = 31.200 ORANG. PP/IW 100 X 120 KAB/KOTA = 12.000 ORANG. PANPEL 480 X 120 KAB/KOTA = 57.000 ORANG. PELATIH 192 X 120 KAB/KOTA = 23.040 ORANG. OFISIAL TIM 1152 X 120 KAB/KOTA = 138.240 ORANG. JUMLAH KESELURUHAN = 261.480 ORANG. (ASUMSI BESARAN 30 %)

STATISTIK JUMLAH PENONTON:

STATISTIK JUMLAH PENONTON (ASUMSI PENONTON MINIMAL 100 ORANG X JUMLAH PERTANDINGAN) TINGKAT KECAMATAN 100 X 237.600 = 23.760.000 ORANG. TINGKAT KABUPATEN/KOTA 100 X 12.800 = 1.280.000 ORANG. TINGKAT PROVINSI 100 X 2.176 = 217.600 ORANG. TINGKAT NASIONAL 100 X 201 = 20.100 ORANG. JUMLAH KESELURUHAN PENONTON = 25.287.700 ORANG. (ASUMSI BESARAN 30%) 17

RANGKUMAN LIDI:

RANGKUMAN LIDI DENGAN DEMIKIAN PENYELENGGARAAN LIDI 2014 YANG DILAKUKAN SECARA MASAL DAN SIMULTAN DI SELURUH WILAYAH INDONESIA, YANG DIIKUTI 21.600 KLUB DESA, MENGGULIRKAN TIDAK KURANG DARI 243.817 PERTANDINGAN SELAMA 5 BULAN DAN MELIBATKAN TIDAK KURANG DARI 26.197.180 ORANG BERPERAN SERTA DI DALAMNYA, ADALAH SEBUAH PERHELATAN RAKSASA UNTUK MENDUKUNG PROGRAM PENCAHARIAN BAKAT PSSI, MELALUI UPAYA BASRI MENGGALI POTENSI BAKAT-BAKAT ALAM PEMAIN YANG BERADA DI DESA-DESA, YANG BELUM DISENTUH SECARA SERIUS UNTUK DITANGANI LEBIH BAIK LAGI GUNA MENDAPATKAN BIBIT-BIBIT PEMAIN TIM NASIONAL INDONESIA. 18

TERIMA KASIH. FOTO : GOOGLE IMAGES.:

TERIMA KASIH. FOTO : GOOGLE IMAGES. UNTUK MEWUJUDKAN IMPIAN PEMAIN DESA BISA BERMAIN DI SUGBK SENAYAN JAKARTA. 19

authorStream Live Help