SISTEM PERNAPASAN

Views:
 
Category: Education
     
 

Presentation Description

menjelaskan sistem pernapasan pada manusia dan vertebrata. ARIPUSPITA,FKIPBIOLOGI,UHAMKA

Comments

By: dwino.airiya (24 month(s) ago)

AKU KOK GAK BISA DOWNLOAD ....

By: kenzo007 (29 month(s) ago)

izin download ya

By: dayathidayatullah (33 month(s) ago)

minta ya ppt nya mbk..

By: Rikudou (34 month(s) ago)

izin download ya :) boleh ya? makasih :)

By: anty13 (36 month(s) ago)

maaf, boleh di download tidak filenya? karena sy lagi butuh... trima kasih sbelumnya

See all

Presentation Transcript

SISTEM PERNAPASAN OLEH : ARI PUSPITASARIFKIP BIOLOGI UHAMKA : 

SISTEM PERNAPASAN OLEH : ARI PUSPITASARIFKIP BIOLOGI UHAMKA

Slide 2: 

SISTEM PERNAPASAN Standar Kompetensi:Memahami berbagai system dalam kehidupan manusia Kompetensi Dasar : Mendeskripsikan system pernapasan manusia dan vertebrata serta hubunganya dengan kesehatan Kelas / Semester : VIII / 1Sumber :Ilmu Pengetahuan Alam,kelas VIII,Harapan Makmur.Marthin,H. 2002. Belajar Biologi Untuk Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama kelas 2, Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.Anwar,Anik . 1987. Ringkasan Biologi. Bndung: Ganeca Exact Bandung.www.google.com

SISTEM PERNAPASAN : 

SISTEM PERNAPASAN SKEMA SALURAN PERNAPASAN MEKANISME PERNAPASAN

PENGERTIAN PERNAPASAN : 

suatu proses yang terjadi secara otomatis walau dalam keadaan tertidur sekalipun PENGERTIAN PERNAPASAN

SKEMA SALURAN PERNAPASAN : 

SKEMA SALURAN PERNAPASAN Back

Udara dari luar akan masuk lewat rongga hidung (Cavum Nasalis) . Rongga hidung berselaput lendir yang berfungsi menangkap benda asing yang masuk lewat saluran pernapasan, didalamnya terdapat kelenjar minyak (kelenjar sebasea) dan kelenjar keringat (sudorifera).selain itu terdapat rambut pendek dan tebal yang berfungsi menyaring partikel kotoran yang masuk bersama udara. Juga terdapat konka yang mempunyai banyak kapiler darah yang berfungsi menghangatkan udara yang masuk. : 

Rongga Hidung (Cavum Nasalis) Udara dari luar akan masuk lewat rongga hidung (Cavum Nasalis) . Rongga hidung berselaput lendir yang berfungsi menangkap benda asing yang masuk lewat saluran pernapasan, didalamnya terdapat kelenjar minyak (kelenjar sebasea) dan kelenjar keringat (sudorifera).selain itu terdapat rambut pendek dan tebal yang berfungsi menyaring partikel kotoran yang masuk bersama udara. Juga terdapat konka yang mempunyai banyak kapiler darah yang berfungsi menghangatkan udara yang masuk. Back

FARING ( TENGGOROKAN) : 

Udara dari rongga hidung masuk ke faring. Faring merupakan percabangan 2 saluran, yaitu saluran pernapasan (nasofarings) pada bagian depan dan saluran pencernaan (orofarings) pada bagian belakang. Pada bagian belakang faring (posterior) terdapat laring (tekak) tempat terletaknya pita suara (pita vocalis). Masuknya udara melalui faring akan menyebabkan pita suara bergetar dan terdengar sebagai suara. FARING ( TENGGOROKAN)

TRAKEA : 

TRAKEA Tenggorokan berupa pipa yang panjangnya ± 10 cm, terletak sebagian di leher dan sebagian di rongga dada (torak). Dinding tenggorokan tipis dan kaku, dikelilingi oleh cincin tulang rawan, dan pada bagian dalam rongga bersilia. Silia-silia ini berfungsi menyaring benda-benda asing yang masuk ke saluran pernapasan.

CABANG-CABANG TENGGOROKAN (BRONKI) : 

CABANG-CABANG TENGGOROKAN (BRONKI) Tenggorokan (trakea) bercabang menjadi dua bagian, yaitu bronkus kanan dan bronkus kiri. Struktur lapisan mukosa bronkus sama dengan trakea, hanya tulang rawan bronkus bentuknya tidak teratur dan pada bagian bronkus yang lebih besar cincin tulang rawannya melingkari lumen dengan sempurna. Bronkus bercabang-cabang lagi menjadi bronkiolus.

PARU-PARU (PULMO) : 

Paru-paru terletak di dalam rongga dada bagian atas, di bagian samping dibatasi oleh otot dan rusuk dan di bagian bawah dibatasi oleh diafragma yang berotot kuat. Paru-paru ada dua bagian yaitu paru-paru kanan (pulmo dekster) yang terdiri atas 3 lobus dan paru-paru kiri (pulmo sinister) yang terdiri atas 2 lobus. Paru-paru dibungkus oleh dua selaput yang tipis, disebut pleura. Selaput bagian dalam yang langsung menyelaputi paru-paru disebut pleura dalam (pleura visceralis) dan selaput yang menyelaputi rongga dada yang bersebelahan dengan tulang rusuk disebut pleura luar (pleura parietalis). PARU-PARU (PULMO)

MEKANISME PERNAPASAN : 

MEKANISME PERNAPASAN Back

Slide 14: 

PERNAPASAN DADA YAITU DENGAN MENGUNAKAN OTOT TULANG RUSUK. Fase inspirasi/udara masuk Otot antar tulang rusuk berkontraksi ? rongga dada membesar ? volume paru-paru membesar ? tekanan udara didalam paru-paru mengecil ? udara luar masuk ke paru-paru. Fase ekspirasi / udara keluar Otot antar tulang relaksasi ? rongga dada mengecil ? volume paru-paru mengecil ? tekanan udara didalam paru-paru membesar ? udara keluar. BACK

PERNAPASAN PERUT DENGAN MENGGUNAKAN OTOT DIAFRAGMA.Fase inspirasi / udara masukDiafragma berkontraksi ? rongga dada membesar? tekanan udara paru-paru mengecil ? udara luar masuk paru-paru.Fase ekspirasi / udara keluarDiafragma relaksasi ? otot diafragma melengkung keatas menekan paru-paru ? rongga dada mengecil ? tekanan udara dalam paru-paru membesar ? udara keluar. : 

PERNAPASAN PERUT DENGAN MENGGUNAKAN OTOT DIAFRAGMA.Fase inspirasi / udara masukDiafragma berkontraksi ? rongga dada membesar? tekanan udara paru-paru mengecil ? udara luar masuk paru-paru.Fase ekspirasi / udara keluarDiafragma relaksasi ? otot diafragma melengkung keatas menekan paru-paru ? rongga dada mengecil ? tekanan udara dalam paru-paru membesar ? udara keluar.

KAPASITAS PARU-PARU : 

KAPASITAS PARU-PARU

Slide 17: 

Kapasitas vital paru-paru adalah jumlah udara yang dapat dimasukan kedalam paru-paru atau dikeluarkan sekuat-kuatnya sebanyak 4 liter Back

Slide 18: 

Udara pernapasan adalah udara yang keluar masuk secara normal dalam proses pernapasan, sebanyak 0,5 liter. Back Gbr: Paru-paru Normal

Slide 19: 

Udara komplemen adalah udara yang dapat kita hirup setelah kita melakukan pernapasan biasa. Udara komplemen sebanyak 1,5 liter Back Lidah Langit-langit Rongga mulut Rongga hidung Mulut Laring Rahang faring

Slide 20: 

Udara suplementer adalah udara yang dapat kita hembuskan setelah melakukan pernapasan biasa. Udara suplementer sebanyak 1,5 liter. Back

Slide 21: 

Udara residu adalah udara yang tetap tinggal diparu-paru setelah keluarnya udara suplemen,sebanyak 1 liter. Back

Slide 22: 

Kapasitas total paru-paru adalah udara yang mengisi seluruh alat pernapasan, sebanyak 5 liter.

PERNAPASAN PADA HEWAN VERTEBRATA : 

PERNAPASAN PADA HEWAN VERTEBRATA

KATAK : 

KATAK Pada katak, oksigen berdifusi lewat selaput rongga mulut, kulit, dan paru-paru. Kecuali pada fase berudu bernapas dengan insang karena hidupnya di air. Selaput rongga mulut dapat berfungsi sebagai alat pernapasan karma tipis dan banyak terdapat kapiler yang bermuara di tempat itu. Pada saat terjadi gerakan rongga mulut dan faring, Iubang hidung terbuka dan glotis tertutup sehingga udara berada di rongga mulut dan berdifusi masuk melalui selaput rongga mulut yang tipis. Selain bernapas dengan selaput rongga mulut, katak bernapas pula dengan kulit, ini dimungkinkan karma kulitnya selalu dalam keadaan basah dan mengandung banyak kapiler sehingga gas pernapasan mudah berdifusi.

Alat pernapasan katak : 

Alat pernapasan katak

Mekanisme pernapasan katak : 

Mekanisme pernapasan katak

REPTIL : 

REPTIL Paru-paru reptilia berada dalam rongga dada dan dilindungi oleh tulang rusuk. Paru-paru reptilia lebih sederhana, hanya dengan beberapa lipatan dinding yang berfungsi memperbesar permukaan pertukaran gas. Pada reptilia pertukaran gas tidak efektif. Pada kadal, kura-kura, dan buaya paru-paru lebih kompleks, dengan beberapa belahanbelahan yang membuat paru-parunya bertekstur seperti spon. Paru-paru pada beberapa jenis kadal misalnya bunglon Afrika mempunyai pundi-pundi hawa cadangan yang memungkinkan hewan tersebut melayang di udara.

BURUNG : 

BURUNG Jalur pernapasan pada burung berawal di lubang hidung. Pada tempat ini, udara masuk kemudian diteruskan pada celah tekak yang terdapat pada dasar faring yang menghubungkan trakea. Trakeanya panjang berupa pipa bertulang rawan yang berbentuk cincin, dan bagian akhir trakea bercabang menjadi dua bagian, yaitu bronkus kanan dan bronkus kiri. Dalam bronkus pada pangkal trakea terdapat sirink yang pada bagian dalamnya terdapat lipatan-lipatan berupa selaput yang dapat bergetar. Bergetarnya selaput itu menimbulkan suara. Bronkus bercabang lagi menjadi mesobronkus yang merupakan bronkus sekunder dan dapat dibedakan menjadi ventrobronkus (di bagian ventral) dan dorsobronkus ( di bagian dorsal). Ventrobronkus dihubungkan dengan dorsobronkus, oleh banyak parabronkus (100 atau lebih).

GANGGUAN SISTEM PERNAPASAN(AFIKSI) : 

GANGGUAN SISTEM PERNAPASAN(AFIKSI)

AFIKSI : 

AFIKSI Gangguan pada sistem pernapasan adalah terganggunya pengangkutan O2 ke sel-sel atau jaringan tubuh; disebut asfiksi. Asfiksi ada bermacam-macam misalnya terisinya alveolus dengan cairan limfa karena infeksi Diplokokus pneumonia atau Pneumokokus yang menyebabkan penyakit pneumonia. Asfiksi dapat pula disebabkan karena penyumbatan saluran pernapasan oleh kelenjar limfa, misalnya polip, amandel, dan adenoid.

SINUSITIS : 

SINUSITIS Peradangan dapat terjadi pada rongga hidung bagian atas

BRONKITIS : 

BRONKITIS Peradangan pada bronkus

PLEURITIS : 

PLEURITIS Peradangan pada selaput paru-paru/pleura

TUBERCOLOSIS/TBC : 

TUBERCOLOSIS/TBC Paru-paru juga dapat mengalami kerusakan karena terinfeksi Mycobacterium tuber culosis penyebab penyakit TBC.

DIPTERI : 

peradangan pada batang tenggorokan disebabkan oleh bakteri. DIPTERI

Slide 36: 

TERIMA KASIH..